Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 23 Melamar


__ADS_3

"Azzam , kapan rencana melamar Aisyah ?" tanya Pak Khairul pada Azzam


"Hari ini pun saya siap melamar ,Gimana Dek Aisyah " Kata Azzam sambil menatap Aisyah


"Hah...secepat itu " batin Aisyah . Tidak ada satu kata pun keluar dari mulut Aisyah . Tatapan matanya tertuju ke Azzam. Keduanya saling bertatapan satu sama lain .Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata saat itu .


" Heemmm, ini yang dibilang kalo sudah cinta dunia seakan milik berdua " sela Ahmad sambil tertawa .


" Yang lain hanya ngontrak " Tambah Bu Ainun . Lalu mereka tertawa bersamaan .


Aisyah tersipu malu . Walaupun Aisyah hanya diam saja tapi dari cara Aisyah menatapnya , Azzam merasa bahagia karna sudah berhasil memenangkan hati gadis yang juga sangat dia cintai .


Aisyahpun tidak bisa membohongi dirinya sendiri , dia sudah jatuh cinta sejak pertama kali bertemu Azzam . "Ya Allah inikah lelaki yang telah Engkau persiapkan untukku " bisik hati Aisyah.


"Ya , sudah gimana kalo minggu depan kita buat acara tunangan sekaligus hantaran ?"Tanya Bu Ainun


"Bentar Ummy ?" Sahut Azzam lalu beranjak dari duduknya mendekati Aisyah yang duduk di dekat Bu Yani


Azzam berlutut memposisikan diri tepat di depan Aisyah . Semua mata tertuju pada Azzam .dia mengeluarkan sebuah Al-Quran kecil disakunya yang selalu dibawanya kemanapun dia pergi. dan menyodorkannya ke depan Aisyah .


"Saya mungkn bukan lelaki yang sempurna buat kamu , tapi saya punya cinta yang sempurna untuk kamu . Saya berjanji pada ssmua yang ada di sini , pada diri saya sendiri dan pada Allah , akan selalu menjaga kamu , membahagiakan kamu , sampai maut memisahkan kita . Al-Quran ini selalu menemani saya dimana pun saya berada . Aisyah Binti Sulaiman , maukah kamu menikah dengan saya ? Menemani saya dalam suka maupun duka sampai maut yang memisahkan . Kalo kamu mau kamu ambil Alquran ni , kalo kamu belum siap , saya akan menunggu sampai kamu siap" kata Azzam .


Semua yang ada diruangan itu mengamati keduanya . Ikut terhanyut dalam situasi saat itu . Bu Ainun dan Bu Yani meneteskan air mata terharu . Aisyah menatap kedua orang tuanya , Abangnya , mereka memberi isyarat bahwa semua keputusan ada pada Aisyah .


Aisyah membisu , air matanya pun tampak mengalir membasahi kedua pipinya yang merona .


"Maaf mas Azzam , saya tidak bisa menerima Al-Quran kamu .." kata Aisyah lalu beranjak dari duduknya dan pergi kekamar .


Semua kaget mendengar perkataan Aisyah, kenapa ? Apa Aisyah belum siap menikah ? Apa Aisyah tidak menyukai Azzam ? Kalau tidak kenapa dia mau ta'aruf ? Banyak pertanyaan muncul dipikiran mereka . Termasuk Azzam , Dia hanya menunduk, merasa sedikit kecewa .


"Kamu belum siapkah dek , saya akan menunggu sampai kamu siap " batin Azzam . Azzam berdiri dan ingin kembali duduk di samping Ahmad.


Bu Yani lalu berdiri ingin menyusul Aisyah ke kamarnya. Namun Aisyah sudah kembali lagi .


"Mas " seru Aisyah yang kini berada dibelakang Azzam.


Azzam membalikkan badannya , menatap Aisyah . Suasana saat itu cukup menegangkan .semua seakan terhipnotis diam tanpa ada yang berbicara kecuali Aisyah .


Deg


Jantung Azzam berdegup kencang ketika melihat Aisyah menggenggam sesuatu yang dia tau itu adalah sebuah kotak cincin yang dia berikan tempo hari pada Aisyah. "Ya Allah apakah saya benar-benar akan ditolak "rintih hati Azzam

__ADS_1


"Maaf ,Mas saya tidak bisa menerima AlQuran kamu , biarlah dia yang selalu menemani kamu , Tapi saya ,.. Saya mau kamu memakaikan cincin ini di jari saya " tutur Aisyah sambil menyodorkan sebuah kotak kecil iti dengan senyum manisnya


" Jadi maksudnya kamu mau ..." kata Azzam terbata -bata ingin menyakinkan lagi kalau yang dia dengar benar adanya .


"Iya Saya mau menikah sama Mas Azzam , " potong Aisyah sambil tersenyum


"Alhamdulillah , terima kasih ya ,Dek " Kata Azzam ,lalu mengambil kotak itu dari tangan Aisyah dan memakaikan cincin itu ke jari Aisyah .


Cincin itu pas sekali ditangan Aisyah . Bu Ainun pun mendekati keduanya .


"Terima kasih ya , Nak , Ummy senang sekali " kata bu Ainun sambil memeluk Aisyah.


"Sama -sama ,bu " jawab Aisyah


"Eist. ..panggil Ummy aja " Balas Bu Ainun.


"Iya , Ummy " kata Aisyah .


Kemudian mereka kembali duduk lagi .


"Untung Abby gak jantungan " Kata Pak Khairul sambil tersenyum


"Maaf , abis dari tadi Ais di buly terus " kata Aisyah malu -malu .


"Bukan peluru. tapi bom " tambah Ahmad.


Mereka semua tertawa bersamaan .


"Tapi tenang semuanya sudah saya rekam " kata Ahmad


"Itu yang saya suka " kata Pak Khairul .


Memang sejak masuk dalam rumah Ahmad sibuk dengan ponselnya , hingga momen lamaran tadipun tak luput dari kameranya .


"Kalo gitu , acaranya minggu depan ya , gimana bu , "Tanya Bu Ainun pada Bu Aisyah .


"Boleh , gimana kalo hari kamis , trus malamnya kita adakan pengajian "kata Bu Yani


"Saya setuju "Kata Bu Ainun tampak bersemangat .


"Aisyah , Azzam gimana menurut kalian ? "Tanya Pak Sulaiman

__ADS_1


"Azzam ikut saja " jawab Azzam


"Ais..kamu gimana nak?"


"Ais , ikut aja , tapi acaranya dibuat sederhana aja , terus pengajiannya boleh gak Ais undang Adek -adek dipanti " kata Aisyah pelan


"Ide bagus tapi sejak kapan kamu kenal anak -anak panti , dek ?" Tanya Ahmad


Ahmad sempat kaget ketika Aisyah menyebut adek panti , sejak kapan Aisyah mengenal anak -anak panti , selama ini semua kegiatan Aisyah dia selalu tau , tapi tentang anak pamti Ahmad tidak pernah tahu. Tidak cuma Ahmad , kedua orang tuanya pun tidak tau kalau Aisyah sering berkunjung ke panti.


"Panti Kasih Bunda kah ?" Tanya Azzam


Ucapan Azzam membuat semua menatapnya . Aisyah pun heran kenapa Azzam tahu tentang panti yang dia maksud


Azzam lalu menceritakan dia sempat mengikuti Aisyah pas pergi ke panti waktu itu


"Subhanallah ,,, kamu baik sekali ,Nak " puji Bu Ainun .


"Sebagian rejeki kitakan ada hak mereka jugakan , Ummy " kata Aisyah membuat semuanya kagum .


"Iya , Nak" Kata Pak Khairul.


"Tapi kenapa Ayah sama ibu , bahkan Abang juga gak tau " kata Pak Sulaiman


"Ayah ,masa iya Aisyah harus ngomong dulu , kalo mau melakukan hal baik "tutur Aisyah .


Mereka semua tersenyum mendengar penuturan Aisyah . Kedua orang tua Azzam bersyukur Azzam bertemu dengan Aisyah .


Mereka berharap keduanya akan hidup bahagia bersama . Begitu pula orang tua Aisyah .


Obrolan kedua keluarga itu tidak hanya sampai pada acara pertunangan , mereka tidak ingin buang -buang waktu. minggu depan tepatnya hari kamis disepakati untuk acara tunangan dilanjutkan dengan acara ijab kabul yang hanya berselang waktu 2 minggu dari acara pertunangan.


Setelah menyepakati semuanya keluarga Azzam pamit pulang . Aisyah dan kedua orangbtuanya mengantar mereka sampai depan pintu . Dan kembali masuk kedalam rumah setelah mobil mereka menghilang dari pandangan .


Dalam perjalanan pulang hati Azzam bahagia sekali . Tinggal hitungan hari saja lagi dia akan hidul bersama dengan seorang gadis yang sangat dia cintai . Dia lalu menelpon Ririn sekretarisnya . Untuk membantu persiapan acara tunangannya minggu depan.


Mendengar kabar dari bos gantengnya Ririn histeris ,meloncat -loncat kegirangan membuat yang berada disekitarnya melihat kearahnya .


"Ada apa mba, dapat doorprize kah ?" tanya salah satu dari mereka.


"Gaes, gaes.. dengar ya , minggu depan Pak Bos kita tunangan " kata Ririn

__ADS_1


"Beneran ,Rin "


__ADS_2