Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 21 Lamtunan Merdu Suara Aisyah


__ADS_3

"Tadi pas terbangun , Abang liat handpone ada beberapa miss call kamu , ya , udah cuci muka lalu siap -siap mau jemput , ketemu ibu di depan , bilang ibu kamu udah pulang , " tutur Ahmad


" Ohh gitu "jawab Aisyah merasa geli sendiri


Ahmad lalu masuk dan duduk ditepi lasur adiknya , sedangkan Aisyah duduk di sebuah kursi tepat berhadapan dengan Abangnya


"Cincinnya mana ?" Tanya Ahmad ketika tidak melihat cincin pemberian Azzam di jari Aisyah .


"Ais, simpan , kenapa ?"


"Koq disimpan ?


"Disimpan aja , trus Abang kapan ?"


"Kapan apanya ?"


"Kapan ngenalin ke kita semua calonya ?"


"Astaga , belum sholat Asar , Abang sholat dulu ." kata Ahmad lalu bergegas ke kamarnya


"Pasti gitu , "Gerutu Aisyah


Ahmad memang selalu menghindar kalau ditanya tentang pasangannya , sebenarnya sudah ada seorang gadis yang telah mencuri hatinya. Tapi dia tidak mau terburu -buru . Apalagi sekarang Aisyah sudah ta'aruf dengan Azzam , dia ingin melihat Aisyah menikah dulu . Kalau sudah ada yang bisa menjaga adik kesayangannya itu .Barulah dia bisa lega. Dan fokus untuk dirinya sendiri .


***


Pagi itu Azzam baru tiba di kantornya , penampilannya sedikit berbeda , dia mengenakan baju koko berwarna putih , celana hitam dengan kopiah yang berwarna putih pula . Tampan sekali , membuat semua mata tertuju padanya saat berjalan menuju keruangannya. Dia menyapa semua karyawan yang dia temui . Mereka kagum sekali dengan ketampanan bos mereka .


Ririn yang melihat bosnya sudah masuk keruangannya segera menyurul untuk menyerahkan beberapa berkas .


"Ini aja,. Ada lagi ? " Tanya Azzam sambil menanda tangani berkas -berkas yang diserahkan Ririn


"Gak ada , hmmm. ..mau lamaran kah Pak Bos ?" tanya Ririn yang kepo dengan penampilan bosnya.


Azzam hanya melirik Ririn, membuat Ririn makin penasaran .


"Emang saya terlihat seperti mau lamaran kah ?"


"Kalo diliat -liat kayak mau kepengajian" jawab Ririn


"Nah tu, tau.. Ya sudah saya pergi dulu "Azzam beranjank dari duduknya berjalan menuju pintu


"Jadi beneran mau ke pengajiankah ,Pak ?"


"Iya , Assalamualaikum " ucap Azzam dan menghilang dibalik pintu .


"Waalaikumsalam" sahut Ririn lalu keluar kembali ke meja kerjanya .


Sambil menunggu para jemaah hadir , grup khosidahan yang di pimpin Aisyah mulai menyanyikan lagu-lagu sholawat .


Kedua orang tua Azzam Pak Khairul dan Bu Ainun sudah sampai di tempat pengajian tampak mereka sedang bercakap - cakap dengan Ustadz Ali .mereka kangum dengan suara merdu Aisyah.


"Santrinya kah Pak Ustadz ?" Tanya Bu Ainun


"Mantan santri Bu Hajah " Jawab Ustazd Ali

__ADS_1


"Oh , gitu , cantik suaranya bagus juga " puji Bu Ainun .


***


Mobil Azzam sudah masuk diareal parkir, suasana di masjid itu sudah ramai . Azzam keluar dari mobil menuju pintu masuk .Suara merdu yang melantunkan sholawatan seperti magnet yang menariknya masuk kedalam masjid .


Kini Azzam sudah masuk ke dalam masjid , ketika melihat yang melantunkan nada -nada sholawat itu adalah Aisyah , Azzam menajamkan penglihatannya , berusaha meyakinkan dirinya apa yang dilihatnya benar -benar nyata atau hanya halusinasinya .


Mata Azzam fokus pada wajah seorang gadis yang sedang menyanyikan lagu -lagu sholawat , tanpa sadari dia menabrak seseorang .


"Astagfirullah , Abang Ahmad , maaf saya gak sengaja " kata Azzam yang mengenali lelaki yang dia tabrak


"Azzam , wah,,kebetulan sekali bisa ketemu disini " balas Ahmad lalu keduanya bersalaman


"Iya , Bang , di depan itu Aisyah kan ,Bang ? " Tanya Azzam sambil menunjuk ke arah Aisyah


"Iya...ohhh jad i karena itu kamu sampe nabrak " ledek Ahmad membuat Azzam tersipu malu .


"Saya takutnya cuma halusinasi saja. Bang apa kabar " Jelas Azzam


""Alhamdulillah , seperti yang kamu lihat . Yuk. Kita duduk ," Ajak Ahmad sambil tersenyum


Lalu keduanya duduk bersamaan sambil menikmati lantunan sholawat yang dinyanyikan Aisyah .


🎵Tasma'uni robbah Tadri kholajati wa munajati


Ta'lamu ya Allah La ma fi dunya hum hajati


Taroktul'abid Ma anta turidu uridz


Tasma’uni robbah:


Tasma'uni robbah Tadri kholajati wa munajati


Ta'lamu ya Allah La ma fi dunya hum hajati


Taroktul'abid Ma anta turidu uridz


Law tardho 'anni Juda manni Ma lidzaka mazid


*


Washlan fika arju Robbal 'alamin


Aflah mansayanju Bil hubbilyakin


Ya'isyul hayata Binahjin qowwimin


Yasiru shirotho Binurin 'adhimin Biqurbin na'imin


*


Ya robba tasamma Bilkaffil wadud


Hasya ya habibi Dabhi bisshudud

__ADS_1


Idza sudta qolban Unajika fihi


Wa allafta sarban Ta'awaitu fihi Faman da syabihi


*


Ilzam hablallah Mani yastamsik ya'simhullahu


Man yathlub maulah La ya'nasula yardho bisiwahu


Qoribun qorib Wasyaridu 'anhu ghorib


Nadaka habibi Udnu 'abdi Man siwaya thobib


*


Ad'uka ilahi, robbij'al qolbi Bihubbika maushul


Kullu dunya tafna Wa ma'aluha mautun wa dzubul


Fahabli ridho' Wa unsalliqo'


Yaumal hasyrij'alni Mimman yalqo minka qobul.....🎵


Azzam sangat menikmati lantunan merdu suara Aisyah .Ekspresi kagum tampak jelas diwajahnya .


"Selain pandai menyanyi , Aisyah juga pandai melantunkan ayat -ayat suci Al Quran " Kata Ahmad yang melihat ekspresi Azzam


"Oh , ya , " balas Azzam lalu menatap Ahmad


"Dengarkan aja nanti , O ya kamu kesini sendirian " balas Ahmad


"Iya , pas kesini tadi sendiri. Tapi orang tua saya juga ada disini , mereka berangkat duluan"Jelas Azzam


"Sama , Ayah sama ibu juga ada disini , tu lagi di depan "kata Ahmad sambil menunjuk tempat orang duduk ,


Pak Sulaiman duduk di kelompok jemaah laki -laki dan Bu Yani di kelompok jemaah perempuan .begitu pula dengan kedua orang tua Azzam .


Ponsel Azzam berdering , ternyata ibunya yang menelpon menanyakan keberadaan dirinya . Azzam memberitahu ibunya kalau dia sudah berada di dalam masjid .


Tidak lama kemudian acara dimulai. Pembawa acara mulai membacakan susunan acara .


Hati Azzam kembali dag dig dug ketika pembawa acara menyebutkan Aisyah yang akan melantunkan ayat suci Al-Quran .


Aisyah mulai membaca ayat demi ayat , lantunan suaranya yang merdu seakan menghipnotis semua orang yang mendengarnya . Azzam semakin kagum pada Aisyah . Hatinya semakin mantap untuk menjadikan Aisyah sebagai pendamping hidupnya.


Azzam memberi tahu ibunya melalu pesan whatsaap kalau gadis yang membaca ayat suci Al-Quran didepan adalah gadis yang dia ajak ta'aruf .


Kedua orang tua Azzam memang sudah tau anaknya sudah ta'aruf tapi Azzam belum memperkenalkan gadis itu pada orang tuanya.


Tapi hari ini di tempat yang tidak terduga , mereka semua berkumpul dalam suatu tempat yang istimewa . Mungkin ini semua petunjuk dari Allah , takdir dari Allah pikir Azzam .


Ibu Ainun meneteskan air mata terharu membaca pesan whatsapp Azzam . Dari awal dia melihat Aisyah dia sudah kagum . Dia tidak menyangka gadis lah yang sering diceritakan Azzam selama ini.


"Alhamdulillah " Batin Bu Ainun lalu dia membalas pesan Azzam

__ADS_1


"Alhamdulillah , nak , Ummy mau kamu segera melamarnya "


__ADS_2