Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 60


__ADS_3

Hai semuanya, maaf ya kalau cerita aku kaya gini, aku beneran pemula. jadi kalau ada yang komen nyakitin tuh masih sensitif karena belum terbiasa mungkin, makasih buat yang selalu ngasih semangat aku sayang kalian dan buat yang gak suka cerita aku makasih juga udah komen meskipun komennya bikin aku nangis😭


"Sayang, aku cariin juga,"Lucas dengan wajah bangun tidurnya menghampiri Rania.


"Kenapa, nyariin aku?"tanya Rania.


"Khawatir aja, ngapain pada di sini pagi-pagi?"Lucas menatap dua perempuan kesayangannya.


"Kepo, ngapain dicariin sih, lebay banget kamu,"ledek bu Renata.


"Ma, mama bilang dong sama oma, jangan terus menghina istri aku, mama kan anaknya,"ucap Lucas dengan wajah memelas.


"Iya, nanti mama bicara sama oma, kamu yang sabar ya sayang,"bu Renata mengelus kepala Rania.


"Gak usah ma, aku baik-baik aja kok. aku mau oma menerima aku dengan sendirinya, bukan karena terpaksa,"ucap Rania.


"Tapi, kalau oma tetep tidak bisa menerima kamu gimana?"tanya Lucas.


"Tidak apa-apa, asal kamu, mama sama papa bisa nerima aku, itu udah cukup, yang menjalani rumah tangga ini kan kita. bukan orang lain,"papar Rania.


Bu Renata saling pandang sama Lucas. lalu mereka mengangguk secara bersamaan.


"Ya udah, kita setuju kalau itu mau kamu, "kata bu Renata.


Akhirnya, setelah sepakat mengikuti kemauan Rania mereka bertiga masuk ke dalam rumah, lalu menuju kamar masing-masing.


"Kenapa kabur?"tanya Lucas. ia memeluk Rania dari belakang.


"Siapa, yang kabur?"Rania menatap Lucas dari samping.


"Kamu, pas aku cari tidak ada,"jawab Lucas.


"Enggak, tadi aku lagi bantu mba, tapi mama ngajak ngobrol di taman,"jelas Rania.


"Sekarang kamu istri aku. bisa gak kalau kamu diam aja,"tanya Lucas.


"Sayang, udah ya. apalagi sekarang ada oma, kalau aku diam aja pasti jadi masalah,"Rania tak mau kalau oma tambah membencinya.


"Iya, kamu ada kelas gak?"Lucas sudah berjanji akan mengikuti kemauan istrinya,jadi mengiyakan saja.


"Ada, cuma satu jam kok, kenapa?"tanya Rania sambil berbalik menghadap suaminya.


"Nanti, pulangnya ke kantor lagi ya, jadi pulangnya bareng lagi, kita langsung ke apartemen aja,"jawab Lucas. ia merapatkan tubuh Rania pada tubuhnya.

__ADS_1


"Iya, tapi, nanti gak bakal kaya kemarin lagi kan?"wajah Rania mendongak menatap wajah Lucas.


"Emang kemarin kepa?"Lucas mengangkat sebelah alisnya.


"Gak dibolehin masuk, malah disuruh nunggu,"ucap Rania. bibirnya manyun beberapa senti.


"Enggak, kan kemarin udah aku kasih tahu sayang,"


"Oke, sekarang kamu mandi dulu. aku mau beresin tempat tidur sama nyiapin baju kamu,"Rania melepaskan tangannya dari tubuh Lucas.


"Bareng aja, gimana?"Lucas memperlihatkan wajah memelas.


"Tidak, nanti bakal lama kalau mandi bareng, kalau oma gedor-gedor pintu, mau,"Rania menaik turunkan alisnya.


"Enggak, aku mandi duluan, sayang,"Lucas mencium pipi Rania. lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


Selalu mencari kesempatan dalam kesempitan, dasar.


Rania mulai merapihkan tempat tidur. menyusun bantal lalu melipat selimut, setelah selesai ia berjalan menuju lemari untuk menyiapkan baju dirinya juga sang suami.


Setelah Lucas selesai, kini giliran Rania masuk ke kamar mandi.


Keduanya turun menuju ruang makan, seperti biasa mata tajam oma sudah menatapnya dari kejauhan.


"Oma, bisa...


"Maaf, kami telat turunnya,"Rania mencubit tangan suaminya.


"Iya, dasar gak tahu diri!"Serly ikut menyudutkan Rania.


"Tadi, Rania udah bantuin saya oma,"tiba-tiba mba Yanti datang membawa wadah berisi nasi goreng.


"Alah, paling juga cuma lihat-lihat, sekarangkan dia udah ngerasa jadi nyonya,"Serly mencibir.


"Sudah-sudah, sekarang waktunya sarapan. gak baik malah berantem di depan makanan,"pak Bambang menghentikan sindiran pedas buat menantunya.


Lucas sudah mengepalkan tangannya ketika mendengar ucapan Serly. menurutnya Serly terlalu ikut campur urusan keluarga, padahal dia cuma orang luar.


"Sayang, mau makan yang mana?"Rania mengambil piring Lucas. ujung matanya melirik Serly yang sudah merah padam.


"Terserah, apapun aku makan sayang,"Lucas tersenyum manis menatap istrinya yang terlihat cekatan mengisi makanan ke dalam piring.


"Cih, cari muka banget sih,"gumam Serly.

__ADS_1


Melihat Rania sangat perhatian. oma diam tak menyela apapun, cuma Serly yang terlihat jengkel.


Setelah mengisi piring Lucas, Rania mengisi piringnya sendiri lalu duduk kembali di samping sang suami.


"Lucas, mulai hari ini. Serly akan kerja di kantor papa kamu, ada lowongan yang bagus buat dia?"tiba-tiba oma berbicara ketika suasana hening.


"Gak ada, paling cleaning servis, mau?"Lucas menyipit melihat Serly.


"Yang pantas jadi cleaning servis itu istri kamu, bukannya Serly!"bentak oma Ratna membuat Serly menyeringai karena merasa dibela.


"Oma, salah istri aku apa sih? dia nyusahin oma, enggak kan?"Lucas terpancing emosi mendengar oma terus menghina istrinya.


"Sayang, udah sekarang kita lagi sarapan,"Rania menenangkan suaminya yang terlihat sangat emosi.


Akhirnya Lucas berusaha meredam emosinya, tapi ia langsung berhenti makan karena nafsu makannya sudah hilang entah kemana.


"Buruan, kita berangkat,"ucap Lucas pada Rania.


Rania mengangguk mendengar ucapan suaminya, ia buru-buru menyelesaikan makannya.


Setelah selesai Lucas menggandeng Rania meninggalkan ruang makan, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Lucas, gimana masalah kerjaan buat Serly, oma yang bawa dia kesini, kasian kalau gak dapat kerjaan,"oma Ratna menyusul Rania sama Lucas diikuti Serly di belakangnya.


"Terserah, mau dia masuk bagian apapun, asal yakin bisa kerja!"Lucas berlalu dari hadapan oma sama Serly.


"Dasar cucu kurang ajar! pasti wanita kampungan itu yang mempengaruhi cucuku,"gerutu oma Ratna.


"Iya, aku juga mikirnya gitu oma, pasti dia menyuruh Lucas buat melawan oma, dulu kan Lucas anak yang penurut,"Serly mengompori oma Ratna supaya lebih membenci Rania.


"Iya, kamu tenang aja ya. pokonya nanti kamu harus jadi istrinya Lucas,"oma Ratna mengusap rambut Serly.


"Iya oma, yang pantas jadi istri cucu kesayangan oma itu, cuma aku, pokonya aku bakal jadi istri yang baik buat Lucas. oma harus bantuin aku misahin Lucas sama istri kampungannya itu,"ucap Serly menggebu-gebu.


Dasar wanita jahat, ternya kamu berniat memisahkan anak sama mantuku, sebelum itu terjadi, kamu bakal pergi dari rumah saya,"


*****


Lucas mengendarai mobilnya dengan sedikit kencang membuat Rania sedikit was-was.


"Sayang, pelan-pelan, aku masih muda belum mau mati,"Rania mengusap tangan Lucas yang ada di atas kemudi.


"Maaf sayang, aku masih emosi. aku bilang kan kalau oma itu kejam,"ucap Lucas.

__ADS_1


"Sayang, kamu percaya sama aku ya, aku yakin bisa menaklukan oma,"Rania berusaha menenangkan Lucas..


__ADS_2