Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
143. Obrolan di Sore Hari.


__ADS_3

Waktu terus berlalu , tibalah waktunya Azzam dan Ozi berangkat menuju tempat meeting mereka , disebuah hotel yang juga merupakan milik perusahaan Azzam sendiri .


Semua karyawan yang mereka temui saat menuju lobi sampai parkiran mengucapkan terima kasih atas traktiran makan siang gratis hari itu Azzam merasa senang melihat senyum bahagia di wajah semua karyawannya .


Dalam perjalanan menuju hotel Azzam menelpon Aisyah mengabarkan kalau dia dan Ozi sedang dalam perjalanan menuju tempat meeting . Tidak lupa pula dia mengingatkan Aisyah agar tidak terlambat makan siang dan tidak banyak melakukan aktifitas . Aisyah juga mengingatkan suaminya agar tidak terlambat makan siang .


Ozi yang duduk disamping Azzam pun senyum -senyum sendiri dengan sikap Pak Bosnya yang mulai overprotektif pada istri tercinta .


Ozi mengerti apa yang dirasakan Azzam saat itu , karena istrinya pun sedang hamil . Ozi banyak belajar dari sikap Bosnya itu , yang selalu memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus pada sang istri .


Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di tempat meeting . Azzam dan Ozi berjalan beriringan memasuki hotel . Seorang pelayan hotel pun mengantar mereka menuju ruang meeting .


Pelayan itu juga mengucapkan terima kasih atas makan siang gratis dari Pak Bos mereka itu .


***


Pukul 16.00 setelah sholat Ashar Azzam pun pulang ke rumah . Dia merasa sangat rindu pada istrinya . Ketika kerjaanya sudah selesai dia pun bergegas pulang.


Mobil Azzam sudah memasuki halaman rumah . Azzam pun bergegas turun tanpa Riko sempat membukakan pintu mobil . Riko yang melihat tingkah Pak Bosnya hanya senyum -senyum sendiri .


" Assalamualaikum ." Sapa Azzam saat masuk kedalam rumah .


" Waalaikumsalam." Jawab Bi Nur yang sedang membersihkan pernak -pernik di ruang tamu .


"Istri saya di kamar kah Bi ? " Tanya Azzam .


" Iya ,Den . Tadi saya liat lagi tidur ." Jawab Bi Nur .


" Hari ini dia ngapain aja ? " Tanya Azzam .


" Main gitar , baca majalah trus ketiduran ." Jawab Bi Nur .


" Tadi siang makanmya banyak nggak Bi ? " Tanya Azzam lagi .


" Alhamdulillah. Non Aisyah makannya banyak , trus ngemil kue kering juga . Kayaknya hamil kali ini, Non Aisyah doyan makan Den !" Tutur Bi Nur .


" Makasih ya Bi . Saya ke kamar dulu ." Kata Azzam . Dia tersenyum dan senang mendengar penjelasan Bi Nur .


" Saya buatin minum ya,Den ? " Kata Bi Imah yang baru muncul di ruangan itu .


" Antar ke kamar aja nanti Bi .Jus hangat ya ! " kata Azzam lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar .


Azzam masuk ke dalam kamar . Seperti yang dikatakan Bi Nur tadi . Saat itu Aisyah sedang tidur . Azzam melirik meja ada beberapa toples makanan yang sudah kosong . Dia pun tersenyum .


Azzam tidak langsung mendekati Aisyah tapi dia memilih untuk ke kamar mandi untuk mandi .


Setelah selesai mandi Azzam melangkah sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Mendekati meja dimana segelas jus hangat telah tersaji di sana .


Azzam duduk disofa menikmari segelas jus hangat itu. Kemudian dia mendekati Aisyah . Bermaksud ingin membangunkan sang istri .


" Sayang , Bangun ! Udah sore !" seru Azzam sambil membelai pipi Aisyah .


Namun yang dibangunkan masih tidak merepon .


" Sayang ! Bangun dong , Udah sore . Ntar waktu Ashar habis lho ! " Kata Azzam lagi


" Iya , Ais bangun ! " Sahut Aisyah yang masih enggan membuka mata


" Matanya di buka dong sayang ! " kata Azzam .


"Masih ngantuk By !" Rengek Aisyah dengan mata masih terpejam .


Azzam menggeleng -geleng kepala melihat sikap manja istrinya . Aisyah yang memang masih mengantuk pun kembali tertidur .


" Allahu Akbar , Allahu Akbar !" Azzam mengumandangkan Azan agar istrinya bangun .


Mendengar suara azan Aisyah langsung membuka mata dan duduk . Melihat hal itu Azzam tersenyum .


" Ihhh , Hubby bikin kaget aja ! " Kata Aisyah yang menyadari Azzam lah yang azan barusan .


" Kamu dibangunin , malah tidur lagi , udah sore sayang !" kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .


" Ais kira suara azan beneran !" Kata Aisyah yang masih tampak lemes sambil menggaruk -garuk kepalanya .


" Udah bangun , mandi . Sholat ashar dulu ! " Kata Azzam .


Aisyah melirik jam dinding yang menunjukan pukul 16.30 .


" Hubby udah lama kah pulangnya ? "


" Baru pulang , mandi trus bangunin kamu !" jawab Azzam .


" Udah sholat Ashar ? "

__ADS_1


" Sudah dong sayang , sholat di kantor tadi ." kata Azzam


" Ais mandi dulu." Kata Aisyah .


Aisyah meraih tangan Azzam dan mencium punggung tangan suaminya dibalas Azzam dengan mengecup kening Aisyah . Sambil tersenyum Azzam menatap Aisyah yang melangkah menuju kamar mandi dan menghilang dibalik pintu .


Setelah selesai mandi , Aisyah sholat Ashar . Sedangkan Azzam sedang duduk di balkon . Sesekali dia melirik Aisyah yang sedang sholat .


Dengan ponselnya dia menelpon Bi Imah untuk dibuatkan dua gelas jus jeruk hangat dan snack untuk di antar ke kamar .


Selesai sholat Aisyah pun ingin menyusul suaminya yang sedang duduk santai di balkon . Namun langkahnya terhenti saat pintu kamar mereka di ketuk .


Saat pintu dibuka tampak Bi Imah membawa nampan yang berisikan dua gelas jus hangat dan kue kering seperti yang di minta Azzam tadi .


" Makasih ya Bi ." Kata Aisyah lalu ingin mengambil nampan dari tangan Bi Imah .


" Maaf ,Non . Biar saya yang bawa masuk . Nanti saya kena marah aden . " Kata Bi Imah .


" Langsung ke balkon aja Bi . " Kata Aisyah .


Aisyah dan Bi Imah beriringan menuju balkon tempat Azzam sedang duduk santai . Bi Imah pun meletakkan nampan itu di atas meja kecil di samping Azzam duduk .


" Makasih ya Bi ." Kata Azzam .


" Sama -sama , Den . Saya permisi dulu ." Kata Bi Imah


Sepeninggalan BI Imah, Aisyah pun duduk di samping Azzam dan mereka menikmati jus hangat dan snack yanh disajikan Bi Imah .


" Gimana kerjaan hari ini ,By ? " Tanya Aisyah .


" Alhamdulillah .lancar sayang . " Kata Azzam lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah .


" Alhamdulillah . Syukurlah ." Balas Aisyah sambil mengelus rambut Azzam .


" Babynya Abby , gimana ? Rewel nggak ? " Tanya Azzam mengelus perut Aisyah .


" Enggak Abby !" Sahut Aisyah .


" Kalo Ummynya rewel nggak hari ini ? " Goda Azzam


" Hubby...? "


" Hehehe , iya deh . Oh ya hari ini saya traktir semua staf kita makan siang gratis di kantin kantor ." Kata Azzam lalu kembali duduk menatap wajah istrinya .


" Iya , semua staf dalam kota , luar kota dan yang di luar negeri . " kata Azzam sambil tersenyum .


" Alhamdulillah . Ais senang dengarnya . Lagian tanpa mereka perusahaan Hubby tidak akan seperti sekarang. " kata Aisyah ikut tersenyum.


" Kamu bener sayang . Ada satu berita lagi ! " kata Azzam


" Apa itu ? "


" Ririn resign ." Kata Azzam lesu .


" Resign ? Kenapa ? " tanya Aisyah menatap suaminya yang tampak sedih .


Azzam lalu menjelaskan alasan Ririn resign .


" Kamu tau sendirikan , Cukup lama Ririn kerja sama saya . Gimana kinerjanya selama ini . Saya tidak yakin bisa mendapatkan sekretaris seperti Ririn lagi. " Kata Azzam.


" Iya Ais ngerti perasaan Hubby . Tapi mau gimana lagi , itu sudah keputusan Ririn. Lagi pula alasanya mulia sekali By. " Kata Aisyah .


" Iya sayang . Saya sendiri kalo Ozi bisa menghandel semuanya , saya tidak perlu sekretaris lagi. Tapi Ririn kuatir ,Ozi akan keteteran ." tutur Azzam .


"Iyalah By . Kasian juga Pak Ozi kalo harus menghandel semuanya. " Sahut Aisyah .


" Jadi karena itu , saya kasih tugas Ririn untuk mencari pengganti dia . Yang kompeten. Trus Ririn rekomendasikan temannya yang di bagian keuangan saya lupa namanya . Bagian keuangan kan Abang Ahmad jadi saya minta pendapat Abang . Abang bilang di devisi dia ada dua orang yang kinerjanya jempolan lah . Ya teman Ririn tadi trus satunya saya lupa juga namanya . Tapi ini ada file CV mereka . Kamu bisa liat ." Kata Azzam memperlihatkan file CV keduanya yang di kirim Ririn tadi .


Azzam dan Aisyah pun mengecek CV keduanya .


" Hubby pilih yang mana untuk menggantikan Ririn? " Tanya Aisyah.


" Menurut kamu yang mana ? " Azzam balik bertanya membuat Aisyah mengerutkan keningnya .


" Saya butuh pendapat kamu ? " kata Azzam lagi .


" Terserah Hubby lah . Kan yang kerja Hubby !" Kata Aisyah .


" Iya . Saya yang kerja . Tapi saya kerja kan buat kamu juga. Jadi menurut kamu Nurul Fauzia atau Adel ? " Kata Azzam .


Aisyah tertawa .


" Kok , malah tertawa ? "

__ADS_1


" Abisnya kamu lucu. Masa Ais yang di suruh pilih." Kata Aisyah .


"Menurut fieling kamu Nurul Fauzia atau Adel. " tanya Azzam lagi .


" Alasanya kenapa Hubby suruh Ais yang pilih ? " Aisyah balik bertanya .


" Kan udah bilang tadi . Atau kamu aja yang jadi sekretaris saya ." Goda Azzam.


" Beneran ? Mau ! Sahut Aisyah .


" Saya yang nggak mau ." Kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .


" Yang ngasih tawaran dia , dia juga yang nolak !" Balas Aisyah .


" Serius sayang . Kamu mau Nurul Fauzia atau Adel yang jadi sekretaris saya ."


" Ais tau , Hubby suruh Ais pilih karena kalo suatu hari nanti ada masalah. Trus Hubby bilang itu pilihan kamu lho sayang ! Iya kan ? " Selidik Aisyah .


" Mikirnya jauh amat sich . Ya udah nggak usah pake sekretaris . " kata Azzam .


" Ais bercanda By . Sekarang Ais tanya menurut Hubby siapa diantara keduanya ? "


" Sayang . Ini permasalahannya kapan selesainya kalo kita saling bolak balik nanya ." Kata Azzam lagi .


" Ais kan mau dengar pendapat Hubby dulu ." Kata Aisyah .


" Oke , kalo saya cenderung ke Nurul Fauzia . " kata Azzam.


" Alasannya ? " tanya Aisyah


" Berhijab , dan rekomendasi dari Ririn . Bukan berarti rekomendasi Abang nggak bagus . " jawab Azzam


" Oke . Sama dong . Ais juga lebih ke Nurul Fauzia ." kata Ririn .


" Alasannya ? " Tanya Azzam .


" Berhijab ,Trus kalo Adel, Ais nggak suka gaya rambutnya yang diwarnai begitu ." Kata Aisyah .


Azzam tersenyum .


" Oke jadi pilihan kita sama kan ." Kata Azzam . Aisyah mengangguk .


" Ada satu lagi By yang buat Ais nggak srek sama Adel ." kata Aisyah


" Apa itu sayang ? "


" Ais pernah ketemu dia di Mall waktu Ais jalan sama Ibu . Dia pakaiannya seksi banget .


Ntar bukannya kerja malah rayu Hubby . Atau Hubby yang tergoda sama dia ." Kata Aisyah .


" Itulah sebabnya saya minta pendapat kamu sayang . Saya mau kerja dengan tenang . Kamu pun di rumah pikirannya tenang , bahagia . Kan kebahagian istri itu akan jadi magnet rejeki untuk suami .Dan jangan mikir yang aneh -aneh. cuma. kamu satu -satunya yang buat saya tergoda " Kata Azzam. sambilencolek pipi Aisyah .


" Beneran ? " Tanya Aisyah


" Nggak percaya ? " Azzam balik bertanya


" Percaya . Terima kasih ya By! " Kata Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam .


Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .


" By , besok Ais mau ikut ke kantor ya ?" Kata Aisyah .


" Boleh. Tapi sayangnya saya nggak ke kantor besok ." jawab Azzam .


" Kenapa ? "


" Kamu kenapa mau ikut , tadi pagi diajak nggak mau !" Kata Azzam .


" Kan tadi pagi . Ais bosan di rumah . O ya besok Ririn masih masuk kerja kan ? " tanya Aisyah .


" Masih . Kan harus dapat sekretaris pengganti dulu . " kata Azzam .


" Ya Udah ,Besok Hubby ke kantor aja trus Ais ikut . Ais mau ngobrol sama Ririn ." Kata Aisyah .


" Kalo cuma ngobrol di rumah kan bisa sayang . Kamu tinggal telpon Ririn , suruh datang ke rumah .Kan bisa kalian ngobrol." Kata Azzam .


" Ais mau ngobrolnya dikantor ." Rengek Aisyah .


" Oke . Iya . Besok Kita ke kantor ." Kata aAzzam yang tidak bisa menolak keinginan sang istri .


Hari semakin sore . Lantunan ayat -ayat suci pun sudah terdengar dari masjid menandakan sebentar lagi waktu sholat magrib tiba .


Aisyah menyiapkan baju koko dan sarung yang akan dipakai Azzam ke masjid . Setelah berpakaian rapi Azzam pun bergegas pergi ke masjid bersama pegawai laki -laki yang ada di rumahnya .

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2