Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 117. Ke Rumah Ayah Sulaiman .


__ADS_3

Azzam mengikuti Bi Nur melangkah ke ruang makan . Dimeja makan sudah ada Aisyah dan pegawai yang lain . Di hadapan mereka masing -masing tersaji semangkuk sup . Semua tersenyum menatap Azzam membuat Azzam mengerutkan keningnya. Apa lagi Aisyah pun ikut tersenyum menatapnya .


" Masya Allah, senyuman itu. Senyum yang sangat saya rindukan ." Batin Azzam


" Silahkan duduk , Mas ! " Kata Aisyah lembut membuat jantung Azzam seolah berdetak dua kali lebih cepat .


" I..iya " Kata Azzam agak gugup lalu duduk .


" Kata Bi Imah. Mas Azzam suka makanan yang berkuah, jadi saya coba masak sup ayam untuk Mas Azzam ." Kata Aisyah sambil tersenyum


" Oh ya , saya suka sekali makan sup ayam , terima kasih ya ." Kata Azzam


" Iya , anggap saja ini sebagai permintaan maaf atas sikap saya kemaren malam." Kata Aisyah lagi.


" Oh itu , nggak papa . Saya cobain ya ? Kata Azzam.


" Iya , Silahkan Mas, semoga Mas Azzam suka. Yang lain juga silahkan di cicipi " Kata Aisyah


" Iya , Non." Jawab mereka hampir bersamaan .


Mereka semua pun mencicipi sup ayam buatan Aisyah . Sup ayam yang benar -benar enak . Aisyah memang jago dalam hal memasak .


" Masakan kamu enak , saya suka " Puji Azzam .


" Iya , Non Aisyah memang jago masak." Kata Bi Nur menambahkan .


" Alhamdulillah . Terima kasih ." kata Aisyah tersenyum melihat mereka semua makan dengan lahap .


Mereka semua pun menikmati sup ayam buatan Aisyah. Sambil menikmati sup Azzam sesekali melirik Aisyah . Dia merasa bahagia malam itu. Dalam hal memasak Aisyah memang tidak di ragukan, bakat memasaknya menurun dari ibunya yang suka memasak dan pastinya sangat enak.


Azzam sangat berharap kehidupannya bersama Aisyah bisa seperti dulu lagi . Melewati hari -hari mereka dengan penuh kebahagiaan. Walaupun mereka kehilangan calon bayi mereka , mereka tidak kehilangan cinta , kasih sayang yang selalu akan tumbuh dan semakin kuat .


Setelah selesai menikmati makan malam , Azzam melangkah meninggalkan meja makan menuju ruang tengah .


" Terima kasih ya , kamu sudah membuat sup untuk saya ." Kata Azzam saat mereka berjalan beriringan .


"Iya , sama -sama ." jawab Aisyah .


" Tadi ayah telpon , kita di minta ke rumah ayah besok pagi , Kak Nisa sekeluarga mau pulang ." Kata Azzam


" Iya , tadinya saya juga mau ngajak kamu ke rumah Ayah besok ."


" Iya udah besok pagi , kita siap -siap ke rumah Ayah ." Kata Azzam .


"Iya , Saya ke kamar dulu ya !" Kata Aisyah .


" Kok buru -buru , kita ngobrol dulu lah ." Kata Azzam sambil tersenyum


" Sebentar lagi azan , saya mau siap -siap sholat ." Kata Aisyah .


" Okey , kalo gitu saya mau siap -siap ke masjid juga. Hmmm sekali lagi terima kasih ya ,! "


" Iya " Jawab Aisyah lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya .


Azzam menghela napas beratnya , kemudian dia pun bersiap -siap ke masjid untuk melaksanakan sholat isya .


***


Pagi itu pykul 06.30 Azzam sudah berpakaian rapi keluar dari kamarnya , lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar Aisyah. Saat akan mengetuk pintu kamar Aisyah , pintu duluan terbuka , dan Aisyah muncul di balik pintu . Penampilan Aisyah saat itu membuat Azzam terpesona . Cantik sekali . Ingin sekali dia memeluk istrinya itu .


" Selamat pagi ,Sayang ! " Sapa Azzam membuat Aisyah mengerutkan keningnya menatap Azzam. Melihat tatapan Aisyah , Azzam sadar pasti Aisyah tidak suka dengan kata "Sayang " barusan .


" Upps , Sorry selamat pagi ! " kata Azzam mengulang sapaannya


" Pagi ! " Jawab Aisyah pelan .


" Gimana tidurnya , nyenyak ! " Tanya Azzam


" Nyenyak , Yuk kita berangkat ! " Kata Aisyah mengalihkan pembicaraan saat Azzam semakin mendekatinya .


" Okey ,Yuk ! " Kata Azzam sambil mempersilahkan Aisyah melangkah lebih dulu . Aroma parfum Aisyah membuat jantungnya berdetak semakin cepat .


Sampai di ruang tengah Mereka berpapasan dengan Pak Jai yang membawa kotak besar .


" Aden . ini ada titipan paket ." Kata Pak Jai lalu meletakkan paketan itu di atas meja .


Azzam tau itu pasti paketan yang dikirim oleh Ozi. Azzam lalu memerintahkan Pak Jai untuk membukanya . Kemudian Azzam memanggil Bi Nur dan Bi Imah. Keduanya pun datang beriringan.


" Apa itu ? " Tanya Aisyah

__ADS_1


" Ini oleh -oleh saya dari Shanghai kemaren . Pas kamu kecelakaan itu suruh Ozi dan Ririn mengurusnya karena saya harus buru -buru ke rumah sakit ." kata Azzam lalu mengeluarkan bungkusan kain sutra yang sudah disiapkannya spesial untuk Aisyah .


" ini untuk kamu ! " Kata Azzam


" Untuk saya ? " Kata Aisyah


" Iya , untuk kamu. Kamu suka ? "


" Suka, terima kasih ." jawab Aisyah ketika mengetahui itu adalah kain sutra dan pernak pernik khas Shanghai .


" Iya . Sama -sama . Yang ini nanti kita bawa ke rumah Ayah. Dan ini kalian bagi nanti ." Kata Azzam sambil memberikan satu kantong plastik ke Bi Nur .


" Terima kasih ,Den . " Kata Bi Nur dan Bi Imah hampir bersamaan .


" Sama -sama. Sisa yang di dalam kotak itu nanti simpankan di kamar saya .


Trus ,Teh -tehnya itu bawa ke dapur . Pagi ini kami mau ke rumah Ayah Sulaiman dulu , Sayang, punya mu itu nanti Bi Nur aja simpankan di kamar kamu ." Kata Azzam sambik tersenyum .


" Iya , " Kata Aisyah lalu memberikan kantong plastik di tangannya ke Bi Nur .


" Kok saya jadi dek - dekan ya , kalo dia manggil saya sayang ." Batin Aisyah .


Azzam lalu meminta Pak Jai membawakan bungkusan yang akan di bawa ke rumah mertuanya ke dalam mobil .


" Ayo kita berangkat ." kata Azzam namun Aisyah masih mematung.


" Sayang , Ayo !" Kata Azzam lagi


" Hah. Iya ."Kata Aisyah tersadar dari lamunannya .


" Ternyata mau di langgil sayang dulu, ya ? " Kata Azzam sambik tersenyum


" Apaan sich ? " Kata Aisyah malu -malu . apa lagi saat pegawai mereka menatapnya sambil senyum -senyum juga .


Seperti biasa , Azzam membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Azzam sengaja memakai mobil merah Aisyah dan tidak antar Pak Jai ataupun Riko sopir pribadi mereka . Hanya mereka berdua di dalam mobil itu .Dalam perjalanan sesekali Azzam melirik Aisyah .


Tiba -tiba ponsel Aisyah berdering . Aisyah lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya . Tampai nama Ayu muncul di layar ponsel itu .


" Assalamualaikum. " Sapa Aisyah.


" Waalaikumsalam , Beb hari ini sibuk nggak ? "


" Saya sama Mala mau ke rumahmu , Nanti rencana mau ajak Putri juga. " Kata Ayu


" Boleh , tapi siang atau sorean ya. Soalnya saya lagj mau ke rumah ibu ni , Kak Nisa mau pulang ."


" Oh gitu , kalo gitu besok aja deh ." Kata Ayu lagi.


" Okey . "


" Ngomong -ngomong , gimana kamu sama Mas Azzam , udah mesra -mesraan belum ? " Tanya Ayu menggoda Aisyah .


" Apaan sich ? kok nanya begitu ? " Kata Aisyah ketus membuat Azzam meliriknya .


" Hemm, ketus amat sich , sorry beb . Kan cuma nanya ? " Kata Ayu lagi.


" Pertanyaan kamu tu aneh ! " kata Aisyah


" Sorry !


" Saya lagi on the way ke rumah ayah . Ngobrolnya nanti aja lagi ya "


" Oke deh. Take care ya , Love you ! " Kata Ayu .


Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon pun terputus .


" Kenapa ? " Tanya Azzam ketika melihat ekspresi wajah bete Aisyah.


" Nggak papa ." Sahut Aisyah .


Azzam tau bagaimana sikap sahabat Aisyah itu ,yang sedikit agak purgar dan blak -blakan . Sehingga Azzam hanya tersenyum.


20 Menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai. Azzam kembali membukakan pintu mobil untuk Aisyah. Setelah Aisyah turun , Azzam mengambil kantong plastik yang berisikan oleh -oleh dari Shanghai tadi.


Aisyah masih berdiri di samping mobil menatap rumah di depannya . Rumah yang menjadi sejarah masa kecilnya . Rumah itu kini sudah banyak berubah. Kesan mewah dan minimalis tampak jelas di rumah itu. Aisyah teringat perkataan Abangnya . Semenjak dia menikah dengan Azzam , banyak perubahan dalam kehidupan mereka khususnya untuk ekomoni keluarga mereka .


Ahmad yang mendengar suara mobil berhenti di depan rumah pun keluar .


" Assalamualaikum Bang.!" Sapa Azzam.

__ADS_1


" Waalaikumsalam. " Sahut Ahmad lau menghampiri mereka .


" Kok bengong ?" Tanya Ahamd pada Aisyah


"Ais seperti tidak kenal sama rumah ini ." Jawab Aisyah pelan . Membuat Ahmad dan Aisyah saling pandang .


" Rumah kita banyak yang di renovasi , makanya sekarang sedikit agak berubah . Ayo masuk !" Ajak Ahmad.


" Iya Bang." Kata Azzam.


" Bawa apa tu ?" Tanya Ahmad


"Ini oleh -oleh yang saya bawa dari Shanghai kemaren . Selama ini di rumah Ozi baru di antar tadi pagi. " kata Azzam .


Mereka bertiga pun masuk . Didalam rumah Aisyah kembali di kagetkan dengan 4 orang keponakannya yang berlarian menghampirinya .keempat anak itu Adalah Dira , Dika , Yasmin dan Yusuf. Mereka berebut untuk memeluk Aisyah Aunty kesayangan mereka .


Suasana yang ramai itu membuat kepala Aisyah kembali terasa pusing . Dia mengalami dejavu lagi . Terlintas di benaknya dia sedang bermain dengan kedua ponakannya Yasmin dan Yusuf . Rasa pusingnya membuat tubuh Aisyah hampir kehilangan keseimbangannya. Menyadari hal itu Azzam lalu memapah Aisyah untuk duduk di sofa.


" Masih pusing ? " Tanya Azzam sambil memijat pelan kepala Aisyah yang bersandar di pundaknya .


" Minum dulu ." Kata Ahmad yang buru -buru mengambilkan Aisyah teh hangat di dapur . Aisyah lalu meneguk beberapa teguk teh dari Ahmad.


" Anak -anak Auntynya masih belum sehat betul . Jadi main di tempat lain dulu ya ." Kata Ahmad kepada ke empat bocah itu .


" Iya Uncle ." Kata Dika yang paling besar . Dia lalu mengajak adik -adiknya untuk bermain di tempat lain .


" Ais kenapa ? " tanya Anisa yang dari dapur bersama Bu Yani dan Putri .


"Tiba -tiba pusing ,Kak." Sahut Azzam sambil terus memijat kepala Aisyah .


" Ohh pusing, kayaknya pijatan kamu nggak ampuh tu , coba di cium , pasti langsung sembuh ." Kata Anisa dengan senyum lebar di wajahnya membuat yang lain pun ikut senyum -senyum .


Mendengar perkataan Anisa membuat Aisyah sadar posisi kepalanya yang bersandar di pundak Azzam .


"Apaan sich kak , nggak lucu ." Kata Aisyah lalu memperbaiki posisi duduknya membuat yang lain tertawa .


" Uiii sayang . Sini kakak peluk!" Kata Anisa lalu memeluk Aisyah.


" Masih pusing ? " Tanya Aisyah lagi .


"Udah mendingan kok ." Sahut Aisyah .


"Apa kamu ingat sesuatu ? " Tanya Anisa lalu melepas pelukannya .


Aisyah mengangguk pelan . Membuat semua mata tertuju padanya . Apa lagi saat itu Pak Sulaiman dan Farhan juga ikut bergabung dengan mereka .


" Kalo pusing rebahan di kamar dulu ." Kata Pak Sulaiman .


" Udah mendingan kok ,Yah ." Sahut Aisyah .


" Kamu ingat apa ,Dek ? " Tanya Ahmad yang sudah penasaran .


" Tadi tu terlintas di ingatan Ais pernah main - main dengan dua bocah kecil tadi .Mereka pake baju itu juga ." kata Aisyah .


" Baju itu kan kamu yang belikan mereka. Dan mereka paling senang kalo pake baju itu ." Kata Putri sambil tersenyum .


" Sebelumnya kamu pernah juga nggak ingat sesuatu , apa gitu ? " Tanya Anisa .


" Pernah , kemaren pas Ais masak , Ais juga merasa pernah melakukannya , trus kalo tidur Ais mimpi kejadiannya kayak nyata banget ." Kata Aisyah lagi .


Sebagai seorang dokter tentunya hanya Anisa yang lebih memahami kondisi Aisyah saat itu . Yang lain hanya diam mendengarkan obrolan mereka.


"Gimana menurut kak Nisa ? " Tanya Azzam.


" Nggak papa , itu tandanya memori -memori itu akan segera kembali. Tapi jangan di paksakan juga ."" Kata Anisa lagi .


" Syukurlah, kalo tidak apa -apa . Oh ya hampir lupa , ini oleh -oleh dari Shanghai kemaren. " Kata Azzam memberikan kantong kresek itu ke Bu Yani .


" Masya Allah , terima kasih ya Nak ." Kata Bu Yani .


" Wah , untuk saya ada nggak ni ? " tanya Anisa


" Ada semua kak, nanti di bagi -bagi aja ." kata Azzam lagi.


" Kita sarapan dulu ,Yuk. ngobrolnya di lanjutin nanti lagi ." Ajak Bu Yani .


Mereka semua pun pergi ke ruang makan untuk menikmati sarapan yang sudah di masak Bu Yani . Pagi itu Bu Yani memasak nasi goreng , dan beberapa masakan lainnya .


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2