
" Kerja bagus ,Zi ." kata Azzam sambil mengacungkan jempolnya pada Ozi .
" Semoga Ais, bisa segera ditemukan " Kata Ahmad
Ozi mulai mengotak -atik laptopnya . Azzam dan Ahmad terus menatap Ozi .mereka menutuskan untuk stay dulu di parkiran itu . Untuk mendengatkan obrolan Tante Mia dan Siska .
***
Didalam kamar hotel
Setelah Azzam yang lainnya keluar Siska segera mengunci pintu . Keduanya lalu duduk di sofa .
" Tante , ini sebenarnya gimana sich ? orang suruhan kita sampai sekarang belum ada kabar , eh malah Mas Azzam marah -marah sama kita " Kata Siska
" Tante juga bingung , kalo mereka berhasil menculik Aisyah , kenapa sampai sekarang Aisyah belum juga di bawa kesini ? Dan kalau mereka gagal, kenapa Azzam mencari Aisyah ? Azzam kan di Bali kok sekarang udah balik ? Apa yang terjadi pada Aisyah ya ? "
" Iya ya , coba telpon lagi mereka, siapa tau udah bisa " Kata Siska
Tante Mia lalu mencoba lagi menellon orang suruhannya , namun tetap tidak bisa .
" Kalau Aisyah belum bisa di temukan , mampus kita tante , ingat kata -kata Mas Azzam tadi ? " Kata Siska .
" Azzam gak akan tega mempenjarakan tante , paling kamu aja " Kata Tante Mia
" ihhh tante ,tapi saya penasaran dimana sich Aisyah sekarang ya ? Adegan ranjang malam ini untuk Aisyah jadi gagal deh " kata Siska
" Sudahlah , sekarang kita pikirkan apa rencana kita selanjutnya." kata tante Mia
" Saya sich berharapnya Aisyah menghilang untuk selamanya , Mas Azzam kembali kepada saya ,dan kita akan hidup bahagia " kata Siska sambil tersenyum .
Azzam yang mendengar semua percakapan mereka , benar -benar murka , Dia tidak menyangka Tantenya dan Siska merencanakan itu semua .
" Sabar , Zam . Sekarang sebaiknya kita ke kantor polisi .Kita laporkan semua perbuatan mereka . " kata Ahmad yang juga sangat emosi mendengar obrolan itu .
" Kasian Dek Aisyah ,Bang. Gimana ya keadaannya sekarang.? Semoga dia baik -baik saja ." Kata Azzam
" Bu Aisyah orang baik , Pak Bos . Allah akam selalu bersama orang -orang yang baik . Saya yakin Bu Aisyah akan baik -baik saja . " Kata Ozi mencoba menenangkan keduanya .
Mereka pun pergi ke kantor polisi untuk melaporkan apa yang sudah dilakukan Tante Mia dan Siska , dengan barang bukti rekaman obrolan mereka .
Setelah itu mereka bertiga terus menyusuri jalan, dengan harapan menemukan titik terang keberadaan Aisyah . Ponsel Azzam berdering .tampak nama Ririn muncul di ponsel itu .
Ririn mengabarkan kalau Hendri sudah tidak ada lagi di kota itu sejak 1 minggu yang lalu . Dia pulang kampung ke tempat istrinya karena istrinya mau melahirkan . Azzam lalu memerintahkan Ririn untuk mencari Hendri sampai ketemu. Karena feeling Azzam kuat Aisyah bersama Hendri .
" Kenapa Hendri ,Zam ? " Tanya Ahmad
" Saya dapat info dari Ririn , Si Hendri ini sering mengintili Aisyah , Bang. Entah kenapa feeling saya mengarah ke dia " Kata Azzam
" Hah,...Apa sich maunya tu orang . Dia kan sudah menikah , ngapain lagi pake acara ngintilin Aisyah ." Sahut Ahmad
" Kalo kecurigaan Pak Bos ke Hendri masuk akal . Mungkin saja mobil yang dibelakang mobil penculik itu mobilnya Hendri ini " Kata Ozi
" Maksudmu gimana ,Zi ? " tanya Azzam
"Dibelakang mobil itu ada mobil berwarna putih yang mengikuti . Tapi saya juga tidak bisa memastikan mobil putih itu ikut mengejar atau tidak ." Kata Ozi lagi
***
Ditempat lain , tampak seorang perempuan terbaring di atas tempat tidur . Perempuan itu adalah Aisyah . Pelan pelan dia mulai membuka mata. Dia mengamati sekeliling tempat dia berada . Dia merasa asing dengan tempat itu .
" Ini dimana ? " Gumam Aisyah
Sebuah ruang kamar yang hampir seluruh isinya di desain dengan warna putih .Aisyah merasa kepalanya masih pusing .. Dia mencoba untuk bangun dan duduk di atas tempat tidur menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari . kemudian mencoba mengingat -ingat semua kejadian yang sudah terjadi .Aisyah ingat kalau saat pulang dari cafe dia dicegat oleh orang yang tidak di kenalnya ,
Aisyah turun dari tempat tidur , menuju pintu .Pintu kamar itu tidak di kunci . Dia lalu keluar dari kamar . Dia kaget ketika melihat seorang laki -laki terbaring di atas sofa depan kamar itu . Karena cahaya lampu yang redup , Aisyah kesulitan mengenali wajah lelaki itu .
Perlahan Aisyah melangkah mendekati lelaki itu .
" Masya Allah , Mas Hendri ! " kata Aisyah lalu setengah berlari masuk kembali ke kamar dan mengunci pintu .
" Ya Allah kenapa Mas Hendri di sini ? Apa dia yang menculik saya ? Tapi kenapa dia menculik saya ? "
Banyak pertanyaan muncul dibenak Aisyah .Ekor mata Aisyah menelusuri setiap sudut kamar itu . Dia lalu mendekati jendela , menatap keluar , namun yang dia lihat hanyalah kegelapan malam . Kemudian pandangannya tertuju pada sebuah tas di atas meja rias . Lalu dia mendekati tas itu dan membukanya untuk melihat isi didalamnya . Isi tas itu adalah mukena lengkap dengan sajadah tasbih dan sebuah Al quran .
" Ini punya siapa ya ? "
Aisyah melirik jam dinding dalam kamar yang menunjukkan pukul 01.20 .
" Sebaiknya saya sholat dulu , supaya lebih tenang " Kata Aisyah lalu melangkah ke toilet .
Aisyah sholat menggunakan mukena itu . Didalam sholatnya dia menumpahkan semua keresahan hatinya .Aisyah sesegukan mengingat semua yang telah menimpanya . Belum kelar masalah tentang foto yang di perlihatkan Siska padanya , sekarang dia malah berada di sebuah tempat yang dia sendiri tidak tau kenapa dia berada di tempat itu .
Hendri yang mendengar suara Aisyah menagis lalu bangun dan berniat ingin masuk ke kamar Aisyah . Namun pintunya dikunci Aisyah dari dalam.
Namun Hendri tidak kehilangan akal dia lalu mengambil kunci lainnya untuk membuka pintu kamar tempat Aisyah berada .
__ADS_1
" Jangan mendekat ! " Bentak Aisyah bergegas bangun dari duduknya saat sedang berdoa , ketika melihat Hendri muncul di balik pintu . Dia kaget dan sangat ketakutan , apa lagi saat itu tidak ada siapa -siapa . Hanya mereka berdua .
" Tenang , Ais , saya tidak akan menyakitimu " Kata Hendri melangkah mendekati Aisyah .
" Please ...Jangan mendekat ! " Bentak Aisyah sambil terisak
" Okey , saya hanya kuatir dengar kamu menangis " Sahut Hendri lalu menghentikan langkahnya .
" Tenang , Ais ,saya tidak akan ngapa - ngapain kamu " Kata Hendri lembut . Dia melihat Aisyah sangat ketakutan .Hendri lalu duduk di sebuah kursi yang berjarak kira -kira 2 meter dari tempat Aisyah berdiri .
" Ini tempat apa ? Kenapa kamu membawa saya kesini ? Saya mau pulang ! " Kata Aisyah
" Saya kan sudah bilang , kamu tenang . Duduk dulu ," Sahut Hendri .
Aisyah masih tetap pada posisinya berdiri dengan masih memakai mukena .
" Mukena itu sengaja saya siapkan untuk kamu , karena saya tau kamu pasti bangun untuk sholat malam, dan di dalam lemari itu sudah saya siapkan baju - baju dan lainnya bisa kamu pake " Kata Hendri sambil tersenyum menatap Aisyah yang nampak masih ketakutan
" ini vila saya , saya sengaja membawa kamu kesini untuk menjauhkan kamu dari orang -orang akan mencelakai kamu . Saya tidak rela melihat orang yang saya cintai menderita ". Kata Hendri lagi .
" Saya mau pulang , please antar saya pulang ! " kata Aisyah seolah tidak menghuraukan ucapan Hendri .
" Maaf , Ais. Untuk saat ini saya tidak bisa mengantar kamu pulang . Kamu di sini saja dulu ." kata Hendri lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar itu .
Setelah Hendri keluar , Aisyah buru -buru mengunci lagi pintu kamar itu . Walaupun sebenarnya percuma dia menguncinya. Hendri tetap masih bisa masuk .
Aisyah duduk di tepi tempat tidur . Dia kembali menangis , dia bingung kenapa Hendri membawanya ke tempat itu . Dan Hendri bersikap baik padanya .
"Hubby , apa hubby tau keadaan Ais sekarang ? Please hubby tolong Aisyah, Ais gak mau lama -lama di sini . Aisyah takut. Ayah , ibu , ,huhuhu " Tangis Aisyah semakin menjadi -jadi . Berkali -kali dia menyebut nama suaminya .
***
" Sayaaang, ! " Teriak Azzam
" Astagfirullah , Ternyata cuma mimpi " Gumam Azzam .
Azzam bermimpi Aisyah pergi meninggalkanya bersama seseorang yang dia tidak dikenalnya . Dari raut wajah Aisyah tampak sangat sedih . Dia tidak rela dan terus memanggil -manggil Aisyah .
" Sayang , gimana keadaan kamu sekarang ? saya kangen kamu . " Kata Azzam bicara sendiri .
Azzam beranjak dari duduknya dan pergi mengambil air wudhu , untuk sholat tahajjud . Memohon perlindungan pada istrinya dan berharap ada petunjuk tentang keberadaan Aisyah .
Tok tok tok
" Masuk , pintunya tidak dikunci " Kata Azzam.
Bu Yani muncul dari balik pintu, Dia tersenyum melihat Azzam sedang duduk di atas sajadah .Lalu duduk di tepi tempat tidur . Tampak kesedihan di wajahnya .
" Ibu !" kata Azzam sambil menatap bu Yani .
" Maaf ibh ganggu , Ibu gak bisa tidur , Zam " Kata Bu Yani
" Enggak papa bu ,saya sudah selesai juga ." sahut Azzam tersenyum menatap ibu mertuanya .
" Biasanya jam segini , Ais pasti sudah bangun untuk sholat tahajjut . Semoga saja sekarang dia juga sedang sholat tahajjud " Kata Bu Yani sambil mengusap air matanya yang mulai mengalir membasahi pipinya .
" Amin . Saya akan terus berusaha mencari Dek Aisyah , Bu ."
" Iya , Nak "
" Sebaiknya ibu istirahat saja. Kalo mau tidurann di situ juga gak papa bu , saya tidak mau ibu sakit . " kata Azzam
" Boleh ibu tiduran disini ? "
" Boleh bu , inikan kamarnya anak ibu juga "
Bu Yani pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . Sedangkan Azzam mengambil Al quran kemudian mulai melantunkan ayat demi ayat sambil menunggu waktu sholat subuh . Sesekali dia melirik Bu Yani yang kini sudah terlelap di atas tempat tidur .
***
Cekrek
Pintu kamar terbuka . Kembali Aisyah kaget . Hendri muncul di balik pintu dengan membawa nampan berisi sepiring nasi goreng dan segelas air putih .
Hendri tersenyum menatap Aisyah yang saat itu tampak segar sekali . Sepertinya dia sudah mandi , walaupun dia belum mengganti bajunya .
" Sarapan dulu , Ais . Saya masak sendiri lho buat kamu ." Kata Hendri lalu meletakkan nampan di atas meja .
Aisyah yang masih mematung , sekarang dia terlihat lebih tenang . Dia hanya menatap Hendri , bingung kenapa Hendri bersikap manis padanya ?
" Ayo di makan ! Dari tadi malam kamu belum makan , nanti kamu sakit . Saya tidak mau itu sampai terjadi " Kata Hendri lagi
" Ini dimana ,Mas ? " Tanya Aisyah yang saat itu sedang duduk di tepi tempat tidur
Hendri menghela napas mendengar pertanyaan Aisyah . Dia lalu duduk di sebuah kursi tepat berhadapan dengan Aisyah .
__ADS_1
" Sudah saya bilang , ini villa saya . " jawab Hendri
" Keluarga saya pasti mengkhawatirkan saya , saya mohon izinkan saya pulang " Kata Aisyah lirih dan kembali air matanya menetes.
" Sebaiknya kamu sarapan dulu , mau saya suapi ?"
Mendengar perkataan Hendri , Aisyah semakin sedih , dia teringat Azzam yang selalu menyuapinya .
" Ais., Please jangan nangis , saya nggak tega liat kamu begini , kami sarapan dulu ya !" Bujuk Hendri lagi .
Hendri lalu mengambil nampan tadi dan meletakkannya di depan Aisyah . Menyadari Hendri mendekatinya , Aisyah bersiap menghindar mau bangun dari duduknya , namun Hendri dengan sigap menarik tangannya .Sehingga Aisyah terduduk kembali . Keduanya sama -sama duduk di tepi tempat tidur .
" Please , duduk dulu , saya hanya mau kamu sarapan . Saya tidak akan ngapa -ngapain kamu . Kamu jangan takut . Saya tidak akan menyakiti gadis yang sangat saya cintai " Kata Hendri lembut sambil menatap Aisyah .
Dari tatapan mata Hendri , Aisyah melihat ketulusan disana . Dia tahu Hendri dulu begitu mencintainya , walaupun Hendri sering menyakiti hatinya , Aisyah masih mematung mencerna semua yang Hendri ucapkan .
" Kenapa kamu masih mencintai saya ? saya sudah menikah dan kamu pun saya dengar sudah menikah . Kamu menjauhkan saya dari suami dan keluarga saya sama saja kamu menyakiti saya ,Mas ! "
"Saya akan selalu mencintai kamu , Ais . Walaupun sekarang untuk memiliki kamu kembali rasanya tidak mungkin Saya menyesal atas semua kekhilafan saya yang telah menyakiti hati kamu . Saya tau kamu sangat mencintai suamimu . Azzam lelaki yang baik . Dia pun tampak begitu mencintai kamu . Tapi untuk saat ini kamu disini dulu. Ini hanya sementara , kamu tenang . Sekarang kamu sarapan dulu . "
" Aaaaa"
Hendri bermaksud untuk menyuapi Aisyah .
" Saya bisa makan sendiri " kata Aisyah ketus .
" Okey "
Hendri tersenyum melihat Aisyah yang sedang menikmati sarapan yang dibuatnya .
" Dihabiskan dong !" kata Hendri ketika Aisyah menyisakan nasi gorengnya .
" Enggak , udah kenyang !" Sahut Aisyah
" Okey ,, " Hendri lalu mengambil piring nasi goreng itu dan menghabiskan sisanya .
Aisyah mengerutkan keningnya melihat tingkah Hendri . Melihat Aisyah yang menatapnya ,Membuat Hendri tersedak . Spontan Aisyah mengambilkan air minum untuk Hendri .
" Kenapa kamu menatap saya seperti itu ? " Tanya Hendri setelah selesai minum .
" Kenapa di makan ? "
" Kenapa ? Gak boleh ? Saya juga lapar " Sahut Hendri sambil tersenyum
" Saya jadi gak enak "
" Yang gak enak di buang aja " kata Hendri lagi kembali tersenyum .
Hendri senang ketika melihat Aisyah yang kini sudah mulai tersenyum . Walaupun masih terlihat terpaksa .
***
Keesokan harinya Tante Mia dan Siska di jempul pihak kepolisian di kediaman mereka masing -masing atas laporan Azzam tentang penculikan istrinya . Tante Mia menagis meminta bantuan kakaknya namun tidak di hiraukan oleh Pak Khairul . Pak Khairul malah minta kepada kedua Polisi itu untuk segera membawa Tante Mia .Dia sudah sangat kecewa dengan sikap adiknya itu . Dia tidak menyangka adiknya tega berbuat seperti itu .
Begitu juga pihak keluarga Siska, mereka kaget Siska di jemput polisi atas kasus penculikan . Kedua orang tua Siska shok , terutama Ibunya , Dia sampai pingsan . Siska menagis saat di bawa ke kantor polisi. Dia menyesali perbuatannya . Ternyata Azzam tidak main -main dengan ancamannya .
Sementara itu Azzam sedang berada di kamtornya . Duduk termenung memikirkan istri tercinta yang kini entah berada di mana . Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangannya di ketuk . Muncul Ririn dan Ozi dari balik pintu .
" Assalamualaikum , Pak Bos " Sapa Ririn di ikuti Ozi keduanya lalu duduk di kursi depan meja Azzam
" Waalaikumsalam , Gimana ? "
Ririn lalu menjelaskan , kalau orang suruhannya sudah menemukan alamat kampung dimana Hendri berada , namun sesampainya di sana mereka tidak menemukan Hendri . Informasi dari istrinya Hendri sedang berada di luar negeri, sedang menyelesaikan sebuah proyek di Kuala Lumpur Malaysia .Dia berangkat 3 hari yang lalu .
" Kami sudah mendapatkan nomer ponsel Hendri dari istrinya , tapi sudah kami hubungi nomernya tidak aktif ,Pak Bos " Kata Ririn
" Glen dan Riko , sudah saya tugaskan untuk mencari Hendri Kuala Lumpur dari alamat yang diberikan istrinya .Mereka sudah on the way pagi tadi . Kita tunggu saja informasi dari mereka "
" Okelah , terima kasih " Kata Azzam lesu
" Sebaiknya Pak Bos istirahat , kami janji akan segera menemukan istri Pak Bos " Kata Ririn yang kuatir melihat kondisi Azzam . Wajah Azzam nampak pucat .
" Iya Pak Bos , istirahat saja , biar ini menjadi tanggung jawab kami " Kata Ozi menimpali
" O ya ,Pak Bos . Ibu Mia dan Siska sudah berada di kantor polisi . Mereka sedang di proses " kata Ozi
" Baguslah " sahut Azzam
" Kasian Pak Bos , dia pasti kuatir sekali , Ya Allah, semoga mba Aisyah baik -baik saja " Bisik hati Ririn
" Kalo begitu , tolong tinggalkan saya sendiri ." Kata Azzam sambil memijit pelipisnya .
" Baik Pak Bos " Jawab Ririn dan Ozi bersamaan . Keduanya pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Azzam sendirian .
Bersambung ...
__ADS_1