
Obrolan antara Aisyah dan Anggie yang berawal dari obrolan biasa , kini berubah menjadi obrolan dari hati ke hati .
Perjuangan hidup Anggie membuat Aisyah terharu bahkan sampai meneteskan air mata .
" Semoga disini rejeki aku , Ais ." Kata Anggie sambil mengusap air matanya .
" Amin . Insya Allah semuanya tergantung kinerja kamu." Kata Aisyah .
" Amin . Jujur baru beberapa hari kerja disini aku sudah merasa nyaman . Suasana kantor islami banget dan orang -orangnya juga ramah . " Kata Anggie.
Aisyah tersenyum .
" Pasti kamu yang desain, ya ? " Tanya Anggie
" Nggak . Jauh sebelum saya menikah sama Mas Azzam desain kantornya memang sudah seperti ini . Pertama menginjakkan kaki ke kantor ini saya juga sempat speechless." tutur Aisyah .
" Oh ya . Kamu beruntung Ais punya suami seperti Pak Bos ." Kata Anggie .
" Alhamdulillah . " Jawab Aisyah .
Anggie kagum pada Aisyah . Sejak masih sekolah dia mengenal Aisyah anak yang baik ,agamanya pun baik . Jadi sudah sepantasnyalah dia mendapatkan kehidupan seperti sekarang .
" Gimana kabar teman -teman lain ? " Tanya Anggie .
" Insya Allah 2 minggu lagi kami ngumpul. Soal x tiap bulan minimal 1 kali harus ngumpul bareng . Nanti saya kabari kamu ." Kata Aisyah .
" Siapa aja ? "
" Biasa Ayu , Mala , Putri ." Jawab Aisyah .
"Aku jadi kangen sama mereka . Pasti seru kalo ngumpul, ya ? " kata Anggie .
" Iya . Nanti saya kabari kamu . Jangan sampai nggak ikut. " Sahut Aisyah .
" Tapi aku kerja ,Ais ." kata Anggie .
" Biasanya kami ngumpul pas hari libur . "
" Baguslah . Jadi nggak sabar . " Tutur Anggie .
Waktu terus berlalu . Karena keasikan ngobrol keduanya sampai lupa waktu . Aisyah kaget ketika mendengar suara kumandang azan , menandakan waktu sholah dzuhur telah tiba . Aisyah pun pamit untuk sholat bersama suaminya .
***
Sesampainya di depan pintu ruangan Azzam , Aisyah mengetuk pintu , namun tidak ada sahutan dari dalam .
Aisyah pun langsung masuk. Dia tidak melihat Azzam .Aisyah memeriksa ke kamar khusus , tidak ada juga . Aisyah lega ketika mendengar suara air dari toilet.
" Ohh, mungkin Hubby di toilet. " Batin Aisyah .
Tidak lama kemudian pintu toilet terbuka .
" Wudhu dulu , kita sholat ." Kata Azzam saat melihat Aisyah berdiri tidak jauh dari pintu toilet .
" Iya ." Jawab Aisyah .
Sadar akan kesalahanya , Aisyah tidak mau banyak omong . dia segera masuk ke toilet untuk berwudhu .
***
Selesai sholat Azzam merapikan kembali sajadahnya . Melihat sikap suaminya yang agak berbeda . Aisyah lalu memeluk Azzam dari belakang .
" Maaf ya By ! " Kata Aisyah .
" Lepas dulu mukenanya ." Sahut Azzam .
" Hubby marah ya , maafin Ais ya ! " Kata Aisyah lagi masih memeluk Azzam..
" Iya ." Sahut Azzam singkat .
Aisyah melepas pelukannya . Dan melepas mukenanya meletakkan kembali di tempat semula . Kemudian dia mendekati Azzam yang duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
" By ! " Kata Aisyah lalu duduk di samping
" Kenapa ? " Sahut Azzam tanpa menoleh
" Hubby masih marah ? "
" Udah ya , nggak usah di bahas . Waktunya makan siang , kamu mau makan apa ? Atau mau makan di luar ? " kata Azzam .
Aisyah terdiam merasa tidak enak hati dengan ucapan Azzam . Tidak ada sahutan dari sang istri , Azzam menatap Aisyah .
" Mau makan apa ? " Tanya Azzam lembut sambil merangkul pundak Aisyah .
" Ais mau makan buah aja." Jawab Aisyah
" Ya udah kita makan buah aja. Yuk ! Saya kupasin !" Kata Azzam mengajak Aisyah keluar dari kamar khusus itu .
__ADS_1
Aisyah kembali terdiam .
" Udah , nggak usah dipikirin . Saya nggak marah sama kamu ." Kata Azzam lalu memeluk Aisyah.
" Yakin mau makan buah aja ?" Tanya Azzam lagi .
" Delivery aja " Sahut Aisyah pelan .
" Apa ? Yang jelas dong ngomongnya ? " Kata Azzam menggoda Aisyah .
" Hubby ? "
" Iya. Ya udah kamu mau makan apa ? " Kata Azzam melepas pelukannya dan memberikan ponselnya pada Aisyah untuk memilih menu makan siang mereka .
" Hubby aja yang pilih." Kata Aisyah
" Oke ! "
Azzam pun memilih menu makan siang yang disetujui Aisyah .
" Oke , kita tunggu kurirnya antar ." kata Azzam .
Aisyah kembali memeluk Azzam .
" By , jujur Hubby marah kan sama Ais ? "
" Nggak !"
" Bohong ? " kata Aisyah melepas pelukan menatap wajah Azzam .
Azzam tersenyum .
" Ketemu teman lama , kamu sampai lupa sama saya ." Kata Azzam .
" Nggak lupa sama hubby . .."
" Tapi lupa waktu !" potong Azzam..
" Maaf ! " Kata Aisyah .
" Iya saya maafin ." Kata Azzam lalu memeluk Aisyah .
" Saya nggak larang kamu , cuma ingat Anggie kerja . Dia masih masa training ." Kata Azzam .
" Iya nggak lagi . Tadi tu kita keasikan ngobrol . Kan lama nggak ketemu . Ais sedih dengar cerita perjalanan hidup Anggie selama ini . Sampai kita bedua nangis bareng tadi ." tutur Aisyah .
" Oh ya. Tapi sudahlah lain kali kalau mau ngobrol atur waktu supaya tidak menggangu kerjaan. " kata Azzam .
" Kan kamu sudah bilang ngobrol tentang perjalanan hidup Anggie , lagian nggak baik ngomongin orang." Kata Azzam .
Ponsel Azzam berdering . Panggilan dari kurir yang mengantar pesanan makanan mereka . Tidak lama kemudian terdengar pintu ruangan Azzam diketuk .
Dua orang OB muncul dengan membawa paketan berisi makanan yang Azzam pesan tadi . Dan kelengkapan lainnya untuk makan siang Big Bos dikantor itu bersama sang istri .
Setelah kedua OB itu keluar Aisyah pun dengan sigap menyiapkan semuanya . Dan mereka pun mulai menikmati makan siang mereka .
Seperti biasa saling suap -suapan menjadi tradisi keduanya . Azzam senang sekali dikehamilan kali ini Aisyah terlihat sehat terlebih dia doyan makan .
" Kenapa By , kok senyum -senyum gitu ? " Tanya Aisyah.
" Nggak papa ! " Sahut Azzam sambil lanjut makan .
" Bohong ! Hubby tu nggak bakat bohong !" sahut Aisyah yang masih menatap wajah suaminya .
Azzam hanya tertawa . Dia akui dia memang tidak bisa berbohong pada istrinya itu .
" Tu kan bener ! Hubby bohong , udah kebaca By . Hayoo kenapa senyum -senyum tadi ? " Tanya Aisyah lagi .
" Saya tu lagi senang sayang , dikehamilan yang sekarang kamu tu sehat , trus makan banyak, cuma ..." Azzam tidak melanjutkan ucapannya .
" Cuma apa ? "
" Nggak papa ! " Sahut Azzam sambil menahan tawa .
" Mulaikan ! "
" Tingkat ngambeknya meningkat , bawelnya juga meningkat , dan lebih agresif sekarang ! " Kata Azzam yang teringat Aisyah sering mendahului mencium dirinya .
" Emangnya nggak boleh agresif sama suami sendiri ? " Kata Aisyah sambil kembali menyuap makanannya .
" Yang bilang nggak boleh siapa ? Saya senang kok , lagian kenapa nggak dari dulu ." Kata Azzam yang membuat sebuah cubitan dari Aisyah mendarat diperutnya .
" Lagi makan , jangan ngomong yang aneh -aneh deh !" Kata Aisyah .
" Iya , Iya , maaf . Habisin makanannya ." Kata Azzam yang sudah menghabiskan duluan makanan di hadapannya .
" Itu pasti By , tenang aja . Akan Ais habiskan ." Kata Aisyah membuat Azzam tersenyum .
__ADS_1
Aisyah pun menghabiskan makanan yang hanya tinggal beberapa suapan lagi . Sedangkan Azzam mengupas buah Apel dan mangga untuk cuci mulut mereka .
Selesai makan Aisyah pun mencuci tangan dan meneguk minumannya . Azzam mengambil tisu dan mengelap bibir Aisyah . Kemudian menyuapi istrinya itu dengan irisan -irisan buah yang sudah dikupasnya.
" Jam 2 saya ada meeting , nggak lama kok , paling 1 jam . Kamu istirahat aja ,ya ! " Kata Azzam..
" Iya . Hubby ." Jawab Aisyah .
" Meetingnya dimana ? " Tanya Aisyah lagi .
" Di ruang meeting lah sayang .Kenapa ? Mau ikut ? " Tanya Azzam
" Nggak . Takutnya Hubby meeting diluar !"Jawab Aisyah
" Kalo meeting diluarkan Hubby pasti ajak kamu . Kecuali kamu nggak ikut ke kantor hari ini ." Kata Azzam .
Aisyah mengangguk -nganguk .
Sepuluh menit sebelum jadwal meeting Azzam meninggalkan ruangannya . Bersama Ozi dia menuju ruang meeting yang ada di lantai dua gedung itu .
Sepeninggalan Azzam , Aisyah masuk ke kamar khusus . Dia menyalakan TV . Acara TV yang tidak seru membuatnya mengantuk dan akhirnya tertidur .
***
Selesai meeting Azzam kembali ke ruangannya. Dan didapatinya sang istri sedang tertidur pulas . Azzam duduk di tepi tempat tidur menatap wajah Aisyah.
Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata saat itu . Memiliki pasangan hidup seperti Aisyah dia sudah sangat bahagia . Apalagi sebentar lagi keduanya akan dikaruniai seorang anak buah cinta mereka .
Dengan mesra Azzam membelai wajah istrinya . Tadinya dia ingin membangunkan Aisyah mengajak pulang . Namun melihat Aisyah yang tidur pulas sekali membuat Azzam tidak tega untuk membangunkannya
" Setengah jam lagilah baru dibangunin " Batin Azzam sambil melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat .
***
Beberapa hari kemudian . Tibalah hari dimana Aisyah dan para sahabatnya berkumpul . Seperti biasa mereka berkumpul di rumah Aisyah . Tidak lupa Aisyah mengajak Anggie bergabung dengan mereka .
Sambil menikmati minuman dan snack yang disuguhkan Bi Nur dan Bi Imah mereka ngobrol .
Kehadiran Anggie menambah keseruan mereka . Anggie yang cukup kocak pun tidak mau kalah dengan Ayu .Ada -ada saja cerita yang membuat mereka tertawa .Obrolan mereka mulai dari hal yang membuat bahagia sampai hal -hal yang membuat air mata menetes .
Anggie menceritakan perjalanan hidupnya yang setelah lulus SMA dipaksa menikah oleh ayah tirinya dengan sorang pengusaha. Untuk melunasi hutang piutang sang ayah .
Setelah menikah Anggie di bawa ke kediaman pengusaha itu . Ternyata tidak cuma Anggie istri pengusaha itu . Masih ada 3 lainya yang tinggal di dalam satu rumah . Dengan kata lain Anggie menjadi istri ke empat .
Dan sejak tinggal di rumah itulah penderitaan Anggie di mulai . Mulai dari kekejaman sang suami sampai menjadi bulan - bulanan para istri tua .
Beruntung pernikahannya tidak berlangsung lama karena suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal dunia . Berbekal sedikit warisan dari almarhum Anggie melanjutkan hidupnya
Mendengar cerita perjalanan hidup Anggie membuat mereka prihatin dan kagum pada sosok sahabat mereka yang satu itu .
" Sekarang kita sudah ngumpul . Lupakan kesedihan mu, Ngie . Ayo bangkit dari keterpurukanmu . Semangat ! Kami semua dukung kamu ." Kata Putri .
" Iya , Udah ya bahas yamg melow -melow . Mending sekarang kita atur jadwal kapan kita shoping bareng ?" Kata Ayu .
"Yu , kamu udah mau brojol gitu , masih mau aja jalan -jalan shoping , ntar brojol di jalan baru tau .!" Sahut Mala .
"Tenang aja . Aman . Masih belum kontraksi juga . Gimana kalo sekarang. Sekalian kita makan siang diluar ." Kata Ayu yang melirik jam didinding menunjukkan pukul 11.00 .
"Anak-anak gimana ? " Tanya Putri .
"Dibawa aja !" Kata Aisyah .
" Ribet bawa anak -anak ! Kan mbaknya ada . Tinggal aja di rumah sini. Kita jalan -jalan sebentar ." kata Ayu .
" Kamu mah ,enak nggak bawa anak kesini ! " Kata Putri
" Kan saya mau quality time bareng kalian ." Sahut Ayu .
" Bentar ya , Saya izin sama Mas Aldi dulu ." Kata Mala .
" Kalo mau jalan -jalan , Silahlan . Nanti saya yang jaga anak -anak ." Kata Aldi yang baru muncul di ruangan itu .
Tadinya Aldi , Ahmad dan Azzam ngobrol di ruang kerja Azzam .
"Iya , silahkan para ibu -ibu yang mau shoping , nanti para bapak -bapak yang jaga anak -anak !" Kata Ahmad
" Beneran ni ? " Tanya Aisyah
" Yang penting jangan lupa waktu dan hati -hati." kata Azzam
" Oke Pak Bos . Tenang aja . " Sahut Ayu .
Ucapan Ayu embuat yang lain tertawa . Mendapat izin dari para suami , akhirnya mereka berlima pergi jalan -jalan ke Mall .
" Ngie , nemani para bumil shoping kita nie ! " Kata Mala saat mereka sudah berada didalam mobil.
" Moga , kamu segera hamil juga La , dan kamu Ngie segera ketemu jodoh . " Kata Ayu .
__ADS_1
" Amin!" jawab mereka bersamaan .
...Bersambung...