Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 92 .Mengungkap kebenaran


__ADS_3

Pukul 11.15 , Aisyah sampai di kantor , Aisyah langsung menuju lift ke lantai paling atas tempat ruangan suaminya . Senyum manis selalu menghiasi wajahnya menyapa semua karyawan yang di temuinya .


" Assalamualaikum , Rin " sapa Aisyah pada Ririn


" Waalaikumsalam , Mba . Wiih bawa apa tu ?" Tanya Ririn .


" Ada deh ! " Sahut Aisyah .


" Hemmm.."


" Pak Bosmu ada di dalam kah ? "


" Kayaknya ada ,Mba. Soalnya saya belum liat dia keluar ."


" Okey , kalo gitu saya langsung masuk ya .?"


" Silahkan ,Mba " Jawab Ririn sambil tersenyum.


Dengan penuh semangat Aisyah melangkah masuk ke ruangan Azzam . Namun di dalam ruangan itu tidak ada siapa -siapa . Pandangan Aisyah tertuju pada sebuah kue yang berada di atas meja . Dia pun meletakkan kue yang di bawanya di atas meja itu .


" Siapa yangsudah ngasih Hubby kue ini ? " Gumam Aisyah


" Hubby ..? panggil Aisyah


Jantung Aisyah berdetak dua kali lebih cepat saat melihat sepasang sepatu perempuan yang tercecer mengarah ke ruangan khusus itu .Dan pintu ruangan itu sedikit terbuka .


Sementara itu Fanya yang sedang asik mengemut pusaka Azzam berharap benda itu akan merespon. Namun gagal tidak ada respon sedikitpun . Dan Fanya kaget ketika mendengar suara Aisyah memanggil Azzam , dengan rasa kecewa dia menghentikan aktifitasnya .


Lalu buru -buru membuka baju dan celananya, kemudian berbaring di samping Azzam . Membuat drama seolah Dia dan Azzam sudah melakukan hal itu .


Perahan Aisyah melangkah menuju ruangan itu. Dengan terus memanggil suaminya . Tanganya memegang hagle pintu . Dan saat pintu itu terbuka.


" Astagfirullahhalazim "


Aisyah mengulang -ngulang kalimat itu saat melihat Azzam dan Fanya berada di atas ranjang tanpa pakaian dengan selimut menutupi sampai pinggang mereka .


Aisyah seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya , Dengan perasaan hati yang hancur Aisyah pergi meninggalkan ruangan itu .


" Mba...? Mba Aisyah kenapa ?" Tanya Ririn sambil mengejar Aisyah yang sedang menangis sesegukan


Ozi yang baru keluar dari ruangannya pun ikut menyusul Aisyah. Namun Aisyah sudah menghilang di balik pintu lift .


" Ibu Aisyah kenapa dek. ?"Tanya Ozi pada Ririn istrinya


" Nggak tau Mas , pas keluar ruangan Pak Bos nangis gitu ." jawab Ririn


" Yuk kita liat ruangan Pak Bos ! " Kata Ozi


" Tunggu saya telpon Ann dulu " kata Ozi lagi


Ozi menelpon Aan anak buahnya untuk mengikuti Aisyah . Setelah itu Ozi dan Ririn melangkah bersama memasuki ruangan Azzam .


Pandangan mereka tertuju pada ruangan khusus itu . Ririn pun dek - dekan ketika melihat sepasang sepatu perempuan di depan ruangan itu .


" Mas...? " Ririn mengenggam lengan Ozi


" Kita liat sama -sama " kata Ozi sambil menatap wajah istrinya . Apa yang Ririn rasakan saat itu mungkin tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan Ozi .


Keduanya pun masuk ruangan itu .Ririn yang baru pertama kali masuk ruangan itu kagum akan desain yang terlihat mewah dan romantis , namun sayang pemandangan di atas ranjang itu membuat Ririn menjerit .


Ririn langsung menghampiri Fanya yang kaget mendengar teriakanya .


" Kamu ? Ngapain kamu di sini ? " Kata Ririn sambil menarik tangan Fanya .


" Memalukan ...! "


Ririn hampir saja , memukul wajah Fanya. Namun di tahan Ozi .


" Mas.. Perempuan ini harus di hajar , gak tau malu, kaliankan masih keluarga ? Kenapa melakukan hal seperti ini ?" Bentak Ririn


Ririn yang sudah sangat emosi terus berusaha ingin menghajar Fanya . Ozi pun menyuruh Fanya pergi dari ruangan itu . Fanya mengambil bajunya dan segera pergi dari ruangan itu .


" Mas , kasian mba Aisyah. Kenapa Pak Bos tega lakuin ini " Kata Ririn sesegukan di pelukan Ozi .


" Awas, ya mas kalo kamu lakuin itu juga , aku bunuh kamu ! " Kata Ririn sambil memukul dada bidang Ozi .


" Hey , kok malah mas yang di pukul . "


" Siapa suruh Mas suruh perempuan itu pergi ! " kata Ririn lagi .


" Bentat dek , kok Pak Bos nggak bangun -bangun ya ?" kata Ozi


" Hah.. Iya , ya , sepulas itu kah dia tidur ? Ihhhh sebel banget liat mukanya . "


" Sabar ,dek !"


"Mas , mereka keterlaluan !"


" Sebentar ! "


Ozi lalu berusaha membangunkan Azzam. Namun Azzam masih tertidur .


" Ada yang nggak beres ni , Tolong ambilkan Mas air ! " kata Ozi


Ririn mengambil air dan memberikannya pada Ozi . Ozi lalu memercikkan air itu ke wajah Azzam . berkali -kali . Azzam pun mulai terbangun


" Apa -apaan sich kamu Zi " kata Azzam lalu mengusap wajahnya yang basah


" Maaf Pak Bos saya terpaksa melakukan ini ". Kata Ozi .


" Lho kenapa saya gak pake baju , apa yang sudah terjadi ? " Tanya Azzam saat menyadari kalau dia hanya memakai celana boxernya .


Ozi dan Ririn saling pandang . Ozi lalu memberikan baju dan celana Azzam yang tercecer di lantai


" Di pake dulu ,Pak Bos Bajunya ." Kata Ozi


Azzam lalu pergi ke toilet untuk memakai bajunya kembali . Ozi dan Ririn pun keluar dari ruangan khusus itu dan menunggu Azzam dengan duduk di sofa .Tidak lama kemudian dia keluar sudah berpakaian rapi .

__ADS_1


" Ini kotak apa ?" Tanya Azzam ketika melihat kotak besar di atas meja .


" Ini mba Aisyah yang bawa tadi , " Kata Ririn ketus


" Terus istri saya mana ? "


" Udah pergi !" Kata Ririn lagi tanpa menatap Azzam , karena dia kesal dengan sikap Pak Bosnya .


" Sebenarnya ada apa sich ? Jelaskan ke saya apa yang sudah terjadi ? " kata Azzam


" Pak Bos nggak ingat apa yang sudah Pak Bos lakukan ?" Tanya Ozi


" Pak Bos tega , kasian Mba Aisyah ? " Kata Riein kembali sesegukan


" Ini ada apa sich ? Kalian ngomong apa ? Kata Azzam sambil membuka kotak itu .


" Tu kan nggak mungkin sayang lupa sama hari ulang tahun saya " Kata Azzam ketika melihat kue ulang tahun di dalam kotak itu.


" Iya , mba Aisyah nggak lupa , tapi Pak Bos yang melupakan mba Aisyah . Tega ! Nggak nyangka saya Pak Bos begitu ! " Kata Ririn lagi. Dia ikut sakit hati .


" Ozi ! Ini ada apa ? "


" Pak Bos tadi di atas ranjang bersama Bu Fanya ." Kata Ozi agak terbata -bata


" Apa ? Fanya ? "


" Iya , Pak Bos habis melehoy sama bu Fanya ." Kata Ririn


" Rin ,, Demi Allah saya nggak lakuin apa -apa ! " tanya Azzam


" Hah,,, berduaan di atas ranjang nggak pake pakean itu nggak lakuin apa -apa ? Mba Aisyah itu masih sabar , dia memilih pergi , kalo saya hmmm langsung tak hajar " Kata Ririn dengan geramnya .


" Dek ..! " Tegur Ozi


" Ngeselin sich Mas ! " Sahut Ririn


" Ini maksudnya istri saya liat saya sama Fanya di dalam tadi ? Trus Fanya dimana ? Ini fitnah " kata Azzam


" Ibu Fanya saya suruh oulang tadi Pak Bos ! Kata Ozi .


" Astagfirullahhalazim , Ozi , Ririn , saya tidak ingat semuanya , Ya Allah cobaan apa ini ?"


Kata Azzam lirih .


" Ada apa ,Zam ? " Tanya Ahmad yang tiba -tiba muncul . Dia heran melihat Ririn yang sedang menangis .


" Ada masalah ,Bang ." Kata Azzam .


" Masalah apa , Ririn kenapa menangis ? " tanya Ahmad makin penasaran .


" Jujur , saya merasa ada yang aneh di sini " kata Ozi


" Aneh gimana ? " Tanya Ririn


"Kita liat cctv , ruangan itu ada cctvnya juga kan ,Pak Bos ?" kata Ozi


Ahmad semakin bingung dengan obrolan mereka . Ozi mengambil laptop di atas meja Azzam .


" Jangan sentuh ! " Kata Ozi melarang Riirin yang ingin menyingkirkan gelas kosong bekas jus yang di minun Azzam tadi.


" Kenapa ?" tanya Ririn


" Nanti sidik jari mu nempel di situ " Kata Ozi .


" Oh ,iya sorry " Sahut Ririn


Ozi lalu membuka rekaman cctv di ruangan itu. Dan tampaklah Fanya yang sedang menyiapkan kue ulang tahun untuk Azzam dan sampai mereka berada di dalam ruangan khusus itu . Apa yang dilakukan Fanya padanya membuat Azzam merasa malu dan marah sekali , dia tidak menyangka Fanya seperti itu .


" Oke jadi ini murni rekayasa ibu Fanya, sepertinya dia memasukan obat atau sejenisnya ke makanan atau minumannya Pak Bos . " Kata Ozi .


Ozi lalu menyuruh Ririn mengambil sisa jus di dalam gelas dan potongan kue itu untuk di periksa .


" Saya kepikiran sama Dek Aisyah, pasti dia kecewa dan berpikir yang bukan -bukan tentang saya " Kata Azzam .


" Maafkan saya tadi ya , Pak Bos ." Kata Ririn . Dia bersyukur kejadian sebenarnya tidak seperti yang dia bayangkan. Ternyata Pak Bosnya tidak seburuk itu.


" Saya ngerti perasaan kamu Rin , nggak papa " Sahut Azzam


" Saya sudah suruh Aan untuk mengikuti bu Aisyah ketika dia pergi tadi Pak Bos ." Kata Ozi


" Baguslah ,Zi . Saya mau mandi dulu , jijik saya sama badan saya ni " Kata Azzam langsung pergi ke toilet .


Di dalam toilet Azzam membersihkan tubuhnya , berkali -kali dia memberi sabun ke seluruh tubuhnya seolah ingin menghapus semua bekas sentuhan Fanya di sana . Wajah Aisyah terlintas di pikirannya , Saat itu pasti istrinya sedang sedih , tanpa sadar Azzam memukul cermin di toilet itu sehingga pecah dan tangannya pun mengeluarkan darah .


" Zam...Azzam ? Kamu baik -baik saja kah ? " Tanya Ahmad yang bergegas mendekati pintu toilet dan mengetuknya ketika mendengar suara sesuatu yang pecah dari dalam toilet.


" Pak Bos , ? " Seru Ozi yang juga ikut mendekati pintu toilet


" Iya, saya tidak apa -apa ." Sahut Azzam dengan suara seraknya .


Tidak lama kemudian Azzam pun keluar. Melihat tangan Pak Bosnya terluka ,Ririn lalu mengambil kotak P3K untuk mengobati tangan Pak Bosnya .


" Zam, kamu gak boleh begini. " kata Ahmad .


" Dek Aisyah, Bang. Dia pasti berpikiran buruk sama saya ." kata Azzam lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.


Ponsel Azzam berdering . Ozi lalu mengambilkan ponsel Pak Bosnya yang berada di meja kerjanya . Tampak nama Abby yang muncul di ponsel itu . Pak Khairul yang menelpon .


" Assalmualaikum , by "


"Waalaikumsalam , Sekarang Abby minta kamu pulang ." kata Pak Khairul . Dari nada suaranya tampanya beliau sedang marah .


" Ummy kenapa , By ?" Tanya Azzam ketika mendengar suara Bu Ainun menangis .


" Kamu pulang sekarang ! Assalamualaikum ! " kata Pak Khairul lagi


" Waalaikumsalam !" sahut Azzam dan sambungan telpon terputus .

__ADS_1


" Kenapa , Zam ? " tanya Ahmad


" Abby sepertinya marah, Bang , saya di suruh pulang . Saya kuatir Fanya ngarang cerita aneh -aneh lagi di rumah . Dasar perempuan ular ." maki Azzam .


" Ya Sudah kamu pulang dulu , Saya temani kamu " kata Ahmad .


" O ya , Zi kamu copykan rekaman itu ke ponsel saya ., " Kata Azzam


" Baik Pak Bos ."


" Coba kamu telpon dulu si Aan. Dimana istri saya sekarang ." kata Azzam pada Ozi .


Ozi pun menelpon Aan . Namun Aan tidak menjawab .


" Kita pulang ke rumah mu dulu ,Zam . Insya Allah Aisyah tidak apa -apa " kata Ahmad menenangkan Adik iparnya.


***


Azzam dan Ahmad pulang ke rumah , dengan di antar Riko sopir pribadinya . Dalam perjalanan pulang Azzam terus menghubungi Aisyah , namun tidak bisa ponsel Aisyah tidak aktif .


" Selesaikan satu persatu , Zam , kita berdoa aja , dan berikan waktu untuk Aisyah menenangkan pikirannya ." Kata Ahmad yang melihat Azzam gelisah .


" Ini kado ulang tahun terburuk buat saya Bang ." kata Azzam


" Allah tidak akan menguji umatnya di luar batas kemanpuan umatnya , Zam . Yakin semuanya pasti akan baik -baik saja. Walau bagaimanapun Fanya mengarang cerita , fakta kebenarannyakan ada di kamu , jadi tenang saja ." kata Ahmad .


" Dan saya kenal waktak adik saya . Aisyah tidak akan melakukan hal -hal akan menyakiti dirinya . Biasanya kalo dia lagi sakit hati dia selalu ke masjid atau mushola untuk sholat atau membaca AlQuran untuk menenangkan hatinya ." kata Ahmad lagi .


" Iya Bang. Terima kasih. Saya sedikit lega sekarang " kata Azzam .


Sesampainya di rumah . Di ruang keluarga sudah ada Pak Khairul yang berjalan mondar mandir dengan tangan di pinggang. Dari raut wajahnya tampak dia sedang marah sekali . Di sofa duduk Bu Ainun dengan air mata yang mambasahi pipinya .Disitu pun ada Fanya yang juga sedang menangis .


" Azzalamualaikum " Sapa Azzam pada mereka semua .kemudian mencium tangan kedua orang tuanya . Lalu duduk di samping bu Ainun.


Melihat kehadiran Ahmad . Pak Khairul berusaha mengontrol emosinya .


" Zam, Abby kecewa sama kamu !" kata Pak Khairul .


Mendengar ucapan Pak Khairul Azzam menatap tajam pada Fanya , membuat Fanya menunduk .


" Kamu harus nikahi Fanya , untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu ! " Kata Pak Khairul


Kata -kata Pak Khairul membuat Azzam kalap dan langsung Mencengram leher Fanya , membuat Fanya ketakutan dan kesulitan bernapas .


" Azzaam,... Lepaskan Fanya !" Teriak Bu Ainun.


" Peremouan ular ! Drama apa lagi yang kamu buat di sini ?" Kata Azzam sambil mengguncang tubuh Fanya .dan melepaskannya sehingga Fanya tersungkur kelantai .


" Keterlaluan kamu , Zam !" Kata Pak Khairul lalu membantu Fanya berdiri .


" Keterlaluan apa by , dia ngomong apa sama Abby dan Ummy ? " tanya Azzam


" Sabar ,Zam . Kita bicarakan baik -baik ." kata Ahmad menenangkan Azzam .dannmengajak Azzam duduk kembali .


" Maaf Abby. Ummy. Sebaiknya kita bicarakan dengan kepala dingin. Masalah tidak akan selesai kalo dengan emosi ." kata Ahmad


" Maaf Nak Ahmad , Abby malu . Abby malu atas perbuatan Azzam sama Fanya . " Kata Pak Khairul


"Maaf Abby. Ummy , Fanya cerita apa sama kalian ." tanya Ahmad .


" Azzam sudah memperkosa saya ." Sahut Fanya sambil menunduk.


Perkataan Fanya membuat Azzam.kembali emosi , untung saja Ahmad bisa menahannya kalau tidak pasti Fanya akan di cekik Azzam lagi .


" Zam, Abang bilang tenang . Selesaikan dengan kepala dingin " Kata Ahmad.


" Kamu harus menikahi Fanya , Zam " Kata Pak Khairul .


" Abby ,Ummy Fanya berbohong. Saya tidak pernah.menyentuh dia " Kata Azzam


" Saya tidak akan pernah menikahi kamu Fanya . Sebaiknya kamu segera pergi dari sini , saya jijik liat kamu !" Bentak Azzam


" Azzam...Ummy tidak pernah mengajarkan ke kamu membentak orang apa lagii Fanya perempuan !" kata Bu Ainun sambil terisak .


" Zam ponsel mu mana ?" Tanya Ahmad .


Azzam lalu memberikan ponselnya pada Ahmad .


" Abby. Ummy Di sini ada rekaman cctv kejadian sebenarnya " kata Ahmad .


Ahmad pun memperlihatkan rekaman cctv kepada Pak Khairul .Bu Ainun pun ikut mendekati suaminya untuk melihat rekaman itu . Sementara Ahmad kembali duduk di dekat Fanya . Untuk berjaga -jaga takutnya Fanya kabur . Wajah Fanya sudah pucat ., dan dia tamoak gemetaran karena kebohongannya akan terbongkar .


" Plaaaak ...!"


"Plaaaak ...! "


Tangan Bu Ainun.mendarat di kedua pipi Fanya. Membuat Fanya meringis kesakitan


" Keterlaluan kamu , nggak nyangka saya kamu sebejat itu . Kami sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri , tapi ini yang kamu lakukan . Kamu berusaha menghancurkan keluarga anak saya . Keluar kamu dari rumah saya ! " Kata Bu Ainun geram .


" Ampun Ummy. Maafkan saya . Saya akui saya salah . Saya terlalu mencintai Azzam . Saya khilaf "kata Fanya bersujud di kaki Bu Ainun.


" Fanya kenapa kamu mencintai Azzam , kalian berdua itu sudah seperti saudara ", dan lagi Azzam sudah punya istri kata Pak Khairul .


" Maafkan saya Abby !" kata Fanya sambil terisak .


" Sudah lah Abby ,Ummy , kita laporkan ke polisi saja . Lagian sekarang Aisyah pergi, entah kemana gara -gara dia . Jadi di penjarakan saja ! " kata Azzam


" Apa , Aisyah pergi ,? " Kata Bu Ainun


" Iya Ummy , Dek Aisyah salah paham , gara -gara dia ni " Kata Azzam sambil menunjuk Fanya


" Kalo gitu kamu cari istrimu ,Nak, Maafkan ucapam Abby tadi ya " Kata Pak Khairul


" Iya Abby , Azzam juga minta maaf "


" Fanya biar Abby dan Ummy yang urus " kata Pak Khairul .

__ADS_1


__ADS_2