Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 114 . Pisah Kamar


__ADS_3

Setelah berkonsultasi dengan Dokter Arini ,Anisa kembali masuk ke ruang rawat Aisyah bersama Dokter Arini dan satu orang suster.


Dokter Arini melakukan beberapa pemeriksaan . Alhamdulillah kondisi Aisyah sudah membaik dan hari itu bisa pulang .


" Terima kasih ya , Dok. Selama ini sudah merawat anak saya ." Kata Pak Sulaiman .


" Sama -sama Pak . Itu sudah kewajiban dan tanggung jawab kami merawat pasien sampai sembuh ." Kata Dokter Arini .


" Oh ya , terima kasih Bu , Sup nya enak , saya suka ." Kata Dokter Arini pada Bu Yani .


" Alhamdulillah , Terima kasih Bu Dokter." Kata Bu Yani .


Setelah melepas jarum inpus dan menyampaikan jadwal untuk cek up , Dokter Arini dan Suster meninggalkan ruangan itu.


" Oke, kita siap -siap pulang ." Kata Anisa bersemangat .


Bu Yani dan Anisa pun mulai berkemas .


" Tadi saya sudah ngomong sama Dek Aisyah , dia bilang mau pulang ke rumah Ayah dan Ibu ." Kata Azzam .


" Nggak Zam. Aisyah istri kamu . Dia harus pulang ke rumah kalian ." Kata Pak Sulaiman.


" Ayah , Ais mau pulang ke rumah Ayah ." Sahut Aisyah.


" Nggak Nak . Kamu istri Azzam . Sepenuhnya kamu tanggung jawab dia . Kamu pulang bersama dia ke rumah kalian ."kata Pak Sulaiman.


" Iya , Dek . Ayah benar ." Kata Ahmad menambahkan .


" Tapi ..." Kata Aisyah


" Jangan bantah ! " Tegas Pak Sulaiman


Aisyah terdiam , dia tampak sedih .


" Ayah , gimana kalau Aisyah dan Azzam tinggal di rumah kita saja dulu." Kata Bu Yani


" Bu , Ais kan lupa sama suaminya , jadi lebih baik dia sering bersama suaminya , supaya dia bisa cepat ingat semuanya . Dengan berada di rumah mereka itu akan membantu, iya kan Bu Dokter ? " Kata Pak Sulaiman sambil mengedipkan mata pada Anisa .


" Bener bu , Ais .Dengan sering bersama itu akan membantu pemulihan. Nanti kalo Ais kangen Ayah sama ibu bisa datang ke rumah , atau Ayah dan ibu yang datang ke rumah kalian ." kata Anisa .


" Kalau Dek Aisyah keberatan , nggak papa Dek Aisyah tinggal di rumah Ayah sama Ibu dulu." Kata Azzam lagi . Azzam merasa tidak enak hati melihat ekspresi Aisyah yang menolak pulang bersamanya .


" Ais , kalo kamu pulang ke rumah Ayah dan ibu , kami akan berdosa ,Nak . Membiarkan kalian berpisah. Kalian suami istri. Meskipun sekarang kamu tidak ingat semua itu . Tapi tetap secara hukum dan agama kalian sah suami istri .kamu mau Ayah dan Ibu menanggung dosanya ." Kata Pak Sulaiman lagi .


" Iya , Ais mau pulang ke rumah Mas Azzam ." kata Aisyah lemes.


" Bukan rumah saya , tapi rumah kita berdua ." Kata Azzam lagi .


Setelah selesai berkemas dan mengambil obat sesuai resep dari Dokter Arini mereka pun pulang . Aisyah duduk di kursi roda di dorong Azzam menuju parkiran .


Azzam lalu membuka kan pintu mobilnya untuk Aisyah . Aisyah pun masuk . Dia sempat bengong melihat mobil mewah milik Azzam . Di dalam mobil itu hanya mereka berdua , yang lain ikut mobil Anisa .


Perlahan mobil Azzam mulai bergerak meninggalkan halaman rumah sakit .Dalam perjalanan pulang Aisyah diam saja . Sesekali Azzam melirik Aisyah .


" Kamu masih keberatan untuk kita tinggal bersama ." Kata Azzam


" Saya nggak bisa bantah perintah Ayah ." jawab Aisyah tanpa melihat ke arah Azzam .


Melihat ekspresi Aisyah membuat Azzam pun ikut terdiam , dia tidak mau membuat mood Aisyah semakin memburuk .


15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai . Melihat mobil majikan mereka datang , buru -buru Pak Jai membukakan pagar . Dengan sigap Azzam turun dan membukakan pintu mobil untuk Aisyah . Mengetahui kedua orang tuanya tidak ikut mengantar dirinya membuat Aisyah semakin kesal . Tampak jelas di raut wajahnya kekesalannya itu


Aisyah mengalihkan pandangannya menatap rumah besar dihadapannya . Sebuah rumah mewah dengan desain yang minimalis , membuat Aisyah kagum . Dan mobil mewah berwatna merah yang parkir pun ikut mencuri perhatiannya .


" Ayo kita masuk ! " Kata Azzam sambil tersenyum .


Azzam berjalan lebih dulu , dan Aisyah mengikutinya .

__ADS_1


" Assalamualaikum ." Ucap Azzam saat membuka pintu .


" Waalaikumsalam ." Sahut Bi Nur dan Bi Imah yang berada di dalam rumah .


" Selamat datang kembali ke rumah ini, Non." kata Bi Imah ramah .


Azzam lalu memanggil semua pegawai di rumahnya dan memperkenalkannya pada Aisyah . Sebelumnya Azzam sudah mengatakan kepada semua pegawainya tentang Aisyah yang mengalami amnesia .


Aisyah masih tampak canggung, ekor matanya menelurusi setiap sudur rumah mewah itu.


" Masya allah , ini bukan rumah , ini istana ." Batin Aisyah .


Pandangan tertuju pada sebuah foto pernikahan yang terpasang di dinding. Sebuah Foto besar yang berbingkai . itu adalah foto pernikahannya dengan Azzam .


Aisyah melangkah mendekati foto itu . Mengamatinya lebih dekat . Aisyah tersenyum melihat foto itu . Katena di foto itu dia terlihat cantik sekali .


" Ini foto pernikahan kita , 3 tahun yang lalu ." Kata Azzam yang berdiri di samping Aisyah .


Azzam mengajak Aisyah berkeliling melihat setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu . Aisyah semakin kagum melihat sebuah kolam renang besar yang ada di belakang rumah .


" Astaga jadi selama ini saya tinggal di rumah semewah ini . Hmmm, dengan semua kemewahan ini pasti Mas Azzam bukan orang biasa , dia pasti seorang pengusaha yang sukses." batin Aisyah .


" Kok bengong , kamu capek ? Kalo capek saya antar ke kamar untuk istirahat ." Kata Azzam menyadarkan Aisyah dari lamunannya .


" Iiya , saya capek . Saya mau istirahat ." Kata Aisyah agak gugup .


Azzam lalu mengantar Aisyah ke kamar .


" Okey , ini kamar kita . Kamu istirahat saja di sini ." Kata Azzam saat membuka pintu kamar .


Aisyah masuk kembali ekor matanya menelusuri setiap sudut kamar itu .Desain kamar yang elegan pernak perniknya pun tersusun rapi . Kasur yang berukuran big size menjadi pusat perhatiannya . Dia ingin sekali rebahan di kasur itu .tapi karena ada Azzam membuat Aisyah mengurungkan niatnya .


" Selain kamar ini , apa ada kamar lain lagi ? " Tanya Aisyah .


" Ada .Sebenarnya ini dulu kamar tamu , kamar kita ada di lantai atas , kamu yang minta pindah , karena kuatir takut kenapa -napa naik turun tangga dengan perut kamu yang semakin membesar makanya kita pindah kamar. Kenapa ? " Azzam balik bertanya .


Mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Aisyah membuat Azzam menghela napas beratnya. Dia menatap dalam wajah Aisyah. Ada rasa kecewa di dalam hati Azzam.


" Ingat Zam, istrimu masih amnesia , tidak apa -apa pisah kamar dulu , yang penting kamu bisa bersama dia lagi ,.melihat senyumnya ,pelan -pelan pasti semuanya akan kembali seperti dulu lagi." Batin Azzam .


"Saya belum bisa kalo kita sekamar .Tolong mengerti " Kata Aisyah lagi .


" Oke , tidak apa -apa . Saya ngerti kok . Untuk yang di rumah sakit , nggak usah ngucapin terima kasih , karena itu memang sudah tanggung jawab saya sebagai seorang suami untuk menjaga istri saya . " Kata Azzam lagi .


" Jadi kamu nggak keberatan kita pisah kamar ? " Tanya Aisyah


" Kalau pun saya keberatan , kamu tetap akan minta pisah kamar kan .? saya tidak bisa menolak kemauan kamu sayang . " kata Azzam


Mendengar kata sayang keluar dari mulut Azzam membuat Aisyah menggerutkan keningnya . Kata itu masih terdengar asing di telinga Aisyah .


" Kamu priolitas utama dalam hidup saya . Dari dulu saya tidak pernah bisa menolak apa yang kamu mau . Ya udah , kamu tidur di kamar ini , nanti saya di kamar atas ." Kata Azzam sambil tersenyum .


" Oh ya , kalo kamu perlu sesuatu bisa ngomong ke saya , atau ke Bi Nur , Bi Imah .Hmm satu lagi , ini rumah kita , bukan rumah saya ." Kata Azzam melangkah keluar.


" Tunggu ! "


" Ada apa ? "


" Biar saya yang di kamar atas , barang -barang kamu kan di kamar ini semua , Kan susah kalo harus bolak -balik , nanti biar barang saya yang di bawa ke atas ." Kata Aisyah .


" Okelah terserah kamu saja. Mari saya antar ke atas ." Kata Azzam lalu mengambil koper Aisyah untuk di bawa ke kamar di lantai atas .


Ketika kedua keluar dari kamar, Bi Imah menghampiri mereka .


" Non , Aden , makan siang dulu , sudah saya siapkan ! " Kata Bi Imah


" Iya Bi , terima kasih ." Kata Azzam

__ADS_1


" Kita makan siang dulu ya , kamu baru sembuh tidak boleh telat makan ." Kata Azzam


" Iya . " Sahut Aisyah .


" Kamu duluan sama Bi Imah , saya antar koper kamu ke atas dulu ." Kata Azzam.


Aisyah pun mengikuti Bi Imah pergi ke ruang makan , sedangkan Azzam membawa koper Aisyah ke kamar di lantai atas .


Azzam meletakkan koper Aisyah di atas tempat tidur dan mengeluarkan isinya . Dia meletakkan baju -baju Aisyah ke dalam lemari dan barang -barang lainnya dengan rapi .


" Sayang , sedih hati Hubby kalo kita harus pisah kamar seperti ini. Semoga ingatan kamu segera pulih ya . " Kata Azzam bicara sendiri . Matanya tampak berkaca -kaca .


" Zam , kamu harus kuat , jangan sedih. Yakinlah semuanya akan segera kembali seperti dulu lagi ." Kata Azzam lagi .


Setelah selesai merapikan semuanya , Azzam pun keluar kamar dan melangkah menuju ruang makan .


Selesai makan siang , Azzam mengantar Aisyah ke kamar di lantai atas. Kamar di lantai 2 itu lebih besar dari kamar yang tadi . Karena sejak awal Azzam memang menjadikan kamar itu menjadi kamar utama mereka . Ukuran tempat tidurnya pun sama ukuran yang Big size .


" Saya tinggal ya , nanti kalo perlu apa -apa ngomong aja . " Kata Azzam .


" Iya , terima kasih." Kata Aisyah .


Azzam pun meninggalkan Aisyah di kamar itu . Dengan langkah gontai dia menuruni anak tangga . Kesedihan tampak jelas di wajahnya .


" Aden , yang sabar ya ! " Kata Bi Imah yang mendekati Azzam .


" Aden , maafkan saya ya , saya gagal menjaga amanah Aden. Kalau saja ...." Kata Bi Nur .


" Bi Nur , sudah sering saya bilang , jangan menyalahkan diri sendiri . Semuanya sudah ketentuan dari Allah . Saya harap kalian bisa bantu saya untuk memulihkan ingatan istri saya ." kata Azzam .


" Iya Den. Kami akan bantu sebisa kami ." Kata Bi Imah .


" Terima kasih . Oh ya , mulai besok saya akan mulai ke kantor , kalian tolong awasi istri saya ya ! " kata Azzam lagi .


" Siap ,Den ." Kata Bi Imah dan Bi Nur .


Azzam lalu masuk ke kamarnya , dia mandi dan bersiap untuk sholat . Selesai sholat Azzam berdoa . Di dalam doanya dia mencurahkan semua isi hatinya . Kesedihannya membuat dia tidak bisa menahan air matanya .


Begitu pula dengan Aisyah . Dia juga berdoa dengan linangan air mata di pipinya.


Selesai berdoa , Aisyah melepas.mukenanya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk istirahat .


***


Tok tok tok


Pintu kamar Aisyah di ketuk . Aisyah yang baru selesai melaksanakan sholat magrib pun membuka pintu .


" Maaf kalo saya mengganggu kamu sholat ." Kata Azzam ketika melihat Aisyah masih memakai mukena . Azzam terpesona menatap wajah Aidyah . Walaupun masih terlihat sedikit pucat , tapi tetap terlihat cantik .


" Nggak papa , saya sudah selesai kok. Ada apa ? " tanya Aisyah


" Bi Imah sudah siapkan makan malam, kita makan malam bersama yuk ! " Ajak Azzam .


" Iya , kamu duluan aja , nanti saya nyusul." Kata Aisyah .


" Okey , saya tunggu ya ! " Kata Azzam lagi .


" Iya ." sahut Aisyah lalu menutup pintu .


" Yah , kok pintunya langsung di tutup sich." Batin Azzam .


" I Love you , sayang.! " Kata Azzam dengan gerakan seolah sedang memeluk Aisyah.


" Sabar Zam , Sabar .! " Kata Azzam bicara sendiri sambil menuruni anak tangga .


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2