
" Kalo nggak pilih -pilih saya nggak setuju juga , masa cari suami sembarang aja , enggak deh !" Sahut Ayu .
" Nggak sembarang juga Yu ,!" Sahut Mala membuat yang lain tertawa .
" Kalian tenang aja , kita tinggal tunggu undangan dari Anggie aja ! " Sahut Aisyah membuat semua mata tertuju pada Aisyah .
" Hah, beneran ini ? Siapa ? Tega kamu Ngie , Ais aja kamu kasih tau !" Cerocos Ayu .
" Apaan sich kalian , nggak ada kok ! " Sahut Anggie malu -malu .
" Udah ngomong aja sama kita -kita , nggak usah malu gitu ! " Kata Aisyah .
Ucapan Aisyah membuat Ayu , Mala dan Putri menatap instens Anggie .
" Ngomong nggak ? " Desak Ayu
" Oke , saya ngomong . Jujur saya lagi dekat sama seseorang . Kami sedang menjalani proses ta'aruf ." kata Anggie gugup.
" Alhamdulillah." Sahut ke empat sahabatnya bersamaan.
" Kalo boleh tau , siapa sich sosok lelaki itu ? " Tanya Putri .
" Dia orang biasa . Tapi buat saya dia istimewa !" Kata Anggie sambil menutup wajahnya dengan bantal. Merasa malu sendiri dengan ucapannya , membuat para sahabatnya semakin penasaran .
" Aaahhhh Anggie ! Bikin penasaran aja ! " kata Ayu yang memang sifatnya tidak sabaran dan selalu ingin tau .
" Kita semua kenal kok . Iya kan Ngie ? " Tanya Aisyah .
" Ais sama Anggie sudah satu komplotan ni , curang main rahasia -rahasian mereka selama ini . Mentang -mentang Anggie sekretaris Mas Azzam !" Sahut Ayu sambil mencubit pipi Aisyah dan Anggie .
" Bukan begitu , Saya cuma nebak -nebak aja . Kebetulan pernah liat mereka jalan berdua !" Kata Aisyah membuat Anggie menatapnya .
" Siapa Ais , kasih tau dong ! Penasaran nie ! " Kata Mala .
" Anggie juga sama nie . Kita ini sahabatan nggak sich ? " Sahut Ayu yang naluri keponya sudah meronta -ronta .
" Sahabatan dong ! " jawab Anggie .
" Udah cepetan ngomong ! " desak Putri yang tidak kalah penasaran juga.
" Yang Ais bilang benar . Kalian semua kenal kok . Dia orang biasa . " Kata Anggie
" Status itu nggak penting yang penting dia baik , setia , dan bertanggung jawab ..dan satu lagi bucin kayak Mas Azzam ! " Kata Mala menggoda Aisyah.
" Apaan sich . Mas Aldi juga bucin ! " Sahut Aisyah membuat semuanya tertawa .
" Sttt ketawanya jangan keras -keras dong ! kasian Yesi kan kaget dia ! " Kata Putri sambil menepuk -nepuk pantat baby mungil itu .
" Sorry , maafkan aunty -aunty mu yang super resek itu ,Nak ! " Kata Mala ikut mengusap kaki baby Yesi .
" Yang ngomong juga resek ! " sahut Ayu .
" Ngie ,, ngomong siapa lelaki itu ? " Desak Ayu lagi .
" Dia tinggal di rumah Bu Bos kita ini ! " kata Anggie senyum -senyum merangkul pundak Aisyah .
" Saya tau ! " Sahut Mala .
" Pak slamet istrinya Bi Imah , Pak Jai udah punya istri , Pak Hari juga udah menikah . ohhhh tau Pak Riko , iya kan ? " Kata Ayu .
" Iya , ya . Yang masih bujangan kan Pak Riko aja . Bener kan Ngie ? " Tambah Mala .
Anggie mengangguk .
" Waaah selamat ya . Senang deh dengarnya . Pak Riko orangnya baik juga ! " Kata Putri .
" Ternyata pesonanya Pak Riko sudah meluluh lantakan hati mu ,Ikut senang deh , trus kapan kalian nikah ? " Tanya Ayu .
" Baru juga taaruf. Sabar semua ada prosesnya . " Sahut Anggie .
" Jangan lama -lama . "Kata Mala .
" Gerak cepat kayak Pak Sultan kita ." kata Ayu sambil merangkul pundak Aisyah.
Aisyah hanya tersenyum .
__ADS_1
" Doain aja ya gaes , semoga semuanya berjalan lancar ." Kata Anggie
" Amin ! " Jawab mereka semua serempak .
Obrolan mereka berlanjut ke hal -hal lain . Obroran yang penuh canda . Seolah waktu hanya milik mereka saat itu . Tidak terasa hari sudah sore . Satu persatu mereka pun pamit pulang ke rumah mereka masing -masing .
***
Pukul 05.00 sore , Aisyah sampai ke rumahnya . Pak Jai membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Pandangan Aisyah tertuju pada sebuah mobil BMW berwarna silver yang terparkir di halaman rumahnya .
" Ada tamu ? Siapa ya ? " Batin Aisyah .
" Pak Hari itu mobil siapa ? "
Tanya Aisyah pada security di rumahnya.
" Itu mobilnya tamu Pak Bos . Katanya teman lama ." Jelas Pak Hari .
" Udah lama ? " Tanya Aisyah lagi.
" Sejak lepas Ashar tadi Bu ! " jawab Pak Hari.
Aisyah menganggukan kepala , lalu melangkah menuju pintu.
" Assalamualaikum !" ucap Aisyah saat masuk ke dalam rumah .
Tampak tiga orang lelaki sedang ngobrol di ruang tamu . Salah satunya adalah Azzam .
Ketiganya menjawab salam dan tersenyum menatap Aisyah . Aisyah mendekati Azzam , mencium punggung tangan suaminya lalu duduk di samping Azzam.
" Sayang , kenalin mereka teman -teman saya , Putra sama Wawan. Teman lama !" Tutur Azzam .
" Senang berkenalan sama kalian ." Kata Aisyah dengan menangkupkan tangan di depan dada.
Kedua teman Azzam itu juga menangkupkan tangan di delan dada .Keduanya kagum melihat sosok perempuan bercadar yang menjadi istri teman mereka itu .
Azzam lalu menjelaskan kalau kedua teman itu datang untuk bersilaturahami , kebetulan mereka ada proyek di kota itu jadi mampir sebentar.
Setelah basa basi ngobrol Aisyah pamit untuk ke kamarnya , bersih -bersih karena sudah sore .
" Alhamdulillah." Sahut Azzam .
" Menurut saya , wajarlah kalau Azzam mendapatkan istri seperti itu ,ustadz dari zaman sekolah , bedalah sama kita yang banyak menghabiskan waktu di klub hanya untuk bersenang -senang ." Sahut Putra .
Hari semakin sore , Putra dan Wawan pun pamit pulang . Azzam meminta mereka untuk mampir ke rumah atau kantornya kalau ada waktu luang lagi .
Setelah mengantar teman -temannya sampai di depan gerbang, Azzam kembali masuk ke dalam rumah . Dia bertemu Bi Nur yang membawa teh hangat toples cemilan di atas nampan menuju kamar mereka .
" Biar saya yang bawa , Bi ! " Kata Azzam
" Oh , iya Den ! " Sahut Bi Nur lalu memberikan nampan yang dipegangnya pada Azzam .
Azzam masuk kedalam kamar , di dapatinya Aisyah yang jabis selesai manda dan sedang berdiri menyisir rambut di delan meja riasnya . Dia meletakkan nampan di atas meja dan berjalan mendekati Aisyah . Aisyah tersenyum melihat Azzam mendekatinya dari pantulan cermin .
" Kangen ! " Kata Azzam memeluk Aisyah dari arah belakang membuat Aisyah tersenyum .
" Teman -teman ,Hubby udah pulang ! " Tanya Aisyah .
" Sudah ." Jawab Azzam .
Azzam mengingkirkan rambut yang menutupi bagian leher Aisyan dan memberikan kecupan -kecupan mesra di sana membuat Aisyah merasa geli .
" Geli ,Hubby ! " Kata Aisyah lalu membalikkan badan menghadap ke Azzam .
" Gemesin sich ! " Sahut Azzam sambil tertawa kini karena mereka berdiri berhadapan , bibir seksi Aisyah menjadi sasaran serangan Azzam selanjutnya , Namun buru -buru Aisyah menahan wajah Azzam yang semakin dekat dengan jari yang diletakkan di depan bibir Azzam .
" Ais nggak mau di cium Aia mau di peluk aja ! " Kata Aisyah membuat Azzam kembali tersenyum .
Azzam lalu meraih tubuh Aisyah membawa kedalam pelukannya. Aisyah memejamkan mata merasakan pelukan hanyat yang sangat dia suka .
" Udah ya , teh hangatnya di minum dulu , ntar keburu dingin !" Kata Azzam hampir saja dia lupa dengan apa yang dibawanya tadi .
" Teh hangatnya satu gelas aja ? " tanya Aisyah saat mereka sudah duduk di sofa
" Iya , kan buat kamu ! Saya sudah minum tadi di bawah " jawab Azzam.
__ADS_1
" Oh gitu ! " Sahut Aisyah lalu meneguk teh hangat itu .dan mencicipi cemilan .
Azzam hanya tersenyum memandang tingkah istrinya yang doyan sekali ngemil . Dia sangat bersyukur kondisi Aisyah di kehamilan yang sekarang benar -benar berbanding terbalik dengan kehamilan yang pertama.
" Kok ngliatnya gitu ? " Tegur Aisyah
" Nggak papa , saya senang liat kamu ngemil." jawab Azzam.
" By , Ais gemukan kan sekarang ? " Tanya Aisyah sambil mengamati bagian tubuhnya .
" Iya , !" jawab Azzam
" Tu kan ,jelek ya ? Hubby ilfeal ya ? " Tanya Aisyah lagi .
" Enggak sayang ! " Jawab Azzam
" Salah ngomong nie " Batin Azzam
" Bohong , hubby ngeliatin Ais gitu ?" Aisyah memulai drama kekanak -kanakannya .
Usia kehamilan Aisyah yang sudah memasuki bulan ke tujuh membuat badannya terlihat berisi .
" Sayang , dengerin saya . Oke kamu memang gemukan sekarang . Tapi saya nggak ilfeal , saya suka ! kamu semakin hari semakin terlihat seksi sayang . Buat saya semakin bergairah saja !" Tutur Azzam dengan tatapan mengodanya .
" Beneran ? " Tanya Aisyah
Azzam mengangguk . Kemudiah dengan kedua tanganya meraih wajah Aisyah . Keduanya saling bertatapan .
" Jangan mikir yang aneh -aneh , nanti berpengaruh sama kandungan kamu sayang. Saya tidak mau itu . Saya cinta dan sayang kamu karena Allah ! " ucap Azzam .
Aisyah mematung mendengar ucapan suaminya . Apa yang di rasakan Azzam tentunya tidak berbeda dengan yang Aisyah rasakan . Aisyah merasa bersyukur menjadi istri Azzam yang selalu membuatnya bahagia . Bagi Aisyah ,Azzam seperti malaikat yang di turunkan Allah untuk dirinya .
Azzam yang sudah sangat tergoda dengan bibir seksi sang istri , tidak melewatkan kesempatan itu . Dengan mesra dia menyentuh bibir Aisyah .
" Maaf , bibir kamu sangat menggoda saya ! " Kata Azzam saat menyudahi aktifitasnya dan mengusap bibir Aisyah dengan ibu jarinya .
Aisyah lalu meraih tangan Azzam , mencium punggung tan telapak tangan suaminya .
" Maafin Ais ya By . Maafin sifat Ais yang kadang kekanak -kanakan !" kata Aisyah .
" Iya , nggak papa sayang. Saya ngerti perasaan kamu . Kamu begini karena kamu lagi hamil lagian bawaan baby juga. " Kata Azzam kembali memeluk Aisyah .
" Makasih ya By . Siap -siap gih , sebentar lagi magrib ! " Kata Aisyah .
" Iya ." sahut Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .
Tidak lama kemudian kumandang azan pun terdengar , menandakan waktu sholat magrib telah tiba . Azzam dan para pegawainya yang laki -laki berjalan bersama menuju masjid . Sedangkan Aisyah bersiap untuk melaksanakn sholat di kamar saja .
Sesudah sholat Aisyah keluar dari kamar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam . Sesampainya di dapur ternyata sajian makan malam sudah terhidang di atas meja .
" Waah kayaknya enak nie , bikir saya tambah lapar saja ! " Kata Aisyah sambil tersenyum saat melihat hidangan makam malam itu .Membuat Bi Imah dan Bi Nur tersenyum .
" Silahkan duduk , Non !" Kata Bi Nur sambil merenggangkan satu kursi untuk Aisyah .
" Iya .makasih By !" Jawab Aisyah lalu duduk .
" Non mau langsung makan ? " Tanya Bi Imah yang menuangkan air minum ke dalam setiap gelas .
" Nanti aja Bi , tunggu Mas Azzam dan yang lainnya pulang ! " Jawab Aisyah .
Bi Imah memberi kode ke B Nur agar menunggu yang lainnya pulang di depan , agar bisa langsung di suruh ke ruang makan .
Baru saja Bi Nur melangkah menuju ruang tamu , pintu depan terdengar di ketuk . Buru -buru Bi Nur membuka pintu .
" Assalamualaikum ! " Sapa Azzam saat pintu terbuka .
" Waalaikumsalam ." Jawab Bi Nur .
" Langsung ke ruang makan Den . Non Aisyah sudah menunggu di sana !" Kata Bi Nur .
" Iya Bi." Jawab Azzam .
Bi Nur berjalan lebih dulu ke ruang makan di susul Azzam dan yang lainnya .
...Bersambung ...
__ADS_1