
Azzam lalu mengambil ponselnya dan menelpon satu persatu keluarga mereka untuk makan malam bersama . Sedangkan Aisyah menelpon restoran langganan mereka .
Azzam mematung menatap Aisyah yang sedang ngobrol dengan manajer restoran . Aisyah memesan semua menu makanan yang ada di restoran itu .
Selain untuk makan malam Aisyah juga memesam makanan untuk diantar ke Panti Asuhan dan Panti Jompo yang biasa di datanginya .
" Beres kan ! " Kata Aisyah ketika menutup telpon .
Azzam mengangguk . Azzam kagum dengan kepribadian istrinya yang tidak pernah lupa dengan mereka yang ada di panti .
Aisyah meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang tidak lain adalah buku yang berwarna pink atau yang sering di kenal dengan buku ibu hamil dan foto hasil USGnya tadi. Aisyah kembali tersenyum menatap foto hasil USG itu.
" Sayang !" kata Azzam menatap Aisyah.
"Emmmhh" Aisyah melirik Azzam sekilas.
" By , Ais rasanya pengen cepat -cepat ketemu sama baby kita ." Kata Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam .
" Saya juga sayang , kamu harus jaga kesehatan kamu ya , kalo mau sesuatu ngomong sama saya. Dan mulai hari ini saya nggak mau liat kamu mengerjain kerjaan rumah lagi ." Kata Azzam sambil membelai mesra rambut Aisyah yang tergerai .
" Trus Ais ngapain ?"
" Ngapaen kek , yang penting jangan sampai kamu capek sayang ." Kata Azzam sambil mengelus kepala istrinya.
" Kalau masak ? "
" Emmm, kan ada Bi Imah sama Bi Nur sayang , saya nggak mau kamu capek -capek ." Sahut Azzam .
" By , masak untuk suami itu kewajiban istri lho . "
" Iya , saya tau . Tapi sekarang kamu lagi hamil . Kamu harus banyak istirahat ."
" Tapi , kalo Ais ngidamnya pengen masak , pengen bersih -bersih rumah gimana ? "
" Pleace, nurut sama saya !" Sahut Azzam
lalu mengecup puncak kepala istrinya itu.
" Kalau Ais bosan .."
Azzam menghela napas beratnya .
" Iya deh , Ais nurut sama suami ." kata Aisyah lalu meraih tangan Azzam dan mencium punggang tangan Azzam .
***
Pukul 19.00 kediaman Azzam sudah ramai . Semua keluarga terdekat mereka sudah berkumpul . Azzam dan Aisyah pun mengajak mereka ke ruang makan .
" Silahkan duduk " Kata Azzam
" Woow, pasti ada sesuatu yang spesial ni ! Nggak mungkin makan malam biasa hidangannya seperti ini ? " Selidik Ahmad ketika melihat menu yang tersaji di atas meja makan .
" Undangannya mendadak ! Abby jadi penasatan ! " Sahut Pak Khairul .
Semua mata tertuju pada Azzam dan Aisyah membuat keduanya saling pandang .
" Kami sedang berbahagia , jadi kami ingin membagikan kebahagian kami kepada orang -orang yang kami sayangi ." Kata Azzam sambil tersenyum dan mengenggam tangan Aisyah yang duduk disampingnya .
" So sweeet , apa tu berita bahagianya ?" Desak Ahmad .
" Abang kebiasaan , nggak sabaran banget , ingat Bang udah mau punya anak 3 lho ! " Sahut Aisyah membuat yang lain tertawa .
" Lho berita bahagia harus segera dishare donk ! Iya kan ? " Kata Ahmad tidak mau kalah .
Kembali Azzam dan Aisyah saling pandang. Keduanya saling mengisyaratkan untuk siapa diantara mereka yang akan mengumumkan berita bahagia itu .
" Malah tatap -tatapan mereka !" Goda Ahmad lagi.
" Ada berita bahagia apa ,Nak ? " Tanya Pak Sulaiman .
" Tu , Ayah juga udah penasaran ." Tambah Ahmad yang semakin terlihat sikap kekanak -kanakannya .
" Mas , kasih waktu Azzam dan Ais ngomong dulu ." tegur Putri
" Oke , oke . Sekarang Abang baca isi amplok ini , yang keras ya , biar semuanya dengar ! " Kata Aisyah sambil memberikan sebuah amplok yang dia keluarkan dari saku bajunya.
Perlahan Ahmad pun membuka amplok dan mengambil sebuah kertas dari dalamnya. Ahmad lalu berdiri semua mata tertuju padanya . Kertas itu bertuliskan ketengan tentang kehamilan Aisyah .
" Alhamdulillah ." Batin Ahmad ketika mengetahui isi kertas itu . Matanya melirik Azzam dan Aisyah lalu ke yang lainnya yang juga saat itu sedang menatapnya .
Ahmad yang memang dasarnya jahil ,terlintas di benaknya ingin menggoda mereka semua .
" Abang , buruan di baca ! " Kata Aisyah
Ahmad menghembuskan napas kasarnya . Dan kembali duduk .
__ADS_1
" Katanya berita bahagia, tapi kok isinya ini , maksud kalian apa ? " Kata Ahmad memulai dramanya .
Aisyah dan Azzam kembali saling pandang .
" Emang isinya apa ? " Tanya Pak Khairul
" Masa isinya tagihan kredit card !" sahut Ahmad membuat yang lainnya mengerutkan kening .
" Abang , buruan deh dibaca , becandaannya nggak lucu !" Kata Aisyah yang tau siasat Abangnya .
" Ini beneran lho !" kata Ahmad lagi .
" Abang , keluarga kitakan nggak pernah lagi menggunakan kredit card !" Kata Aisyah menatap tajam abangnya .
" Oh , iya ya .saya lupa , habisnya saya speechless !" Kata Ahmad sambil menepuk jidatnya . Membuat yang lain tertawa
" Coba bacain , ayah jadi penasaran !" Pak Sulaiman ikut bicara
" Okey , Abby , Ummy , Ayah , ibu , kalian akan punya cucu dari mereka berdua ." Kata Ahmad tersenyun menatap Aisyah dan Azzam .
" Alhamdulillah" Jawab mereka semua hampir bersamaan .
" Udah berapa minggu ,Ais ? " Tanya Putri.
" Alhamdulillah udah 5 minggu ." Sahut Aisyah sambil tersenyum .
" Alhamdulillah ." Sahut yang lainnya kembali hampir bersamaan .
Putri bangun dari duduknya dan memeluk Aisyah adik ipar sekaligus sahabatnya itu. Begitu juga Bu Ainun dan Bu Yani mereka pun memeluk Aisyah memberikan ucapan selamat secara bergantian . Suasana kebahagian penuh haru menyelimuti mereka saat itu .
" Kok pada merek sich ? " Kata Aisyah sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya .
" Yang ngomong juga merek !" Sahut Ahmad .
Mendengar ucapan Ahmad mereka semua pun tertawa .
" Ngobrolnya dilanjutin nanti ya ! Sekarang kita makan dulu . Ayah atau Abby ni yang pimpin doa ? " Kata Azzam .
" Sebaiknya Abby Khairul saja ." Kata Pak Sulaiman.
Pembacaan doa pun dimulai , yang lain menadahkan tangan mengaminkan kalimat doa -doa yang di lafazkan Pak Khairul .
Selesai berdoa , mereka pun mulai menikmati hidangan makan malam itu .
" Bagus dong !" Sahut Ahmad .
" Bener kata Putri . Kamu nggak ada keluhan apa gitu , atau pengen apa ? " Tanya Bu Ainun .
" Alhamdulillah , Untuk sekarang belum, tapi nggak tau nanti .Doain aja semoga Ais sehat , nggak kayak hamil yang dulu " kata Aisyah .
"Amin ." sahut yang lainnya serentak .
" Tapi ibu merasa ada yang beda dari Ais ,akhir -akhir ini ." Celetuk Bu Yani .
" Oh , ya , apa tu ? " Tanya Bu Ainun penasaran .
" Kalo menurut ibu sich , akhir -akhir ini Ais nggak pake make up ! Bener nggak ,Zam ?" Tanya Bu Yani .
" Dua jempol untuk ibu ! Nggak cuma itu , ritual skincare pun udah nggak ! " Sahut Azzam setelah meneguk minumannya .
Membuat Ais tersipu malu. Karena semua mata tertuju padanya.
" Kok ngeliat Ais semua , Ais tu males aja ! " Sahut Aisyah berkilah.
" Bawaan baby pastinya !" Sahut Putri .
" Pantesan dekil ! " Celetuk Ahmad
" Abaaaang jahat !" Kata Aisyah
" Kok jahat , abang ngomong apa adanya kok !" Kata Ahmad menggoda Aisyah lagi .
" Huuby !" rengek Aisyah pada Azzam yang tersenyum menatap istrinya .
" Sayang , kamu kayak nggak kenal sama abang sendiri !" kata Azzam .
" Abang udah bercandaannya , makan dulu ! " tegus Bu Yani .
" Iya deh , Abang bercanda , Adek Abang tetap cantik kok !" Kata Ahmad sambil tersenyum menatap Aisyah .
" Natural itu lebih cantik !" timpal Azzam .
" Bener !"sahut Ahmad .
Setelah selesai menikmati makan malam mereka pun melanjutkan obrolan mereka di ruang tengah . Obrolan semakin seru karena tingkah kocak Ahmad yang selalu menggoda Aisyah . Sesekali terdengar gelak tawa mereka .
__ADS_1
" Kak Nisa udah tau belum kabar gembira ini ? " Tanya Putri .
" Astagfirullah , belum !" Sahut Aisyah .
" Ya udah kita video call ya sama kak Nisa !" Kata Ahmad sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya .
Video call pun tersambung. Tampak wajah Anisa muncul dilayar ponsel Ahmad .
" Assalamualaikum , Kak !" Sapa Ahmad sambil memperlihatkan kebersamaan mereka saat itu .
" Waalaikumsalam , Ya ampun lagi pada ngumpul , Hallo Ayah , ibu. Abby , ummy , semuanya dek , kok kakak nggak di ajak ? Ada acara apa nie ? " Tanya Anisa .sambil melambaikan tangan , di balas mereka dengan melambaikan tangan juga .
Ahmad lalu duduk di samping Aisyah .
" Asaalmualaikum ,kak !" Sapa Aisyah
" Waalaikumsalam ,dek, kok kakak nggak di ajak ngumpul ?" Kata Anisa
" Maaf kak, syukurannya dadakan juga ." Sahut Aisyah .
" Syukuran ? Syukuran apa ?" Tanya Anisa
Aisyah lalu memperlihatkan buku Ibu Hamil dan foto hasil USG .
" Alhamdulillahirobbil alamin . Selamat ya dek . Kakak senang sekali . " Kata Anisa matanya tampak berkaca -kaca.
" Terima kasih ya kak, ini semua berkat bantuan kakak jua . Maaf Ais baru ngabarin sekarang ." Kata Aisyah yang juga tampak terharu .
"Nggak papa sayang . Trus usia kandungan kamu berapa minggu ?" Tanya Anisa .
" 5 minggu kak ! " jawab Aisyah .
"Alhamdulillah, tapi kamu sehat aja kan ?"
" Alhamdulillah , sehat kak !" sahut Aisyah
" Syukurlah, Kamu jaga kandungan kamu ya dek , nanti kakak kirim vitamin untuk kamu ."
" Iya kak ."
" Zam , kamu jaga istrimu ya, jangan terlalu banyak beraktifitas , trisemester pertama masih tawan ." Kata Anisa .
" Iya kak. Mulai sekarang saya tidak izinkan dek Aisyah ngerjain kerjaan rumah lagi ." Kata Azzam .
"Dira sama Dika mana kak ? " Tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan mereka . Karena Aisyah tidak mau Azzam semakin Overprotektif nantinya.
" Udah tidur , Mas Farhan juga udah tidur , baru pulang dari luar kota kayaknya kecapeaan habis makan langsung tidur "Kata Anisa .
Setelah cukup lama ngobrol sambungan video call pun terputus . Jam di dinding pun sudah menunjukkan pukul 21.00 . Pak Sulaiman , Bu Yani , Ahmad ,Putri dan kedua bocah Yasmin dan Yusuf pun pamit pulang di susul oleh Pak Khairul dan Bu Ainun .
Aisyah sudah duluan kekamar . Sedangkan Azzam tampak masih ngobrol bersama semua perkerja rumahnya .
Obrolan mereka tidak lain tentang kehamilan Aisyah .Azzam menegaskan kepada semua pekerja di rumahnya untuk tidak membiarkan Aisyah mengerjakan pekerjaan rumah sekecil apapun .
" Saya harap kalian bisa membantu saya untuk hal ini ." Kata Azzam .
" Siap , Aden ." jawab mereka serempak .
Selesai memberikan wejangan , Azzam pun menyusul Aisyah dikamar mereka .
" Kita harus siaga untuk kehamilan Non Aisyah sekarang ! " Kata Bi Nur .
" Siap Bi Nur , saya senang sekali mendengar kabar Non Aisyah hamil ."Sahut Bi Imah .
Kebahagian atas kehamilan Aisyah tidak hanya dirasakan oleh keluatga besar mereka , tapi juga dirasakan oleh para pekerja di rumah itu . Mereka semua tampak senang sekali . Apalagi Azzam dan Aisyah menganggap mereka seperti keluarga sendiri .
***
Di dalam kamar Aisyah duduk di depan cermin meja riasnya . Dia mengamati wajahnya sendiri . Kata dekil yang keluar dari mulut Abangnya , walaupun hanya candaan tapi masih menggangu pikiran Aisyah .
" Apa omongan Abang tadi beneran ya ? trus Apa Hubby sama kayak Abang juga ? cuma nggak berani ngomong ? " Batin Aisyah sambil meraba -raba wajahnya .
" Kok bengong ?" Tanya Azzam mengagetkan Aisyah .
" Hubby ! Bikin kaget aja !" Kata Aisyah yang tersadar dari lamunannya.
" Mikirin apa sich ?" kata Azzam lalu mengecup mesra pipi Aisyah .
" Nggak papa ! Hubby bersih -bersih dulu , itu piyamanya udah Ais siapin !" Kata Aisyah sambil menunjuk stelan piyama yang diletakkannya di atas tempat tidur .
" Okey , makasih ya ! " Kata Azzam lalu melangkah mengambil piyama itu dan masuk kekamar mandi .
Aisyah tersenyum . Pandangannya kembali kepandulan wajahnya yang tampak di cermin . Dengan pikiran yang melayang entah kemana .
...Bersambung ...
__ADS_1