Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 103 . Makan Siang di rumah Ayah


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya , Aisyah mengajak Azzam mampir ke sebuah restoran untuk membeli makanan. Aisyah memesan beberapa menu makanan untuk mereka makan bersama saat makan siang nanti .


Setelah selesai mereka lanjut mampir di kios es cream . Selain untuk kedua ponakannya , Aisyah pun pengen makan es cream . Dalam 1 minggu terakhir ini ngidam Aisyah selalu pengen makan yang manis -manis .


Diteras depan rumah Pak Sulaiman sedang duduk santai bersama kedua cucunya Yasmin dan Yusuf yang kini sudah berusia 2 tahun . Pak Sulaiman tersenyum Melihat sebuah mobil yang sudah cukup di kenalnya memasuki halaman rumah .


Azzam langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah .Melihat Aisyah turun kedua ponakannya pun langsung berlarian menghampiri Aisyah .


" Aunty , Uncle ! " Teriak keduanya hampir bersamaan sambil tersenyum .


Aisyah memeluk keduanya secara bergantian .Begitu pula Azzam .


" Aunty ada bawa es cream , mau ? " kata Aisyah pada kedua bocah itu .


" Mau !" sahut keduanya kegirangan


Azzam lalu mengambil beberapa bungkusan makanan dan es cream yang mereka beli tadi .dan masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam menyalami Pak Sulaiman .


" Ehh..ada tamu , biasanya telpon kalo mau ke sini ." Kata Bu Yani sambil tersenyum melihat anak dan menantunya masuk ke dalam rumah kemudian duduk di ruang tengah .


" Tadi kami habis cek up kandungan bu , trus Dek Aisyah ngajak ke sini ." Kata Azzam


" Gimana hasil pemeriksaannya ?" Tanya Pak Sulaiman


" Alhamdulillah semuanya baik ." Kata Azzam


" Alhamdulillah." Jawab yang lain hampir bersamaan.


" Gimama jenis kelaminnya laki -laki atau perempuan ? " tanya Putri yang baru bergabung dengan mereka .


" Untuk jenis kelamin , kami sepakat untuk tetap merahasiakannya . Biarlah menjadi rahasia Allah ." Sahut Azzam sambil tersenyum .


" Oh , gitu , yang penting sehat aja ." Kata Putri .


" Kebetulan ibu masak sup iga , kita makan bareng ya ." kata Bu Yani


" Ais juga beli makanan tadi , untuk kita makan siang bareng ." Kata Aisyah .


Azzam lalu memberikan bungkusan makanan yang mereka beli tadi ke Bu Yani dan Putri.


" Ya sudah ibu siapin dulu ." Kata Bu Yani lalu pergi ke dapur diikuti Putri .


Azzam pun ikut mengantarkan bungkusan makanan ke dapur . Sedangkan Aisyah tetap duduk di ruang tengah menikmati es cream bersama kedua ponakannya .


" Ya ampun , Zam , banyak betul beli makanannya ." Kata Putri


" Dek Aisyah yang beli . Dalam satu minggu ini dia doyan makan , Bu " kata Azzam .


" Syukurlah ,Zam. Mas Ahmad kemaren juga cerita ,Ais beli makanan banyak , trus dia paksa suruh kalian habiskan semuanya ." kata Putri sambit tertawa


" Itulah yang saya kuatirkan , takutnya dia suruh kita habiskan ini semua ." sahut Azzam sambil menatap beraneka ragam makanan yang tersaji di atas meja .


" Jangan suuzhon dulu ." kata Bu Yani .


" Iya Bu ." Sahut Azzam dan Putri hampir bersamaan .


Setelah semua hidangan sudah tersaji , Bu Yani pun kembali ke ruang tengah untuk mengajak Aisyah dan Pak Sulaiman makan siang , tidak ketinggalan kedua cucunya , yang tampak semangat sekali sambil menggandeng tangan Aisyah melangkah ke dapur .


Mereka semua pun mulai menikmati makan siang. Aisyah Tersenyum menatap banyaknya hidangan yang tersaji di atas meja . Satu persatu Aisyah mencicipi hidangan itu. Walau dengan porsi sedikit tapi tidak ada satu pun menu yang terlewatkan olehnya . Azzam tersenyum menatap tingkah istrinya , berharap Aisyah tidak bertingkah aneh lagi nantinya .


" Pasti bayi kalian doyan makan nanti." Kata Putri yang ikut tersenyum melihat tingkah sahabat yang kini menjadi adik iparnya itu


" Bagus dong. !" Sahut Bu Yani .


" Nambah lagi Ais ? " Kata Putri lagi


Hanya di jawab Aisyah dengan anggukan kepala .


Azzam lega hingga selesai makan Aisyah tidak bertingkah aneh saat itu . Azzam dan Pak Sulaiman kembali ke ruang tengah , sementara Bu Yani ,Putri dan Aisyah masih tetap di dapur merapikan meja makan dan mencuci piring yang kotor .

__ADS_1


Di ruang tengah Azzam menceritakan tentang ke berangkatannya ke Shanghai pada Pak Sulaiman .


" Ais , nginap di sini saja , atau nanti Ayah dan Ibu yang nemani di sana ?" Kata Pak Sulaiman .


" Terserah Dek Aisyah aja nanti , Yah ". Kata Azzam .


" Ayah dan Ibu aja yang nginap di rumah Ais . " sahut Aisyah yang baru dari dapur bersama Bu Yani dan Putri .


" Iya ,Nak Ayah dan Ibu akan nemani kamu." Kata Pak Sulaiman lagi .


Setelah cukup lama ngobrol , Azzam dan Aisyah pun pamit pulang . Tapi mereka lagi -lagi tidak langsung ke rumah . Dalam perjalanan Aisyah mengajak Azzam ke sebuah taman yang tidak begitu jauh dari kompleks perumahan mereka.


Aisyah keluar dari mobil , melangkah ke sebuah kursi dan duduk di sana.


" Kita ngapain di sini , Sayang ? " Tanya Azzam yang ikut duduk di samping Aisyah.


Aisyah tidak menjawab , dia hanya diam saja . Ekor matanya menelusuri sekelilingnya . Suasana taman itu tidak begitu ramai .


" Sayang ?"


" Iya. By , Ais cuma pengen duduk di sini sebentar ."


" Okey . Kita duduk di sini ." kata Azzam lalu bersandar di kursi itu .


" By..?"


" Iya kenapa ?"Azzam menatap wajah Aisyah


" Besok -besok Ais mau jalan ke sini boleh kan ?"


" Boleh , tapi nggak boleh sendiri, harus ada yang temani kamu. "


" Iya ,hmmm . santai di sini sambil main gitar pasti seru ." Kata Aisyah menatap wajah suaminya sambil tersenyum .


" Kalo mau main gitar disini nanti sama Hubby , kalo hubby nggak ada nggak boleh !"


" Kenapa ? "


" Iya deh . Ya udah kita pulang ." kata Aisyah lalu bangun dari duduknya dan melangkah kembali ke mobil.


Azzam menghela napas beratnya .Dia pun menyusul Aisyah. Dan segera membukakan pintu mobil untuk istrinya .


" Ngambek ! " Kata Azzam sambil melirik Aisyah saat keduanya sudah di dalam mobil .


Aisyah hanya dia saja . Pandangannya fokus ke depan. Tanpa memperdulikan ucapan Azzam .


" Sayang ? "


" Iya , Ais nurut , nggak akan main gitar kalo nggak ada Hubby !"


Azzam tersenyum dengan ucapan Aisyah yang sedikit judes .Dia pun tidak lagi melanjutkan kata -katanya . Karena mood Aisyah saat itu sedang tidak stabil.


***


Aisyah yang ngidam ingin selalu makan dengan banyak orang akhir -akhir ini pun mengajak semua yang tinggal di istana kecil itu makan bersama - sama .


" Hadeh , kekenyangan lagi nanti ni !" Kata Bi Nur setengah berbisik pada Bi Imah saat mereka menuju meja makan . Bi Nur kuatir , Aisyah akan menyuruh mereka menghabiskan semua makanan lagi .


" Yah.. Mau gimana lagi , kita ikut perintah aja ." Kata Bi Imah


Azzam yang melihat ekspresi para pekerja di rumahnya pun memaklumi . Dia pun juga ikut kuatir Aisyah akan bertingkah lagi .


" Nambah lagi Bi Nur !" Kata Aisyah memecah kesunyian


" Nggak ,Non . Udah kenyang ." Sahut Bi Nur terbata -bata .


Sementara Azzam hanya mengamati mereka .


" Oh.. Ya udah . Saya juga udah kenyang . " Kata Aisyah sambil tersenyum .

__ADS_1


Mendengar perkataan Aisyah Bi Nur dan yang lainnya saling pandang .


" Kok pada tegang gitu mukanya ? " Kata Aisyah menatap mereka satu persatu .


" Nggak papa ,Non . " Sahut Bi Imah .


" Hubby juga ni ? Ada apa sich ? " tanya Aisyah pada Azzam


" Emangnya ada apa ?" Azzam kembali melempar pertanyaan .


" Hmmm, kalian kuatir saya ngidam lagi ya ? Kali ini tenang , nggak kok .santai ! " Kata Aisyah sambil tersenyum .


Yang lain pun ikut tersenyum ketika melihat Aisyah tersenyum . Azzam membelai tangan istrinya . Dia merasa senang Aisyah tidak berulah .Setelah selesai makan Azzam pun memberitahukan perihal keberangkatannya ke Shanghai besok kepada semuanya.


" Kalian semua ikut bertanggung jawab atas keselamatan istri saya ."Tegas Azzam


" Baik ,Den ." sahut mereka hampir bersamaan .


" Hubby...!" tegur Aisyah sambil mengelus tangan suaminya .


" Sayang ,Kamu juga ya , jangan aneh -aneh . hubby tidak mau kamu kenapa -napa. " Kata Azzam menatap Aisyah


" Iya . Insya Allah semuanya akan baik -baik saja." kata Aisyah dengan senyum manis di bibirnya.


Aisyah lalu mengajak Azzam ke kamar untuk istirahat . Di dalam kamar Aisyah kembali mengecek perlengkapan yang akan di bawa Azzam .


" Sudah , Sini kita istirahat. Tidur ." Kata Azzam yang sudah berbaring di atas tempat tidur .


" Bentar By . Ais rasa masih ada yang belum di masukan ke koper . Tapi apa ya ? " kata Aisyah .


" Baju -baju kamu yang belum ." Kata Azzam sambil tersenyum .


" Hubby ? "


" Sayang , akan selalu ada yang kurang kalo kamu nggak ada di dekat hubby ." Kata Azzam .


" Nggak boleh ngomong gitu By . " Kata Aisyah lalu duduk di samping Azzam .


" Sayang , entah kenapa ,keberangkatan kali ini terasa beda aja , " Kata Azzam menatap Aisyah


" Ya beda lah ,By . Kan Ais nggak ikut . Tapi walaupun Ais nggak ikut , Ais akan selalu mendoakan Hubby . Selamat sampai tujuan , Semoga urusannya lancar , cepat selesai dan segera pulang .Semangat dong ! Lagian ini semua untuk masa depan kita , masa depan baby kita juga kan ? " Kata Aisyah .


Azzam lalu bangun dan memeluk Aisyah .


" Iya , sayang . Terima kasih ya . Kamu selalu jadi penyemangat Hubby ." Kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .


" Oh iya , Ais baru ingat Vitamintnya Hubby ." Kata Aisyah lalu melangkah menuju lemari mengambil Vitamint Azzam


" Nah , Ini dia hampir aja kelupaan " Kata Aisyah lalu memasukan vitamin itu ke dalam koper .


" Oke, berarti sudah semua kan . Sekarang kita tidur ." Kata Azzam tersenyum .


Aisyah mengangukkan kepala . Lalu keduanya pun merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur .


***


Keeseokan harinya Azzam sudah bersiap -siap tinggal menunggu jemputan dari Ozi dan Ririn .


" Sayang , kamu baik -baik ya di rumah. Kalo nggak ada keperluan penting baiknya kamu di rumah aja . Tapi kalo bosan di rumah mau jalan keluar jangan sendirian , minta temani Bi Nur atau Bi Imah ." kata Azzam


Saat itu Azzam duduk di tepi tempat tidur. Sambil memandangi Aisyah yang sedang berdandan .


" Iya ,By . Lagian kan nanti Ayah sama Ibu nginap di sini juga . "


" Oh iya , ya . Saya lupa." Sahut Azzam sambil tersenyum .


" Hmmm, baru kemaren di omongin , kok udah lupa , jangan -jangan pas di Shanghai nanti lupa lagi sama Ais ." Kata Aisyah


Azzam diam saja . Aisyah mengamati wajah Azzam dari pantulan cermin di depannya . Melihat ekspresi Azzam yang berubah , Aisyah segera mendekati suaminya .

__ADS_1


" Hubby , Ais bercanda , Maaf ya ? " Kata Aisyah yang kini sudah duduk di samping Suaminya .


Bersambung ....


__ADS_2