
" Mau kemana Bi Arum ?"
" Oh , Pak Lurah kesini juga ? Saya mau menyusul suaminya Non Aisyah " jawab Bi Arum
" Mereka kemana Bi ?" tanya Pak Harun saat itu dia bersama Pak Slamet .
" Non Aisyah tiba -tiba menghilang dari Villa. Jadi mereka mencarinya ke bukit belakang, kata teman Tuan Azzam melihat seseorang di bukit belakang " Tutur Bi Arum
" Kalo gitu kita susul mereka " Kata Pak Slamet .
Setelah berada belakang Villa , Azzam , Ozi , Ahmad dan Farhan menyusuri jembatan kecil yang menuju bukit itu . Dari jembatan itu mereka melihat jelas siapa sosok yang berada di atas bukit itu .
Yah , sosok yang di lihat Ozi dari atas balkon adalah Aisyah .saat itu Aisyah sedang berdiri memandang hamparan sawah yang luas di bawah bukit di depannya . Air matanya terus mengalir . Dia kangen keluarganya , kangen suami yang sangat dicintainya . Aisyah ingin segera pulang . Tapi itu sangat sulit .
" Hubby... Ais kangen. Ais pengen di peluk Hubby " Jerit Aisyah sambil sesegukan .
Azzam dan yang lainnya yang sudah berada di lereng bukit mendengar jelas jeritan itu . Hati Azzam pilu. Azzam mempercepat langkahnya . Sementara Ahmad , Farhan dan Ozi menghentikan langkah mereka , membiarkan Azzam sendiri menemui Aisyah .
" Hubby , Tolong Ais , Ayah , ibu. Abang , Kak Nisa., Ais takut disini , Jemput Ais " jerit Aisyah lagi
" Hubby , Ais kangen , Kenapa Hubby gak cari Ais ? Kenapa Hubby biarkan Ais disini ? Huhuhu..." tangis Aisyah semakin menjadi -jadi sambil memukul -mukul ilalang dengan tongkat kayu yang di pegangnya .
Mendengar jeritan Aisyah Ahmad pun ikut menagis . Ingin rasanya dia menghampiri Aisyah. Dan memeluk adiknya itu . Namun Farhan mencegahnya .
" Biarkan Azzam yang menenangkannya , kita di sini saja dulu " Kata Farhan .
Farhan ,Ozi dan Ahmad menatap Azzam dari lereng bukit . Tampak Azzam terus melangkah mendekati Aisyah. Saat itu Aisyah tidak sadar kalau suaminya berjalan mendekatinya
" Huubbyyyy ......!" jerit Aisyah lagi
" Hubby di sini sayang " Kata Azzam yang kini tepat berada di belakang Aisyah Dan langsung memeluk Aisyah dari belakang.
Aisyah kaget , spontan langsung mendorong Azzam , dan memukul Azzam dengan tongkat kayu yang di pegangnya . Beruntung Azzam bisa menangkis serangan Aisyah .
" Jangan sentuh saya ! " Bentak Aisyah sambil menagis
" Sayang , Ini Hubby !" kata Azzam
Setelah sadar siapa yang kini berada di depannya . Aisyah membuang tongkat kayu di tangannya . Ahmad dan Farhan melihat adegan itu berlali mendekati mereka . Namun masih tetap memberi jawak agar tidak terlalu dekat .
" Hubby ...?" Gumam Aisyah
" Iya Sayang , ini Hubby datang menjemput kamu " Kata Azzam lalu memeluk erat istrinya .
Tangis Aisyah kembali pecah saat berada dalam pelukan suaminya . Pelukan hangat yang sudah beberapa hari ini di rindukannya
Dia pun memeluk erat tubuh kekar itu . Seolah tidak ingin lagi melepasnya .
" Hubby. Jangan tinggalkan Ais lagi " Kata Aisyah sambil terisak
" Iya , Hubby gak akan pernah meninggalkan kamu lagi " Kata Azzam lalu mencium puncak kepala istrinya . Air matanya pun ikut mengalir .
Saat itu Pak Harun , Pak Slamet dan Bi Arum sudah sampai di dekat Ahmad dan yang lainnya . Mereka ikut terharu menyaksikan pasangan suami istri yang terlihat begitu saling mencintai . Bi Arum pun sampai terisak .
" Gak da yang sakit kah By ? " Tanya Aisyah sambil meraba badan dan wajah suaminya . Dia ingat tadi beberapa kali dia memukul Azzam . Azzam hanya menggelengkan kepala . Aisyah kembali memeluk suaminya .
" Hmm...hemmm, Kapan selesainya ni ..udah pegel ni nungguin " Kata Ahmad sambil tertawa .
" Abang ,! "
Aisyah melepas pelukannya. Dan menoleh ke arah asal suara . Dilihatnya Abangnya Ahmad, Farhan, Ozi , dan 2 orang yang tidak di kenalnya serta Bi Arum yang tampak sedang mengusap air matanya .
Air matanya kembali mengalir membasahi pipinya . Ahmad lalu mendekati Aisyah dan memeluk adiknya . Keduanya sama -sama menangis
" Kamu gak papa kan dek ? " kata Ahmad
" Gak papa ,Bang " sahut Aisyah .
" Syukurlah , Sebaiknya kita balik ke Vila " Kata Ahmad
" Non kok bisa sampai ke sini ? kami semua udah panik cariin ,Non !" Kata Bi Arum
" Maaf ,Bi tadi tu mau coba kabur, jalan ke depan ada abang -abang preman , makanya muter lagi ke samping trus kesini " Jawab Aisyah
"Sayang tangan kamu kenapa ?" tanya Azzam ketika meihat bercak merah seperti darah di
lengan baju Aisyah
" Ya ampun kok bisa sampai begini , yuk kita ke Villa nanti Hubby obatin " Kata Azzam saat melihat luka goresan di lengan Aisyah .
Tanpa menunggu jawaban dari Aisyah . Azzam langsung menggendong istrinya membawa kembali ke villa . Yang lain pun ikut menyusul Azzam .
Didalam Villa Azzam mendudukkan Aisyah di sofa . Bi Arum lalu mengambil air hangat dan kotak P3K .
Dengan telaten Azzam membersihkan luka di lengan istrinya dan memberi ka obat . Yamg lain mengamati keduanya . Mereka kagum pada Azzam yang tampak begitu menyayangi istrinya .
Jam di dinding menunjukkan pukul 11 .00
Bi Arum menyuruh yang lainnya masuk ke dalam Villa untuk beristirahat, dia pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman dan makannan untuk mereka . Kedua Lurah itu pun pamit , karena ada urusan yang harus mereka selesaikan .
Aisyah terus memandangi wajah suaminya yang sedang mengobati tangannya . Tiba -tiba dia teringat perkataan Siska tempo hari . Dia lalu menarik tangannya
" Bentar dulu dong ! dikit lagi selesai " Kata Azzam menarik kembali tangan istrinya . Azzam melihat wajah istrinya tiba -tiba berubah . Dan memalingkan wajah darinya
" Kenaoa sayang , sayang marah sama Hubby , ? " Tanya Azzam .
Aisyah tidak menjawab .dia hanya diam saja. Azzam melirk Ahmad , yang saat itu duduk di sofa menghadap kepadanya bersama Farhan
" Ais. Kamu di sini nggak di apa -apain kan sama Hendri ? " Tanya Ahmad
" Maksud Abang di apa -apain gimana ?" Aisyah balik bertanya
__ADS_1
" Trus mukanya tiba -tiba cemberut gitu , kenapa ? kamu marah sama Azzam tentang peristiwa di Bali itu ? " Kata Ahmad lagi
Aisyah mengerutkan keningnya menatap Ketiganya bergantian . Kemudian menatap Azzam lebih inters, dia bingung kenapa Ahmad tau tentang kejadian di Bali .
Azzam tersenyum melihat Aisyah menatapnya . Wajah Aisyah tampak begitu mengemaskan baginya . Andai saja saat itu mereka berada di kamar berdua , mungkin Aisyah kan diterkamnya dengan terkaman kasih sayang tentunya .
" Jelasin ke Aisyah , apa yang Hubby lakuin di sana ?" tanya Aisyah matanya tampak berkaca -kaca .
" Liat mata Hubby , tanya pada hati nurani sayang , Apakah Hubby akan berbuat begitu ? " tanya Azzam lalu menhusap butiran bening yang mengalir di pipi istrinya
" Ini semua rekayasa Siska ,Sayang . Hubby tidak akan pernah melukai hati istri Hubby . " Kata Azzam lagi .
Azzam lalu menjelaskan apa yang terjadi di Bali saat itu . Semua yang berada dalam Villa itu kembali kagun dengan sikap lembut Azzam pada Aisyah . Benar -benar sosok pria idaman . Ahmad pun merasa bersyukur adiknya mendapatkan seorang suami seperti Azzam .
" Sayang percayakan kan sama ,Hubby ? "
Aisyah mengangguk pelan , Azzam lalu merangkul pundak istrinya . Meletakkan kepala Aisyah di pundaknya .
" Tanya balik Zam , tentang foto ...." kata Ahmad
" Gak usah ,Bang. Saya yakin .."
" Foto apa ? " Tanya Aisyah menatap Azzam dan Ahmad bergantian
" Gak papa " Sahut Azzam kembali merangkul Aisyah
" Gak! Ini ada apa sich ? Abang , Kak Farhan ini ada apa ? cerita ke Ais ! " kata Aisyah
" Gak ada apa -apa sayang " sahut Azzam . Azzam tidak mau membahas hal itu
" Sekarang Hubby tanya , tangan sayang bisa luka begini kenapa ? " tanya Azzam mengalihkan pembicaraan mereka .
" Ini Aisyah jatuh di lereng bukit tadi . Tapi Hubby pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari Ais , please foto apa sich ? " trus kalian juga belum verita kenaoa bisa sampai kesini , bawa polisi lagi ? Kata Aisyah
" Bawel banget sich ! " kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .
" Hubby,, please ! "
" Mau pulang gak ? Kalo mau jangan banyak nanya ! " kata Azzam
" Ais , gak mau pulang. Kalo Ais belum tau apa masalahnya apa ? "
" Hmmm..tadi jerit -jerit minta pulang , Hubby , Abang , jemput Ais, Ais mau pulang " Kata Azzam sambik tertawa . Yang lain pun ikut tertawa . Membuat wajah Aisyah memerah karena malu .
" Itukan Aisyah gak tau kalo kalian disini " sahut Aisyah
"Tqpi , cerita dong, ada ala sich ? " kata Aisyah lagi .
Ahmad mengeleng -gelengkan kepalanya . Dia sudah tau watak adiknya .Aisyah tidak akan berhenti bertanya kalau dia belum tau permasalahnya.
" Kasih tau aja sudah ,Zam , gak bakal diam tu. Kalo gak di kasih tau " kata Ahmad.
Farhan pun ikut menganggukan kepala . Azzam pun mengeluarkan ponseldari dalam saku jaketnya . Dan memperlihatkan pesan dan foto yang di kirim Hendri
"Hubby Ais gak ngapa -ngapain sama Mas Hendri di sini . " kata Aisyah kembali air mata mengalir membasahi pipinya.
" Iya , Sayang . Hubby tau . Makanya Hubby gak mau mempersoalkan tentang ini. " Azzam mengusap air mata istrinya dan kembali memeluk Aisyah .
" Berati sudah clear semua kan , Ayo kita pulang , orang -oranh di rumah pasti mencemaskan kita semua " Kata Farhan
" Tapi kalian belum cerita gimana kalian semua bisa sampai ke sini ?" Kata Aisyah
" Nanti aja ceritanya pas di jalan " Kata Ahmad .
" Tunggu dulu tuan , saya sudah masak walak pun seadanya saja , kalian makan dulu , ini sudah masuk jam makan siang " kata Bi Arum .
Bi Arum mengajak mereka semua ke dapur .
Tinggal Azzam dan Aisyah yang masih duduk di sofa . Aisyah lalu mencium pipi suaminya .
" Wow , masih di Villa orang ni sayang ," Kata Azzam sambil memegang dagu istrinya .
" Emangnya kenapa ? " kata Aisyah semakin manja membuat Azzam benar -benar harus mengontrol dirinya .
" Mau sekarang ? "
" Iya ,Mau " kata Aisyah sambil tersenyum .
" Mau makan Hubby ! Jangan mikir yang aneh -aneh deh ! " kata Aisyah lalu mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya dan mengecup sekilas bibir suaminya . Azzam sempat kaget dengan sikap Istrinya .Aisyah kemudian beranjak dari duduknya hendak melangkah mengikuti Bi Arum dan yang lain ke dapur . Namun Azzam menarik tanganya sehingga dia tidak jadi melangkah .
" Sayang. Kamu tu ya , udah berani ya sekarang , bilang jangan mikir aneh -aneh , kamu sendiri memancing suasana " Kata Azzam lalu berdiri memeluk punggang Aisyah.
" Mau ke kamar " Bisik Azzam menghoda istrinya
Aisyah tersenyum .
" Ke dapur Hubby , perut dulu yang diisi , Ayok ! " Kata Aisyah lalu menarik tangan suaminya ke dapur . Saat itu Azzam seperti anak kecil yang di paksa ibunya makan di dapur.
Saat itu Ozi yang masih duduk tidak jauh dari mereka , hanya tersenyum geli melihat sikap kedua majikannya .
Sesampainya di dapur . Aisyah dan Azam pun ikut bergabung dengan yang lain menikmati makan siang. Bi Arum memasak sup sayur. Seperti biasa Azzam selalu menyuapi Istrinya .
Bi Arum tersenyum melihat ke romantisan kedua pasangan itu .begitu pula anak buah Azzam yang lain . Mereka tampak berbisik - bisik melihat kemesraan Bos mereka. Mereka salut dengan sikap Azzam pada Aisyah .
Setelah makan siang merekapun berpamitan dengan Bi Arum .
" Makasih ya , Bibi udah baik banget sama Ais selama disini " Kata Aisyah sambil memeluk Bi Arum .
" Saya juga mengucapkan terima kasih , Bi Arum sudah menjaga dan menemani istri saya selama di sini " kata Azzam
" Iya Non , tuan , sama -sama ." jawab Bi Arum
__ADS_1
" Gimana kalo Bi Arum ikut kami saja . Kerja sama kami , iya kan sayang ? " Kata Azzam sambil melirik Aisyah
" Iya Bi , ikut kami saja . "tambah Aisyah
" Maaf ,Non , Tuan . Keluarga saya di sini semua , saya tidak bisa meninggalkan mereka , o ya barang Non di kamar gak di bawa kah ? Tanya Bi Arum .
" Saya gak bawa apa -apa ke sini kemaren Bi , " Jawab Aisyah
" Tapi itu semua kan Tuan Hendri belikan untuk Non " kata Bi Arum lagi
" Barang apa sich sayang ? " Tanya Azzam
" Itu lho kayak baju , jilbab sama kosmetik." Sahut Aisyah
" Kalo mau di bawa , di bawa aja " Kata Azzam .
" Kalo mau di bawa nanti Bi Arum beresin " Kata Bi Arum
" Enggak ,Ah , Barang -barang itu Buat Bibi aja " Kata Aisyah
" Kenapa gak mau di bawa ? " tanya Azzam lagi
" Barang yang paling berharga sudah ada di samping saya Bi , yang lain mah gak usah , cukup ini saja " Kata Aisyah tersenyum sambil merangkul pinggang suaminya . Azzam pun tersenyum lalu mencium puncak kepala istrinya .
" Non sama tuan itu benar -benar pasangan yang serasi . Semoga langgeng sampai mau memisahkan " Kata Bi Arum ikut bahagia melihat kebahagian terpancar di wajah Aisyah
" Amin " Jawab Azzam dan Aisyah bersamaan
"ini kartu nama saya , siapa tau nanti Bi Arum berubah pikiran .Silahkan datang saja. Atau telpon nanti akan di jemput " Kata Azzam sambil menyerahkan kartu namanuanpada Bi Arum
" Terima kasih tuan ." kata Bi Arum
" Kami berangkat ya Bi . " Kata Aisyah
" Hati -hati ,Non , Tuan ." kata Bi Arum
Azzam menuntun tangan Aisyah menyusuri jalan menuju tempat mobil mereka yang parkir di halaman masjid .. Sebelum berangkat mereka sholat dzuhur dulu di masjid itu .
Saat keluar masjid setelah selesai sholat , Pak Harun dan Pak Slamet menghampiri mereka. Pak Harun meminta mereka untuk menginap dulu di rumahnya , besok baru pulang .
" Maaf Pak. Kami harus segera pulang . Lusa acara ijab kabul Abang kami Ahmad " Kata Azzam sambil menunjuk Ahmad .
" Wah selamat ya Mas . Semoga jadi keluarga yang sakinah , mawadah , warohmah " Kata Pak Harun sambil menjabat tangan Ahmad
"Amin . Terima kasih pak , kalo ada waktu silahkan datang ke acara ijab kabul saya besok , Pak Slamet juga " kata Ahmad
" Insya Allah Mas . " Sahut Pak Harun.
Setelah itumerekapun memasuki mobil mereka masing -masing . Untuk mobil Azzam , sekarang Farhan yang mengambil alih kemudinya . Dengan Ahmad di samping . Azzam dan Aisyah duduk di belakang . Sedangkan Ozi pindah ke mobil lain bersama Glen dan Riko . Mereka pun saling melambaikan tangan. Posisi mobil tetap seperti mereka berangkat tadi . Mobil Pak Slamet yang menjadi petunjuk jalan berada di depan .
" O ya , Ais belum di ceritain lho , gimana kalian semua bisa sampai ke sini " kata Aisyah saat berada di dalam mobil .
" Tugas kamu tu ,Zam , belum di ceritain belum berenti tu . Berkicau terua tu " Sahut Ahmad
" Burung kali berkicau " balas Aisyah .
Mereka semua tertawa .
" Kenapa sich , pengen tau betul perjalanan kita ke sini " kata Azzam lalu merangkul pundak Aisyah .dan meletakkan kepala Aisyah di pundaknya .
" Ais , penasaran aja , kok bisa tiba -tiba kalian semua ada di villa , kayak di bukit tadi " kata Aisyah .
" Sayang banget moment di atas bukit tadi gak di rekam , " Kata Ahmad cekikikan
" Iya , ya , coba di rekan tadi ,saya juga lupa :" Kata Farhan ikut menggoda Aisyah
" Hubbby , Abang ,Ayah , ibu , jemput Aisyah " Kata Ahmad menirukan Aisyah menjerit di atas bukit tadi dengan gaya lebaynya . Membuat semuanya tertawa. Dan Akibatnya dia mendapatkan cubitan dari Aisyah di lengannya . Tapi Ahmad terus menggoda Aisyah .
" Yang lucunya lagi .pas Azzam muncul meluk eh malah di pukul , untung bisa karate dikit , coba ngak udah bonyok tu muka wkwkwkwk " Ahmad kembali terkekeh sambil menekan perutnya .
" Tapi saya sedih lho , nama saya gak di sebut ." Kata Farhan sambil tertawa
" Kelupaan kali dia , wkwkwk " Ahmad kembali tertawa .
Saat itu Aisyah memilih untuk diam dalam pelukan suaminya . Azzam berusaha untuk tidak tertawa , tapi celotehan Ahmad membuatnya pun ikut tertawa .
" Hubby , bisa diam gak ?" Kata Aisyah sambil mencubit pipi suaminya .
" Iya , iya , Hubby diam. Abang udah ya..lama-lama bonyok beneran saya ni " Kata Azzam . Membuat Ahmad dan Farham kembali tertawa .
" Okey deh , Abang diam " Sahut Ahmad tapi dia masih saja terkekeh .
Aisyah mengubah posisi duduknya . Sekarang dia meletakkan kepalanya di pangkuan Azzam . Sambil menatap wajah suaminya. Azzam lalu mengusap lemnut wajah Aisyah .
" Muka Ais , kusam ya By ? " Tanya Aisyah pada suaminya
" Enggak , cantik kok , cuma keliatan capek sayang " Jawab Azzam .
" Selama.di sana , Ais cuci muka pake sabun mandi aja , " kata Aisyah
" Lho , tadi bilangnya Hendri ada belikan kosmetik " kata Azzam
" iya ada , lengkap semua . Tapi Ais gak mau pake . Yang sempat Ais pake baju sama mukena nya aja " Sahut Aisyah
" Wow, dia ngasih mukena juga , baik banget ya " Sahut Azzam .
" Baik apanya Hubby , kalo dia baik dia gak mungkin bawa Ais jauh begini " kata Aisyah .
" Kalo di pikir -pikir , Hendri ada baiknya juga . Coba dia tidak menyelamatkan kamu, pasti kasusnya lebih parah lagi " kata Ahmad
" ini maksudnya gimana sich ?" Aisyah bingung .
__ADS_1
Bersambung ....