
2 minggu berlalu . Alhamdulillah kini Aisyah tidak muntah -muntah lagi .Azzam merasa bahagia melihat Aisyah yang kini sudah kembali tersenyum , senyum yang sangat di rindukannya . tapi seminggu kemudian keadaan pun berbalik ,Azzam kembali merasa sedih, karena Aisyah tidak mau dia mendekatinya .
Hal itu bermula ketika Azzam pulang dari kantor, langsung memeluk Aisyah , seketika Aisyah menjadi mual lagi, padahal sebelumnya Aisyah selalu ingin di peluk suaminya, tapi sekarang keadaan sudah berbalik.
Tadinya Azzam berpikir mungkin karena bau parfume yang Azzam pakai , tapi ketika Azzam tidak pakai parfume pun Aisyah tidak mau dekat -dekat dengannya . Bahkan Aisyah memintanya untuk tidur di kamar lain .
Sudah satu minggu Azzam tidur di kamar tamu . Walaupun terasa berat tapi itu semua harus dilakukannya. Azzam tau situasi itu tidak akan berlangsung lama , dia yakin semuanya akan kembali seperti semula lagi . Lewat tengah malam Azzam selalu menjenguk Aisyah , bicara sendiri sambil memegang perut istrinya , dia menyelimuti dan mengecup kening Aisyah . Setelah itu dia kembali ke kamar tamu .
Walau pun tidak bisa memeluk istrinya , dekat dengan istrinya seperti dulu , tapi Azzam masih merasakan perhatian dari Aisyah . Aisyah selalu mengingatkannya untuk sholat , makan dan hal -hal kecil lainnya .walalupun melalui pelantaran ponsel . Yah Komunikasi mereka hanya lewat ponsel . Aisyah hanya tidak bisa berhadapan langsung dengan suaminya .Benar -benar ngidam yang aneh .
Beberapa hari kemudian Aisyah minta izin pada Azzam untuk menginap di rumah orang tuanya . Azzam pun menuruti semua kemauan Aisyah . Kedua orang tua mereka pun turut prihatin dengan sikap Aisyah , tapi Azzam meminta mereka untuk menuruti saja apa kemauan Aisyah , karena dia tidak mau Aisyah kenapa -napa lagi .
Hari itu Ayu dan Mala menemui Aisyah di rumah kedua orang tuanya . Keempat sahabat itu ngobrol di kamar Aisyah .
" Ais, kamu tu bener -bener aneh , dimana -mana bumil itu paling senang dekat sama suaminya , ini kamu malah gak mau dekat sama suamimu ." Kata Ayu
" Entahlah gaes, saya juga bingung, jujur saya kangen banget sama Mas Azzam , tapi pas di depan dia , saya tu tiba -tiba pengen muntah , saya juga tersiksa dengan semua ini ." Kata Aisyah dengan mata berkaca -kaca.
" Sudah jangan terlalu di pikirkan , intinya sekarang kamu harus bisa mengendalikan diri kamu ,Ais . " Kata Mala menenangkan sahabatnya.
"O ya, anak -anak kalian kok nggak di bawa ? " Tanya Aisyah pada Ayu dan Mala
" Hey ini quality time emaknya, jadi bocah -bocah itu di tinggal dulu ."sahut Ayu
" Kalo bocah -bocah itu ada kan seru ." kata Aisyah
" Lain kali lah ,ya . Sekarang emak -emaknya aja dulu ." Kata Ayu lagi .
"Beb, maaf ni kembali ke Mas Azzam, kapan terakhir kalian berhubungan ? " Tanya Ayu
" Maksudnya berhubungan apa ?" tanya Aisyah
" Itu tu , masak nggak paham ." sahut Ayu
" kok nanya itu ? Emangnya kenapa ? " kata Aisyah
" Jawab dulu ! " desak Ayu membuat Mala dan Putri saling pandang.
" Seingat saya sebelum saja tau kalo saya hamil " jawab Aisyah
" Astaga , Ais , lama banget tu , sekarang usia kehamilan kamu udah 5 bulan , berarti 5 bulan ini nggak , Ya ampun kamu nggak takut Mas Azzam melampiaskannya ke perempuan lain ."
" Naujubillah ,Mas Azzam nggak mungkin begitu ." Sahut Aisyah raut kecemasan tampak di wajahnya
" Justru itu , ingat Mas Azzam sosok lelaki yang menjadi idaman semua wanita , dengan kamu seperti ini kamu membuka celah untuk orang lain masuk . Dan kamu pun berdosa, Beb " kata Ayu sambil mengedipkan mata pada Putri dan Mala .
"Bisa ganti topik pembicaraan kah ?" kata Aisyah
" Iya ni Ayu , kok bahas itu sich, bawaan bumil kan beda -beda , lagian semuanya pasti bersifat sementara saja , kayak saya kemaren nggak suka sama bau parfume mas Aldi , hanya selama hamil aja , setelah itu normal lagi ." Kata Mala
" Sorry, saya hanya ingin Ais sama Mas Azzam mesra kayak dulu lagi , itu aja kok ." sahut Ayu
" O ya , sudah berapa hari kamu ngidam begini Ais ? " Tanya Putri
"Hampir dua minggu , selama di sini udah 4 hari saya benar -benar nggak ada komuniksai sama Mas Azzam . Tapi saya tau Mas Azzam selalu menelpon Abang Ahmad kan untuk menanyakan komdisi saya . " Kata Aisyah
" Kasian Mas Azzam ,Ais " Kata Mala .
" Kalo pemikiran saya , mungkin ini cara bayi kami untuk melihat seberapa besar ikatan cinta kami , seberapa besar kesabaran Mas Azzam menjalani ini semua ." Kata Aisyah
" Mungkin saja , tapi sebaiknya coba deh kamu temui suamimu , kasiah dia , pasti kangen banget sama kamu ." Kata Mala .
"Iya, saya akan usahain deh , kalian tenang aja , terima kasih ya , kalian memang sahabat terbaik saya ." Kata Aisyah
Mereka lalu saling berpelukan . Menjelang Ashar , Ayu dan Mala pun pulang . Aisyah dan Putri mengantar keduanya sampai di depan pintu Setelah itu Putri menghampiri anak -anaknya , sedangkan Aisyah kembali ke kamar.
Aisyah lalu menelpon Bi Imah
" Assalamualaikum Bi , !"
" Waalaikumsalam ,Non apa kabar ? "
" Alhamdulillah , baik Bi !."
" Non kapan balik ? Sepi di rumah Non , Aden juga jarang pulang ? "
" Maksudnya Mas Azzam ngggak tidur di rumah i ?"
" Iya ,Non , udah 3 hari Aden pulang pagi , mandi ganti baju trus pergi lagi !" Sahut Bi Imah .
" Oh..gitu ya Bi , O ya Bi , ada nggak baju Mas Azzam yang masih kotor, kalo ada suruh Pak Jai antar ke sini ya ? "
" Maksudnya baju aden yang masih kotor , di antar ke Non kah , ?"
" Iya Bi , kalo ada segera ya ,! "
" Iya , Non , saya cek dulu ."
Bi Imah lalu melangkah ke tempatemcuci baju , ternyata tidak ada lagi baju kotor disana , semua sudah di cuci oleh Bi Nur .
" Nggak ada nie ,Non !"
" Coba cek di kamar saya ,Bi , di kamar mandi ,"
" Iya Non ."
__ADS_1
Bi Imah pun menaiki anak tangga menuju kamar majikannya , dan langsung masuk ke kamar mandi .
" Ada Non , ini kemeja Aden yang di pakai tadi pagi pas dia pulang ,! "
" Oke, suruh Pak Jai antar ke saya ya ! "
" Baik Non ."
Bi Imah lalu membungkus baju itu dan menyuruh Pak Jai mengantar baju itu ke Aisyah .
Sementara Aisyah tampak gelisah setelah mendengar penjelasan Bi Imah kalau suaminya tidak tidur di rumah .Mas Azzam tidur di mana ? kenapa dia nggak pulang ? apa dia marah saya tidak menghubunginya ? Banyak pertanyaan muncul di kepalanya .Aisyah kembali teringat ucapan Ayu tadi .
" Nggak , nggak Mas Azzam nggak mungkin melakukan hal yang aneh -aneh ." Kata Aisyah .
Tidak lama kemudian pintu kamarnya di ketuk . Aisyah lalu membuka pintu .
" Pak Jai antar ini " Kata Putri lalu membeeikan bungkusan itu pada Aisyah
" Oh , ya , terima kasih , Pak Jai nya mana ? Udah balik kah ? "
" Udah , emang itu apaan sich , jadi kepo ?" kata Putri sambil tersenyum .
" Hmm ada deh " sahut Aisyah lalu menutup pintu kamarnya. Putri hanya menggeleng -geleng kepala melihat tingkah adik iparnya
Didalam kamar , Aisyah pelan -pelan mengeluarkan kemeja suaminya. Lalu mencium kemeja itu, Aroma parfume suaminya tercium .Aisyah merasa seolah sedang berada di pelukan Azzam .
" Saya nggak mual lagi , berarti kalo saya ketemu Mas Azzam nggak mual lagi , Hubby Ais kangen ." Kata Aisyah sambil mencium kemeja itu lagi .
Tujuan Aisyah minta antarkan kemeja itu adalah untuk mengetes saja , apakah dia masih mual dengan aroma badan Azzam yang menempel di baju itu .Yang sudah membuatnya menjauhi Azzam akhir - akhir ini.
Aisyah pun bergegas untuk mandi, dan melaksanakan sholat ashar ,setelah itu dia bersiap mau ke kantor suaminya , namun sore itu turun hujan dengan deras disertai petir , membuat Aisyah membatalkan niatnya .Aisyah lalu mencoba menghubungi Ririn untuk mencari informasi tentang suaminya
" Assalamualaikum. " sapa Aisyah
" Waalaukumsalam ." sahut Ririn
" Maaf , Rin saya mengganggu ."
" Ohh nggak papa mba , santai aja ."
" Rin , Pak Bos mu ada dikantor kah ?"
" Ada , maaf ni mba, sebenarnya ada apa sich , beberapa hari ini Pak Bos tidur di kantor , kalian berantem kah ? Saya tanya Pak Bos diam aja !'
"Nggak berantem , cuma....
" cuma kenapa mba ? "
" Nggak , cuma belum bisa ketemu saja. "
" Iya Rin , akhir -akhir ini saya tu bawaannya kalo melihat Mas Azzam saya jadi mual . " jawab Aisyah
" Ya ampun mba. Kok ngidamnya aneh gitu ? " kata Ririn sambil tertawa.
" Entahlah Rin. Saya juga bingung ,"
" Selama Pak Bos tidur di kantor , Mas Ozi selalu menemani mba , "
" Oh gitu , maaf ya , kamu jadi ditinggal suami kamu ."
" Ahh mba, nggak papa kok. "
"Tadi tu saya mau ke sana , tapi hujan , nggak jadi deh !"
" Jadi udah nggak mual lagi ni ?"
"Kangen aja Rin " Kata Aisyah
" Hmmm, besok aja mba kalo mau ke sini. Tapi agak siang soalnya Pak Bos ada meeting pagi besok. Jam 10.00 mungkin udah selesai ."
" Iya , tapi jangan kasih tau ya saya mau kesana ."
" Siap"
" Oke terima kasih ya ,Rin "
" Sama -sama. mba "
Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon terputus .
" Ya ampun , mba Aisyah ngidamnya aneh -aneh aja ." kata hati Ririn.
***
Dikantor Azzam sedang berbaring di ruang khusus, di ruangannya sambil mengamati foto -foto Aisyah yang ada di ponselnya .sudah 4 hari dia tidak bertemu istrinya, tidak ada komunikasi apapun .
" Hubby kangen banget sama kamu sayang , kenapa ngidam kamu kok pengen jauh dari Hubby ? Hubby nggak bisa terus -terusan begini " kata Azzam
Tok tok tok
Terdengar suara pintu diketuk. Azzam lalu bergegas kembali ke meja kerjanya , dia tau pasti Ririn yang mengetuk pintu mengingatkan tentang meeting pagi itu .
" Masuk !" kata Azzam
Muncul Ririn dari balik pintu .
__ADS_1
" Pak Bos 5 menit lagi meeting ." Kata Ririn yang sudah berada di depan Azzam
" Iya , Saya akan ke ruang meeting " Sahut Azzam .
Sementara Itu Aisyah sudah bersiap untuk ke kantor suaminya .
" Mau kemana nie ?" tanya Bu Yani ketika melihat Aisyah yang sudah rapi .
"Ais mau ke kantor Mas Azzam bu ."
"Oh ya , ibu senang dengarnya , suamimu pasti sudah kangen banget sama kamu ." Kata bu Yani
" Bibirnya di merahin dikit dong, biar keliatan seger " Kata Putri
" Enggak ah ," kata Aisyah .membuat Putri tertawa .
Semenjak hamil Aisyah bisa dibilang putus hubungan dengan yang namanya make up. Bahkan untuk sisiran pun jarang . Walaupun begitu Aisyah terlihat cantik dengan penampilan naturalnya .
" Kamu kesana sama siapa ?" Tanya Bu Yani
" Ais sudah pesan taksi online bu ! " jawab Aisyah
" Kamu hati -hati ya ,nak " Kata Bu Yani
Tidak lama kemudian terdengar suara klakson mobil yang berhenti di depan rumah . Aisyah pun bergegas keluar , di susul bu Yani dan Putri .
Itu adalah klakson taksi online yang di pesan Aisyah . Aisyah lalu berpamitan pada bu Yani dan Putri.
" Sabar ya Nak , sebentar lagi kita akan ketemu ,Abby ,Ummy tau kamu pasti kangen juga kan sama Abby ." kata Aisyah sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar saat berada di dalam mobil .
Mobil yang di tumpangi Aisyah pun melaju di jalan raya berbaur dengan kendaraan lainnya . Tiga puluh menit kemudian mobil itu memasuki halaman parkir sebuah gedung yang cukup mewah .
Aisyah pun turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam gedung mewah itu . Sosok Aisyah yang menjadi istri pemilik kantor itu sudah cukup di kenal oleh semua karyawan, sehingga mereka menyapa istri Pak Bos mereka itu .
" Eh..Bu Aisyah , apa kabar udah lama lho nggak datang ke sini , iiih. perutnya udah gede , sebentar lagi Pak Bos akan jadi Ayah , selamat ya bu ," Kata Salah satu karyawan yang di temui Aisyah .
" Alhamdulillah .terima kasih . Saya ke atas dulu ya . " kata Aisyah lalu masuk ke dalam lift.
Walauoun tanpa make up Aisyah terlihat tetap anggun dengan balutan gamis yang berwarna Abu -abu senada dengan warna pasminanya .Membuat semua mata yang melihatnya terkagum -kagum .
" Assaalmualaikum ." sapa Aisyah pada Ririn
" Waalaikumsalam , Mba Aisyah . Perutnya udah gede , gemes deh " Kata Ririn membuat Aisyah tersenyum
" Pak Bos mu udah di ruangan kah ? "
" masih meeting mba , tapi bentar lagi meeting nya selesai kok , "
" Oh gitu , ya udah saya tunggu dia di dalam saja " Kata Aisyah
" Oke, silahkan masuk mba " kata Ririn
" Terima kasih "
" Sama -sama ,Mba ."
Aisyah lalu masuk ke dalam ruangan suaminya .dia lalu duduk di kursi kerja Azzam . Tidak lama kemudian seorang OB masuk mengantar minuman dan meletakkannya di depan Aisyah .
" Terima kasih " kata Aisyah
" Sama -sama bu " sahut OB itu lalu keluar ruangan
Setelah OB itu keluar , Aisyah menehuk beberapa teguk jus jeruk yang di bawa OB itu kemudian dia beranjak dari duduknya melangkah menuju ruang khusus . Di ruanga itu Aisyah merebahkan tubuhnya , karena pinggangnya tersa nyeri .
***
Seleaai meeting Azzam kembali masuk ke ruangannya bersama Ozi dan Ahmad . Mereka berbincang tentang hasil meeting tadi . Tidak di pungkiri perusahaan Azzam kini semakin berkembang , Ahmad dan Ozi cukup bisa diandalkan dalam mengelola perusahaan selama dia fokus pada Aisyah kemaren . Azzam mengucapkan terima kasih kepada keduanya .
Aisyah yang mendengar obrolan mereka pun tersenyum , Aisyah ingin sekali menghampiri mereka , tapi dia merasa ragu , sehingga dia berdiam diri di balik pintu .
Pandangan Azzam tertuju pada segelas jus jeruk di atas mejanya . Seingatnya dia tidak
pernah minta buatkan jus . Biasanya yang sering minum jus hanya istrinya Aisyah . Seketika jantungnya berdegup dua kali lebih cepat .Sosok istrinya kini muncul di pikirannya .
" Zam, kamu baik -baik saja ?" Tanya Ahmad ketika melihat Azzam melamun
" Saya baik -baik saja ,Bang !" Sahut Ahmad.
" Ya udah , saya kembali ke ruangan saya ya , " Kata Ahmad
" Saya juga Pak Bos . " Kata Ozi
" Iya ." sahut Azzam .
Ahmad dan Ozi pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Azzam sendirian . Tepatnya bukan sendiri tapi bersama Aisyah yang masih bersembunyi di balik pintu di kamar khusus .
Azzam bersandar di kursi nya . Dia lalu mengambil ponselnya .Membuka galeri foto , Melihat satu per satu foto yang tidak lain adalah foto istrinya .
" Sayang , sekarang kamu lagi ngapaian ? kamu kangen nggak sama Hubby ? Hubby kangen banget sama kamu ! " Kata Azzam sambil mengecup wajah Aisyah yang tampak di layar ponselnya
Aisyah sedih mendengar ucapan Azzam . Tak terasa air matanya pun menetes membasahi pipinya . Ingin sekali dia mendekati Azzam dan memeluk suaminya itu , tapi entah kenapa kakinya terasa berat .sehingga dia masih mematung di balik pintu .
"Ya , Allah saya tau , Engkau memberikan ujian ini karena Engkau tau saya mampu melewatinya , saat ini saya sangat merindukan istri saya , berikanlah petunjuk apa yang harus saya lakukan sekarang ." kata Azzam lagi . Kemudian dia memutar video rekaman Aisyah yang sedang menyanyi sambil memainkan gitarnya .
Air mata Aisyah mengalir semakin deras . Aisyah merasa sangat bersalah dengan sikapnya selama ini . Bersalah karena terlalu mengikuti kemauan yang bertentangan dengan hati nuraninya , tanpa mempertimbangkan perasaan suaminya .
__ADS_1
Bersambung ...