
Azzam yang sedang melamun tidak sadar kalau Ozi mengetuk pintu ruangannya . Tidak ada sahutan Ozi pun memberanikan diri untuk masuk . Dan didapatinya Azzam sedang melamun .
" Pak Bos , Pak ..! " Panggil Ozi saat mendekati Azzam
Azzam tersadar dari lamunannya . Dan berulang -ulang dia mengucapkan kalimat istigfar .
" Pak Bos kenapa ? Apa anda baik -baik saja ? " Tanya Ozi .
" Iya saya baik - baik saja . Silahkan duduk ! " Kata Azzam .
Ozi menyerahkan file -file yang akan mereka bawa untuk meeting nanti .
" Oya Pak Bos , minggu depan kita akan ada meeting di Shanghai . " kata Ozi .
" Shanghai ya , Kalo kamu saja yang hadir bisa saja kan . Jujur saya trauma perjalanan jauh dengan kondisi istri saya yang sedang hamil sekarang." Kata Azzam yang ingat peristiwa kecelakaan Aisyah yang mengakibatkan mereka kehilangan calon baby mereka .
" Nanti saya koordinasikan sama mereka dulu ,Pak ." kata Ozi
" Tolong selama istri saya hamil , meeting saya ke luar kota atau luar negeri kamu dulu yang handel ,ya ! " Kata Azzam lagi .
" Baiklah Pak Bos. Akan saya coba ." Kata Ozi .
Ozi juga melaporkan kemajuan -kemajuan perusahaan mereka . Dan ada beberapa perusahaan yang ingin berkerja sama dengan mereka .
Pukul 11.00 Azzam dan Ozi pun berangkat menuju tempat meeting yang sudah disiapkan klien mereka . Tidak lupa Azzam menelpon Aisyah mengabarkan aktifitasnya itu .
***
Sementara itu di rumah , Aisyah yang memang malas untuk keluar rumah pun menghabiskan waktunya dengan nonton TV .
Setelah bosan nonton TV Aisyah melangkah ke balkon dengan membawa gitarnya . Kebetulan saat itu Azzam menelpon mengabarkan kalau akan berangkat meeting .
Aisyah jadi teringat ekspresi Azzam saat pergi ke kantor tadi pagi . Aisyah merasa akhir -akhir ini Azzam seperti tidak mau jauh darinya .
Aisyah kepikiran sesuatu . Dia berencana untuk membuat video dia menyanyikan sebuah lagu spesial buat suaminya .
Setelah mengatur letak ponselnya Aisyah pun mulai menyanyikan sebuah lagu sambil memainkan gitar .
Aisyah menyanyikan sebuah lagu yang berjudul " Tak Terganti " yang di populerkan oleh group Kangen Band .Setelah selesai merecord Aisyah pun langsung mengirim videonya ke Azzam.
Saat itu Azzam sedang meeting . Ponselnya disimpam di dalam saku jas yang dia pakai . Selesai meeting dalam perjalanan balik ke kantor Azzam mengecek ponselnya .
Senyum terukir di wajahnya saat melihat sebuah pesan dari sang istri tercinta berupa sebuah video .
Azzam pun langsung memutar video itu . Mendengar kemerduan suara dan kepiawaian sang istri bernyanyi membuat Azzam terharu .
Ozi dan Riko pun senyum -senyum sendiri ikut mendengar kemerduan suara istri Pak Bos mereka bernyanyi .
" Terima kasih sayang ." Kata Azzam setelah video berakhir .
" Bu Aisyah suaranya bagus sekali ." Puji Ozi .
" Iya Pak Bos . Saya yakin kalau di share ke sosmed bakal viral , bisa -bisa Bu Aisyah jadi artis . " Timpal Riko .
" Sayangnya dia nggak mau jadi artis ." Sahut Azzam .
" Sayang sekali ya , Pak Bos . Bu Aisyah itu multi talenta , bisa nyanyi , main musik . Keren ! " Puji Riko lagi .
" Bu Aisyah itu nggak mau terbuka di sosmed . Hanya orang -orang terdekat dia saya yang bisa menikmati suara merdunya ." Kata Ozi lagi .
Azzam tersenyum mendengar ocehan kedua bawahannya itu . Dia akui sifat istrinya itu yang membuatnya semakin sayang dan mencintai Aisyah .
Azzam kembali menutar video Aisyah lagi . Sehinga tidak terasa mobil mereka susah memasuki areal kantor .
Riko bergegas turun , untuk membukakan pintu mobil untuk sang majikan . Pandangan Riko tertuju pada sosok perempuan yang sedang berjalan memasuki lobi. Seorang perempuan yang sudah mencuri hatinya . Perempuan itu adalah Anggie .
" Kalau suka , taaruf ! " Kata Azzam yang melihat gelagat Riko .
" Ahh , Pak Bos . Mana ada yang mau sama saya yang cuma seorang sopir ." Sahut Riko yang malu sendiri .
" Apapun propesi kita di mata Allah semua sama . Carilah perempuan yang menerima kita apa danya bukan karena ada apanya . Cobalah dulu , siapa tau jodoh ." Kata Azzam sambil menepuk pundak Riko .
Riko hanya tersenyum , menatap Azzam yang melangkah memasuki gedung mewah itu . Riko juga sudah berusaha menunjukkan perhatiannya kepada Anggie . Anggie pun memberi respon yang baik . Hanya saja Riko masih ragu mengingat propesinya yang hanya seorang sopir pribadi sedangkan Anggie seorang sekretaris yang kedudukannya berbanding jauh dengan dirinya .
Sementara itu Azzam yang sudah sampai di ruang kerja duduk di sofa dan menelpon sang istri . Panggilan pertama tidak ada jawaban , Azzam menelpon lagi , namun tetap sama tidak ada jawaban .
" Dek Aisyah kemana ya ? Apa lagi di toilet , atau lagi tidur ? " Kata Azzam bicara sendiri sambil melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 15.00
" Saya coba telpon Bi Imah aja , untuk memastikan !" Kata Azzam lalu mencari no ponsel Bi Imah .
__ADS_1
" Assalamualaikum , Bi ! " Sapa Azzam saat sambungan telpon tersambung .
" Walaikumsalam , Den ." Sahut Bi Imah .
" Bi , Saya mau telpon istri saya , tapi tidak di jawab ,Bi Imah bisa cekkan ,Istri saya lagi apa ? " Kata Azzam .
" Sebentar ya , Den , Tadi habis makan siang , Non Aisyah ke kamar . Mungkin lagi tidur ." Kata Bi Imah sambil melangkah menuju kamar majikannya .
Dan benar saja . Ketika pintu kamar terbuka tampaklah Aisyah yang sedang berbaring di atas tempat tidur . Dalam posisi tidur .
" Non Aisyah lagi tidur , Den ! " Kata Bi Imah .
" Ohh ya sudah Bi .Saya lega mendengarnya .Terima kasih ya Bi . Kalo gitu Bibi lanjutin aja kerjaannya . Assalamualaikum ." kata Azzam
" Iya Den . Sama -sama . Waalaikumsalam !" Jawab Bi Imah
Sambungan telpon terputus . Azzam menyandarkan punggungnya ke sofa . Dan menutar kembali rekaman video yang di kirim Aisyah padanya .
Melihat video itu membuat Azzam semakin kangen pada Aisyah . Dia pun bangun dari duduknya melangkah menuju meja kerja yang sudah tertumpuk beberapa berkas yang harus dia periksa dan di tanda tangani .
***
Kumandang azan menandakan waktu sholat Ashar pun tiba . Azzam pun menyudahi pekerjaannya dan bersiap untuk melaksanakan sholat . Tidak lupa dia menelpon sang istri .
Senyum menghiasi bibir Azzam saat sambungan telpon terhubung . Suara merdu Aisyah membuat hatinya tenang .
" Assalamualaikum . sayang ! "
" Waalaikumsalam ,By ! " sahut Aisyah .
" Udah bangun ? " Kata Azzam .
" Udah . Masa lagi tidur bisa jawab telpon . Lagian kok tau ? Ohh tadi pas Ais tidur Hubby telpon ya ? Ais liat ada miss call dari Hubby ." Kata Aisyah .
"Nah itu tau . Tapi kok nggak telpon balik . " Kata Azzam .
" Barusan Ais mau telpon , keduluan Hubby yang telpon gimana dong ? Ngobrolnya nanti di lanjutin ya By .Sholat dulu ! " Kata Aisyah .
"Iya sayang . Saya juga mau sholat . Habis sholat saya langsung pulang . Kita ngobrol di rumah aja . Makasih ya videonya . I Love you sayang . Assalamualaikum." kata Azzam..
"Iya . I Love You Hubby . Waalaikumsalam ."
Sambungan telpon terputus . Aisyah dan Azzam pun bersiap melaksanakan sholat Ashar .
***
Selesai melaksanakan sholat . Azzam bergegas untuk pulang . Riko yang saat itu sedang menelpon seseorang segera mengakhiri dan membukakan pintu mobil untuk majikannya .
" Tumben telponan .lagi telpon siapa ? " Tanya Azzam yang melihat ekspresi Riko yang berbeda saat menelpon .
Riko tidak menjawab . Dia merasa malu sendiri .
"Okey , nggak mau ngasih tau saya , nggak papa ! " Kata Azzam lagi .
" Te , teman Pak Bos ! " Sahut Riko agak gugup .
" Teman apa teman ? Saya liat dari ekspresinya kayaknya bukan teman biasa ." Kata Azzam menyelidik .
" Sudah move on ya ? " Kata Azzam lagi .
" Ahh Pak Bos ! " Sahut Riko sambil tersenyum malu -malu .
" Baguslah , saran saya kalau merasa udah cocok di segerakan saja . Taaruf trus menikah . Tidak baik juga menunda -nunda , ntar keduluan orang lagi ." Kata Azzam yang tau Riko sempat suka sama Ririn namun keduluan Ozi .
" Iya Pak Bos . Terima kasih atas masukannya . Tapi jujur saya masih ragu , apa pantas saya mendampingi dia ." Kata Riko mulai curhat .
Azzam menghela napas beratnya . Azzam bisa.menebak siapa perempuan yang di maksud Riko .
" Trus dia ke kamu gimana ? " Tanya Azzam .
" Gimana ya ? Dia merespon baik saya . Tapi saya ragu . Saya takutnya dia hanya menganggap saya sebatas teman biasa ." Kata Riko .
" Perempuan itu Anggie kan ? " Tanya Azzam .
Riko menganguk . Dia akui Azzam sosok atasan yang sangat peka pada orang -orang di sekitarnya . Bahkan selama bekerja dengan majikannya itu , Riko merasa bukan seperti bawahan . Karena Azzam memperlakukan mereka terutama yang tinggal di rumahnya seperti keluarganya sendiri .Riko merasa beruntung punya majikan seperti Azzam .
" Kamu pengen serius kan sama dia ? " tanya Azzam lagi .
Riko tidak menjawab . Tapi Azzam tau jawabannya dari ekspresi wajah Riko .
__ADS_1
" Kamu coba ta'aruf dia . Soal dia mau atau tidak itu urusan belakangan yang penting kamu tunjukan niat baik kamu ." Kata Azzam .
" Iya Pak Bos . Nanti saya coba ." Sahut Riko .
Onrolan mereka terhenti saat mobil mereka memasuki halaman rumah . Riko turun dan membukakan pintu mobil untuk majikannya .
" Berdoa , minta di permudahkan semuanya ! " Kata Azzam sambil menepuk pundak Riko .
" Iya . Terima kasih Pak Bos ." Sahut Riko .
Azzam melangkah menuju pintu . Baru saja dia ingin meraih hangel pintu , pintu sudah terbuka .
" Assalamualaikum. My Husbant ! " sapa Aisyah dengan senyum manis menyambut sang suami .
" Waalaikumsalam . Sayang ! "
Aisyah meraih tangan Azzam dan mencium punggung tangan suaminya itu . Kemudian di balas Azzam dengan kembali mencium punggung tangan dan kening Aisyah . Lalu mereka saling berpelukan .
Riko yang berjalan di belakang Azzam tersenyum.melihat adegan mesra itu . Dia pun berharap suatu hari nanti juga bisa mendapatkan sorang istri yang baik seperti istri majikannya itu .
Azzam dan Aisyah melangkah bersama menuju kamar mereka . Sedangkan Riko melangkah menuju ruang kerja Azzam untuk menyimpan tas kerja majikannya itu .
***
Di dalam kamar Azzam kembali memeluk Aisyah .
" Minum dulu By ! " Kata Aisyah yang sudah menyiapkan minuman untuk Azzam
" Saya masih mau peluk kamu ." Kata Azzam yang enggan melepas pelukannya .
" Ntar keburu dingin lho ! " Kata Aisyah lagi .
" Kiss me please ! " Kata Azzam sambil sedikit membungkuk agar tingginya sejajar dengan sang istri .
Aisyah tersenyum dan menuruti kemauan Azzam . Aisyah mengecup mesra bibir sang suami .
"Terima kasih , Sayang ! " Kata Azzam.
" Minum dulu ya jusnya . Nanti keburu dingin ." Kata Aisyah meraih tangan Azzam
Mengajak duduk di sofa .
Namun Azzam malah menarik balik tangan Aisyah membawa tubuh Aisyah ke dalam pelukannya . Dan mengecup mesra bibir Aisyah . Keduanya sama -sama larut dalam kemesraan itu .
" By , udah ya ! " Kata Aisyah yang menyadari gerakan Azzam semakin liar .
Mendengar ucapan Aisyah . Azzam menghentikan aktifitarnya . Dia pun merasa malu sendiri karena tidak bisa mengontrol dirinya
" Udah ya , masih sore . Mandi dulu." Kata Aisyah sambil tersenyum merasa lucu melihat ekspresi Azzam .
" Saya bau ya ? " Tanya Azzam sambil mengendus bau tubuhnya sendiri .
" Nggak ! " Sahut Aisyah lalu memeluk tubuh kekar suaminya .
" Maaf ya . Saya...!"
" Udah. Jusnya di minum dulu." Potong Aisyah sambil merapikan bajunya yanh berantakan karena ulah Azzam.
Aisyah mengajak Azzam duduk di sofa menikmati jus buatannya . Rasa haus Azzam membuat satu gelas jua itu langsung dia habiskan .
" Mau lagi ? " Tanya Aisyah .
Azzam menggeleng kepala..
" Saya maunya kamu ." Kata Azzam sambil kembali mendekati Aisyah .
" Hubby ? "
" Hahaha , becanda kok sayang . Saya mau mandi dulu . " Kata Azzam lalu bangun dari duduknya .
" Kamu udah mandi belum ? Kalo belum kita mandi bareng ! " tanya Azzam lagi mengoda Aisyah . Padahal dia tau Aisyah pastinya sudah mandi .
Aisyah menatap Azzam dan menghela napas beratnya . Membuat Azzam tersenyum
" Jangan ngeliatnya begitu , ntar saya tergoda lagi !" Kata Azzam sambil tersenyum .
" Mandi ! " Kata Aisyah .
" Iya ." sahut Azzam lalu menghilang dari balik pintu kamar mandi .
__ADS_1
...Bersambung...