
"Tadi pas terbangun , Abang liat handpone ada beberapa miss call kamu , ya , udah cuci muka lalu siap -siap mau jemput , ketemu ibu di depan , bilang ibu kamu udah pulang , " tutur Ahmad
" Ohh gitu "jawab Aisyah merasa geli sendiri
Ahmad lalu masuk dan duduk ditepi lasur adiknya , sedangkan Aisyah duduk di sebuah kursi tepat berhadapan dengan Abangnya
"Cincinnya mana ?" Tanya Ahmad ketika tidak melihat cincin pemberian Azzam di jari Aisyah .
"Ais, simpan , kenapa ?"
"Koq disimpan ?
"Disimpan aja , trus Abang kapan ?"
"Kapan apanya ?"
"Kapan ngenalin ke kita semua calonya ?"
"Astaga , belum sholat Asar , Abang sholat dulu ." kata Ahmad lalu bergegas ke kamarnya
"Pasti gitu , "Gerutu Aisyah
Ahmad memang selalu menghindar kalau ditanya tentang pasangannya , sebenarnya sudah ada seorang gadis yang telah mencuri hatinya. Tapi dia tidak mau terburu -buru . Apalagi sekarang Aisyah sudah ta'aruf dengan Azzam , dia ingin melihat Aisyah menikah dulu . Kalau sudah ada yang bisa menjaga adik kesayangannya itu .Barulah dia bisa lega. Dan fokus untuk dirinya sendiri .
***
Pagi itu Azzam baru tiba di kantornya , penampilannya sedikit berbeda , dia mengenakan baju koko berwarna putih , celana hitam dengan kopiah yang berwarna putih pula . Tampan sekali , membuat semua mata tertuju padanya saat berjalan menuju keruangannya. Dia menyapa semua karyawan yang dia temui . Mereka kagum sekali dengan ketampanan bos mereka .
Ririn yang melihat bosnya sudah masuk keruangannya segera menyurul untuk menyerahkan beberapa berkas .
"Ini aja,. Ada lagi ? " Tanya Azzam sambil menanda tangani berkas -berkas yang diserahkan Ririn
"Gak ada , hmmm. ..mau lamaran kah Pak Bos ?" tanya Ririn yang kepo dengan penampilan bosnya.
Azzam hanya melirik Ririn, membuat Ririn makin penasaran .
"Emang saya terlihat seperti mau lamaran kah ?"
"Kalo diliat -liat kayak mau kepengajian" jawab Ririn
"Nah tu, tau.. Ya sudah saya pergi dulu "Azzam beranjank dari duduknya berjalan menuju pintu
"Jadi beneran mau ke pengajiankah ,Pak ?"
"Iya , Assalamualaikum " ucap Azzam dan menghilang dibalik pintu .
"Waalaikumsalam" sahut Ririn lalu keluar kembali ke meja kerjanya .
Sambil menunggu para jemaah hadir , grup khosidahan yang di pimpin Aisyah mulai menyanyikan lagu-lagu sholawat .
Kedua orang tua Azzam Pak Khairul dan Bu Ainun sudah sampai di tempat pengajian tampak mereka sedang bercakap - cakap dengan Ustadz Ali .mereka kangum dengan suara merdu Aisyah.
"Santrinya kah Pak Ustadz ?" Tanya Bu Ainun
"Mantan santri Bu Hajah " Jawab Ustazd Ali
__ADS_1
"Oh , gitu , cantik suaranya bagus juga " puji Bu Ainun .
***
Mobil Azzam sudah masuk diareal parkir, suasana di masjid itu sudah ramai . Azzam keluar dari mobil menuju pintu masuk .Suara merdu yang melantunkan sholawatan seperti magnet yang menariknya masuk kedalam masjid .
Kini Azzam sudah masuk ke dalam masjid , ketika melihat yang melantunkan nada -nada sholawat itu adalah Aisyah , Azzam menajamkan penglihatannya , berusaha meyakinkan dirinya apa yang dilihatnya benar -benar nyata atau hanya halusinasinya .
Mata Azzam fokus pada wajah seorang gadis yang sedang menyanyikan lagu -lagu sholawat , tanpa sadari dia menabrak seseorang .
"Astagfirullah , Abang Ahmad , maaf saya gak sengaja " kata Azzam yang mengenali lelaki yang dia tabrak
"Azzam , wah,,kebetulan sekali bisa ketemu disini " balas Ahmad lalu keduanya bersalaman
"Iya , Bang , di depan itu Aisyah kan ,Bang ? " Tanya Azzam sambil menunjuk ke arah Aisyah
"Iya...ohhh jad i karena itu kamu sampe nabrak " ledek Ahmad membuat Azzam tersipu malu .
"Saya takutnya cuma halusinasi saja. Bang apa kabar " Jelas Azzam
""Alhamdulillah , seperti yang kamu lihat . Yuk. Kita duduk ," Ajak Ahmad sambil tersenyum
Lalu keduanya duduk bersamaan sambil menikmati lantunan sholawat yang dinyanyikan Aisyah .
🎵Tasma'uni robbah Tadri kholajati wa munajati
Ta'lamu ya Allah La ma fi dunya hum hajati
Taroktul'abid Ma anta turidu uridz
Tasma’uni robbah:
Tasma'uni robbah Tadri kholajati wa munajati
Ta'lamu ya Allah La ma fi dunya hum hajati
Taroktul'abid Ma anta turidu uridz
Law tardho 'anni Juda manni Ma lidzaka mazid
*
Washlan fika arju Robbal 'alamin
Aflah mansayanju Bil hubbilyakin
Ya'isyul hayata Binahjin qowwimin
Yasiru shirotho Binurin 'adhimin Biqurbin na'imin
*
Ya robba tasamma Bilkaffil wadud
Hasya ya habibi Dabhi bisshudud
__ADS_1
Idza sudta qolban Unajika fihi
Wa allafta sarban Ta'awaitu fihi Faman da syabihi
*
Ilzam hablallah Mani yastamsik ya'simhullahu
Man yathlub maulah La ya'nasula yardho bisiwahu
Qoribun qorib Wasyaridu 'anhu ghorib
Nadaka habibi Udnu 'abdi Man siwaya thobib
*
Ad'uka ilahi, robbij'al qolbi Bihubbika maushul
Kullu dunya tafna Wa ma'aluha mautun wa dzubul
Fahabli ridho' Wa unsalliqo'
Yaumal hasyrij'alni Mimman yalqo minka qobul.....🎵
Azzam sangat menikmati lantunan merdu suara Aisyah .Ekspresi kagum tampak jelas diwajahnya .
"Selain pandai menyanyi , Aisyah juga pandai melantunkan ayat -ayat suci Al Quran " Kata Ahmad yang melihat ekspresi Azzam
"Oh , ya , " balas Azzam lalu menatap Ahmad
"Dengarkan aja nanti , O ya kamu kesini sendirian " balas Ahmad
"Iya , pas kesini tadi sendiri. Tapi orang tua saya juga ada disini , mereka berangkat duluan"Jelas Azzam
"Sama , Ayah sama ibu juga ada disini , tu lagi di depan "kata Ahmad sambil menunjuk tempat orang duduk ,
Pak Sulaiman duduk di kelompok jemaah laki -laki dan Bu Yani di kelompok jemaah perempuan .begitu pula dengan kedua orang tua Azzam .
Ponsel Azzam berdering , ternyata ibunya yang menelpon menanyakan keberadaan dirinya . Azzam memberitahu ibunya kalau dia sudah berada di dalam masjid .
Tidak lama kemudian acara dimulai. Pembawa acara mulai membacakan susunan acara .
Hati Azzam kembali dag dig dug ketika pembawa acara menyebutkan Aisyah yang akan melantunkan ayat suci Al-Quran .
Aisyah mulai membaca ayat demi ayat , lantunan suaranya yang merdu seakan menghipnotis semua orang yang mendengarnya . Azzam semakin kagum pada Aisyah . Hatinya semakin mantap untuk menjadikan Aisyah sebagai pendamping hidupnya.
Azzam memberi tahu ibunya melalu pesan whatsaap kalau gadis yang membaca ayat suci Al-Quran didepan adalah gadis yang dia ajak ta'aruf .
Kedua orang tua Azzam memang sudah tau anaknya sudah ta'aruf tapi Azzam belum memperkenalkan gadis itu pada orang tuanya.
Tapi hari ini di tempat yang tidak terduga , mereka semua berkumpul dalam suatu tempat yang istimewa . Mungkin ini semua petunjuk dari Allah , takdir dari Allah pikir Azzam .
Ibu Ainun meneteskan air mata terharu membaca pesan whatsapp Azzam . Dari awal dia melihat Aisyah dia sudah kagum . Dia tidak menyangka gadis lah yang sering diceritakan Azzam selama ini.
"Alhamdulillah " Batin Bu Ainun lalu dia membalas pesan Azzam
__ADS_1
"Alhamdulillah , nak , Ummy mau kamu segera melamarnya "