Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
kesalah pahaman


__ADS_3

Rey yang mengetahui itu langsung menatap teman wanita yg sedang berjalan samanya.


wanita yg sedang jalan bersamanya bernama Vika


"Vika, aku duluan dulu ya besok pagi kita lanjutin bahasnya". lanjut Rey pun segera lari mengejar Syella


Vika yang mendengar perkataan Rey hanya bisa mengangguk dan heran sambil bertanya dalam hatinya ada apa dengan Rey dan wanita itu.


kini Syella dan Ica hampir sampai di depan pagar. dari belakang sosok Reynaldi sudah berlari untuk menemui Syella sambil berteriak memanggilnya.


"Syella, tunggu dulu"


tetapi kini Syella dan Ica tidak memperdulikan nya dan telah keluar melewati pagar. Rey kini berhenti tak sempat mengejar Syella yang memang sudah jauh. itu di karenakan motor Rey masih ada di parkiran sekolah.


sesampai di rumah Syella merasa lelah di tambah dengan ekspresi kecewanya.


"assalamualaikum Bun, Syella uda pulang" dengan nada lesuhnya dan meraih tangan bunda untuk di salami


"waalaikumsalam sayang, uda pulang? kok mukanya cemberut gitu? kamu sakit ya?


tanya bunda sambil sesekali mengelus kepala dan pipi Syella


"enggak Bun Syella cuma capek aja tadi di sekolah ada pelajaran olahraga"

__ADS_1


elak Syella sembari membuka sepatu sekolahnya


"ohh gitu yaudah kamu tukar baju terus langsung ke bawah buat makan ya sayang"


" iya Bun Syella ke atas dulu ya"


"iya sayang" jawab bunda.


sesampai di kamar Syella segera menukar pakaiannya. setelah itu ia membuka tas nya untuk mengambil handphone. ada rasa penasaran apakah Rey sudah memberinya pesan atau belum. dan ketika ia membukanya ternyata benar ada 20 lebih notifikasi dari Rey


"aku buka gk ya pesannya Rey, males banget lagi tapi ya sama aja aku penasaran juga. yaudah buka aja deh"


" Syella kamu jangan salah paham ya, itu tadi teman organisasi aku namanya vika"


" kita tadi bahas tentang paskas doang. kebetulan kita jumpa depan kelas aku"


"kalo kamu gk percaya kamu bisa nanya dia langsung kalo kita ketemu besok"


"tadi aku mau nyamperin kamu setelah bahas masalah paskas sama dia. tapi kamu malah uda duluan"


"pliss... jangan ngambek ya ntar hilangnya cantik loh"


ada banyak pesan lainnya seperti "p"

__ADS_1


Syella yang membaca itu merasa sedikit lega dan tidak sadar kini senyum tipis terukir di wajahnya.


kemudian Syella membalas


"idih...ngapain coba nemuin org cuma buat nanya hal yang gk penting sama sekali kayak gitu"


"Halah ngeles doang mah kamu. ngaku aja deh kamu tadi pasti cemburu kan lihat aku sama kamu. eh berarti itu tandanya kamu...."


Rey menulis pesan itu tanpa melanjutkan kata terakhirnya.


" apa ha? apa? jangan kegeeran deh jadi cowok basi banget tau. itu tadi kerjaan Ica dia aja yang kesal sendiri lihat kamu kayak gitu. itu juga bukan karna apa apa tapi karna dia merasa bersalah banget sama aku uda berusaha nyeyakinin aku tentang kamu"


Syella kini merasa sangat malu. seandainya Rey ada di hadapannya sekarang pasti dia tidak bisa menahan malunya karna merasa bodoh sudah terlihat konyol tadi di depan Rey. alhasil kini pasti Rey sudah yakin kalau cintanya sudah terbalas.


"ohh gitu... Ica yang marah ya bukan kamu, tapi jujur deh aku suka banget lihat ekspresi kamu kayak tadi. hehehe" kata Rey


" dasar cowok Aneh makin malas tau lihat muka kamu tiap hari" balas Syella sambil terus menerus tersenyum


" ehhh jangan ngomong gitu syel... nanti kamu sendiri loh yang kangen sama aku. percaya deh" tidak lupa Rey menambah emoji tertawa pada ujung pesannya


" isss amit amit deh. uda ah aku mau makan dulu"


" hehehe iya iya makan yang banyak ya cantik"

__ADS_1


syella yang melihat pesan itu merasa bahagia sampai sampai menggigit ujung bibirnya"


kemudian Syella segera mematikan handphonenya dan menuju ruang makan.


__ADS_2