Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 119 Pertanyaan Mengejutkan


__ADS_3

Malam itu Azzam dan Aisyah tidur dalam satu kamar dan diatas tempat tidur yang sama pukul 04.00 Aisyah terbangun . Saat itu posisi keduanya sama -sama saling berhadapan . Sehingga saat Aisyah membuka mata wajah Azzamlah yang terlihat olehnya .


Deg


" Astaga , Dia tidur disini ? " batin Aisyah .


Aisyah kaget melihat Azzam yang tidur di sebelahnya . Dan hanya bandal guling yang menjadi pembatas mereka. Azzam tampak masih pulas sekali . Dan dia terlihat sangat tampan meskipun sedang tertidur . Aisyah mengamati inci demi inci wajah Azzam , dia pun tersenyum , tangannya mulai bergerak ingin membelai wajah Azzam namun karena Azzam bergerak mengganti posisinya yang tadi miring menjadi telentang membuat Aisyah mengurungkan niatnya .


Pelan -pelan Aisyah bangun agar tidak mengganggu Azzam. Aisyah lalu memperbaiki selimut Azzam . Kemudian dia melangkah ke kamar mandi untuk mandi .


Azzam membuka mata dan melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 04.15 . Dia menoleh ke sebelahnya , sudah tidak ada siapa -siapa . Azzam lalu bangun . Mendengar suara seseorang di kamar mandi , Azzam tersenyum dia tau Aisyah pasti sedang mandi .


Azzam turun dari tempat tidur , dengan wajah tersenyum dia keluar dari kamar Aisyah , melangkah menuju kamarnya . Dia merasa semakin yakin Aisyah akan segera sembuh dari amnesianya .


" Malam ini kita udah tidur bersama , untuk hari -hari selanjutnya , kita akan kembali bahagia lagi seperti dulu sayang ." Batin Azzam


Sememtara itu Bi Nur yang tanpa sengaja melihat Azzam menuruni tangga dengan wajah tersenyum membuat Bi Nur pun ikut tersenyum.


" Akhirnya mereka tidur sekamar juga . Ya Allah , mereka orang baik , kembalikanlah kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga mereka. " Batin Bi Nur .


Azzam masuk kekamarnya , mandi dan bersiap untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid.


***


Pukul 07.00 Azzam melangkah menuju ruang makan untuk sarapan . Di ruang makan belum ada siapa -siapa hanya hidangan nasi goreng dan telur mata sapi yang sudah tersaji .


Di dapur tampak Bi Nur dan Bi Imah sedang asik ngobrol .Bi Nur menceritakan apa yang dilihatnya subuh tadi pada Bi Imah .


" Alhamdulillah, senang saya denganya ,Bi Nur !" kata Bi Imah .


" Iya ,Bi . Saya juga . Semoga mereka bisa segera harmonis lagi seperti dulu ya ! " Kata Bi Nur .


" Amin."


" Bi Nur , Bi Imah ! " Panggil Azzam yang saat itu sudah duduk di kursi meja makan .


" Iya ,Den ! "


Bi Nur dan Bi Imah lalu mendekati majikan mereka .


" Istri saja masih di kamar kah ? " Tanya Azzam


" Iya ,Den ." jawab Bi Imah.


" Panggilkan dia !" Perintah Azzam .


" Iya Den , Biar saya yang panggil ! " Kata Bi Nur .


Tidak lama kemudian Bu Nur kembali bersama Aisyah . Pagi itu Aisyah tampak cantik sekali , perpaduan pasmina yang serasi dengan baju yang dipakainya membuat Azzam terpesona . Bi Nur lalu bergegas meninggalkan keduanya pergi ke dapur.


Aisyah lalu duduk disamping Azzam . Azzam mengambil nasi goreng dan telur mata sapi kemudian meletakkannya di atas piring Aisyah .


" Terima kasih ." Kata Aisyah sambil tersenyum .


"Sama -sama. Yuk kita sarapan !" Kata Azzam membalas senyum Aisyah .


" Saya mau nanya sesuatu ?" kata Aisyah


" Hmm, apa ?"kata Azzam sambil menyuap makanannya


" Semalam kenapa kamu tidur di kamar saya ?" tanya Aisyah .


" Kamu yang minta ." Kata Azzam kembali menyuap lagi nasi goreng itu .


" Kamu, kamu nggak ngapa -ngapain saya kan ? " Kata Aisyah terbata -bata .


Azzam menatap Aisyah yang juga sedang menatap dirinya . Dia tidak menyangka Aisyah akan menanyakan hal itu .


" Kamu nggak ingat kejadian semalam ?" tanya Azzam lagi


Aisyah menggelengkan kepla , membuat Azzam tersenyum.


" Kamu ..."


" Saya nggak ngapa -ngapain kamu , sayang . Semalam kamu ketiduran di sofa ruang tengah , trus saya pindahkan kamu ke kamar . Pas saya mau keluar kamu suruh saya nemani kamu . Makanya saya tidur di kamar kamu." Kata Azzam .


" Jadi ,.."


" Jadi tidak terjadi apa -apa , saya hanya tidur di sebelah kamu . Sebenarnya untuk melakukan hal lebih, itu hak saya , karena saya suami kamu. Tapi saya bukan lelaki yang memanfaatkan situasi . Udah jangan mikir yang aneh -aneh . Sarapan dulu .! " Kata Azzam .


" Apa mau saya suapin ? " Kata Azzam melihat Aisyah yang masih bengong.


" Nggak !" Sahut Aisyah lalu mulai menikmati sarapannya .


" Gimana ? Enak nggak nasi gorengnya ?" Tanya Azzam

__ADS_1


" Enak . Kamu yang masak ?"


" Bukan , Bi Imah , Bi Nur ngapain kalian disitu ? " Kata Azzam dengan suara sedikit kencang . Saat menyadari Bi Imah dan Bi Nur beradandi balik pintu .


Saat itu Bi Imah dan Bi Nur sedang nguping pembicaran Azzam dan Aisyah . Mendengar nama mereka disebut Bi Imah dan Bi Nur kaget . Keduanya saling pandang .


" Kalian nguping ? Sini ! "kata Azzam lagi


" Maaf ,Den ! " Kata Bi Imah


Bi Imah dan Bi Nur lalu mendekati Azzam , wajah mereka tampak pucat . Apalagi Aisyah pun ikut menatap mereka . Keduanya menunduk tidak berani melihat ke arah majikan mereka .


" Saya tidak suka sikap kalian barusan ." kata Azzam.


" Iya ,Den . Kami memang salah." Kata Bi Nur


" Untuk itu kalian hatus di hukum ." Kata Azzam membuat Aisyah menatapnya . Tapi Azzam malah mengedipkan mata ke Aisyah .


" Iya Den . Kami siap di hukum. Dan kami janji tidak akan mengulangi kesalahan kami lagi ." kata Bi Imah . Dia masih menunduk.


" Sayang ! Hukuman apa yang pantas untuk mereka ? " Kata Azzam sambil mengedipkan mata lagi ke Aisyah .


" Hmmm. Apa ya ? " Kata Aisyah .


" Terserah kamu !" Kata Azzam


Aisyah kasian melihat Bi Nur dan Bi Imah yang terlihat ketakutan .


" Kalian sudah sarapan ? " Kata Aisyah .


" Belum. Non ! " Jawab keduanya hampir bersamaan .


" Kalo begitu , hukuman kalian. Kalian harus habiskan semua hidangan diatas meja ini ." Kata Aisyah sambil tersenyum .


" Itu saja,Non.? " Kata Bi Nur menatap Aisyah .


" Iya , apa mau saya tambah lagi hukumannya ? " Kata Aisyah membuat Azzam tersenyum.


" Nggak ,Non !" Jawab Bi Nur .


" Lain kali jangan nguping lagi ." Kata Azzam .


" Iya , Den " Kata Bi Nur dan Bi Imah bersamaan .


" Iya . Saya sudah selesai ." kata Aisyah


" Kalian laksanakan hukuman kalian." kata Azzam lalu melangkah menuju halaman belakang rumah .


" Di habiskanya ! " Kata Aisyah sambil tersenyumnpada Bi Nur dan Bi Imah . Lalu menyusul azzam.


Sepeninggalan Azzam dan Aisyah , Bi Nur lalu duduk.


" Haaah , untung hukumannya nggak berat."


Kata Bi Nur .


" Iya , lain kali kita nggak boleh nguping lagi ." Kata Bi Imah .


" Iya ,Bi Imah. Kita beruntung punya majikan seperti mereka ." kata Bi Nur lagi .


Keduanya pun lalu menjalankan hukuman mereka untuk menghabiskan semua hidangan di atas meja makan itu . Walaupun itu bisa di bilang bukan hukuman. Tapi keduanya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan mereka lagi .


***


Ditempat lain Azzam dan Aisyah sedang duduk di sebuah kursi panjang di halaman belakang . Halaman itu penuh dengan bunga -bunga yang sangat indah sekali . Semua itu adalah tanaman Aisyah dibantu tukang kebunya Pak Slamet .


" Udaranya segar kan ? " Kata Azzam memulai pembicaraan mereka .


" Iya , bunganya juga cantik -cantik ." kata Aisyah lagi .


" Itu semua kamu tanam sendiri." Kata Azzam sambil melirik Aisyah.


" Kamu nggak ke kantor ?"


" Nggak !"


" Kenapa ?"


" Nggak papa , cuma pengen di rumah aja . Gara -gara tidur sama kamu semalam buat saya nggak mood ke kantor ." Kata Azzam menggoda Aisyah.


" Maksudnya ?"


Azzam tertawa melihat ekspresi Aisyah .


" Enggak. Saya bercanda kok . Santai . Oh ya , ini Atm sama kredit card kamu ." kata Azzam laku memberikan dua card itu pada Aisyah .

__ADS_1


Azzam lalu menjelaskan nominal masing -masing card itu membuat Aisyah bengong .


" Kenapa ? " Tanya Azzam .


" Atm ini aja sudah lebih dari cukup. Kredit cardnya nggak usah deh ." kata Aisyah lalu mengembalikan kredit card itu pada Azzam .


" Kamu pegang aja . Siapa tau kamu perlu nanti ." Kata Azzam.


" Mas ...!"


" Udah jangan di tolak . Itu bagian dari kewajiban saya sebagai suami kamu ." Kata Azzam


" Tapi ..!"


" Tapi apa ? "


" Saya belum bisa memenuhi kewajiban saya sebagai istri kamu ." Kata Aisyah .


Azzam menghela napas beratnya . Dia lalu memalingkan duduknya sehingga kini keduanya saling berhadapan . Azzam menatap dalam wajah Aisyah .


Dari cara Azzam menatap dirinya, Aisyah bisa merasakn betapa besar cinta Azzam untuk dirinya. Aisyah pun merasa jantungnya berdetak dua kali ebih cepat , sehingga dia memalingkan wajahnya , menghindari tatapan Azzam .


" Saya tidak menuntut kamu untuk melaksanakan kewajiban kamu sebagai istri saya . Dengan kamu selalu ada di dekat saya , selalu senyum. Kamu selalu bahagian itu sudah cukup buat saya senang . Senyum kamu itu memberikan kesejukan di hati saya. " Kata Azzam.


Mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Azzam membuat Aisyah terharu . Matanya tampak berkaca -kaca . Aisyah akui Azzam memang lelaki yang baik .


" Terima.kasih ,Mas. Kamu udah mau mengerti saya ." Kata Aisyah .


Azzam menganggukan kepala .


" Saya mau nanya sesuatu ? " Kata Aisyah lagi .


" Okey , silahkan !" Kata Azzam .


" Ehmmm. Jujur saya akui kamu orang nya baik., ganteng , tajir pula ."


" Woow , terima kasih ." Sahut Azzam sambil tersenyum .


"Kamu tu bisa di bilang tivikal lelaki idaman semua perempuan di luaran sana ."


" Perempuan di luar , jangan bilang saya bukan tivikal idalam kamu ya ? " Kata Azzam lagj .


" Mas ! Saya belum selesai ngomong. Kok di potong terus . " Kata Aisyah mulai kesal .


" Abis kamu mukanya serius amat , santai , rilex dong . Okey lanjut ! " Kata Azzam


" Kenapa kamu memilih saya menjadi istri kamu ? Kan masih banyak perempuan cantik dan mungkin selevel sama kamu." lanjut Aisyah .


Azzam kembali menghela naoas beratnya dan bersandar di kursi sambil memandangi wajah Aisyah yang menunggu jawaban darinya .


" Karena cinta . Saya cinta kamu karena Allah . Dan kamu itu selalu membuat saya jatuh cinta setiap hari. Kamu itu beda , dari sikap dan pembawaan kamu , membuat rasa cinta saya sampai detik ini tidak pernah berkurang buat kamu , bahkan semakin bertambah ." Kata Azzan lalu meraih tangan Aisyah mengenggam mesra jemari itu.


Saat itu Azzam jngin sekali memeluk Aisyah , tapi dari bahasa tubuh Aisyah Azzam mengurungkan niatnya , Aisyah nampak belum siap untuk lebih dekat dengannya .


" Boleh saya nanya lagi ? " Kata Aisyah


" Boleh ."


" Ehmm, apa kita bahagia ?"


" Sangat bahagia sayang . !" Sahut Azzam


" Apa kita pernah berantem ? "


Azzam menganguk perlahan .


" Apa yang membuat kita berantem ? "


" Jujur , saya malas bahas masalah ini ." Kata Azzam .


" Kenapa ? "


" Dalam sebuah rumah tangga pasti ada suka dukanya. Saya nggak mau lagi ungkit masalah itu . Intinya setiap maslaah yang datang , kita berdua selalu bisa melewatinya karena ikatan cinta kita begitu kuat sayang ! "


" Apa kamu selingkuh ? " tanya Aisyah lagi


" No , please , saya nggak mau bahas itu !" kata Azzam


" Okey , fix berarti kamu pernah selingkuh . Saya capek. Saya mau istirahat . " kata Aisyah lalu bangun dari duduknya melangkah meninggalkan Azzam .


" Sayang.! Dengarkan saya dulu ." Kata Azzam menarik tangan Aisyah .


" Saya capek , saya mau istirahat di kamar !" Kata Aisyah sambil menepis tangan Azam dan bergegas masuk ke dalam rumah .


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2