
Azzam menutup rapat pintu kamar mandi . Yang pastinya mereka berdua sedang mandi bersama, untuk selebihnya hanya mereka berdualah yang tahu .
***
Beberapa hari kemudian , Aisyah pun mengundang sahabat - sahabatnya untuk makan malam di rumahnya . Ayu dan suaminya Radit, Mala , Putri serta tidak ketinggalan juga Ahmad dan Aldi .
Keempat pasangan itu menikmati sajian makan malam yang di sajikan oleh Aisyah .
Azzam tidak sungkan -sungkan menunjukkan sikap mesranya pada Aisyah di hadapaan sahabat -sahabat Aisyah , begitu pula Ayu dan Radit yang tidak mau kalah . Tapi kemesraan mereka masih dalam tahap wajar lah namanya juga suami istri . Sementara dua pasangan Ahmad dan Putri , kemudian Aldi dan Mala tampak masih malu -malu .Mereka tampak masih canggung .
" Udah gak usah malu -malu , anggap aja udah sah " kata Ayu cengengesan menggoda mereka .
" Gimana nanti kalo sudah sah semua. Kita Honey moon bareng ?" kata Radit yang sekarang sudah tampak akrab dengan mereka
" Itu ide bagus , saya setuju " Sahut Azzam
Ahmad dan Aldi pun setuju .
" Trus , yang cewek -cewek gimana ni kok diam aja ? " Kata Azzam melirik istrinya , Putri dan Mala .
" Hubby , kalo suami -suami udah setuju , istri -istri ikut aja , Iya kan gais ? " Sahut Aisyah menirukan ucapan Ayu .
Ayu mengacungkan jempul pada Aisyah . Diiringi gelak tawa yang lainnya
Setelah menikmati makan malam mereka pindah ke ruang tengah . Diruangan itu mereka berkaraoke ria , satu persatu mereka menyumbangkan suara , menyanyikan lagu favorit mereka masing -masing . Hingga pukul 23.00 mereka pun pamit pulang .
1 minggu kemudian
Pagi itu Aisyah tampak sibuk memasak untuk sarapan suaminya . Aisyah menyajikan semuanya di atas meja . Lalu dia kembali ke kamar .
" Hubby , sarapannya sudah siap "
" Sayang , Hubby mau ngomong dulu " Dia baru saja habis menerima telpon dari Ririn .
Azzam mengajak Aisyah duduk di sofa . Dia memberi tahu Aisyah ,kalau dia harus ke Bali siang ini selama 3 hari ., ada meeting yang harus di hadirinya .Azzam mengajak Aisyah ikut bersamanya , tapi Aisyah tidak bisa. Karena sibuk mempersiapkan acara pesta perkawinan Abangnya Ahmad yang akan di laksanakan 1 minggu lagi .
" Padahal Hubby pengen sayang ikut "
" Lain kali aja by , "
" Tapi kamu gak papa kan ,Hubby tinggal ?" tanya Azzam kerena ini pertama kalinya dia meninggalkan Aisyah
" Gak papa , kan cuma 3 hari . "
" Okelah "
" Yuk kita sarapan !"
Keduanya pun pergi sarapan bersama . Setelah sarapan Aisyah membantu suaminya packing barang . Azzam akan berangkat bersama Aldi sahabatnya dan beberapa orang staf nya di kantor .
Pukul 11 siang , Azzam di jemput Aldi . Sebelum pergi Azzam berpesan kepada Aisyah untuk menginap saja di rumah orang tuanya .
" Jaga diri ya sayang , nanti kalo sudah sampai Hubby telpon " kata Azzam lalu memeluk erat istrinya.
" Hubby juga ya "
" Hemm , hemmm, Mba Aisyah kenapa gak ikut aja ? Tanya Aldi
" Mau persiapan kawinan Abang , gak enak Ais ninggalin " Jawab Aisyah .
" Oh iya , saya hampir lupa , "
Azzam kembali memeluk istrinya sebelum dia masuk ke dalam mobil . Membuat Aldi senyum -senyum sendiri . Aisyah berdiri mematung melepas kepergian suaminya . Tak terasa air matanya pun menetes , dia sedih karana ini pertama kalinya dia di tinggal Azzam walaupun cuma tiga hari .
Sementara itu dalam perjalanan ke bandara , Azzam menelpon Ahmad .Dia mengabarkan kalau dia akan keluar kota selama 3 hari .
" Kalo gitu Ais nginap disini aja " Kata Ahmad .
" Iya Bang , tadi sudah saya suruh nginap di sana juga "
" Okelah , nanti saya jemput dia , Kamu hati -hati ya " Kata Ahmad
Setelah mengucapkan salam sambungan telpon terputus . Entah kenapa saat itu Azzam merasa sangat kuatir meninggalkan istrinya .
__ADS_1
" Tenang Bro , Aisyah pasti akan baik -baik saja " Kata Aldi yang melihat ke khawatiran di wajah sahabatnya .
Berita Azzam ke luar kota sampai ke telinga Tante Mia . Tante Mia lalu menelpon Siska untuk menjalankan aksi mereka . Keduanya berencana akan menculik Aisyah .
Dari orang suruhan Siska mereka mengetahui kalau Aisyah sedang berada di rumah orang tuanya .
" Gimana ni tante ?" tanya Siska ketika mereka sedang berada di sebuah cafe
" Kita tunggu , dia pasti keluar juga " sahut Tante Mia .
Malam itu malam pertama Aisyah tidur tanpa Azzam di sampingnya . Terbiasa tidur dalam pelukan suaminya membuat Aisyah sulit untuk memejamkan matanya saat Azzam tidak ada . Tidak lama kemudian ponselnya berdering , Aisyah tersenyum ketika mengetahui Azzam menelponnya lewat sambungan video call
" Assalamualaikum ,sayang "
" Waalalikum salam Hubby "
" Kok belum tidur ? "
" Belum ngantuk "Sahut Aisyah berbohong
Azzam tersenyum mendengar jawaban istrinya . Apa yang di rasakannya saat itu tidak jauh berbeda dengan yang di rasakan Aisyah . Azzam pun sulit memejamkan matanya .
" Sayang , Hubby kangen "
" Iya, Ais juga, Hubby baik -baik ya disana , jangan macem -macem " kata Aisyah sambil tersenyum berusaha menyembunyikan kesedihannya .
" Iya sayang , sekarang sayang rebahan. Trus bayangin Hubby lagi peluk sayang "
Aisyah menuruti perkataan suaminya . Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur , dengan tetap mengarahkan ponsel ke wajahnya . Azzam pun melakukan hal yang sama . Aisyah memejamkan mata membayangkan berada dalam pelukan hangat suaminya .
" Bayangin Hubby lagi peluk sayang , mencium kening sayang " kata Azzam lagi
Aisyah tersenyum , dengan mata terpejam , Senyuman itu membuat Azzam semakin kangen pada istrinya . Aisyah pun akhirnya terlelap , sedangkan Azzam masih terus memandangi wajah istrinya .
" Udah tidur tu Bro " Tegur Aldi saat menengok ponsel Azzam
Dikanar itu Azzam sekamar dengan Aldi . Aldi juga baru selesai telponan dengan Mala calon istrinya .
" Bukan main , Setelah menikah kamu tu banyak berubah ,Zam ."
" Berubah gimana maksudnya ? "kata Azzam lalu bangun duduk di atas kasur .
" Lebih romantisan sekarang mah , dulu kaku aja "
" Istri itu harus di perlakukan spesial , kalo mau rejeki mu spesial juga ,Bro !"
" Gitu ya , pantesan sekarang bisnis lancar " Kata Aldi sambil tersenyum
" Udah ah , saya mau tidur , mau kelonan dalam mimpi " Kata Azzam lalu berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut .
Aldi hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya . Dia pun teringat calon istrinya Mala . Dan berharap bisa bertemu juga dalam mimpi .
Keesokan harinya Aisyah yang memhinap di rumah kedua orang tuanya. tampak sibuk memasak bersama ibunya . Setelah semua hidangan tersaji di atas meja mereka lalu menikmati sarapan bersama -sama .
Saat sarapan kembali Aisyah teringat akan suaminya . Setiap hari Azzam selalu menyuaminya , sikap -sikap manis Azzam membuatnya merasa tidak bisa jauh dari suaminya .
Selesai sarapan Aisyah berniat ingin menelpon Azzam , ketika dia mengambil ponselnya , dia melihat 3 kali panggilan tak terjawab dari suaminya. Aisyah langsung menelpon balik , namun tidak ada jawaban .dicobanya berkali -kali tapi tetap tidak ada jawaban . Dengan perasaan kecewa, Aisyah menutup telpon
" Mungkin Hubby lagi sibuk " Gumam Aisyah .
Saat itu Azzam sedang berada ruang meeting . Tanpa sengaja dia meninggalkan ponselnya di kamar hotel . Meeting berlangsung sekitar 2 jam. Saat menyadari ponselnya tertinggal dia menyuruh salah satu stafnya Pak Galih mengambil ponsel yang tertinggal itu .
Setelah meeting Azzam dan Aldi pun mengecek lokasi tempat proyek baru mereka . Keduanya akan mendirikan hotel mewah di kota itu .
Kemudian Azzam lanjut ke tempat meeting lain lagi . Saat di ruang meeting Pak Galih datang membawa ponselnya , Azzam melihat beberapa kali panggilan dari Aisyah .
" Maaf , saya telpon istri saya dulu " Kata Azzam lalu keluar ruang meeting itu .
Anggota meeting lainnya saling pandang , melihat sikap Azzam.
" Tampaknya Pak Bos kita ini suami yang takut istri " kata Pak Hari salah satu anggota meeting .
" Bukan takut istri , tapi lebih kepada bentuk cara dia memuliakan istrinya . " Sahut Aldi yang merasa tidak enak hati mendengar perkataan Pak Hari .
__ADS_1
" Tapi ini meeting penting Pak Aldi ! " Kata Pak Hari lagi .
" Iya saya tau , Dia tidak akan lama , kita tunggu saja " sahut Aldi lagi .
Dan benar tidak lama kemudian , Azzam kembali masuk ruangan itu meeting pun di mulai .
Ditempat lain Aisyah saat itu sedang berada di sebuah cafe bersama Putri dan Mala . Kini tinggal mereka bertiga saja lagi . Ayu sudah pindah ke luar kota ikut suaminya .
" Boleh saya ikut bergabung " Kata Siska yang membuat mereka kaget .
" Silahkan " Jawab Aisyah
Dengan gaya seksinya Siska duduk menyilangkan kaki. Membuat ketiganya saling pandang . Terlebih Putri dan Mala , mereka belum mengenal Siska .
Aisyah lalu mengenalkan Siska ke kedua sahabatnya . Putri menatap Siska dari ujung rambut sampai ujung kaki .
"Bahaya ni , ngapain dia tiba -tiba gabung di sini " batin Mala
" Kok gak ikut Mas Azzam keluar kota , kalo saya jadi kamu. Saya akan ikut terus dia ke luar kota , for you inpormation , biasanya selesai meeting para investor akan di suguhkan dengan ledies -ledies , secara lelaki mana sich yang bisa nolak makanan lezat di depan mereka , apa lagi jauh dari...."
" Eh. Mba kalo kesini cuma buat ngomong hal yang gak penting. Mending mba pergi aja deh " Sahut Mala memotong omongan Siska .
" Lho kok saya di suruh pergi , omongan saya belum selesai. " kata Siska cengengesan
" Terima kasih mba. atas informasinya. Saya percaya Mas Azzam tidak akan melakukan itu " Jawab Aisyah santai .
" Oke, yang pastinya , sekarang mereka pasti sedang happy -happy dengan para ledies itu , kalo tidak percaya liat ini ! " Kata Siska lalu memperlihatkan sebuah foto ke mereka bertiga . Difoto itu nampak Azzam dan Aldi di kelilingi 3 orang gadis yang cantik dan seksi .
" Masih tidak percaya ! Baik banget kan saya , Kasian ! makanya lain kali kalo suami pergi ikut , biar dia gak bisa *** -*** dengan gadis lain " Kata Siska sambil tertawa lalu pergi .
" Sabar. Ais , Mas Azzam orang baik, dia gak akan melakukan itu " Kata Putri menenangkan Aisyah
" Kok , gak diangkat sich ? " Mala geram , dia menelpon Aldi tapi tidak di angkat .
Aisyah pun menelpon Azzam , tapi tidak diangkat juga . Aisyah mulai menangis saat kembali menatap foto yang diberikan Siska tadi .
Dari kejauhan Siska tertawa puas melihat ekspresi Aisyah . Misi pertamanya berhasil .
Foto itu Siska dapat dari Pak Hari , setelah meeting itu Pak Hari mengajak Azzam dan Aldi ke sebuah cafe .Pak Hari sengaja menyuruh para lediies -ledies cantik melayani Azzam dan Aldi saat makan , dan di situlah Pak Hari mengambil foto moment itu .
Dan memang saat itu Pak Hari menawarkan pelayanan lebih kepada Azzam dan Aldi , untuk menguji keduanya ,tapi itu di tolak mereka . Setelah menikmati hidangan makan siang Azzam dan Aldi langsung kembali ke hotel untuk istirahat .
***
" Ais , Mala , saya yakin , ini pasti tidak seperti yang kalian bayangkan , jangan mudah terhasut dengan omongan perempuan itu , Dia pasti senang melihat kalian seperti ini , Ais, kamu kan tau gimana sayang dan cintanya Mas Azzam sama kamu, gak mungkinlah dia akan melakukan hal yang dapat melukai hati kamu , kamu juga La ,kamu kan tau Mas Aldi orang nya gimana ? sudah gak usah suudzon dulu , mungkin mereka lagi di jalan atau lagi istirahat , makanya gak bisa angkat telpon " Kata Putri berusaha menenangkan kedua sahabatnya .
" Iya Put , saya yakin Mas Azzam gak munkin tega melakukan ini " Kata Aisyah terisak .
Putri memeluk Aisyah dan Mala . Setelah merasa sedikit tenang Aisyah pun pamit pulang .
Dalam perjalanan pulang Aisyah terus menangis , walaupun hati kecilnya mengatakan Azzam tidak mungkin melakukan itu , tapi disisi lain Aisyah pun meragukannya , karena jelas sekali difoto itu Azzam bersama beberapa gadis -gadis cantik . Rasa penyesalannya muncul, kenapa dia tidak ikut saja waktu Azzam mengajaknya pergi ? Kalo dia ikut kan hal -hal seperti itu tidak akan terjadi !, tapi ya sudahlah , dia hanya berharap semoga kejadian sebenarnya tidak seperti yang dibayangkannya .
Saat melihat kaca spion ,Aisyah melihat sebuah mobil mengikutinya . Aisyah mulai was -was , kenapa mobil itu mengikutinya ? . Lama -lama mobil itu semakin dekat dan mobil itu kini menghadang mobil Aisyah .Beruntung Aisyah segera menginjak rem , sehingga tabrakan pun tidak terjadi . Aisyah panik ketika melihat 2 orang berpakain serba hitam keluar dari mobil itu .
Kedua orang itu mendekati mobil Aisyah, dan mengedor kaca mobil dengan keras membuat Aisyah ketakutan . Aisyah mencoba mengambil ponselnya untuk menelpon minta bantuan namun karena tangannya yang gemetar karena ketakutan, membuat ponselnya malah jatuh ke bawah kursi .
" Keluar , cepat keluar ! " Bentak salah seorang dari mereka .
Pelan -pelan Aisyah membuka pintu mobil , begitu pintu mobil terbuka , kedua orang itu langsung menarik paksa Aisyah. Salah satu dari mereka membungkam mulut Aisyah dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sehingga Aisyah lemas tak berdaya .
Keduanya lalu membopong tubuh Aisyah memasukannya ke dalam mobil mereka dan pergi .
Hendri yang selalu mengikuti Aisyah melihat kejadian itu langsung mengikuti mobil yang membawa Aisyah . Aksi kerja -kejaran pun terjadi .
Ozi yang baru tiba di lokasi kejadian pun ikut mengejar kedua mobil itu. Namun malang Ozi malah menabrak gerobak pedagang kaki lima yang tiba -tiba muncul di perempatan jalan Sehingga dia kehilangan jejak kedua mobil itu .
Ozi turun dari mobil dan membantu pedagang itu membenahi barang dagangannya . Kemudian Ozi memberi sejumlah uang ganti rugi ke pedagang kaki lima itu .
" Makanya Mas kalo nyetir jangan ngebut -ngebut " gerutu Pedagang itu
" Maaf ya pak saya buru -buru ,.majikan saya di culik " kata Ozi lalu kembali masuk ke mobilnya dan tancap gas pergi meninggalkan pedagang itu .
Bersambung ....
__ADS_1