
Ozi dan Ririn terus mengingatkan Azzam yang saat itu sedang terpuruk. Ririn ikut terenyuh melihat kondisi Azzam saat itu . Pak Bosnya yang dia kenal berwibawa , tegas dan sangat berkarisma kini duduk bersimbah air mata .
Saat itu Azzam terbayang bagaimana Aisyah yang begitu bahagia saat mengetahui kehamilannya . Dan bagaimana perjuangan Aisyah di awal -awal kehamilannya, harus bolak balik di rawat di rumah sakit . Sedikit pun Aisyah tidak pernah mengeluh atas kondisinya . Dia begitu semangat menikmati masa -masa itu . Hingga kini ketika semua sudah bisa bilang normal lagi . Malah Aisyah harus kehilangan janinnya .Dengan cara yanh sangat tragis . Hal itulah yang membuat Azzam tidak mampu membendung air matanya .
" Ya Allah Hamba tau, setiap ujian yang Engkau berikan tidak mungkin diluar batas kemampuan kami . Kuatkanlah kami .Dan berikanlah kesehatan kepada istri hamba ." Batin Azzam .
***
Satu jam kemudian pintu ruang operasi pun terbuka , tampak seorang dokter keluar . Dokter memberitahukan kalau kondisi Aisyah yang masih lemah . Dan Aisyah akan di pindah ke Ruang ICU atau Intensive Care Unit .
Mendengar Aisyah yang akan di pindahkan ke ruang ICU .Bu Yani langsung lemas dan pingsan . Ahmad lalu membopong Bu Yani ke sebuah ruangan untuk istirahat .
Bu Yani begitu terpukul atas musibah yang menimpa anaknya . Apalagi mendengar ruang ICU Bu Yani menjadi semakin parno . Pelan -pelan Bu Yani pun mulai sadarkan dirii. Dia kembali menagis teringat kondisi Aisyah.
" Ayah , Ais !" Kata Bu Yani lirih.
" Ibu yang tenang ya ! Aisyah butuh doa dari kita ." Kata Pak Sulaiman mencoba menenangkan istrinya .
" Ais di ruang ICU , Yah ! Ruangan itukan..."
" Bu , Ruang ICU atau Intensive Care Unit adalah ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan keadaan yang membutuhkan pengawasan ketat. Untuk membantu memulihkan kondisi pasien, ruang ICU dilengkapi dengan peralatan medis khusus. Selama berada di dalam ruang ICU, pasien akan dipantau selama 24 jam oleh dokter spesialis, dokter jaga, dan perawat yang sudah kompeten. Untuk memantau kondisi pasien secara lebih detail, pasien akan terhubung dengan berbagai peralatan medis melalui selang atau kabel. Kita berdoa saja Bu , Semoga Adek segera pulih." Kata Ahmad
"Oh, jadi adek akan di pantau lebih ketat ya. Kondisinya nanti akan baik -baik saja ya , Ibu takut ,Bang, Apa kita masih bisa jenguk Ais ? " kata Bu Yani yang kurang mengerti tentang apa itu ruang ICU .
" Bisa bu ! Kita bisa jenguk Ais pas di jam besuknya. Sekarang ibu tenang ya , kita berdoa semoga Ais segera pulih ." Kata Ahmad lagi .
" Iya . " Sahut Bu Yani lalu bangun dan duduk.
" Ayah , sebaiknya Ayah sama Ibu pulang , Biar saya saja disini. " Kata Ahmad .
"Assalamualaikum." Sapa Putri yang baru tiba di situ .
" Waalaikumsalam." Jawab yang Lain hampir bersamaan .
" Iya Yah . Ayah dan Ibu pulang saja. Nanti saya dan Mas Ahmad yang jaga Ais disini ." Kata Putri lagi .
" Nanti juga akan ada Kak Nisa yang kesini . Dia sudah dalam perjalanan." Kata Ahmad
" Astaga, Syukurlah kamu sudah mengabari kakakmu , Ayah sampai lupa. " Kata Pak Sulaiman.
" Ya sudah , Ayah sama ibu pulang ya ,Sudah sore juga. " Kata Ahmad sambil melirk arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 16.30.
Setelah di bujuk , akhirnya Bu Yani mau pulang . Ahmad dan Putri pun kembali menuju ruang ICU untuk melihat kondisi Aisyah .
Di depan ruang itu masih duduk Pak Khairul yang sedang menyandar istrinya . Bu Ainun tampak sedang menangis .
" Abby , Gimana kondisi Aisyah." Tanya Putri lalu duduk di samping Bu Ainun
Melihat kedatangan Putri dan Ahmad , tangis Bu Ainun pun semakin menjadi -jadi . Dan kini Bu Ainun sedang memeluk Putri. Membuat Putri ikut menangis .
" Dokter bilang Aisyah koma." Kata Pak Khairul .
" Astagfirullahhalazzim." Kata Ahmad lalu melangkah mendekati dinding kaca yang bisa untuk melihat Aisyah yang berada di dalam ruangan itu .
" Yang kuat ya dek , Abang sayang kamu , ssmuanya sayang banget sama kamu ." Batin Ahmad .
" Ummy takut ,Put." Kata Bu Ainun sesegukan.
" Ummy, kita berdoa saja ya , Aisyah perempuan yang kuat , dia pasti bisa melewati ini semua." Kata Putri.
" Iya,Ummy. Aisyah pasti bisa melewati ini semua , kita bantu dia dengan doa ."kata Pak Khairul.
__ADS_1
" Iya . Ummy nggak mau Aisyah kenapa -napa ." Kata Bu Ainun.
"Ibu kalian gimana ? " Tanya Pak Khairul
"Sudah membaik, tadi kami suruh pulang saja ." Kata Putri .
" Abby sama Ummy , kalo mau pulang , pulang aja , nanti saya dan Dek Putri yang jaga di sini ." Kata Ahmad .
" Umny mau disini sampai Azzam datang." Kata Bu Ainun.
" Ummy. Perjalanan dari Shanghai ke sini kurang lebih 5 jam jadi sekitar jam 8 malam nanti Azzam baru sampai . Sebaiknya Ummy sama Abby pulang saja dulu . " Bujuk Ahmad .
" Gimana My , kita pulang saja dulu , Nanti selepas Isya baru kita balik lagi ." Kata Pak Khairul.
" Iya ,My. Nanti malam baru Ummy balik lagi. Biar saya dan Mas Ahmad yang jaga disini . Nggak lama lagi Kak Anisa juga kesini. Nanti kami akan update terus kondisi Aisyah ke Ummy dan Abby." Kata Putri ikut membujuk .
" Maaf Sus, boleh kami masuk ? " Tanya Bu Ainun ketika melihat seorang suster keluar dari ruangan Aisyah .
" Boleh , tapi tidak boleh semuanya , Bedua aja . Dan APDnya tolong di pake ya Bu , Pak ." Kata Suster itu.
" Abby , kita jenguk Aisyah dulu , baru kita pulang." Kata Bu Ainun.
Bu Ainun dan Pak Khairul pun masuk ke ruangan itu sedangkan Ahmad dan Putri mengamati mereka melalui dinding kaca . Melihat Bu Ainun yang menangis di samping Aisyah , Ahmad dan Putri pun tidak bisa menahan air mata mereka .
" Ais , pasti kuat kok,Mas." Kata Putri sambil mengelus pundak Ahmad .
" Dia pasti baik -baik saja." Kata Putri lagi .
Bu Ainun dan Pak Khairul pun keluar dari dalam ruangan itu. Dan pamit pulang . Mereka berpesan supaya Ahmad dan Putri segera mengabari mereka tentang kondisi Aisyah.
Setelah Pak Khairul dan Bu Ainun pulang . Giliran Ahmad dan Putri yang masuk menjenguk Aisyah .
" Mas." Tegur Putri
" Saya nggak tega liat Ais seperti ini. " Kata Ahmad terisak .
" Kamu yang kuat ya dek , Abang sayang banget sama kamu." Kata Ahmad sambil mengecup kening Aisyah .
Ahmad dan Putri pun keluar dari ruangan itu. Tidak lama kemudian ponsel Putri berdering . Mala yang menelpon lewat sambungan video call dan tersambung juga dengan Ayu.
" Assalamualaikum." Sapa Mala tampak raut kesedihan diwajahnya .
" Waalaikumsalam " Sahut Putri
" Gimana keadaan Ais ,Put ? " Tanya Mala .
Sebelum ke rumah sakit Putri sudah mengabarkan kecelakaan yang menimpa Aisyah kepada kedua sahabatnya itu .
" Ais , Koma ." Jawab Putri dengan lingan air mata di pipinya .
Mala dan Ayu pun ikut menangis .
" Kasian Aisyah. Mas Azzam sudah balik kah ? " Tanya Ayu.
" Belum. Masih dalam perjalanan." jawab Putri .
" Mas Azzam sudah tau tentang kondisi Aisyah ." Tanya Ayu lagi .
" Kalo Ais koma ,Mas Azzam belum tau. Dia cuma tau Aisyah keguguran." kata Putri.
" Saya sama Mas Aldi akan ke sana malam ini. Mas Aldi sedang mengurus tiket " Kata Mala.
__ADS_1
"Saya juga mau kesana. Tinggal tunggu Mas Radit pulang." Kata Ayu .
" Iya . Tapi kalian harus tetap hati -hati ya! " Kata Putri .
" Iya , Abang yang sabar ya , kita semua sayang sama Ais. Saya yakin Ais akan segera sadar ." Kata Mala
" Iya . Terima kasih ya ."kata Ahmad .
Setelah saling mengucapkan salam . Sambungan video call pun nerakhir .
***
Menjelang magrib mobil yang membawa Anisa sekeluarga pun tiba di halaman rumah sakit .tapi hanya Anisa dan Farhan yang turun dari mobil . Anisa meminta Pak Agus sopirnya untuk membawa kedua anaknya bersama pengasuh mereka ke rumah orang tua nya . Anisa tidak mau anak -anaknya masuk ke rumah sakit .
Anisa melangkah setengah berlari untuk segera sampai ke ruang dimana Adiknya di rawat .
" Ummy , pelan -pelan." Tegur Farhan .
Tapi Anisa tidak menghiraukan perkataan suaminya . Farhan pun akhirnya mengikuti langkah kami istrinya dengan sedikit berlari .
" Kak Nisa." Kata Putri ketika melihat Anisa mendekati mereka .
" Abang , Adek gimana ? " Tanya Anisa pada Ahmad.
Ahmad lalu memeluk Anisa. Keduanya berpelukan sambil menangis.
" Ais, Koma kak." Kata Ahmad setengah berbisik pada Anisa.
Anisa melepas pelukannya dan melangkah mendekati dinding kaca di ruangan itu . Tangisnya semakin menjadi -jadi melihat Aisyah yang terbaring di atas tempat tidur .
" Aisyah pasti kuat kok ,Ummy ! " Kata Fathan sambil merangkul pundak istrinya.
" Kejadiannya gimana sich ,Bang ? " Tanya Anisa pada Ahmad
Ahmad pun menceritakan apa yang di dengarnya dari Bi Imah dan Bu Galuh tadi.
" Trus yang nabrak itu gimana ? " Tanya Farhan .
" Yang menabrak juga luka parah, dan selain Aisyah ada 2 lagi yang menjadi korban , salah satunya meninggal di tempat." Jelas Ahmad.
" Innalillahi wainnalilahirojiun." Ucap Anisa dan Farhan hampir bersamaan .
" Oya Kak Nisa berdua sama Bang Farhan aja kah ?" Tanya Putri
" Nggak semua kami , cuma tadi pas sampai sini kakak sama Mas Farhan aja yang turun , Anak -anak saya suruh Pak Agus dan Mba Inah bawa ke rumah . " Kata Anisa .
" Oh gitu. Iya biar bisa main sama Yasmin dan Yusuf di rumah." Sahut Putri .
" Kalian cuma berdua disini ? " Tanya Anisa lagi
" Tadi Ibu pingsan waktu Ais mau di pindah ke ruang ICU . Setelah sadar , Saya suruh Ayah bawa pulang aja Ibu . Takutnya ibu semakin shok dan sakit memikirkan kondisi Aisyah. Trus Ummy Ainun sama Abby Khairul tadi saya suruh pulang juga. Tapi nanti katanya mau balik." jelas Ahmad
"Ayah sama Ibu sudah tau Ais koma ?" Tanya Anisa.
" Nggak ! Saya juga baru tau dari Abby Khairul kalo Ais koma .Dokternya ngomong ke Abby , pas saya dan Ayah membawa ibu ke ruangan lain ." Kata Ahmad.
" Azzam gimana ? Apa dia sudah pulang ? Sudah tau di kondisi istrinya ? " tanya Farhan
" Azzam belum tau Ais koma , dia cuma tau Ais keguguran . Perkiraan jam 8 nanti dia sampai sini. " kata Ahmad
Bersambung...
__ADS_1