Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 118 . Tak Kenal Maka Tak Sayang


__ADS_3

Setelah selesai sarapan dan ngobrol - ngobrol sebentar . Anisa sekeluarga pun berpamitan. Mereka semua mengantar sampai ke depan rumah. Suasana haru menyelimuti mereka saat itu. Anisa memeluk erat adiknya Aisyah.


" Cepat sembuh ya dek , kalo ada apa -apa telpon kakak." Kata Anisa.


" Iya , hati -hati ya kak. " Kata Aisyah.


" Kalo sudah sampai jangan lupa kabari , Ayah " Kata Pak Sulaiman saat Anisa masuk ke dalam mobil.


Perlahan mobil yang membawa Anisa sekeluarga bergerak meninggalkan halaman rumah Pak Sulaiman . Dengan melambaikan tangan Pak Sulaiman dan Bu Yani melepas kepergian anak dan cucunya .


Setelah mobil itu menghilang dibelokan jalan mereka pun kembali masuk ke dalam rumah .


Ahmad pun lalu pamit untuk pergi ke kantor , Putri mengantar suaminya sampai ke depan pintu .


" Gimana masih mau disini atau kita pulang ? " Tanya Azzam pada Aisyah.


" Saya masih mau disini ." Jawab Aisyah pelan.


" Oke baiklah ." Sahut Azzam .


Aisyah pun masuk ke kamar kedua ponakannya Yasmin dan Yusuf. Sedangkan Azzam lanjut ngobrol dengan Pak Sulaiman.


***


Pukul 14.30 Azzam dan Aisyah pun pamit pulang . Selama di rumah kedua orang tuanya Aisyah mendapat teguran keras dari Pak Sulaiman tentang mereka yang pisah kamar . Pak Sulaiman tau tentang hal itu dari Ahmad. Sehingga saat didalam mobil Aisyah hanya diam saja . Aisyah sedikit kesal dengan sikap abangnya .


" Omongan Ayah tadi jangan diambil hati ya , saya nggak papa kok kalo kamu belum siap kita tidur sekamar ." Kata Azzam memecah kesunyian .


Aisyah masih diam saja pandangannya tertuju ke depan. Azzam semakin tidak enak hati melihat ekspresi Aisyah. Apa yang diucapkan Pak Sulaiman memang benar walau bagaimana pun mereka sah berstatus suami istri . Dan tidak di benarkan secara hukum dan agama tentang mereka yang pisah kamar . Tapi kondisi Aisyah saat itu membuat Azzam harus menuruti kemauan Aisyah yang ingin mereka pisah kamar . Azzam pun menepikan mobilnya dan parkir di pinggir jalan yang agak sepi .


" Kenapa berhenti ? " Tanya Aisyah sambil menatap Azzam .


" Kamu marah sama saya ?"


" Nggak !"


" Bohong ? " sahut Azzam


"Kamu kan ngajak saya pulang tadi , kenapa malah berhenti disini ?" kata Aisyah


Azzam menatap dalam wajah Aisyah , membuat Aisyah salah tingkah.


" Saya nggak suka diliatin begitu ." kata Aisyah .


"Sorry , memang ucapan Ayah itu ada benarnya , kan saya sudah bilang , kalo kamu belum siap untuk kita sekamar nggak papa . Saya ngerti kok ! Tapi saya harap kamu memberikan peluang untuk saya membantu kamu mengingat semua tentang kita . Buat saya liat kamu senyum , happy itu sudah cukup buat saya senang . " Kata Azzam .


" Terima kasih kamu udah mau mengerti saya ." Kata Aisyah .


" Sama -sama . Gimana kalo sekarang kita ke Mall ? " Kata Azzam


" Ke Mall ? Ngapain ? "


" Ngapain kek , biar nggak bete lagi tu muka ." Kata Azzam sambil tersenyum .


" Nggak ah !" sahut Aisyah .


" Kenapa ? Masih marah sama saya ? "


" Nggak ! "


" Trus kenapa ? Apa nggak mau jalan sama saya ? " tanya Azzam lagi .


" Bukan , tapi ? "


" Tapi apa ? " Kata Azzam lalu mulai melajukan mobilnya lagi . Kebetulan tidak jauh dari tempat Azzam berhenti tadi ada sebuah Mall .


" Tapi saya mau pulang !" Jawab Aisyah .


" Udah , kita jalan -jalan aja dulu." Kata Azzam lalu masuk ke areal parkir Mall .


Azzam turun dari mobil , dan membukakan Aisyah pintu mobil .Dengan langkah ragu Aisyah turun dari mobil .


" Ayo ! " Ajak Azzam pada Aisyah yang masih mematung.


Perlahan Aisyah pun melangkah mengikuti Azzam masuk ke dalam Mall . Kini keduanya berjalan beriringan . Sesekali Azzam melirik Aisyah yang ekor matanya menyapu toko -toko yang mereka lewati .

__ADS_1


" Gimana ada yang kamu suka ? " Tanya Azzam


Aisyah hanya diam . Saat itu Aisyah tampak canggung sekali .


" Mau beli apa ? Duit aja nggak punya ! " Batin Aisyah.


Melihat ekspresi Aisyah membuat Azzam menghentikan langkahnya . Karena melangkah sambil melamun akhirnya Aisyah menabrak Azzam yang berdiri di depannya .


" Sorry ! " Kata Aisyah sadar dari lamunannya


" Mikirin apa sich ? Kita ke cafe itu dulu . " kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah .


Aisyah pun menurut saja .


Di cafe itu Azzam memesan minuman untuk mereka berdua . Tidak lama kemudian minuman pesanan mereka disajikan .


" Minum dulu !" Kata Azzam .


Aisyah lalu menuruti perintah Azzam untuk minum minuman yang sudah di pesan Azzam untuk dirinya .


" Gimana kalo kita mulai semuanya dari awal ? " Kata Azzam sambil menatap Aisyah .


" Maksudnya ? "


" Kita mulai dari awal . Kita kenalan dulu . Pepatah menhatakan tak kenal maka tak sayangkan ? " kata Azzam membuat Aisyah mengerutkan keningnya .


Azzam lalu menyebutkan nama lengkap , pekerjaan,hobby dan lainnya selayaknya sebuah perkenalan .


" Sekarang giliran kamu ! " Kata Azzam


Perlahan Aisyah pun memperkenalkan diri seperti yang Azzam lakukan . Azzam tersenyum mendengar kalimat -kalimat yang keluar dari mulut Aisyah . Azzam senang ternyata Aisyah tidak lupa dengan hal -hal yang menyangkut kepribadiannya .


" Oke , Nice ! Sekarang kita shooping yuk ? " Ajak Azzam .


" Gimana kalo kita pulang aja ! " kata Aisyah.


" Kok pulang ? Kamu nggak pengen beli sesuatu . Apa gitu ? "


" Saya nggak punya uang ! " sahut Aisyah


" Ya udah kamu mau beli apa ?" Tanya Azzam lagi .


" Kan udah bilang tadi , saya nggak punya uang." sahut Aisyah lagi .


" Pake kredit card saya aja dulu ." kata Azzam lalu mengeluarkan kredit card dari dompetnya dan memberikanya pada Aisyah.


" Saya nggak enak .."


" Hey , kamu istri saya . Apa yang saya miliki, milik kamu juga . Yuk kamu mau beli apa ? Mau beli semua isi mall ini pun boleh !" Kata Azzam terkekeh sambil meraih tangan Aisyah mengajak ke salah satu toko fashion langganan mereka .


" Okey , kamu bebas pilih mau apa ? " Kata Azzam ketika mereka sudah masuk ke salah satu toko .


" Selamat datang , Mba , Mas . Toko kami banyak koleksi -koleksi terbaru ! " Sapa pelayan toko yang sudah cukup mengenal Aisyah dan Azzam .


Aisyah menelan salivanya melihat barang -barang brendet di dalam toko itu . Ekor matanya terus menyaou isi ruang toko itu . Naluri shopingnya menuntun Aisyah mendekati sebuah tas yang tersusun rapi . Ketika melihat lebel harganya .Aisyah mundur .


" Kamu mau tas ini ? " Tanya Azzam mendekati Aisyah.


" Nggak . Mahal! " sahut Aisyah .


Azzam lalu melihat lebel harga tas itu dan tersenyum .


" Mba saya mau tas ini ya ! " Kata Azzam pada pelayan toko.


" Mas..dua belas juta lho harganya . Nggak usah ." kata Aisyah


" Apa kamu mau yang atas itu ? bagus juga ." Kata Azzam sambil menunjuk tas di deretan atas dan tentunya lebih mahal lagi .


Aisyah menggelengkan kepala .


" Trus mau yang mana ?"


" Kita pulang aja !" kata Aisyah


" Kok pulang ? Apa kamu bingung mau pilih , ya udah kita beli semua saja ." Kata Azzam lagi .

__ADS_1


" Nggak usah ,Mas . Yang ini aja !" Kata Aisyah lalu mengambil tas pilihan pertamanya tadi membuat Azzam tersenyum .


" 1 aja , Ini bagus juga ! " Kata Azzam mengambil salah satu tas lagi.


" Ini aja cukup ! " Kata Aisyah lalu memberikan tas pilihanya ke pelayan toko .


" Biasanya kamu kalo beli tas , nggak cukup satu lho ! Semua motif terbarunya kamu borong. " Kata Azzam.


" Bohong ! "


" Beneran , saya nggak bohong !" Kata Azzam terkekeh


" Saya orangnya nggak suka ngamburin duit ya ! " Kata Aisyah lagi .


Azzam tertawa melihat ekspresi Aisyah . Kemudian dia melangkah mendekati Aisyah .


" Iya , saya bohong , kamu memang nggak suka ngamburin duit dengan hal -hal yang tidak terlalu penting . Itu yang membuat saya semakin cinta sama kamu , sayang ! " Kata Azzam saat keduanya berhadapan .


Keduanya saling bertatapan, menyelami isi hati masing -masing . Seolah waktu berhenti di situ . Aisyah akui pesona Azzam membuatnya merasa sesuatu yang berbeda . Hingga akhirnya Aisyah dan mengalihkan pandangannya. Dan melangkah menjauhi Azzam .


Azzam menghela napas beratnya ,kemudian dia tersenyum .


" Tatapan kamu barusan , terlihat jelas sayang , kalo ada cinta di sana . " Batin Azzam .


Setelah melakukan pembayaran , Azzam dan Aisyah pun keluar dari toko itu. Aisyah lalu meminta untuk mereka pulang , Azzamnpun menurutinya.


Dalam perjalanan pulang , Aisyah diam saja . Azzam melirik arlojinya , sebentar lagi waktu sholat ashar . Azzam menepii dan belok masuk ke halaman sebuah masjid .


" Kita sholat ashar dulu di sini !" Kata Azzam lalu mematikan mesin mobil dan turun kemudian membukakan pintu mobil untuk Aisyah .


Aisyah mengamati masjid di depannya . Dia merasa pernah ke masjid itu sebelumnya.


"Di masjid ini pertama kali kita ketemu , dan di masjid ini juga kita ijab kabul ." Kata Azzam tersenyum melirik Aisyah .


" Yuk kita wudhu dulu , sebentar lagi azan !" Kata Azzam lalu melangkah lebih dulu.


" Ya Allah , Dia pria yang baik. Saya ingin ingatan saya segera kembali ." Batin Aisyah .


Perlahan Aisyah pun menyusul Azzam . Dan tidak lama kemudian seorang muazim mengumandangkan azan menandakan waktu sholat telah tiba .


***


Malam itu Aisyah merasa sulit untuk memejamkan mata . Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12.30 . Karena belum juga bisa tidur , Aisyah pun keluar dari kamarnya . Menuruni tangga menuju dapur . Aisyah mengambil air minum dan 2 buah apel dari dalam kulkas .


Dengan membawa dua buah apel dan segelas air putih Aisyah melangkah menuju ruang tengah dan menyalakan tv . Aisyah menikmati buah itu sambil nonton tv .


Rasa ngantuk mulai menyerangnya , dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa itu dan terlelap .


Tidak lama kemudian Azzam pun keluar dari kamar melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum .Saat melintas di ruang tengah Azzam kaget melihat tv yang masih menyala. Karena rasa hausnya Azzam terus melangkah ke dapur .


Selesai minum , Azzam kembali ingin mematikan tv , saat itu dia melihat seseorang yang berbaring diatas sofa , perlahan dia mendekat untuk melihat siapa yang tertidur di sofa itu .


" Masya Allah sayang , ,kamu rupanya , kenapa tidur disini ? " Kata Azzam setelah mengetahui itu adalah Aisyah .


Azzam lalu menggendong Aisyah ,membawanya ke kamar di lantai atas .Dengan penuh kasih sayang Azzam membaringkan Aisyah di atas tempat tidur . Kemudian menyelimutinya .


Azzam jongkok di samping tempat tidur menatap wajah Aisyah yang sedang tertidur.


" Selamat tidur , sayang . Mimpi indah ya ! I love you " Kata Azzam sambil membelai pipi Aisyah.


Aisyah membuka mata menatap Azzam . Buru -buru Azzam bangun dan ingin keluar dari kamar itu. Dia tau Aisyah pasti tidak suka kalau dia masuk ke kamar itu .


" Jangan pergi ! " Kata Aisyah


Azzam membalikkan badannya untuk meyakinkan pendengarannya .


" Stay ! " Kata Aisyah lagi .


" Iya . Saya nggak akan pergi !" Kata Azzam .


Aisyah tersenyum dan kembali memejamkan matanya .


Azzam masih bingung dengan apa yang di ucapkan Aisyah . Aisyah memintanya untuk tidak pergi . Perlahan Azzam pun merebahkan tubuhnya di samping Aisyah , dengan perasaan tak menentu , hingga akhirnya dia pun terlelap .


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2