
Hampir tiga jam Azzam terjebak di kemacetan panjang , hingga menjelang magrib dia baru sampai di halaman rumah sakit . Saat akan masuk dia berpapasan dengan Pak Sulaiman dan Bu Yani yang akan pulang .
" Ayah sama ibu pulang dulu , Ais di temani abangnya di kamar ." Kata Pak Sulaiman .
" Iya yah ." Kata Azzam .
***
Azzam mempercepat langkahnya menuju ruang rawat Aisyah. Entah kenapa jantung Azzam berdetak dua kali lebih cepat saat akan masuk ruangan itu . Baru saja dia ingin membuka pintu tapi pintu ruangan itu lebih dulu terbuka dan muncul Ahmad .
" Abang ! "
" Zam. !"
Keduanya sama -sama kaget .
"Masuk, saya mau ke mobil dulu , Ambil charger di mobil." Kata Ahmad.
" Iya Bang !"
Ahmad keluar dan Azzam lalu masuk. Di dalam ruangan itu Azzam melihat Aisyah sedang duduk bersandar di atas tempat tidur. Aisyah tersenyum menatap Azzam yang melangkah mendekatinya . Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata -kata saat itu , sehingga Aisyah tidak bisa membendung air matanya .
" Hey , kenapa ? Kok nangis ." Kata Azzam saat sudah berada di samping Aisyah dan mengusap lembut butiran bening yang membasahi pipi Aisyah .
Tangis Aisyah semakin menjadi -jadi membuat Azzam bingung . Azzam lalu memeluk Aisyah .
" Sayang , kamu kenapa ? " Tanya Azzam..
Aisyah tidak menjawab , dia hanya memeluk Azzam lebih erat seolah tidak ingin lagi melepasnya membuat Azzam semakin bingung. Cukup lama Aisyah memeluk Azzam hingga tangisnya mereda sendiri . Azzam sendiri bingung dengan sikap Aisyah . Dia pun hanya diam sambil membelai lembut kepala Aisyah .
" Hubby, Maafin Ais ,ya ! " Kata Aisyah masih dalam pelukan Azzam.
"Hubby ? Kamu panggil saya hubby ? Sayang kamu.. ? " Azzam melepas pelukannya menatap tajam wajah Aisyah .
" Ais ingat semua ,By !Ais udah nggak amnesia lagi. Ais kangen banget sama Hubby ." kata Aisyah sambil terisak .
" Beneran sayang , kamu sembuh ! " Kata Azzam meyakinkan pendengarannya lagi
" Iya , Hubby . Ais sudah sembuh ." Sahut Aisyah .
Mendengar perkataan Aisyah , Azzam langsung sujud syukur .
" Alhamdulillahirobbilalamin , terima kasih ,ya Allah ." ucap Azzam saat melakukan sujud syukurnya .
Azzam bahagia sekali . Doa - doanya selama ini telah diijabah oleh Allah . Aisyah sembuh dari amnesianya dalam waktu kurang dari satu bulan . Kemudian dia kembali memeluk Aisyah .
" Alhamdulillah , saya senang sekali." Kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah . Azzam pun tampak meneteskan air mata .
"Hem ,, hem, cieh yang lagi seneng , sampai Abang di anggurin ." goda Ahmad yang baru masuk ruangan itu .
" Abang kok nggak cerita pas telpon saya tadi ? " Kata Azzam lalu melepas pelukannya pada Aisyah . Aisyah pun tampak malu -malu menyadari kehadiran Abangnya .
" Sengaja . Biar jadi surprise buat kamu . Kalo saya cerita bukan surprise namanya ." Sahut Ahmad sambil tersenyum .
" Tapi kamu senengkan ? " Kata Ahmad lagi .
" Senang sekali ,Bang .Alhamdulillah !" Kata Azzam sambil tersenyum .
"Kamu tau , sempat panik saya sama ayah dan ibu tadi, tiba -tiba Ais histeris, saya kira kesurupan , ehh ternyata enggak , soalnya masih nyebut kalimat istigfar . " Kata Ahmad menggoda Aisyah .
" Apaan sich ,Bang !" Sahut Aisyah .
" Lho iya kan, ya udah jangan nangis -nangis lagi , happan ya , Abang mau keluar dulu . " kata Ahmad .
" Abang mau kemana ? " Tanya Aisyah .
" Mau sholat magrib dulu ." Sahut Ahmad lalu memasang ponsel pada chargernya dan keluar dari ruangan itu .
Setelah Ahmad keluar , Azzam dan Aisyah kembali berpelukan . Mereka merasa seperti sudah lama tidak bertemu
" Sayang, kita siap -siap sholat .Yuk , " Kata Azzam lalu melepaskan pelukannya .
Aisyah menganguk. Tidak lama kemudian sayup -sayup suara azan terdengar. Azzam membantu Aisyah untuk berwhudu dan. memakai mukenanya . Mereka pun sholat berjamaah di dalam ruangan itu . Aisyah sholat sambil duduk di atas tempat tidurnya .
Selesai sholat Azzam kembali membantu Aisyah melepas mukenanya.
" Jangan nangis dong , sayang ! " Kata Azzam saat melihat air mata Aisyah kembali mengalir , dengan lembut Azzam mengusapnya .
__ADS_1
"Ais nggak nangis kok ! Sahut Aisyah
" Sayang , kamu tau kan saya itu paling nggak bisa liat kamu nangis, tadi Abang Ahmad bilang kamu sampai histeris buat mereka panik, kenapa sayang ? Please cerita sama hubby !Ada apa ? Apa yang buat kamu sampai histeris ? " Kata Azzam
Aisyah menatap dalam wajah suaminya . Begitu pula Azzam . Azzam melihat kesedihan yang mendalam dari mata istrinya.
" Cerita sama hubby ! " Kata Azzam lagi .
"Hubby , Maafin Ais ya !Ais nggak bisa menjaga dengan baik calon bayi kita. Maafin Ais , Ais nggak bisa jadi istri yang...."
" Stttt .. Jangan ngomong begitu. Semuanya sudah takdir dari Allah ,sayang ! " potong Azzam sambil meletakkan jarinya didepan bibir Aisyah .
" Hubby pasti kecewakan sama Ais ? " kata Aisyah sambil memegangi tangan Azzam .
" Sayang , semuanya sudah terjadi , kita harus iikhlas , Allah pasti punya rencana lain yang lebih baik untuk kita . Sebagai hambanya yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri kita , lebih mendekatkan diri lagi kepadanya , insya allah ,Dia akan mengabulkan semua keinginan kita ." Tutur Azzam.
" Jangan pernah menyesali semua yang sudah terjadi , karena Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya , Dan dia tidak akan memberikan yang kita mau , tapi dia akan memberikan apa yang kita butuhkan . Udah jangan sedih lagi ya ! Saya mau liat wajah istri saya ini selalu tersenyum bahagia ." Kata Azzam sambil mengusap air mata Aisyah .
" By , kalau nanti Ais nggak bisa hamil lagi gimana ? Apa hubby masih sayang sama Ais ? "
Azzam menghela napas beratnya lalu memeluk Aisyah .
" Sayang . Sampai kapan pun saya akan selalu cinta dan sayang sama kamu . Keinginan saya hanya ingin bersama kamu. melewari hari -hari penuh kebahagian bersama kamu . " Kata Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .
Aisyah memeluk erat tubuh kekar suaminya. Pelukan hangat yang sangat di rindukannya, yang membuat hatinya tenang .
" Sayang , Hubby belum mandi lho ! " Kata Azzam
"Nggak papa , masih wangi kok. " Sahut Aisyah sambil memeluk erat Azzam membuat Azzam tersenyum .
" Ais merasa lama banget nggak meluk ,Hubby !" Kata Aisyah lagi .
" Selama kamu amnesia kamu tu selalu jaga jarak sama hubby ." Kata Azzam .
"Maafin Ais ya by !" Sahut Aisyah .
"Iya sayang. Saya ngerti kok ." kata Azzam .
" Ais nggak mau lagi jauh -jauh dari hubby ! " kata Aisyah .
" Iya , kita akan sama -sama terus sayang . Tapi kamu harus janj jangan sedih lagi ya ! " kata Azzam
Seorang suster masuk membawa makanan untuk makan malam Aisyah . Suster itu senyum sendiri melihat Aisyah dan Azzam yang saling berpelukan .
" Makan malannya mba , saya letakan di sini ya ." Kata Suster itu lalu meletakkan nampan yang berisi makanan di atas meja samping kasur Aisyah.
" Iya sus , terima kasih ." Kata Aisyah yang sudah melepas pelukannya pada Azzam .
" Kamu makan ya , supaya cepat sehat , saya suapin !" Kata Azzam setelah suster itu keluar .
Aisyah mengangguk .
Azzam lalu mengambil makannya di antar suster tadi dan mulai menyuapi Aisyah .
" Gimana, enak ? " Tanya Azzam
" Lumayan , Hubby makan juga dong ! " Kata Aisyah kemudian mengambil alih sendok dari tangan Azzam .
" Aaa , kalo hubby nggak mau Ais juga nggak mau makan !" Kata Aisyah .
Azzam pun menuruti kemauan Aisyah . Mereka makan bersama saling suap -suapan .
Setelah mereka selesai makan , Ahmad kembali masuk dengan membawa beberapa bungkus makanan .
" Makan dulu yuk ! " Ajak Ahmad
" Barusan kita selesai makan ,Bang ! " Kata Azzam .
" Makan lagi , masa saya makan sendiri ! " kata Ahmad
" Gimana sayang. Kamu mau makan lagi ? " Tanya Azzam sambil menatap Aisyah .
"Suapin aja. Pasti mau ! " Kata Ahmad lalu memberikan satu bungkusan makanan ke Azzam .
" Dari baunya enak , boleh deh." Kata Aisyah .
" Tu kan , apa lagi di suapin mungkin bakal habis semua ni makan ." Kata Ahmad sambil tersenyum .
__ADS_1
" Abang aja yang habisin semua !" Kata Aisyah .
Azzam kemudian kembali menyuapi Aisyah , mereka kembali makan suap -suapan lagi . Sesekali terlihat mereka tertawa mendengar celotehan Ahmad yang menggoda keduanya .
" By , tante Mia gimana ? " Tanya Aisyah setelah mereka selesai makan .
" Dia sudah balik ke Amsterdam , tadi siang saya yang antar dia ke bandara . O ya tante Mia titip salam buat kamu , dia juga minta maaf atas kejadian tadi , dia janji nggak akan mengulangi kesalahannya tadi ." kata Azzam.
" Waalaikumsalam . Ais kasian sama tante Mia , Ais ingat dia tadi di tampar ummy sampai dua kali pasti sakit banget ." Kata Aisyah sambil memegangi kedua pipinya .
" Umny khilaf sayang , Ummy itu sayang banget sama kamu . Dia nggak mau ada yang memyakiti kamu . Ummy dan tante mia tadi udah saling maaf -maafan jua ." kata Azzam .
" Syukurlah. Ais juga udah maafin tante Mia ." Sahut Aisyah .
" Terima kasih ya , sayang ." Kata Azzam .
" Ummy itu terlihat lembut , tapi kalo marah serem juga ya ." Sahut Ahmad.
" Iya ,Bang . Ummy memang begitu ." Kata Azzam .
" Kita telpon Ummy ya , Dia pasti senang sekali tau kamu udah sembuh." Kata Azzam lalu mengambil ponselnya .
Azzam menelpon Bu Ainun melalui sambungan video call , namun tidak di jawab . Azzam mencoba lagi tapi tetap tidak di jawab Bu Ainun .
" Ummy kemana ya , tumben nggak angkat telpon ." Kata Azzam .
"Ngapain ummy jawab , kalo ummy sekarang di sini ." Kata Bu Ainun yang muncul dari balik pintu bersama Pak Khairul sambil tersenyum.
" Saya sempat kuatir. Umny nggak jawab telpon saya ." kata Azzam sambil menyalami kedua orang tuanya disusul Ahmad.
Bu AInun tersenyum menatap Azzam.
" Ummy senang sekali dengar kamu udah sembuh ,Nak ! " Kata Bu Ainun lalu memeluk Aisyah .
" Ummy sudah tau ? " Kata Azzam
"Sudah , Ummy dan Abby sudah tau tentang Aisyah yang sudah sembuh dari amnesianya . " kata Pak Khairul .
" Iya , sebelum sholat magrib tadi Bu Yani telpon ummy , makanya Ummy tau dan kesini ." Kata Bu Ainun.
" Ohh. Jadi Azzam sendiri ya yang paling belakangan tau ." Kata Azzam
" Bisa di bilang begitu ." Sahut Bu Ainun .
Azzam mengeleng -gelengkan kepala , membuat yang lain tertawa.
" Alhamdulillah ya, Nak . Kamu udah sembuh ." Kata Bu Ainun
" Iya ,Ummy . Alhamdulilllh." Sahut Aisyah .
" Coba tau dari kemaren -kemaren , mungkin Ais nggak akan lama amnesianya ." kata Ahmad
" Maksud nya gimana ? " tanya Azzam
" Iya. Kepala Ais yang terbentur kemaren itu buat dia sembuh. Kalo tau begitu, kita benturkan aja kepalanya dari kemaren -kemaren ." Kata Ahmad sambil terkekeh memegang kepala Aisyah yang masih di perban .
" Abang ! Sakit ! " Sahut Aisyah
"Masa sich ! " kata Ahmad kembali memegangi kepala Aisyah membuat yang lain tertawa.
" Kamu udah makan ,Nak ? " Tanya Bu Ainun .
" Udah . Barusan selesai makan." jawab Aisyah
" Makannya banyak juga My ." Azzam menimpali sambil tersenyum .
" Syukurlah . cepat sehat ya ,Nak , Ummy nggak tega liat kamu di rawat di sini lama -lama. " Kata Bu Ainun lagi .
" Kata Dokter tadi , kalo kondisi Aisyah terus membaik besok sudah boleh pulang kok my ." Kata Ahmad.
" Alhamdulillah ." Sahut yang lain hampir bersamaan .
" Akhir -akhur ini hari -hari kalian pasti terasa berat , saran ummy biar fres lagi liburan deh , Quality time berdua . Iya kan By .!" Kata Bu Ainun
" Ide bagus , " Sahut Pak Khairul .
" Honey mood !" Ahmad menimpali sambil tersenyum .
__ADS_1
Aisyah dan Azzam saling pandang dan tersenyum . membuat yang lain senyum -senyum sendiri melihat keduanya saling bertatapan .
...Bersambung...