Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan
part 70


__ADS_3

Akhirnya Serly menerima pekerjaan yang Hendrik berikan, meskipun dengan terpaksa, karena, tidak mungkin dirinya pulang ke belanda tempat orang tuanya tinggal.


Hari demi hari Serly jalani dengan berat. biasanya dirinya tak pernah kekurangan, tapi sekarang dirinya harus kerja untuk memenuhi kebutuhannya. dirinya masih diperbolehkan tinggal di rumah pak Bambang. oma Ratna tidak terlalu memperdulikannya karena beliau sudah tahu maksud Serly dari kerabatnya.


Sedangkan Rania sama Lucas, makin hari hubungannya makin lengket. apalagi sekarang Serly tidak terlalu mengganggu hubungan keduanya. paling dia datang mengajak Lucas makan atau yang lainnya, tapi Lucas selalu mengabaikannya.


Pagi sekali Rania sudah sibuk membereskan apartemen. dirinya menolak ketika Lucas akan mempekerjakan orang lain karena takut Rania kecapean, apalagi sekarang jadwal kuliahnya lumayan padat, tetapi Rania selalu bilang" aku masih sanggup mengerjakannya," akhirnya Lucas menuruti kemauan istrinya itu.


Dengan cekatan Rania membereskan seluruh ruangan apartemen, sedangkan Lucas masih terlelap di dalam kamarnya.


"Huh, akhirnya selesai, sekarang tinggal membuat sarapan,"Rania menyimpan ember bekas cucian yang baru saja dia jemur.


Tok Tok Tok


Rania mengerutkan keningnya ketika mendengar ketukan pintu, dia menyimpan bahan masakan yang baru saja dia ambil dari dalam kulkas. lalu bergegas menuju pintu.


"Oma, tumben pagi-pagi sudah datang,"Rania mencium punggung tangan oma Ratna, lalu mempersilahkan masuk.


"Kenapa? gak boleh oma berkunjung sama cucu sendiri?"tanya oma Ratna. suaranya masih ketus meskipun hubungannya dengan Rania ada sedikit kemajuan.


"Bukan, oma sama siapa ke sini?"Rania tersenyum ramah, meskipun mulut oma selalu berkata pedas.


"Tadi sama supir, tapi, sudah oma suruh pulang, kamu lagi ngapain?"oma Ratna memperhatikan sekeliling.


"Habis beres-beres, terus sekarang mau buat sarapan oma,"Rania tersenyum manis.


"Oh, kamu bisa masak?"tanya oma Ratna.


"Bisa dong, kenapa? mau dimasakin sama aku?"Rania berjalan menuju meja bar dimana bahan masakannya berada.


"Kamu bisa bikin stamppot?"oma Ratna mendekati Rania yang sedang berdiri di samping meja bar.


"Itu, makanan oma?"Rania menatap oma dengan intens, dia belum pernah mendengar nama makanan yang baru saja oma sebutkan. maklum dirinya belum pernah ke luar negeri.


"Ya iya, dasar kampungan, makanan kaya gitu aja gak tahu,"ketus oma Ratna.


"Aku, baru dengar oma, itu kah papua ya oma?"Rania manyun ketika mendengar ucapan oma Ratna, bukannya gak merasa kampungan, tapi gak usah dijelaskan juga.

__ADS_1


"Makanya main lebih jauh, biar tahu. masa stamppot makanan papua,"


"Terus, itu makanan mana oma?"tanya Rania.


"Stamppot itu, makanan khas belanda Rania, jadi kamu harus bisa bikin. supaya oma gampang kalau mau makan,"papar oma Ratna.


(Stamppot adalah makanan tradisional khas belanda, biasanya disajikan saat musim dingin)


"Oke, sekarang oma ajarin aku cara buatnya, jadi nanti aku bisa masakin buat oma,"kata Rania.


"Kamu, punya bahan-bahannya?"tanya oma Ratna.


"Gak tahu, oma lihat aja di kulkas, kan aku gak tahu apa aja bahannya oma,"tangan Rania dengan cepat membuka pintu kulkas, supaya oma Ratna bisa melihatnya.


Oma Ratna berjalan ke depan kulkas, matanya yang tajam setajam samurai, melihat ke dalam kulkas, guna melihat bahan untuk membuat stamppot.


"Kamu punya kentang?"tanya oma Ratna.


"Ada oma, aku menyimpan kentang di suhu ruang, "Rania mengambil kentang yang oma butuhkan.


"Bagus, kentang emang gak boleh disimpan dalam kulkas,"oma Ratna melihat kentang di tangan Rania.


"Iya oma,"Rania mengambil alat untuk merebus kentang lalau mengisinya dengan air.


Sambil menunggu kentang empuk. Rania kembali melihat oma yang sedang mempersiapkan bahan lainnya, seperti, wortel, daun slada, bawang bombay, telur, tepung terigu, mentega, juga daging cincang.


"Kayanya, enak banget ya oma,"tangan Rania terulur berniat mengambil wortel yang masih utuh.


"Kamu, diam dulu, biar oma yang bikin. kalau kamu yang bikin nanti rasanya gak enak,"oma Ratna memukul tangan Rania.


"Yey, aku kan niatnya mau bantu oma, malah dipukul sih,"Rania mengusap tangannya yang kena pukul sendok yang oma Ratna pegang.


"Nanti, kalau kamu sudah lihat oma, baru kamu bikin, awas aja kalau rasanya gak enak, oma pecat kamu jadi cucu mantu,"ucap oma Ratna. matanya menyipit ke arah Rania.


"Jangan dong, aku udah cinta mati sama cucu oma itu,"lirih Rania.


"Si borokok juga kayanya sudah cinta mati sama kamu, lagian kamu itu punya apa sih sampai Lucas kecintaan banget sama kamu,"tanya oma Ratna, ucapannya sederhana, tapi buat hati lumayan tersentil.

__ADS_1


"Punya cinta dan kasih sayang oma,"Rania meringis.


Oma Ratna cuma mendengus mendengar ucapan Rania, hatinya belum terlalu bisa menerima sepenuhnya sama Rania. tapi dirinya juga sadar kalau cucunya terlihat bahagia selama sama Rania.


Lucas mengerutkan keningnya ketika mendengar suara orang mengobrol, dia langsung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya lalu turun dari atas tempat tidur dan berjalan menuju sumber suara.


Sejak kapan mereka akrab kaya gitu, biasanya juga oma selalu ketus sama istriku.


Tangannya langsung melingkar di atas perut rata Rania, membuat sang empunya terlonjak karena kaget.


"Ngagetin tau gak,"Rania mencubit tangan Lucas yang melingkar di atas perutnya.


"Sejak kapan oma datang? dia gak ngapa-ngapain kamu kan yang?"tanya Lucas.


"Heh, emang oma pernah ngapain istri kamu? sampai bertanya kaya gitu,"oma Ratna langsung berbalik matanya menatap Lucas dengan tajam.


"Dasar pikun,"gumam Lucas.


"Ngomong apa kamu?"oma Ratna mengacungkan pisau yang sedang dia gunakan untuk memotong bawang.


"Enggak, aku bilang. oma baik mau bikin sarapan,"kilah Lucas.


"Iya, oma ngajarin istri kamu supaya bisa masak, bukan cuma ngabisin uang aja yang dia bisa,"ketus oma Ratna, ucapan pedasnya kembali keluar membuat Lucas kesal, kalau saja bukan orang tua, sudah ia hajar karena telah menyakiti wanita kesayangan.


"Gak usah diajarin, istri aku udah pintar. lagian tugas dia ya ngabisin uang aku yang sangat banyak,"ucap Lucas dengan santai.


"Udah, gak usah di ladenin sayang,"bisik Rania. dirinya tidak mau kalau sampai terjadi perdebatan lagi, bagi dirinya oma sudah mau bicara dengan dirinya saja sudah bahagia. karena dia yakin suatu saat oma bakal sangat menyayanginya.


"Kalau kamu, terus memanjakan dia, nanti dia besar kepala,"oma Ratna bicara tanpa melihat dua orang di belakangnya .


"Tidak apa-apa, itu sudah kewajiban aku memanjakan, melindungi, juga membimbingnya oma, karena dia pilihan Lucas,"kata Lucas.


"Sayang, siapkan baju aku,"Lucas langsung berjalan meninggalkan oma Ratna sama Rania.


"Oma, aku tinggal sebentar ya, nanti kembali lagi,"ucap Rania.


"Udah sana, kamu sudah berhasil merebut semua perhatian cucu saya!"

__ADS_1


Oma kenapa sih? tadi baik, sekarang bicaranya kaya gitu lagi.


__ADS_2