
" Enggak, Hubby kan harus ke kantor ,! " Aisyah lalu menarik tangan suaminya untuk pergi sarapan .
Setelah sarapan Azzam berpamitan, Dia berangkat ke kantor bersama Riko yang sekarang sudah menjadi sopir pribadi dirinya .
1 minggu berlalu .
Jam di dinding menunjukkan pukul 10.00. Aisyah hari itu berencana pergi ke rumah orang tuanya . Dia sudah izin juga sama Azzam .
Aisyah minta antar Pak Jai sopirnya .Dalam perjalanan dia tiba -tiba teringat Hendri. Aisyah lalu meminta Pak Jai mengantarnya ke kantor polisi . Aisyah menelpon Azzam untuk minta izin, tapi saat itu Azzam dalam ruang meeting. Ponselnya tertinggal di ruangannya, sehingga saat Aisyah menelponnya tidak ada jawaban .
" Gak papa kali ya. hubby gak mungkin marah juga , lagian Ais mau ngucapin terima kasih aja kok " batin Aisyah .
Sesampainya di kantor polisi, Aisyah langsung turun .Dia meminta Pak Jai menunggunya di parkiran saja , dia tidak lama . Aisyah lalu menghampiri petugas yang berjaga dan menyampaikan maksudnya .Kemudian Aisyah diantar ke sebuah ruangan . Sementara petugas itu pergi lagi . Mungkin menjemput Hendri
"Hubby marah gak ya , tapi kan sayanke sini gak ada maksud apa juga ." Batin Aisyah bergejolak
Hendri yang tiba di ruangan itu kaget ketika yabg datang adalah Aisyah .Dia tidak menyangka kalau Aisyah akan datang menjenguknya.
" Assalamualaikum " Sapa Hendri sambil tersenyum
" Waalaikumsalam " jawab Aisyah .
Aisyah menatap Hendri yang memakai seragan tahanan. Wajah Hendri pun terlihat memar -memar bekas pukulan. Aisyah tau itu pasti ulah anak buah suaminya .
" Hello...Kenapa bengong ,Ais ?"
" Hahh..., gak papa . Gimana kabar kamu ? " Tanya Aisyah agak canggung
Hendri tidak menjawab pertanyaan Aisyah .Dia hanya diam , matanya tampak berkaca -kaca. Dia menyesali semua perbuatannya , kalau saja waktu kejadian penculikan itu dia langsung mengantar Aisyah pulang mungkin keadaannya sekarang tidak seperti ini . Air matanya mulai mengalir .
"Kamu kenapa ,Mas ?" Tanya Aisyah melihat Hendri yang sedang menangis .
Aisyah turut prihatin melihat keadaan Hendri saat itu . Walau bagaimana pun Hendri sudah menolongnya , sehingga dia tidak masuk dalam jebakan Tante Mia dan Siska . Dan semakin bulat tekatnya untuk meminta suaminya untuk mencabut tuntutannya . Aisyah lalu mengambil tisu dari dalam tas dan memberikanya lada Hendri .
" Aisyah, saya minta maaf atas semua kesalahan saya . Jujur saat ini saya malu ketemu kamu " kata Hendri sambil terisak .
" Iya Mas, Saya sudah maafkan semuanya . Kedatangan saya ke sini saya mau ngucapin terima kasih sama Mas , karena Mas sudah menolong saya kemaren " kata Aisyah sambil tersenyum
"Saya akan coba bujuk Mas Azzam untuk mencabut kasus ini "
" Jangan ,Ais , Saya sudah jahat sama kamu , biarlah saya menanggung akibat semua perbuatan saya . Ngomong -ngomong kamu ke sini sama siapa ? Apa suamimu tau kamu kesini ? "tanya Hendri
" Saya kesini di antar sopir saya ,"
" Jadi suamimu tidak tau kamu ke sini ?"
" Tadi sudah mau izin tapi saya telpon dia tidak jawab , mungkin lagi meeting . Lagian saya ke sini cuma mau ngucapin terima kasih saja . " kata Aisyah
" Kalau begitu , kamu sebaiknya pulang, Saya tidak mau dia salah paham , orang -orang suamimu ada di mana -mana Ais, dia pasti tau sekarang kalau kamu menemui saya di sini, saya ngerti maksud baik kamu . Biarlah proses ini berjalan sesuai peraturan yang berlaku " Kata Hendri yang tampak gelisah .
" Okey baiklah saya akan pulang , saya harap kalau nanti kasus ini benar -benar di cabut, kamu bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih bertanggung jawab pada Istri dan anakmu nanti . Saya datang kesini atas dasar rasa kemanusian saja tidak lebih dari itu " Kata Aisyah .
" Maafkan saya ,Ais . Saya cuma tidak mau suami mu marah , salah pahan atas kedatangan kamu kesini ."
"Iya saya mengerti , kalo begitu saya pulang dulu , jaga dirimu ,Mas. Jangan lupa sholat . Assalamualaikum " Kata Aisyah lalu melangkah meninggalkan ruangan itu .
Hendri masih mematung. Hatinya benar -benar hancur . Dia sangat menyesali semua perbuatanya pada Aisyah . Dari dalam lubuk hatinya paling dalam dia masih sangat mencintai Aisyah . Dia pun berjanji pada dirinya sendiri kalau dia bebas nanti dia tidak akan pernah mengulangi kesalahannya lagi .Dan akan berusaha mencintai istrinya yang sebentar lagi akan melahirkan anaknya .
***
Dikantor Azzam
Selesai meeting dan makan siang Azzam kembali ke ruangannya.
Tok tok tok
Pintu ruangan Azzam di ketuk .Muncul Ozi dari balik pintu
" Maaf Pak Bos ada yang mau saya sampaikan ?"
" Silahkan duduk , ada apa ? "
" Begini Pak Bos. Hari ini Bu Aisyah menemui Hendri di kantor polisi ."
" Yang bener? Dia hari ini izin mau ke rumah orang tuanya "
" Pak Bos liat ini " Kata Ozi menunjukkan sebuah foto dari ponselnya
Di foto itu ada beberapa foto yang menunjukkan Aisyah yang sedang berada di kantor polisi tempat Hendri di tahan . Mulai foto Aisyah di parkiran , sampai foto Aisyah masuk ke sana .
" Ngapain dia kesana ? " tanya Azzam sambil mengembalikan ponsen Ozi
" Saya kurang tau juga ,Pak Bos . Tapi Bu Aisyah sebentar saja ke sana . Paling 15 menitan lah " Kata Ozi lagi .
" Sekarang istri saya dimana ?"
" Sekarang Bu Aisyah di rumah orang tuanya "
" Okey, terima kasih informasinya "
" Sama -sama ,Pak Bos . Kalo gitu saya balok keruangan saya "
Azzam hanya menganggukan kepala . Pikiran Azzam mulai melayang -layang . Kenapa Aisyah menemui Hendri dan tidak memberitahunya . Walau bagaimanapun Hendri pernah menjadinsosok lelaki yang di cintai Aisyah , mendengar kabar Aisyah menemui Hendri membuat Azzam cemburu .
" Apa dek Aisyah masih mencintai lelaki itu ?sehingga dia datang menemuinya ! Ya Allah kenapa hati saya sekarang menjadi tidak tenang . Tapi nggak mungkin , Dek Aisyah hanya mencintai saya , Hendri hanya masa lalunya , tapi kenapa kamu gak minta izin sama saya ? kalau diam -diam begini kamu membuat hati saya sakit sayang "Gumam Azzam .
Azzam lalu mengambil ponselnya . Dia melihat beberapa kali panggilan dari Aisyah . Lalu dia coba menelpon balik , Namun sayang , ponselnya malah mati karena lobet .
"Sial " Azzam kesal
PRAAAAK
Dia membanting ponselnya, sehingga ponsel itu berserakan di lantai . Ririn yang kebetulan mau masuk ruangan Bosnya langsung membuka pintu tanpa mengetuknya lagi .
" Kenapa Pak Bos , Ada apa ? " Tanya Ririn panik. Dia melihat ponsel Azzam hancur berserakan di lantai . Ririn pun memungutinya .
" Tunda semua meeting hari ini , saya lagi gak mood ! " kata Azzam lalu meninggalkan ruangan itu .
" Baik Pak Bos " Sahut Ririn
"Pak Bos kenapa ya ? Sebaiknya saya ke ruangan Ozi , Ozi kan dari ruangan ini tadi " kata Ririn lalu bergegas ke ruangan Ozi
Tanpa mengetuk pintu Ririn langsung masuk .
" Ada masalah apa ? " tanya Ririn sambil meletakkan kepingan ponsel Azzam yang hancur di depan Ozi
" Astagfirullah , ini kenapa ? " Tanya Ozi memgamati kepingan pomsel itu
" Saya yang nanya kenapa kamu malah nanya balik ?" Ririn geram
__ADS_1
Ozi diam saja dia pun bingung
" Ozi Markozim...., ini ponselnya Pak Bos , kamu laporin apa sampai dia banting ponsel , laporin apa haah... ? " Tanya Ririn dengan nada tinggi
" Jadi ini ponselnya Pak Bos ,? "
" Iya, kamu laporin apa tadi ?"
" Waduh...kok bisa jadi begini , sekarang Pak Bos kemana ? "
" Gak tau , dia minta tunda semua meeting hari ini ."
"Tadi saya bilang kalo Bu Aisyah menemui si kutu busuk " Kata Ozi
" Hah, apa kamu bilang ? Mba Aisyah menemui Si Hendri itu ? Ya ampun , fix Pak Bos cemburu , haduuuh Ozi kamu sudah buat mereka berantem , Goblok ! Kenapa kamu lanhsungnkasih tau Pak Bos , harusnya kamu ngomong ke saya dulu ." kata Ririn . Dia mondar mandir di depan Ozi sambil memukul -mukul jidatnya
" Berantem lah mereka nie , Mba Aisyah juga kenapa menemui kutu busuk itu , bantu mikir dong Zi , jangan bengong aja ! "
Kata Ririn lagi
" Rin, kamu bisa diam gak, ini juga saya lagi mikir , kamu ngoceh terus , bikin kepala saya pusing ." Sahut Ozi .
" Apa kamu bilang ? Eh..makanya ngasih info itu di pikir dulu, otak di pake , jangan pake dengkul , Awas ya, kalo sampai terjadi apa -apa sama rumah
tangga mereka , kamu orang pertama yang akan bertanggung jawab !"Kata Ririn lalu meninggalkan ruangan Ozi .
Sementara itu di rumah orang tuanya , Aisyah terus mencoba menelpon suaminya , namun lagi -lagi hanya suara operator yang terdengar .
" Kok sampai sekarang , Hubby gak bisa di telpon ya , Mungkin hari ini dia benar -benar sibuk " Guman Aisyah .
Aisyah kembali membantu ibunya membuat kue . Tidak mendapat kabar dari suaminya membuat Aisya tidak enak hati .
" Kenapa ,Ais ?" Tanya Bu Yani
" Gak papa bu ? "
" Kalo caper istirahat aja ! Kata Bu Yani
" Ibu yang istirahat , biar Ais yang selesaikan " kata Aisyah .
" Ibu gak capek kok. "
" Bu , kalo bisa ibu gak usah lagi jualan kue kayak gini , Ais gak mau ibu kecapean , lagian Ais kan udah ngasih uang bulanan untuk ibu , "
Semenjak menikah Aisyah selalu memberikan uang bulanan kepada ibunya Tidak cuma Aisyah , Anisa dan Ahmad juga selalu menyisihkan uang bulanan untuk keduaborangbtua mereka , walaupun jumlahnya tidak sebanyak Aisyah yang berjumlah puluhan juta rupiah .
Tapi bu Yani selalu menabung uang -uang pemberian anaknya , dipakai seperlunya saja
" Ibu jualan kue sudah dari zaman kalian masih kecil , jadi susah untuk di tinggalin, tapi sekarang ibu buatkan pesanan ibu -ibu sekitar komplek aja , " kata Bu Yani .
" Iya bu"
" Oh ya ,Mala kapan menikahnya ?"
" Awal bulan depan bu , kurang lebih 2 minggu lagi . " Kata Aisyah .
"Gak nyangka ya kalian hampir barengan semua dapat jodohnya " Kata Bu Yani
" Iya, semuanya rahasia Allah, Bu "
" Iya nak "
Tidak lama kemudian terdengar kumandang azan ashar . Aisyah dan Bu Yani pun beberes dan bersiap melaksanakan sholat ashar. Setelah sholat ashar. Aisyah pamit pulang dengan membawa beberapa toples kue buatan dia dan ibunya .
" Waalaikumsalam " Sahut Aisyah dan Bu Yani bersamaan .
" Mau pulang kah ?"
" Iya , " Jawab Aisyah sambil tersenyum
" Cepatnya ? Saya baru pulang lho , kita belum ngobrol " Kata Putri
" Udah dari tadi siang di sini , lain kali aja ya , kita ngonrol -ngobrol " Kata Aisyah
" Oh gitu "
" Abang gak jemput kah ? Kok pulang sendiri ?"
" Mas Ahmad ada meeting , jadi gak bisa jemput ."
" Oh..ya udah saya pulang dulu ya " Kata Aisyah lalu masuk ke dalam mobilnya .
" Iya , Hati -hati ," Kata Putri
" Pak Jai pelan -pelan aja bawa mobilnya ." kata Bu Yani
" Iya bu " sahut pak Jai sambil tersenyum
Aisyah membuka kaca mobil dan melambaikan tangan kepada Putri dan Ibunya yang masih berdiri di depan rumah .
Ketika keluar gerbang komplek .Mobil Aisyah di stopkan oleh securiti yang berjaga di pos .
" Assalamualaikum , Pak Udin , apa kabar , gimana sehat kah ? , o ya ada apa ya ? " kata Aisyah membuka kaca mobil menyapa securiti yang sudah sangat dikenalnya .
" Waalaikumsalam Neng , alhamdulillah sehat , Maaf ada yang cari Neng Aisyah , tadinya saya mau antar dia ke rumah Neng , keburu mobil Neng lewat , makanya saya stopkan ."kata Pak Udin
" Siapa Pak Udin ? " Aisyah lalu turun dari mobilnya .
" Maaf mba , Saya Sarah . Bisa kita bicara sebentar ." kata seorang perempuan yang mendekati Aisyah .
Deg
Jantung Aisyah berdebar ketika melihat seorang perempuan yang sedang hamil tua mendekatinya .
" Boleh , kita ngobrol di cafe itu " kata Aisyah sambil menunjuk sebuah cafe yang tidak jauh dari pos .
"Pak Jai tunggu sebentar ya . !"
" Baik Non ," Sahut Pak Jai lalu memparkirkan mobilnya di dekat mobil perempuan tadi .
" Jangan -jangan ini perempuan istrinya Mas Hendri " Bisik hati Aisyah
Sesampainyandi cafe , keduanya memesan minuman .setelah itu mereka pun ngobrol .
" Maaf ya mba,sudah mengganggu " Kata Sarah sopan
" Iya , gak papa , ini ada apa ya ?"
" Saya istrinya Kang Hendri mba ".
__ADS_1
" Tuk kan benar " bisik hati Aisyah
Pelayan cafe datang membawa minuman yang mereka pesan . Sambil menikmati minuman mereka lanjut ngobrol .
" Saya tau suami saya salah, atas nama suami saya , saya minta maaf sama mba . Tolong mba , saya tidak tega melihat Mas Hendri mendekam di penjara . Anak dalam kandungan saya butuh sosok seorang ayah , saya tidak minta dia di bebaskan tapi setidaknya di ringankan saja hukumannya " kata Sarah sambil terisak
" Saya mengerti perasaan kamu . Saya sudah maafkan semua kesalahan Mas Hendei . saya akan coba bujuk suami saya untuk mencabut tuntutannya . "
"Terima kasih mba , mba baik sekali, pantas saja sampai sekarang Kang Hendri belum bisa move on dari mba " Kata Sarah lagi .
Sarah lalu menceritakan bagaimana sikap Hendri kepadanya .Hendri tidak pernah menganggap Sarah istrinya . Yang ada di pikiran Hendri hanyalah Aisyah .Bahkan Hendri pernah mengatakan dia akan menceraikan Sarah kalau sarah sudah melahirkan nanti.
" Sarah , sekarang kamu istrinya Mas Hendri , dan kamu sekarang sedang mengandung anaknya.. Tetaplah berusaha menjadi istri baik , dan berdoa .Saya yakin dia juga pasti akan mencintai kamu " Kata Aisyah
" Amin, saya sangat mencintai Kang Hendri mba . Saya akam tetap berusaha mempertahankan rumah tangga kami. " Kata Sarah .
" Iya . Saya doakan semoga rumah tangga kalian berdua sakinah , mawadah ,warohmah"
" Terima kasih mba atas semuanya ."
" Sama -sama , sepertinya sebentar lagi kamu akan melahirkan ?"
" Iya mba , tinggal menunggu waktu saja lagi " kata Sarah sambil mengelus perutnya
" Okelah kalo begitu , saya mau pulang dulu "
" Iya mba , sekali lagi terima kasih " Kata Sabar .
Setelah mengucapkan salah , Aisyah beranjak dari duduknya dan kembali ke mobil . Tidak lupa dia memberikan 1 toples kue untuk kedua securiti yang berada di pos itu.
Dalam perjalanan pulang , Aisyah diam saja.. Dan sampai saat itu dia mencoba menelpon Azzam . Lagi -lagi hanya suara operator yang terdengar .
30 menit kemudian mereka sampai ke rumah . Pak Jai membukakan pintu mobil untuk majikannya .Aisyah lalu turun dari mobil .
" Hubby sudah di rumah ?" kata Aisyah ketika melihat mobil suaminya parkir di garasi .
Aisyah masuk ke dalam rumah.
" Bi Nur , Mas Azzam sudah pulang kah ? " tanya Aisyah sambil memberikan toples kie yang di bawanya .
" Sudah Non dari tadi siang , tapi gak keluar - keluar kamar ." jawab Bi Nur .
" Dari tadi siang , Bi ? "Aisyah mengerutkan keningnya.
" Iya ,Non.
" Ohh gitu , Dia nanyain saya gak Bi. ?"
" Den Azzam pulang langsung masuk ke kamar , Non. Pas saya masuk kamar antar minuman, Den Azzam nya di kamar mandi . Saya letakan aja di atas meja dekat sofa ."
" Ya sudah , kalo gitu saya ke kamar dulu ya , ! " kata Aisyah
" Iya Non,
" Hubby kenapa ya ? Tumben dia pulang cepat gak ngabari saya , Ya allah ,ada apa ini , peresaan saya juga sudah gak enak dari tadi " Bisik hati Aisyah sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya .
" Bismillah" Gumam Aisyah lalu meraih handle pintu.
Saat masuk ke dalam kamar di lihatnya Azzan sedang tidur di sofa. Aisyah mendekati suaminya dan dusuk di samping Azzam . Membelai lembut wajah dan mencium kening Azzam .
" Kamu kenapa by ? Hampir satu hari ini gak ngabarin Ais , kenapa malah tidur di sofa ? " Kata Aisyah masih menatap wajah suaminya .
" Kerjaan di kantor banyak banget ya, sampai kamu lupa ngabarin istrimu ini , saya cemas hubby ." kata Aisyah lagi
Melihat Azzam yang masih nyenyak tidur , Aisyah pun beranjak dari duduk , dia memutuskan untuk mandi dulu , setelah itu baru membangunkan Azzam .
"Sayang , Hubby juga mencemaskan kamu, tapi kenapa hari ini kamu membuat hubby sakit hati " Gumam Azzam saat Aisyah masuk ke kamar mandi .
Azzam sudah bangun ketika Aisyah membelai wajahnya . Ingin sekali dia memeluk istrinya itu .
10 menit kemudian Aisyah keluar dari kamar mandi .Dia tersenyum ketika melihat suaminya sudah bangun.
" Hubby , hari ini sibuk banget ya ? Sampe gak ngabarin Ais , Ais cemas lho ? " kata Aisyah lalu duduk di samping Azzam .
Azzam dia saja.
" Hubby , ada masalah kah ? Tumben Hubby begini ? " Kata Aisyah lagi .
Cup
Aisyah mencium pipi suaminya
" Kalo ada masalah , cerita donk ! Jangan diam begini " Kata Aisyah sambil menggenggam jemari tangan Azzam dan bersandar di pundak suaminya .
Azzam jadi dilema. Di satu sisi dia ingin memeluk Aisyah di sis lain dia marah , dia kesal kenapa Aisyah tidak minta izin padanya menemui Hendri ? Dan kenapa Aisyah menemui lelaki itu ? semua itu membuat Azzam sendiri bingung mau bicara apa.
" Ya Allah , kenapa Mas Azzam jadi diam begini sich ? Apa dia tau saya ketemu Mass Hendri tadi ? " Bisik hati Aisyah
" Hubby , kalo hubby marah sama Ais , marah aja gak papa kok , tapi jangan diamin Ais kayak gini dong ?" Suara Aisyah mulai serak , dia sudah hampir menangis .
Mendengar suara Aisyah yang mulai serak , Azzam menghela napas .
" Hubby..." rengek Aisyah lagi .
" Kamu kemana saja hari ini ? " Kata Azzam mulai bicara
Deg
"Fix ,Hubby pasti tau saya menemui Mas Hendri tadi . Pantesan dia begini , Mas Hendri benar , orang -orangnya Hubby ada di mana -mana. Pasti mereka sudah melaporkan ini semua . " batin Aisyah
Aisyah terdiam , dia merasa bersalah . Azzam semakin kesal ketika Aisyah hanya diam melamun tidak menjawab pertanyaanya . Azzam menarik tangannya yang di genggam Aisyah . Membuat Aisyah tersadar dari lamunannya .
" Jawab pertanyaan Hubby. Kamu kemana hari ini ? " tanya Azzam lagi. Kali ini suara nya sedikit berbeda .
" Maaf ,Hubby tadi , tadi Ais ke kantor polisi " Kata Aisyah terbata -bata ..
" Ngapain ke sana ?" Suara Azzam semakin berat , sorot matanya tajam dan tampak memerah menatap Aisyah menahan amarah .
Aisyah ketakutan melihat sorot mata suaminya , seketika air matanya mengalir membasahi pipinya . Azzam memalingkan wajahnya batinnya memberontak , dia tidak tega melihat istrinya menagis
" Hubby , maafin Ais , Ais cuma ngobrol sebentar sama Mas Hendri ngucapin terima kasih sama dia .walau bagaimana pun Mas Hendri kan sudah menyelamatkan Ais dari jebakan Siska .Itu aja gak lebih , Ais juga tadi sudah coba telpon Hubby ,mau minta izin , tapi hubby gak jawab, " tutur Aisyah sambil terisak .
Azzam terdiam mencerna semua ucapan Aisyah . Dia ingat saat meeting tadi ponselnya tertinggal di ruangannya .Mungkin saat itu Aisyah menelpon. Azzam kembali menghela napas, menatap Aisyah yang sedang menangis di hadapannya .
Bersambung....
Jangan lupa like dan komennya ya !
Untuk menambah semangat author
__ADS_1
Kritik dan saran dari kalian semua akan sangat membantu .
Terima kasih