
Rania membeku di tempatnya, tangannya meremas tangan Lucas sedikit kencang. perasaan takut menghinggapinya, ia takut kalau oma akan marah karena kehamilannya.
Oma langsung maju mendekati Rania yang sudah gemetaran, matanya tak lepas memandang oma yang semakin dekat dengan tubuhnya.
"Rania, kamu, gak mau peluk oma?"tanya oma Ratna, Rania mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali.
"Oma, gak marah sama aku?"cicit Rania, suaranya sangat kecil hampir tak terdengar.
"Marah! sebenarnya oma sangat marah sama kamu, kenapa gak ngasih tahu kalau sekarang kamu lagi mengandung cicit oma nak,"oma Ratna langsung memeluk Rania dengan erat, tangannya mengusap punggung Rania berkali-kali.
Rania membeku begitu mendapat perlakuan kaya gitu dari oma, ada rasa bahagia, kaget pokonya bercampur aduk. ia tak menyangka kalau oma akan memeluk dirinya bahkan mencium kepalanya berkali-kali.
"Oma, udah dong pelukannya, nanti anak aku gepeng , bahaya tahu,"Lucas menarik tubuh Rania dari pelukan oma.
"Dasar anak kurang jajan, gak mungkinlah sampai gepeng. oma tuh peluknya pake perasaan,"oma Ratna mendengus melihat kelakuan cucunya.
"Kalau jajan, bukan kurang lagi oma, emang gak pernah jajan. aku langsung makan yang halal aja kan ada,"Lucas mengedipkan matanya sama Rania.
"Bocah gendeng! ngomong apa kamu?"sungut oma, matanya mendelik mendengar ucapan Lucas.
Rania menatap suami sama oma bergantian, ia sangat bahagia bisa melihat pemandangan di depannya.
"Kita masuk aja Rania, biarkan suami gila kamu di sini,"oma Ratna menggandeng tangan Rania ke dalam rumah.
"Pelanggaran! masa suaminya ditinggal sayang, nanti baksonya aku makan sendiri,"Lucas segera melangkah mengikuti dua wanita di depannya itu.
"Bakso, kamu beli bakso Ran?"tanya oma, tangannya tak melepaskan tangan Rania.
"Iya, aku sekarang makan terus oma hehe...."
"Bagus itu, biasanya orang hamil mudah mual, muntah gak bisa makan. tapi, kamu beda itu namanya hamil kebo,"papar oma Ratna.
"Enak aja hamil kebo, yang ngehamilin dia itu aku oma, masa dibilang hamil kebo. yang kerja keras siapa yang disebut siapa,"Lucas mendelik sama oma karena tak terima istrinya dibilang hamil kebo.
"Dasar bodoh! itu cuma istilah, bukan berarti istri kamu hamil sama kebo,"oma Ratna memukul pundak Lucas lumayan keras.
__ADS_1
"Hamil kebo itu, maksudnya gimana oma?"Rania mengusap pundak Lucas yang kena pukul tangan oma.
" Hamil kebo itu, ya seperti kamu ini Rania, tidak merasakan mual, muntah, terus gangguan makan, tidur, biasanya ibu hamil akan tersiksa dengan gejala seperti itu saat awal kehamilan. tapi, tiap ibu hamil pasti beda-beda,"jelas oma Ratna panjang sedikit lebar.
Rania mangut-mangut mendengar penjelasan oma, ia harus lebih banyak belajar tentang kehamilan.
"Mama, dimana oma?"Lucas menyimpan bakso di atas meja makan.
"Katanya, tadi ada keperluan di butik,"
"Mau kemana sayang?"Lucas menatap Rania yang beranjak dari kursi.
"Ngambil mangkok, kan mau makan bakso yang,"Rania menoleh kebelakang.
"Kamu, duduk aja sama oma, aku yang akan ambil mangkoknya yang,"Lucas langsung berdiri terus menghampiri Rania.
"Kamu yakin?"tanya Rania, pasalnya Lucas jarang sekali menginjakan kakinya di dapur.
"Yakin, kamu duduk manis aja sama oma yang, biar aku minta tolong mbak buat ambilnya,"
"Oma, betah ya tinggal di tempat tante Widiya?"tanya Rania,
"Iya, tapi, begitu oma dengar kamu hamil. oma langsung minta diantar sopir ke sini. tadinya kalau kamu gak ke sini, oma yang akan datang ke apartemen kamu,"ujar oma.
"Tadinya, Lucas langsung ngajak pulang oma, cuma aku mau makan bakso yang di depan itu,"Rania nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Pokonya, kamu harus turuti apa-pun makanan yang diminta sama istri kamu, jangan sampai cicit oma ngeces lo nanti,"oma Ratna menatap Lucas yang baru muncul sambil membawa mangkuk.
Lucas menganggukkan kepalanya, ia menuangkan bakso buat Rania ke dalam mangkok lalu memberikannya sama Rania.
Rania langsung berbinar begitu melihat bakso di depan matanya, setelah berdoa ia langsung memakan bakso itu dengan lahap.
Oma Ratna sama Lucas saling pandang begitu melihat Rania makan dengan lahap kaya orang kelaparan.
"Maaf, oma, sayang, aku lapar banget,"Rania menggaruk kepala yang tak gatal begitu melihat Lucas sama oma Ratna memandang dirinya.
__ADS_1
"Gak papa, oma senang lihat kamu makan nak, teruskan, biar kamu sama bayinya sehat,"oma Ratna yang mengerti dengan Rania langsung mengusap tangan mantu cucunya itu.
Sehat-sehat di dalam sana baby, ayah akan berusaha buat bunda bahagia biar kamu juga merasakan kebahagiaan itu.
Lucas mengusap perut Rania dari luar baju, ia tersenyum begitu melihat istrinya memakan kembali bakso yang tinggal setengah, padahal punyanya belum sedikitpun ia sentuh.
Setelah menghabiskan baksonya, Rania pamit untuk masuk ke kamar. rasanya badan sama kakinya terasa sangat pegal. sedangkan oma sama Lucas masih menikmati bakso yang masih tersisa banyak.
"Oma, sekarang percayakan kalau aku benar-benar sayang sama Rania, jadi, oma bisa tenangkan?"Lucas meneguk air putih di gelas bekas Rania.
"Belum, pokonya kamu harus jagain istri kamu dengan benar, apalagi sekarang dia lagi mengandung cicit oma, ingat, musuh kamu di mana-mana Luc, jangan sampai lengah,"kata oma Ratna.
"Iya, oma bener. sekarang aja aku gak tenang saat dia di kampus, apalagi ada orang yang selama dia kampung suka mem-bully Rania, kalau aku minta dia cuti kuliah sekarang gak enak oma, menurut oma gimana?"Lucas menatap oma.
Oma Ratna menarik napas sejenak,"nanti biar oma yang bicara sama istri kamu, bahaya kalau kekeh kuliah sekarang. oma tahu dia anak yang kuat, tapi, sekarang situasinya beda, istri kamu lagi hamil,"ucap oma Ratna sangat bijak.
"Makasih oma, kalau gitu aku lihat Rania dulu ya,"Lucas bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya setelah oma mengiyakan.
Bibirnya melengkung membentuk senyum, saat matanya menangkap pemandangan di atas tempat tidur. istri kecilnya itu sudah tidur dengan pulas karena terdengar suara dengkuran halusnya, juga matanya yang terpejam.
Dasar tukang tidur, padahal baru beberapa menit sayang.
Lucas menutupi tubuh istrinya dengan selimut, setelah itu ia langsung masuk ke kamar mandi terus menganti pakaian kerjanya dengan kaos serta celana pendek. lalu ia ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluknya dengan erat.
Suasana makan malam kali ini terasa sangat hangat, cuma Serly yang terlihat murung , entah karena melihat oma sangat perhatian sama Rania atau karena yang lainnya. apalagi hampir semua orang memperlakukan Rania dengan sangat baik, semua pekerja ikut bahagia begitu tahu kalau Rania sedang mengandung penerus keluarga itu.
"Lucas, setelah selesai makan, papa tunggu di ruang kerja,"ucap pak Bambang, setelah itu ia melangkah keluar dari ruang makan.
Lucas yang sedang menatap istrinya, langsung mengalihkan pandangannya sama bu Renata,
"Ada apa ma? masalah kerjaan?"tanya Lucas.
"Iya, kamu temuin aja sana, biar Rania sama mama,"
"Sayang, aku samperin papa dulu ya, nanti langsung masuk kamar aja,"Lucas mencium kening Rania sebelum beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Serly memutar bola matanya, ketika melihat adegan di depannya.