Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 146. Lima Sahabat Berkumpul


__ADS_3

Obrolan antara Aisyah dan Anggie yang berawal dari obrolan biasa , kini berubah menjadi obrolan dari hati ke hati .


Perjuangan hidup Anggie membuat Aisyah terharu bahkan sampai meneteskan air mata .


" Semoga disini rejeki aku , Ais ." Kata Anggie sambil mengusap air matanya .


" Amin . Insya Allah semuanya tergantung kinerja kamu." Kata Aisyah .


" Amin . Jujur baru beberapa hari kerja disini aku sudah merasa nyaman . Suasana kantor islami banget dan orang -orangnya juga ramah . " Kata Anggie.


Aisyah tersenyum .


" Pasti kamu yang desain, ya ? " Tanya Anggie


" Nggak . Jauh sebelum saya menikah sama Mas Azzam desain kantornya memang sudah seperti ini . Pertama menginjakkan kaki ke kantor ini saya juga sempat speechless." tutur Aisyah .


" Oh ya . Kamu beruntung Ais punya suami seperti Pak Bos ." Kata Anggie .


" Alhamdulillah . " Jawab Aisyah .


Anggie kagum pada Aisyah . Sejak masih sekolah dia mengenal Aisyah anak yang baik ,agamanya pun baik . Jadi sudah sepantasnyalah dia mendapatkan kehidupan seperti sekarang .


" Gimana kabar teman -teman lain ? " Tanya Anggie .


" Insya Allah 2 minggu lagi kami ngumpul. Soal x tiap bulan minimal 1 kali harus ngumpul bareng . Nanti saya kabari kamu ." Kata Aisyah .


" Siapa aja ? "


" Biasa Ayu , Mala , Putri ." Jawab Aisyah .


"Aku jadi kangen sama mereka . Pasti seru kalo ngumpul, ya ? " kata Anggie .


" Iya . Nanti saya kabari kamu . Jangan sampai nggak ikut. " Sahut Aisyah .


" Tapi aku kerja ,Ais ." kata Anggie .


" Biasanya kami ngumpul pas hari libur . "


" Baguslah . Jadi nggak sabar . " Tutur Anggie .


Waktu terus berlalu . Karena keasikan ngobrol keduanya sampai lupa waktu . Aisyah kaget ketika mendengar suara kumandang azan , menandakan waktu sholah dzuhur telah tiba . Aisyah pun pamit untuk sholat bersama suaminya .


***


Sesampainya di depan pintu ruangan Azzam , Aisyah mengetuk pintu , namun tidak ada sahutan dari dalam .


Aisyah pun langsung masuk. Dia tidak melihat Azzam .Aisyah memeriksa ke kamar khusus , tidak ada juga . Aisyah lega ketika mendengar suara air dari toilet.


" Ohh, mungkin Hubby di toilet. " Batin Aisyah .


Tidak lama kemudian pintu toilet terbuka .


" Wudhu dulu , kita sholat ." Kata Azzam saat melihat Aisyah berdiri tidak jauh dari pintu toilet .


" Iya ." Jawab Aisyah .


Sadar akan kesalahanya , Aisyah tidak mau banyak omong . dia segera masuk ke toilet untuk berwudhu .


***


Selesai sholat Azzam merapikan kembali sajadahnya . Melihat sikap suaminya yang agak berbeda . Aisyah lalu memeluk Azzam dari belakang .


" Maaf ya By ! " Kata Aisyah .


" Lepas dulu mukenanya ." Sahut Azzam .


" Hubby marah ya , maafin Ais ya ! " Kata Aisyah lagi masih memeluk Azzam..


" Iya ." Sahut Azzam singkat .


Aisyah melepas pelukannya . Dan melepas mukenanya meletakkan kembali di tempat semula . Kemudian dia mendekati Azzam yang duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


" By ! " Kata Aisyah lalu duduk di samping


" Kenapa ? " Sahut Azzam tanpa menoleh


" Hubby masih marah ? "


" Udah ya , nggak usah di bahas . Waktunya makan siang , kamu mau makan apa ? Atau mau makan di luar ? " kata Azzam .


Aisyah terdiam merasa tidak enak hati dengan ucapan Azzam . Tidak ada sahutan dari sang istri , Azzam menatap Aisyah .


" Mau makan apa ? " Tanya Azzam lembut sambil merangkul pundak Aisyah .


" Ais mau makan buah aja." Jawab Aisyah


" Ya udah kita makan buah aja. Yuk ! Saya kupasin !" Kata Azzam mengajak Aisyah keluar dari kamar khusus itu .

__ADS_1


Aisyah kembali terdiam .


" Udah , nggak usah dipikirin . Saya nggak marah sama kamu ." Kata Azzam lalu memeluk Aisyah.


" Yakin mau makan buah aja ?" Tanya Azzam lagi .


" Delivery aja " Sahut Aisyah pelan .


" Apa ? Yang jelas dong ngomongnya ? " Kata Azzam menggoda Aisyah .


" Hubby ? "


" Iya. Ya udah kamu mau makan apa ? " Kata Azzam melepas pelukannya dan memberikan ponselnya pada Aisyah untuk memilih menu makan siang mereka .


" Hubby aja yang pilih." Kata Aisyah


" Oke ! "


Azzam pun memilih menu makan siang yang disetujui Aisyah .


" Oke , kita tunggu kurirnya antar ." kata Azzam .


Aisyah kembali memeluk Azzam .


" By , jujur Hubby marah kan sama Ais ? "


" Nggak !"


" Bohong ? " kata Aisyah melepas pelukan menatap wajah Azzam .


Azzam tersenyum .


" Ketemu teman lama , kamu sampai lupa sama saya ." Kata Azzam .


" Nggak lupa sama hubby . .."


" Tapi lupa waktu !" potong Azzam..


" Maaf ! " Kata Aisyah .


" Iya saya maafin ." Kata Azzam lalu memeluk Aisyah .


" Saya nggak larang kamu , cuma ingat Anggie kerja . Dia masih masa training ." Kata Azzam .


" Iya nggak lagi . Tadi tu kita keasikan ngobrol . Kan lama nggak ketemu . Ais sedih dengar cerita perjalanan hidup Anggie selama ini . Sampai kita bedua nangis bareng tadi ." tutur Aisyah .


" Oh ya. Tapi sudahlah lain kali kalau mau ngobrol atur waktu supaya tidak menggangu kerjaan. " kata Azzam .


" Kan kamu sudah bilang ngobrol tentang perjalanan hidup Anggie , lagian nggak baik ngomongin orang." Kata Azzam .


Ponsel Azzam berdering . Panggilan dari kurir yang mengantar pesanan makanan mereka . Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan Azzam diketuk .


Dua orang OB muncul dengan membawa paketan berisi makanan yang Azzam pesan tadi . Dan kelengkapan lainnya untuk makan siang Big Bos dikantor itu bersama sang istri .


Setelah kedua OB itu keluar Aisyah pun dengan sigap menyiapkan semuanya . Dan mereka pun mulai menikmati makan siang mereka .


Seperti biasa saling suap -suapan menjadi tradisi keduanya . Azzam senang sekali dikehamilan kali ini Aisyah terlihat sehat terlebih dia doyan makan .


" Kenapa By , kok senyum -senyum gitu ? " Tanya Aisyah.


" Nggak papa ! " Sahut Azzam sambil lanjut makan .


" Bohong ! Hubby tu nggak bakat bohong !" sahut Aisyah yang masih menatap wajah suaminya .


Azzam hanya tertawa . Dia akui dia memang tidak bisa berbohong pada istrinya itu .


" Tu kan bener ! Hubby bohong , udah kebaca By . Hayoo kenapa senyum -senyum tadi ? " Tanya Aisyah lagi .


" Saya tu lagi senang sayang , dikehamilan yang sekarang kamu tu sehat , trus makan banyak, cuma ..." Azzam tidak melanjutkan ucapannya .


" Cuma apa ? "


" Nggak papa ! " Sahut Azzam sambil menahan tawa .


" Mulaikan ! "


" Tingkat ngambeknya meningkat , bawelnya juga meningkat , dan lebih agresif sekarang ! " Kata Azzam yang teringat Aisyah sering mendahului mencium dirinya .


" Emangnya nggak boleh agresif sama suami sendiri ? " Kata Aisyah sambil kembali menyuap makanannya .


" Yang bilang nggak boleh siapa ? Saya senang kok , lagian kenapa nggak dari dulu ." Kata Azzam yang membuat sebuah cubitan dari Aisyah mendarat diperutnya .


" Lagi makan , jangan ngomong yang aneh -aneh deh !" Kata Aisyah .


" Iya , Iya , maaf . Habisin makanannya ." Kata Azzam yang sudah menghabiskan duluan makanan di hadapannya .


" Itu pasti By , tenang aja . Akan Ais habiskan ." Kata Aisyah membuat Azzam tersenyum .

__ADS_1


Aisyah pun menghabiskan makanan yang hanya tinggal beberapa suapan lagi . Sedangkan Azzam mengupas buah Apel dan mangga untuk cuci mulut mereka .


Selesai makan Aisyah pun mencuci tangan dan meneguk minumannya . Azzam mengambil tisu dan mengelap bibir Aisyah . Kemudian menyuapi istrinya itu dengan irisan -irisan buah yang sudah dikupasnya.


" Jam 2 saya ada meeting , nggak lama kok , paling 1 jam . Kamu istirahat aja ,ya ! " Kata Azzam..


" Iya . Hubby ." Jawab Aisyah .


" Meetingnya dimana ? " Tanya Aisyah lagi .


" Di ruang meeting lah sayang .Kenapa ? Mau ikut ? " Tanya Azzam


" Nggak . Takutnya Hubby meeting diluar !"Jawab Aisyah


" Kalo meeting diluarkan Hubby pasti ajak kamu . Kecuali kamu nggak ikut ke kantor hari ini ." Kata Azzam .


Aisyah mengangguk -nganguk .


Sepuluh menit sebelum jadwal meeting Azzam meninggalkan ruangannya . Bersama Ozi dia menuju ruang meeting yang ada di lantai dua gedung itu .


Sepeninggalan Azzam , Aisyah masuk ke kamar khusus . Dia menyalakan TV . Acara TV yang tidak seru membuatnya mengantuk dan akhirnya tertidur .


***


Selesai meeting Azzam kembali ke ruangannya. Dan didapatinya sang istri sedang tertidur pulas . Azzam duduk di tepi tempat tidur menatap wajah Aisyah.


Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata saat itu . Memiliki pasangan hidup seperti Aisyah dia sudah sangat bahagia . Apalagi sebentar lagi keduanya akan dikaruniai seorang anak buah cinta mereka .


Dengan mesra Azzam membelai wajah istrinya . Tadinya dia ingin membangunkan Aisyah mengajak pulang . Namun melihat Aisyah yang tidur pulas sekali membuat Azzam tidak tega untuk membangunkannya


" Setengah jam lagilah baru dibangunin " Batin Azzam sambil melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat .


***


Beberapa hari kemudian . Tibalah hari dimana Aisyah dan para sahabatnya berkumpul . Seperti biasa mereka berkumpul di rumah Aisyah . Tidak lupa Aisyah mengajak Anggie bergabung dengan mereka .


Sambil menikmati minuman dan snack yang disuguhkan Bi Nur dan Bi Imah mereka ngobrol .


Kehadiran Anggie menambah keseruan mereka . Anggie yang cukup kocak pun tidak mau kalah dengan Ayu .Ada -ada saja cerita yang membuat mereka tertawa .Obrolan mereka mulai dari hal yang membuat bahagia sampai hal -hal yang membuat air mata menetes .


Anggie menceritakan perjalanan hidupnya yang setelah lulus SMA dipaksa menikah oleh ayah tirinya dengan sorang pengusaha. Untuk melunasi hutang piutang sang ayah .


Setelah menikah Anggie di bawa ke kediaman pengusaha itu . Ternyata tidak cuma Anggie istri pengusaha itu . Masih ada 3 lainya yang tinggal di dalam satu rumah . Dengan kata lain Anggie menjadi istri ke empat .


Dan sejak tinggal di rumah itulah penderitaan Anggie di mulai . Mulai dari kekejaman sang suami sampai menjadi bulan - bulanan para istri tua .


Beruntung pernikahannya tidak berlangsung lama karena suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia . Berbekal sedikit warisan dari almarhum Anggie melanjutkan hidupnya


Mendengar cerita perjalanan hidup Anggie membuat mereka prihatin dan kagum pada sosok sahabat mereka yang satu itu .


" Sekarang kita sudah ngumpul . Lupakan kesedihan mu, Ngie . Ayo bangkit dari keterpurukanmu . Semangat ! Kami semua dukung kamu ." Kata Putri .


" Iya , Udah ya bahas yamg melow -melow . Mending sekarang kita atur jadwal kapan kita shoping bareng ?" Kata Ayu .


"Yu , kamu udah mau brojol gitu , masih mau aja jalan -jalan shoping , ntar brojol di jalan baru tau .!" Sahut Mala .


"Tenang aja . Aman . Masih belum kontraksi juga . Gimana kalo sekarang. Sekalian kita makan siang diluar ." Kata Ayu yang melirik jam didinding menunjukkan pukul 11.00 .


"Anak-anak gimana ? " Tanya Putri .


"Dibawa aja !" Kata Aisyah .


" Ribet bawa anak -anak ! Kan mbaknya ada . Tinggal aja di rumah sini. Kita jalan -jalan sebentar ." kata Ayu .


" Kamu mah ,enak nggak bawa anak kesini ! " Kata Putri


" Kan saya mau quality time bareng kalian ." Sahut Ayu .


" Bentar ya , Saya izin sama Mas Aldi dulu ." Kata Mala .


" Kalo mau jalan -jalan , Silahlan . Nanti saya yang jaga anak -anak ." Kata Aldi yang baru muncul di ruangan itu .


Tadinya Aldi , Ahmad dan Azzam ngobrol di ruang kerja Azzam .


"Iya , silahkan para ibu -ibu yang mau shoping , nanti para bapak -bapak yang jaga anak -anak !" Kata Ahmad


" Beneran ni ? " Tanya Aisyah


" Yang penting jangan lupa waktu dan hati -hati." kata Azzam


" Oke Pak Bos . Tenang aja . " Sahut Ayu .


Ucapan Ayu embuat yang lain tertawa . Mendapat izin dari para suami , akhirnya mereka berlima pergi jalan -jalan ke Mall .


" Ngie , nemani para bumil shoping kita nie ! " Kata Mala saat mereka sudah berada didalam mobil.


" Moga , kamu segera hamil juga La , dan kamu Ngie segera ketemu jodoh . " Kata Ayu .

__ADS_1


" Amin!" jawab mereka bersamaan .


...Bersambung...


__ADS_2