Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 8 Cuthat


__ADS_3

Sesampainya di sebuah masjid , Aisyah, Ayu dan Mala memasuki masjid , sedangkan Putri tetap di mobil karena lagi berhalangan .


Tidak lama kemudian mereka kembali ke mobil Ayu .Satu persatu Ayu mengantar sahabatnya samlai didepan rumah.merka masing -masing. Mulai dari , Mala , trus Putri . Terakhir mengantar Aisyah .


Kini tinggal Ayu dan Aisyah didalam mobil itu .


"Ais...menurut mu gimana tentang cowok misterius tadi "


"Entahlah. Jujur, aku penasaran " jawab Aisyah


"Firasatku mengatakan , dia pasti suka sama kamu , kalau gak, mana mungkin dia mau bayar semua makanan kita , o ya 1 lagi pasti orang nya tazir. " kata Ayu menduga-duga


"Udahlah ..Yu, aku males bahas itu. "


"Belum bisa move on ? " sambil melirik Aisyah


"Bukan begitu , masa iya aku masih ngarep cowok brengsek itu " jelas Aisyah


"iya deh ...Sorry "


"Untuk sekarang aku mau fokus sama kerjaan aja dulu Yu ."


"Kalau nanti ada yang dekatin kamu gimana ?"


"Kan , udah bilang tadi fokus kerja dulu "


"Tapi, kalau yang dekatin itu ngajak ta'aruf gimana " tanya Ayu lagi


"Ta'aruf , kalau cocok kenapa ditolak , lagian zaman sekarang kan jarang banget ada cowok yang ngajak ta'aruf , pasti sosok yang benar -benar wow deh kayaknya " jawab Aisyah merasa geli sendiri .


"iya sich , sebagai sahabat kamu , aku ikut bahagia kalau kamu bahagia , semoga ketemu yang cocok ya ...amin"


"amin...Thank you,"


"Your welcome"


Mobil Ayu berhenti pas didepan pagar rumah Aisyah. Aisyah menawarkan untuk mampir , namun Ayu menolak .


"Lain kali aja "


"Oke . Hati -hati ya " kata Aisyah melepas kepergian sahabatnya dengan lambaian tangan . Setelah mobil Ayu lenyap dari pandangannya Aisyah lalu melangkah masuk ke halaman membuka pagar lalu menutupnya lagi , dan masuk ke dalam rumah .


***


Malam itu kembali kedua kakak beradik Ahmad dan Aisyah terlihat sedang asik berbincang . Kali ini tidak di kamar Aisyah , tapi di kamar Ahmad . Awalnya Aisyah ke kamar abangnya hanya ingin mengembalikan gunting yang dia pinjam , melihat abangnya yang sedang asik main game tidak menghiraukan kehadirannya , membuat Aisyah kesal , lalu mendekati stop kontak mencabut kabel TV

__ADS_1


Klik


Ahmad kaget ketika TV tiba-tiba mati ,


"Adeeeek,,, lagi seru ni " keluh Ahmad ketika melihat Aisyah , dia tau pastu ulah adinya .


"Tapi udah enggak , TV nya udah mati " ledek Aisyah


"Iya .kamu yang cabut kabelnya , resek bangeeet sich " Ahmad kesal lalu melempar bantal yang tadi dipangkuannya ke Aisyah yg sedang berdiri membelakangi TV


"Yang ngajarin resek siapa ? " lalu melempar kembali bantal tadi lalu duduk di kursi meja kerja Ahmad


"eiiiiitttt...jangan diberantakin " seru Ahmad melihat tangan Aisyah membuka buku - buku di atas mejanya .


"Ais...liat-liat aja koq, " sahut Aisyah


" Liat sich liat , tapi jangan diberantakin juga , baru abang rapihin ni " kata Ahmad


sambil merapikan kembali buku yang agak berantakan karena ulah adiknya .sementara Aisyah berpindah duduk di pinggur kasur Abangnya


" Gagal move on , jangan buku -buku abang yang jadi sasaran " gerutu Ahmad


"Aisyah udah move on koq, "jawab Aiysah ketus


"Ooooyaaaahhh" kata Ahmad dengan nada meledek lalu duduk disamping Aisyah


"Gak mungkinlah bang , Aisyah balikan lagi . " jawab Aisyah


"Lho yang sudah-sudah kan gitu , putus, nyambung lagi ."


"Kali ini gak akan " tegas Aisyah


"Hmmmm , yakin " sambil mencolek hidung Aisyah


"Iya "


Aisyah lalu menceritakan seperti cerita Mala kemaren , Ahmad menggeleng-geleng kepala mendengar cerita Aisyah .


"Semoga Hendri menikahi gadis yang dia buat hamil itu " kata Ahmad


"Iya..kasihan, jadi ikut prihatin "sahut Aisyah


Mendengan perkataan Aisyah membuat Ahmad mengerutkan keningnya .


"Dek, kamu gak pernah diapa-apain Hendri kan " kata Ahmad menatap tajam adiknya

__ADS_1


"jujur " tegas Ahmad lagi


Aisyah hanya tersenyum melihat ekpresi abangnya, dia mengerti maksud pertanyaan abangnya


"Abang , abang kan tau Ais orangnya gimana , ? Alhamdulillah hijab ini selalu menjaga Ais..." kata Aisyah sambil memegang jilbabnya .


"Barang kali kamu pernah dipeluk atau di cium , kalian kan cukup lama pacarannya " tanya Ahmad menyelidiki


"Astagfirullah , Abang,,,demi Allah ,, Mas Hendri hanya pernah pegang tangan Aisyah aja koq, itu pun terdesak aja , pas Aisyah mau jatoh " jelas Aisyah


"Bilang Mala mungkin karena dia gak pernah bisa sentuh Aisyah itu yang membuatnya sering selingkuh " jelas Aisyah lagi.


"Bisa jadi , laki-laki brengsek memang begitu "


" Ya sudah , Abang harap kamu bisa mengambil hikmah dari kejadian ini . " kata Ahmad


"Iya , Bang .


Karena sudah mengantuk Aisyah pun kembali ke kamarnya untuk istirahat . Begitu pula Ahmad, agar tidak bangun kesiangan . Karena mereka harus ke kantor besok .


***


Hari -hari berikutnya seperti biasa setiap hari berangkat ke kantor , Aisyah tidak menyadari kalau selama ini dia selalu di awasi oleh orang suruhan Ririn sekretaris Azzam. Update info tentang Aisyah setiap hari menjadi aktifitas baru Ririn.


Hari itu Ririn cuti pulang kampung selama 3 hari , jadi Azzam idak mendapat info apa -apa hari itu. Karena bosan di kantor Azzam jalan -jalan keluar . Sengaja dia mutar - mutar disekitar kantor tempat Aisyah bekerja . Dia berharap bisa melihat Aisyah dari kejauhan .


Pas jam makan siang , tiba-tiba tampak seorang gadis keluar dari kantor menuju pakiran lalu menghidupkan sepeda motor perlahan melaju di jalan. Gadis itu adalah Aisyah , dengan sigap Azzam mengikutinya ,


"Mau kemana dia " bisik hari Azzam


Aisyah yang dengan santai berkendara membuat Azzam cukup mudah untuk mengikutinya. Namun Azzam tetap jaga jarak agar aksinya tidak diketahui Aisyah .


Dia melihat Aisyah berhenti di tempat penjual ice cream , sepertinya dia akan membeli ice cream , Dari kantong plastik yang dia bawa tampak Aisyah membeli cukup banyak ice cream , membuat Azzam semakin paenasaran. Kemana Aisyah membawa ice cream sebanyak itu .


Kembali Azzam mengikuti Aisyah yang sudah kembali melaju di jalan raya , lalu masuk ke dalam sebuah gang yang cukup sempit , yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua . Mobil Azzam tidak bisa masuk , akhirnya dia memutuskan untuk parkir dan jalan kaki memasuki gang tersebut .


Dari depan gang dia melihat motor Aisyah parkir di depan sebuah rumah besar . Pelan -pelan Azzam mendekati rumah itu , dia bersembungi di baliik pohon di samping rumah itu . Untung saja tidak ada yang melintas , kalau ada mungkin sudah di teriakin maling. Karena mengendap- endap di samping rumah orang


Terdengar ramai suara anak -anak di rumah itu membuat Azzam tambah penasaran , matanyanya tertuju pada papan nama yang terpampang di depan rumah itu .Tertulis "Panti Asuhan Kasih Ibu " .rupanya rumah besar iru adalah swbuah panti asuhan .


Dihalaman depan rumah panti Azzam melihat Aisyah sedang membagikan ice cream yang dia bawa ke anak -anak yang sedang berbaris di hadapannya .Anak - anak itu berbaris atas perintah Aisyah supaya tidak rusuh dan semuanya kebagian , didampingi seorang ibu pemilik panti .


"Mulia sekali, " bisik hari Azzam.


Anak -anak panti tampak gembira sekali mendapat ice cream dari Aisyah , sepertinya Aisyah sering ke panti itu . Anak -anak panti begitu dekat dengan Aisyah , terlihat beberapa anak perempuan memeluk Aisyah.

__ADS_1


Aisyah memang sering ke panti itu , dalam 1 bulan 2 sampai 3 kali dia berkunjung. Apalagi pas habis gajian , dia selalu menyempatkan diri menjenguk anak -anak itu. Tapi baik Ahmad , orang tuanya bahkan sahabat - sahabatnya tidak ada yang tau aktifitas Aisyah yang satu ini .


__ADS_2