
Waktu terus berlalu , tibalah waktunya Azzam dan Ozi berangkat menuju tempat meeting mereka , disebuah hotel yang juga merupakan milik perusahaan Azzam sendiri .
Semua karyawan yang mereka temui saat menuju lobi sampai parkiran mengucapkan terima kasih atas traktiran makan siang gratis hari itu Azzam merasa senang melihat senyum bahagia di wajah semua karyawannya .
Dalam perjalanan menuju hotel Azzam menelpon Aisyah mengabarkan kalau dia dan Ozi sedang dalam perjalanan menuju tempat meeting . Tidak lupa pula dia mengingatkan Aisyah agar tidak terlambat makan siang dan tidak banyak melakukan aktifitas . Aisyah juga mengingatkan suaminya agar tidak terlambat makan siang .
Ozi yang duduk disamping Azzam pun senyum -senyum sendiri dengan sikap Pak Bosnya yang mulai overprotektif pada istri tercinta .
Ozi mengerti apa yang dirasakan Azzam saat itu , karena istrinya pun sedang hamil . Ozi banyak belajar dari sikap Bosnya itu , yang selalu memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus pada sang istri .
Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di tempat meeting . Azzam dan Ozi berjalan beriringan memasuki hotel . Seorang pelayan hotel pun mengantar mereka menuju ruang meeting .
Pelayan itu juga mengucapkan terima kasih atas makan siang gratis dari Pak Bos mereka itu .
***
Pukul 16.00 setelah sholat Ashar Azzam pun pulang ke rumah . Dia merasa sangat rindu pada istrinya . Ketika kerjaanya sudah selesai dia pun bergegas pulang.
Mobil Azzam sudah memasuki halaman rumah . Azzam pun bergegas turun tanpa Riko sempat membukakan pintu mobil . Riko yang melihat tingkah Pak Bosnya hanya senyum -senyum sendiri .
" Assalamualaikum ." Sapa Azzam saat masuk kedalam rumah .
" Waalaikumsalam." Jawab Bi Nur yang sedang membersihkan pernak -pernik di ruang tamu .
"Istri saya di kamar kah Bi ? " Tanya Azzam .
" Iya ,Den . Tadi saya liat lagi tidur ." Jawab Bi Nur .
" Hari ini dia ngapain aja ? " Tanya Azzam .
" Main gitar , baca majalah trus ketiduran ." Jawab Bi Nur .
" Tadi siang makanmya banyak nggak Bi ? " Tanya Azzam lagi .
" Alhamdulillah. Non Aisyah makannya banyak , trus ngemil kue kering juga . Kayaknya hamil kali ini, Non Aisyah doyan makan Den !" Tutur Bi Nur .
" Makasih ya Bi . Saya ke kamar dulu ." Kata Azzam . Dia tersenyum dan senang mendengar penjelasan Bi Nur .
" Saya buatin minum ya,Den ? " Kata Bi Imah yang baru muncul di ruangan itu .
" Antar ke kamar aja nanti Bi .Jus hangat ya ! " kata Azzam lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar .
Azzam masuk ke dalam kamar . Seperti yang dikatakan Bi Nur tadi . Saat itu Aisyah sedang tidur . Azzam melirik meja ada beberapa toples makanan yang sudah kosong . Dia pun tersenyum .
Azzam tidak langsung mendekati Aisyah tapi dia memilih untuk ke kamar mandi untuk mandi .
Setelah selesai mandi Azzam melangkah sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Mendekati meja dimana segelas jus hangat telah tersaji di sana .
Azzam duduk disofa menikmari segelas jus hangat itu. Kemudian dia mendekati Aisyah . Bermaksud ingin membangunkan sang istri .
" Sayang , Bangun ! Udah sore !" seru Azzam sambil membelai pipi Aisyah .
Namun yang dibangunkan masih tidak merepon .
" Sayang ! Bangun dong , Udah sore . Ntar waktu Ashar habis lho ! " Kata Azzam lagi
" Iya , Ais bangun ! " Sahut Aisyah yang masih enggan membuka mata
" Matanya di buka dong sayang ! " kata Azzam .
"Masih ngantuk By !" Rengek Aisyah dengan mata masih terpejam .
Azzam menggeleng -geleng kepala melihat sikap manja istrinya . Aisyah yang memang masih mengantuk pun kembali tertidur .
" Allahu Akbar , Allahu Akbar !" Azzam mengumandangkan Azan agar istrinya bangun .
Mendengar suara azan Aisyah langsung membuka mata dan duduk . Melihat hal itu Azzam tersenyum .
" Ihhh , Hubby bikin kaget aja ! " Kata Aisyah yang menyadari Azzam lah yang azan barusan .
" Kamu dibangunin , malah tidur lagi , udah sore sayang !" kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .
" Ais kira suara azan beneran !" Kata Aisyah yang masih tampak lemes sambil menggaruk -garuk kepalanya .
" Udah bangun , mandi . Sholat ashar dulu ! " Kata Azzam .
Aisyah melirik jam dinding yang menunjukan pukul 16.30 .
" Hubby udah lama kah pulangnya ? "
" Baru pulang , mandi trus bangunin kamu !" jawab Azzam .
" Udah sholat Ashar ? "
__ADS_1
" Sudah dong sayang , sholat di kantor tadi ." kata Azzam
" Ais mandi dulu." Kata Aisyah .
Aisyah meraih tangan Azzam dan mencium punggung tangan suaminya dibalas Azzam dengan mengecup kening Aisyah . Sambil tersenyum Azzam menatap Aisyah yang melangkah menuju kamar mandi dan menghilang dibalik pintu .
Setelah selesai mandi , Aisyah sholat Ashar . Sedangkan Azzam sedang duduk di balkon . Sesekali dia melirik Aisyah yang sedang sholat .
Dengan ponselnya dia menelpon Bi Imah untuk dibuatkan dua gelas jus jeruk hangat dan snack untuk di antar ke kamar .
Selesai sholat Aisyah pun ingin menyusul suaminya yang sedang duduk santai di balkon . Namun langkahnya terhenti saat pintu kamar mereka di ketuk .
Saat pintu dibuka tampak Bi Imah membawa nampan yang berisikan dua gelas jus hangat dan kue kering seperti yang di minta Azzam tadi .
" Makasih ya Bi ." Kata Aisyah lalu ingin mengambil nampan dari tangan Bi Imah .
" Maaf ,Non . Biar saya yang bawa masuk . Nanti saya kena marah aden . " Kata Bi Imah .
" Langsung ke balkon aja Bi . " Kata Aisyah .
Aisyah dan Bi Imah beriringan menuju balkon tempat Azzam sedang duduk santai . Bi Imah pun meletakkan nampan itu di atas meja kecil di samping Azzam duduk .
" Makasih ya Bi ." Kata Azzam .
" Sama -sama , Den . Saya permisi dulu ." Kata Bi Imah
Sepeninggalan BI Imah, Aisyah pun duduk di samping Azzam dan mereka menikmati jus hangat dan snack yanh disajikan Bi Imah .
" Gimana kerjaan hari ini ,By ? " Tanya Aisyah .
" Alhamdulillah .lancar sayang . " Kata Azzam lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah .
" Alhamdulillah . Syukurlah ." Balas Aisyah sambil mengelus rambut Azzam .
" Babynya Abby , gimana ? Rewel nggak ? " Tanya Azzam mengelus perut Aisyah .
" Enggak Abby !" Sahut Aisyah .
" Kalo Ummynya rewel nggak hari ini ? " Goda Azzam
" Hubby...? "
" Hehehe , iya deh . Oh ya hari ini saya traktir semua staf kita makan siang gratis di kantin kantor ." Kata Azzam lalu kembali duduk menatap wajah istrinya .
" Iya , semua staf dalam kota , luar kota dan yang di luar negeri . " kata Azzam sambil tersenyum .
" Alhamdulillah . Ais senang dengarnya . Lagian tanpa mereka perusahaan Hubby tidak akan seperti sekarang. " kata Aisyah ikut tersenyum.
" Kamu bener sayang . Ada satu berita lagi ! " kata Azzam
" Apa itu ? "
" Ririn resign ." Kata Azzam lesu .
" Resign ? Kenapa ? " tanya Aisyah menatap suaminya yang tampak sedih .
Azzam lalu menjelaskan alasan Ririn resign .
" Kamu tau sendirikan , Cukup lama Ririn kerja sama saya . Gimana kinerjanya selama ini . Saya tidak yakin bisa mendapatkan sekretaris seperti Ririn lagi. " Kata Azzam.
" Iya Ais ngerti perasaan Hubby . Tapi mau gimana lagi , itu sudah keputusan Ririn. Lagi pula alasanya mulia sekali By. " Kata Aisyah .
" Iya sayang . Saya sendiri kalo Ozi bisa menghandel semuanya , saya tidak perlu sekretaris lagi. Tapi Ririn kuatir ,Ozi akan keteteran ." tutur Azzam .
"Iyalah By . Kasian juga Pak Ozi kalo harus menghandel semuanya. " Sahut Aisyah .
" Jadi karena itu , saya kasih tugas Ririn untuk mencari pengganti dia . Yang kompeten. Trus Ririn rekomendasikan temannya yang di bagian keuangan saya lupa namanya . Bagian keuangan kan Abang Ahmad jadi saya minta pendapat Abang . Abang bilang di devisi dia ada dua orang yang kinerjanya jempolan lah . Ya teman Ririn tadi trus satunya saya lupa juga namanya . Tapi ini ada file CV mereka . Kamu bisa liat ." Kata Azzam memperlihatkan file CV keduanya yang di kirim Ririn tadi .
Azzam dan Aisyah pun mengecek CV keduanya .
" Hubby pilih yang mana untuk menggantikan Ririn? " Tanya Aisyah.
" Menurut kamu yang mana ? " Azzam balik bertanya membuat Aisyah mengerutkan keningnya .
" Saya butuh pendapat kamu ? " kata Azzam lagi .
" Terserah Hubby lah . Kan yang kerja Hubby !" Kata Aisyah .
" Iya . Saya yang kerja . Tapi saya kerja kan buat kamu juga. Jadi menurut kamu Nurul Fauzia atau Adel ? " Kata Azzam .
Aisyah tertawa .
" Kok , malah tertawa ? "
__ADS_1
" Abisnya kamu lucu. Masa Ais yang di suruh pilih." Kata Aisyah .
"Menurut fieling kamu Nurul Fauzia atau Adel. " tanya Azzam lagi .
" Alasanya kenapa Hubby suruh Ais yang pilih ? " Aisyah balik bertanya .
" Kan udah bilang tadi . Atau kamu aja yang jadi sekretaris saya ." Goda Azzam.
" Beneran ? Mau ! Sahut Aisyah .
" Saya yang nggak mau ." Kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .
" Yang ngasih tawaran dia , dia juga yang nolak !" Balas Aisyah .
" Serius sayang . Kamu mau Nurul Fauzia atau Adel yang jadi sekretaris saya ."
" Ais tau , Hubby suruh Ais pilih karena kalo suatu hari nanti ada masalah. Trus Hubby bilang itu pilihan kamu lho sayang ! Iya kan ? " Selidik Aisyah .
" Mikirnya jauh amat sich . Ya udah nggak usah pake sekretaris . " kata Azzam .
" Ais bercanda By . Sekarang Ais tanya menurut Hubby siapa diantara keduanya ? "
" Sayang . Ini permasalahannya kapan selesainya kalo kita saling bolak balik nanya ." Kata Azzam lagi .
" Ais kan mau dengar pendapat Hubby dulu ." Kata Aisyah .
" Oke , kalo saya cenderung ke Nurul Fauzia . " kata Azzam.
" Alasannya ? " tanya Aisyah
" Berhijab , dan rekomendasi dari Ririn . Bukan berarti rekomendasi Abang nggak bagus . " jawab Azzam
" Oke . Sama dong . Ais juga lebih ke Nurul Fauzia ." kata Ririn .
" Alasannya ? " Tanya Azzam .
" Berhijab ,Trus kalo Adel, Ais nggak suka gaya rambutnya yang diwarnai begitu ." Kata Aisyah .
Azzam tersenyum .
" Oke jadi pilihan kita sama kan ." Kata Azzam . Aisyah mengangguk .
" Ada satu lagi By yang buat Ais nggak srek sama Adel ." kata Aisyah
" Apa itu sayang ? "
" Ais pernah ketemu dia di Mall waktu Ais jalan sama Ibu . Dia pakaiannya seksi banget .
Ntar bukannya kerja malah rayu Hubby . Atau Hubby yang tergoda sama dia ." Kata Aisyah .
" Itulah sebabnya saya minta pendapat kamu sayang . Saya mau kerja dengan tenang . Kamu pun di rumah pikirannya tenang , bahagia . Kan kebahagian istri itu akan jadi magnet rejeki untuk suami .Dan jangan mikir yang aneh -aneh. cuma. kamu satu -satunya yang buat saya tergoda " Kata Azzam. sambilencolek pipi Aisyah .
" Beneran ? " Tanya Aisyah
" Nggak percaya ? " Azzam balik bertanya
" Percaya . Terima kasih ya By! " Kata Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam .
Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .
" By , besok Ais mau ikut ke kantor ya ?" Kata Aisyah .
" Boleh. Tapi sayangnya saya nggak ke kantor besok ." jawab Azzam .
" Kenapa ? "
" Kamu kenapa mau ikut , tadi pagi diajak nggak mau !" Kata Azzam .
" Kan tadi pagi . Ais bosan di rumah . O ya besok Ririn masih masuk kerja kan ? " tanya Aisyah .
" Masih . Kan harus dapat sekretaris pengganti dulu . " kata Azzam .
" Ya Udah ,Besok Hubby ke kantor aja trus Ais ikut . Ais mau ngobrol sama Ririn ." Kata Aisyah .
" Kalo cuma ngobrol di rumah kan bisa sayang . Kamu tinggal telpon Ririn , suruh datang ke rumah .Kan bisa kalian ngobrol." Kata Azzam .
" Ais mau ngobrolnya dikantor ." Rengek Aisyah .
" Oke . Iya . Besok Kita ke kantor ." Kata aAzzam yang tidak bisa menolak keinginan sang istri .
Hari semakin sore . Lantunan ayat -ayat suci pun sudah terdengar dari masjid menandakan sebentar lagi waktu sholat magrib tiba .
Aisyah menyiapkan baju koko dan sarung yang akan dipakai Azzam ke masjid . Setelah berpakaian rapi Azzam pun bergegas pergi ke masjid bersama pegawai laki -laki yang ada di rumahnya .
__ADS_1
...Bersambung...