
" Baik Pak Bos " Jawab Ririn dan Ozi bersamaan . Keduanya pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Azzam sendirian .
" Kasian Pak Bos ,Zi.. Saya gak tega liat tampangnya begitu " kata Ririn yang kini duduk di kursi kerjanya .
" Iya,, semoga saja Bu Aisyah bisa ditemukan secepatnya " Kata Ozi yang kini juga duduk di kursi depan Ririn .keduanya tampak akur hari itu .
***
Ayu yang mendengar kabar tentang sahabatnya Aisyah di culik mengajak suaminya Radit berkunjung ke rumah orang tua Aisyah . Kini dia berada di rumah Aisyah bersama Mala dan Putri .
Mereka ikut prihatin, apalagi acara pernikahan Putri dan Ahmad tinggal beberapa hari lagi , tapi kini Aisyah malah menghilang tidak tau dimana keberadaannya . Mereka berharap Aisyah segera di temukan sebelum acara hari H .
Kehadiran ketiga sahabat anaknya membuat Bu Yani sedikit tenang . Tidak lama kemudian sebuah mobil parkir di depan rumah Aisyah. Tampak Anisa dan Farhan keluar dari mobil bersama kedua anaknya . Kabar penculikan adiknya membuat Anisa yang memutuskan pulang menemui kedua orang tuanya . Tangis Bu Yani kembali pecah saat dipeluk Anisa .Anisa berusaha menenangkan ibunya .
Farhan lalu menanyakan kronologi kejadian itu pada Ahmad. Saat itu Ahmad habis menerima telpon dari Azzam .
" Sekarang anak buah Azzam sedang ke Kuala Lumpur , kita berdoa saja semoga mereka bisa menemukan Ais " Kata Ahmad
" Kuala Lumpur !" Sahut Anisa menatap Ahmad .
"Kenapa di Kuala Lumpur , jauhnya ? " Kata Ayu yang lain pun menatap Ahmad meminta penjelasan
Ahmad pun menceritakan kepada mereka , tentang penyelidikan yang dilakukan oleh anak buah Azzam . Besar kemungkina Aisyah di bawa Hendri ke sana .Akhirnya mereka pun mengerti .
" Saya rasa kalo Aisyah bersama Mas Hendri , dia pasti baik -baik saja , Mas Hendri tidak akan menyakiti Aisyah " Kata Mala .
" Semoga saja La , Tapi kalo benar Mas Hendri yang nolongin Ais , kenapa Aisyah malah di bawa ke Kuala Lumpur ?kenapa Ais gak di antar pulang saja ? " Kata Ayu
"Itu yang saya gak tau " Sahut Mala
" Kita berdoa saja . Semoga Aisyah benar bersama Hendri . " Kata Anisa
" Sekarang Azzam dimana ?" Tanya Farhan
" Tadi dia di kantornya , tapi katanya tadi mau jalan ke sini " sahut Ahmad .
" Feeling saya ,gak mungkin Aisyah berada di luar negeri , kalo pun dia bersama Hendri , pasti dia di sembunyikan di suatu tempat . Keluar negeri gak semudah kita ke luar kota. " kata Farhan
" Tapi Hendri orang beduit kak , yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin . Saya sich berharapnya Aisyah masih ada di negara ini . " Sahut Ayu
" Kita tunggu saja hasil penyelidikan orang -orang Azzam " Kata Pak Sulaiman
" Cocok sudah tu , sama -sama orang beduit " Sahut Mala lagi
" Kita berdoa saja .Aisyah segara ditemukan " kata Pak Sulaiman . Dia tampak berusah untuk tegar. Padahal hatinya pun kacau .
***
Aisyah memberanikan diri keluar dari kamar menuruni anak tangga kelantai dasar . Karena saat itu Hendri sedang pergi . Dia sempat berpamitan dengan Aisyah .dan berpesan agar Aisyah tidak kemana -mana . Kalaupun Aisyah berusaha kabur , dia akan segera menemukan Aisyah .
Villa itu cukup besar . Desain dalamnya pun cukup mewah . Aisyah mendengar suara seseorang di dapur . Pelan -pelan dia melangkah mendekati asal suara . Dilihatnya seorang perempuan setengah baya sedang beberes di dapur . Perempuan itu kaget melihat Aisyah .
" Astaga , Non Aisyah . Kenapa kesini Non , kata Tuan Non lagi sakit , O ya perkenalkan nama saya Arumi , panggil saja Bi Arum " Kata Bi Arum ramah saat mendekati Aisyah.
" Bibi kenal saya ? " Aisyah mengerutkan keningnya lalu duduk di kursi meja makan .
" Non Aisyah kan istrinya Tuan Hendri ." kata Bi Arum dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya . Dia kagum akan kecantikan istri majikannya .
" Apa.. ? Bibk bilang apa tadi , saya istri Mas Hendri ?"
" Iya . Kenapa Non, Tuan Hendri tadi berpesan , dia akan pergi sebentar , Dia minta saya jaga istrinya , Ya Non Aisyah ini . Di villa ini hanya ada Non ." Sahut Bi Arum
" Bi , saya bukan istri Mas Hendri , saya juga gak tau kenapa saya dibawa kesini ?" kata Aisyah
Bi Arum tersenyum . Sebelum pergi Hendri sudah mengarang cerita kepada Bi Arum , kalau Aisyah itu istrinya yang mengalami amnesia .
" Sabar ,Non .Tuan Hendri orangnya baik . Non pasti akan segera sembuh " kata Bi Arum
" Saya gak sakit Bi ! . Emangnya Mas Hendri cerita apa ke Bibi ?"
" Bibi ngerti perasaan ,Non. O ya Non Aisyah mau dimasakin apa ?" tanya Bi Arum
" Saya gak lapar ,Bi ! " sahut Aisyah
Aisyah lalu menayakan letak villa itu . Bi Arum kemudian menjelaskan Villa itu berada di sebuah desa yang cukup terpencil . Untuk mencapai kota harus menempuh perjalanan 8 -10 jam .
" Kenapa ,Non ? "tanya Bi Arum yang melihat Aisyah bengong.
" Gak papa , O ya, Bibi punya handpone ?" tanya Aisyah lagi
Bi Arum tertawa .
" Non , disini listrik aja belum ada apa lagi sinyal untuk telpon . "
Mendengar ucapan Bi Arum , Aisyah semakin lesu. Aisyah lalu mengajak Bi Arum ke kamar .
" Bi Arum , duduk disini dulu " Kata Aisyah meminta Bi Arum duduk di tepi tempat tidur . Sementara dia mengambil tas yang ada di atas meja rias dan mengeluarkan Al qur'an dia dalamnya . Sementara Bi Arum menatap Aisyah bingung .
" Bi , tolong percaya , saya bukan istri Mas Hendri . Saya berani bersumpah " Kata Aisyah sambil memegang Al quran itu
" Jadi , Non ini siapa ? Tuan Hendri bilang Non Aisyah istrinya yang sedang mengalami amnesia " kata Bi Arum
" Bi , saya di culik dan di bawa ke sini .Tolong bantu saya keluar dari sini , suami dan keluarga saya pasti sedang mencari saya , tolong Bi , bantu saya . Saya mau pulang " kata Aisyah . Air matanya mengalir membasahi pipinya .
Kemudian Aisyah menceritakan semua tentang dia dan Hendri dulu . Bi Arum pun mulai percaya pada Aisyah . Tapi untuk keluar diam -diam itu susah . Selain jarak tempuh yang cukup jauh. Anak buah Hendri pun selalu berjaga -jaga di luar villa . Hendri sosok yang sangat berpengaruh di desa itu .
__ADS_1
" Sebaiknya ,Non Aisyah bersabar dulu , saya yakin Tuan Hendri orang baik. Dia tidak akan menyakiti Non . Saya liat dia begitu menyayangi Non , tadi pagi dia yang buat sarapan untuk Non kan ? Saya rasa , karena rasa cintanya yang besar sama Non Aisyah yang membuatnya gelap mata seperti ini "
" Tapi Bi ,Dia sudah punya istri , saya juga sudah punya suami . Ini gak benar Bi ! saya mau cepat -cepat pulang , 4 hari lagi acara pernikahan kakak saya, keluarga saya pasti sedang mencemaskan saya . Saya kangen suami saya ,Bi " Jawab Aisyah sambil terisak
Bi Arum ikut prihatin pada Aisyah . Dia tidak menyangka Tuan Hendri yang dia kenal baik , tega menculik istri orang lain, lebih parah lagi dia mengaku Aisyah adalah istrinya .Bi Arum pun tidak mau gegabah , dia juga tidak mau sampai di pecat dari pekerjaannya oleh Hendri . Bi Arum meminta Aisyah untuk menurut saja dulu apa maunya Hendri . Sambil di bujuk pelan -pelan .
Obrolan mereka terhenti ketika mendengar suara mobil berhenti di depan rumah .Bi Arum buru -buru keluar dari kamar Aisyah agar Hendri tidak curiga .
Mobil yang berhenti di depan rumah itu , memang mobil Hendri . Dia kembali karena ada sesuatu yang tertinggal . Kemudian dia menuju kamar Aisyah . Saat itu Aisyah pura -pura tidur .Hendri mendekati Aisyah yang sedang berbaring di atas tempat tidur .
" Kasian kamu ,Ais . Kamu istirahat saja dulu di sini . " kata Hendri
Kemudian Hendri mengambil sebuah kertas dan pulpen dari dalam laci lemari . Lalu menulis sesuatu di kertas itu . Setelah selesai dia meletakkan kertas itu di samping Aisyah .
Dear Aisyah
Maaf , selama 3 hari kedepan saya mungkin tidak bisa menemani kamu di villa ini . Ada urusan yang harus saya selesaikan . Kamu baik -baik ya di sini ,
Semua keperluan kamu sudah saya siapkan ,
Yang selalu mencintaimu
Hendri .
Hendri lalu keluar dari kamar Aisyah, Kemudian dia berpamitan pada Bi Arum .
" Nanti sore akan ada anak buah saya yang akan mengantar semua keperluan istri saya, tolong pastikan dia tidak terlambat makan. Saya tidak mau dia sakit dan jangan sampai dia keluar dari villa " Kata Hendri
" Baik , Tuan ."
Setelah Hendri pergi , Bi Arum lalu menaiki anak tangga menuju kamar Aisyah .
" Non. ! "Tegus Bi Arum ketika melihat Aisyah sedang menangis duduk di atas tempat tidur
Aisya memberikan secarik kertas yang di letakkan Hendri di sampingnya tadi .
" Bi , 4 hari lagi pesta pernikahan kakak saya , saya mau pulang " Kata Aisyah sambil sesegukan .
Bi Arum lalu memeluk Aisyah Dia sendiri bingung , mau keluar villa pun sepertinya tidak mungkin . Karena anak buah Hendri selalu berjaga -jaga di luar Villa . Dan kalau pun Aisyah bisa keluar , pasti dia juga akan dipersalahkan oleh majikannya itu . Bi Arum pun ikut menangis sambil memeluk Aisyah .
***
Malam hari di rumah Pak Sulaiman
Malam itu kedua orang tua Siska Pak Tohir dan Bu Sarah datang bertamu. Mereka sedang ngobrol bersama Pak Sulaiman , Bu Yani , Ahmad , Anisa , Farhan dan Azzam .
Kedatangan orang tua Siska untuk minta maaf atas perbuatan anak mereka . Dan memohon pada Azzam agar kasus ini di cabut .
" Sampai detik ini ,belum ada titik terang keberadaan istri saya . Apakah dia baik -baik saja atau sebaliknya . Kalau kedatangan kalian untuk minta saya mencabut kasus ini , maaf saya tidak bisa . " tegas Azzam .
Ibu Sarah lalu bersujud di kaki Azzam memohon belas kasihan pada anaknya .
" Astagfirullahalazzim , keterlaluan sekali anak ibu , sebagai seorang ibu saya pun tidak akan rela orang yang sudah berusaha menyakit anak saya dibebaskan begitu saja " Sahut Bu Yani .
" Bu , Kendalikan emosi ibu " Tegur Pak Sulaiman .
Orang tua Siska tidak bisa berbuat apa -apa , mereka juga kaget mendengar penjelasan Azzam . Akhirnya mereka pun pamit pulang .
Pak Sulaiman kembali menanyakan hal itu pada Azzam . Karena dia juga kaget .
" Maaf Ayah , ibu , kak Nisa , Kak Farhan , saya sama Abang Ahmad sengaja tidak cerita , karena kami tidak mau kalian jadi kepikiran . "
" Jadi , Abang tau ?" Tanya Bu Yani
Ahmad mengangguk
" Iya. Saya dan Azzam yang melaporkan Siska ke kantor polisi . Yang penting kejadian itu kan tidak terjadi " kata Ahmad .
" Iya , Abang benar . Alhamdulillah kejadian itu tidak terjadi . Allah masih melindungi adek " Kata Anisa terisak . Dia tidak sanggup membayangkan kalau hal itu sampai terjadi . Farhan lalu merangkul pundak istrinya . Agar Anisa tidak larut dalam kesedihannya .
Obrolan mereka pun beralih pada acara pernikahan Ahmad yang akan dilaksanakan 3 hari lagi . .Saat itu Ahmad mengatakan kalau dia dan Putri sepakat ingin menunda dulu pernikahannya sampai adiknya ditemukan .
" Jangan dulu ,Bang ! Masih ada waktu besok dan lusa . Anak buah saya masih mencari keberadaan Aisyah , semoga mereka bisa segera menemukannya " Kata Azzam .
" Azzam benar ,Bang . Yakinlah adek pasti pulang " kata Anisa .
" Iya. Jangan pesimis dulu .kita harus tetap berusaha dan berdoa yang terbaik untuk Aisyah "
Tidak lama kemudian ponsel Azzam berdering . Azzam mengambil ponselnya dari dalam saku celananya . Ternyata Ozi yang menelpon
Ozi mengabarkan kalau anak buahnya tidak menemukan Hendri di alamat perusahaan yang di berikan istrinya di Kuala Lumpur . Dari stap perusahaan diisana mereka dapat informasi kalau Hendri besok baru akan ke Kuala Lumpur . Ozi berencana akan mencegat Hendri di bandara besok . Azzam pun mengabarkan hal itu kepada yang lain .
" Semoga Hendri bisa di tangkap besok ." Kata Anisa penuh harap .
Ting..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Azzam . Azzam mengerutkan keningnya ketika membaca pesan itu
" Aisyah ada bersama saya . Dia dalam keadaan baik -baik saja . Kami sudah melewatkan malam panjang bersama atas dasar suka sama suka . Sebaiknya segera ceraikan dia . Agar kami bisa bersama ."
Ting
Masuk lagi sebuah pesan yang berisikan sebuah foto . Di foto itu nampak Aisyah sedang tidur di bawah selimut , bersama seorang laki -laki yang tidak lain adalah Hendri . Di foto itu tampak hendri tidak memakai baju .
" Astagfirullahalazzim " Gumam Azzam
__ADS_1
Ahmad yang duduk di samping Azzam melihat ekspresi Azzam lalu ikut melihat ke layar ponsel Azzam .
" Gak mungkin ,Zam , " Kata Ahmad yang saat itu sedang memegang ponsel Azzam
" Kenapa ? " Anisa penasaran
" Ada apa ? " Tanya Pak Sulaiman yang ikut penasaran .
Ahmad dan Azzam saling pandang. Azzam mengisyaratkan agar tidak memberi tau Pak Sulaiman dan Bu Yani dulu
" Gak papa , Yah . Hehe..ini Azzam dapat kiriman foto aneh aja , Sebaiknya Ayah sama Ibu istirahat saja " Kata Ahmad.
Pak Sulaiman lalu mengajak Bu Yani masuk ke kamar untuk istirahat . Kondisi Bu Yani saat itu pun tampak lemah .
Setelah kedua orang tua mereka masuk kekamar untuk istirahat , Anisa lalu mendekati Azzam dan Ahmad. Dan melihat foto serta pesan tadi .
" Gak mungkin , Ais gak mungkin seperti itu " Kata Anisa.
" Iya kak , saya juga gak yakin " Kata Azzam berusaha tetap tegar.
" Zam , Ais sangat mencintai kamu ,.."
" Iya kak . Tapi setidaknya sekarang kita tau , Ais baik -baik saja . Kecurigaan kita benar , Aisyah bersama Hendri . " sahut Azzam . Batinnya bergejolak . Benar atau tidaknya peristiwa itu yang penting sekarang dia ingin segera bertemu istrinya .
" Semuanya pasti hanya rekayasa Hendri ." Kqta Ahmad sambil merangkul pundak adik iparnya .
"Coba telpon nomernya ? kalo aktif bisa kita lacak " Kata Farhan
" Okey , sebenta!"
Azzam mencoba menelpon , dan benar aktif hanya tidak diangkat . Farhan lalu menggunakan sebuah aplikasi pelacakan .
Dari aplikasi itu terlacak lokasi Hendri berada tidak jauh dari bandara.
Azzam , Farhan dan Ahmad pun bergegas pergi kesana . Anisa yang tadinya pengen ikut , tidak diperbolehkan oleh Farhan suaminya .
" Hati -hati ya ! " Kata Anisa melepas kepergian mereka . Setelah mobil ketiganya menghilang di belokan jalan Anisa kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu .
***
Jarak dari rumah ke bandara cukup jauh. Dalam perjalanan Azzam bermaksud menelpon Ozi . Namun malah Ozi yang menelponya .
"Assalamualaikum , Pak Bos !" Sapa Ozi
"Walaikumsalam , ada apa Zi ? "
" Segera ke lokasi yang sudah saya share , Pak Bos . Si kutu busuk sudah berhasil kami tangkap " Kata Ozi .
" Alhamdulillah , trus istri saya ada di sana ? "
Farhan dan Ahmad menatap Azzam
"Sebaiknya Pak Bos langsung ke sini saja "
" Oke . Terima kasih , Zi "
Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon terputus .
" Aisyah ketemu ,Zam ? " Tanya Ahmad
" Mereka sudah menangkap Hendri , semoga saja dek Ais ada di sana." kata Azzam .
" Alhamdulillah, semoga saja " Kata Ahmad
Azzam lalu menunjukkan share location yang di kirim Ozi . Karena Saat itu Ahmad lah yang menyetir mobil . 15 menit kemudian mereka tiba di lokasi . Disebuah hotel yang tidak jauh dari bandara . Sampai di loby hotel sudah ada Glen yang menunggu mereka .
Glen mengantar mereka ke sebuah kamar . Azzam , Ahmad dan Farhan mempercepat langkah mereka . Sampai di sebuah kamar , tampak 2 orang bodyguard berjaga didepan pintu . Melihat Azzam datang mereka menundukkan kepala memberi hormat .
Glen membukakan pintu . Saat masuk Azzam melihat Hendri duduk disebuah kursi dengan tangan dan kaki yang diikat dengan wajah lebamnya di kelilingi beberapa orang salah satunya adalah Ozi . Azzam mengamati sekekiling ruangan itu tidak tampak Aisyah di sana .
" Dimana istri saya ? " Tanya Azzam saat mendekati Hendri
Hendri hanya tersenyum . Melihat hal itu Azzam semakin geram . Pukulan tangannya mengenai wajah Hendri .
"Istrimu lebih aman bersama saya , " Kata Hendri sambil meringis kesakitan
" Cepat katakan dimana istri saya ! " Bentak Azzam lagi .
Saat itu Azzam akan memukul Hendri lagi namun di tahan oleh Ahmad dan Farhan .
" Sebaiknya kamu katakan saja dimana adik saya . " Kata Ahmad sedikit lebih tenang
" Abang , Ais baik -baik saja " sahut Hendri sambil.meringis menahan sakit pukulan Azzam tadi .
" Okey , sekarang dia dimana ?" tanya Ahmad lagi
" Saya sangat mencintai Ais , Bang , saya tidak mau ada yang menyakitinya , Aisyah akan menderita kalau terus bersama dia , lagian Saya dan Aisyah sudah melakukannya , jadi untuk apa lagi kau mempertahankan dia " Kata Hendri
" Omong kosong , Aisyah istri saya dia tidak akan semudah itu melakukannya bersama kamu " Bentak Azzam dan kembali memukul Hendri .
Ozi dan Farhan berusaha menenangkan Azzam .
" Sabar , kalau dia sampai mati , kita tidak akan mengetahui dimana keberadaan Aisyah " Kata Farhan .
Ozi menjauhkan Azzam dari Hendri . Azzam di dudukan di sebuah kursi agar dia sedikit tenang . Sementara Farhan dan Ahmad terus mengintrogasi Hendri . Namun kondisi Hendri semakin lemah akhirnya dia tidak sadarkan diri .
__ADS_1
Azzam menyuruh Ozi mengecek ponsel Hendri , siapa tau ada petunjuk disana . Glen lalu mengambil ponsel Hendri yang di letakkannya di atas tempat tidur .
Bersambung