
Sesampainya di Mall kelima sahabat itu pun langsung memburu barang -barang sesuai selera masing -masing mereka .
Kebersamaan mereka saat itu mengingatkan mereka saat masih duduk dibangku sekolah SMA .Saat hari libur mereka sering jalan -jalan ke Mall , walau pun tidak belanja , yang penting jalan -jalan ke Mall .
Kini sekarang mereka bisa membeli apa yang mereka mau . Roda kehidupan mengantarkan mereka ke kehidupan yang lebih baik .
Setelah selesai berbelanja ,mereka pun menuju sebuah restoran untuk makan siang . Masing -masing mereka menenteng tas belanjaan . Ada yang beli baju , tas , sepatu , katamata , hijab ,dan kosmetik . Tapi belanjaan Aisyah lah yang berbeda dari teman -temannya .
Di Mall Aisyah bukan berburu fashion tapi bumil satu itu membeli snack atau kue kering seperti nastar , dan lainnya . Sepanjang jalan menemani para sahabatnya berbelanja , mulut Aisyah tidak berhenti mengunyah cemilan yang dibelinya saat memasuki Mall .
Sambil menunggu pelayan mengantar pesanan mereka . Kelima sahabat itu asik ngobrol seputar barang -barang yang mereka beli tadi .
" Benar -benar bumil satu ini , belanjaannya makanan semua . Dari tadi ngunyah terus tu mulut ." Kata Mala menggoda Aisyah .
Aisyah hanya tersenyum mendengar celotehan Mala .
" Biarlah La, namanya bumil." Kata Anggie yang juga merasa lucu dengan sikap Aisyah .
" Lama -lama toko kuenya di beli Mas Azzam." kata Ayu sambil tergelak .
Tidak lama kemudian pelayan datang mengantar makanan mereka . Kelimanya pun menikmati makan siang mereka .
" Gimana habis makan kita langsung pulang atau lanjut shoping lagi ?" Tanya Ayu .
" Pulang ajalah , lagian mau beli apa lagi ? " Kata Putri .
" Gimana Ais ?" Tanya Ayu
" Terserah aja. Tapi baiknya kita pulang kasian anak -anak sama suami kita di rumah . Ngomong -ngomong , bentar saya telpon Mas Azzam dulu ." Kata Aisyah lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya .
" Assalamualaikum , By !" sapa Aisyah sambil tersenyum saat terlihat wajah Azzam dilayar ponselnya .
" Waalaikumsalam ! " Jawab Azzam yang saat itu juga sedang makan .
" Makan apa tu ? " Tanya Aisyah .
" Sup ayam . Abang Ahmad tadi delivery . Ini kami lagi makan bareng ." Kata Azzam sambil memperlihatkan suasana makan mereka .
Terlihat Ahmad dan juga Aldi yang sedang makan . Dan Azzam juga memperlihatkan anak -anak yang sedang di suapi pengasuh mereka masing - masing . Membuat para mama -mama yang meninggalkan anak mereka gemes saja .
" So sweeet banget sich , jadi pengen cepet pulang ." Kata Aisyah
" Jangan salah dek , bapak -bapak juga pandai jaga anak ." Kata Ahmad yang mengambil ponsel dari Azzam .
" Ya udah , kalo gitu kita pulangnya malam ya , " Kata Putri menggoda suaminya .
" Jangan dong ! " Sahut Ahmad yang membuat yang lain tergelak .
" Katanya pandai , ya udah jagain aja dulu ." Sahut Putri lagi yang mengambil alih ponsel Aisyah .
" Iya , tapi jangan sampai malam juga . " Kata Ahmad lagi .
" Iya , habis makan kami langsung pulang . Kasih ponselnya sama Azzam , Ais mau ngomong !" Kata Putri .
" Iya ,sayang kenapa ? " Kata Azzam dengan senyum manisnya saat wajah sang istri terlihat di layar ponselnya .
"Cieh , cieh..." goda sahabat -sahabat Aisyah .
Membuat wajah Aisyah merona .
" Udah nggak usah malu -malu , Anggap aja dunia ini milik kalian bersua , yang lain cuma ngontrak ! " Goda Ayu membuat yang lain tertawa .
" Apaan sich ! " Sahut Aisyah
Sementara Azzam hanya senyum -senyum melihat ekspresi Aisyah yang digoda sahabatnya .
" Ya udah deh sayang , kamu lanjutin makannya . Makan yang banyak ya ! " kata Azzam
" Iya .Hubby juga ! " Jawab Aisyah
" Iya. Love you sayang . Assalamualaikum ! " kata Azzam .
Aisyah kembali di sorakin para sahabatnya . Membuat wajahnya kembali memerah . Setelah membalas salam sambungan video call terputus .
" Cieh , pake malu -malu gitu , nggak papa lagi ." Kata Ayu .
" Apaan sich , udah lanjutin makannya ." Balas Aisyah .
" Iya buruan , supaya kita bisa cepat pulang ." Sahut Mala .
" Yaaah , kok pulang sich ! " Protes Ayu .
" Pulang lah , ngapain lagi . Kasian suami sama anak kita dirumah ." Sahut Mala yang dianggukin Putri .
" Iya , bercanda kok , lagian saya juga udah capek . " Jawab Ayu .
Akhirnya mereka pun memutuskan habis makan untuk langsung pulang . Anggie membantu Aisyah membawa belanjaannya .
Saat dalam perjalanan pulang kembali mereka menggoda Aisyah . Dengan mulut lemesnya Ayu berhasil membuat mereka semua tergelak . Sehingga tidak terasa mereka pun sudah sampai di halaman rumah Aisyah .
__ADS_1
Didalam rumah Aisyah kembali mereka membahas belanjaan mereka masing -masing bersama suami -suami mereka . Azzam hanya tersenyum melihat apa yang dibeli sang istri .
" Pasti anak kalian nanti doyan makan , mamanya dari tadi ngunyah terus mulutnya ." Kata Ayu .
" Kalau anak Ayu nanti doyannya kelayapan. Sampai lupa pulang ." Sahut Mala
" Jangan dong ! Sahut Ayu membuat yang lain tertawa .
" Sesuai sama sifat mamanya , kalo udah jalan , susah diajak pulang ." Sahut Putri .
" Waduh , di kroyok saya ,ya , !" Kata Ayu
Obrolan mereka terus berlanjut .sambil menikmati kue -kue yang dibeli Aisyah . Sesekali terdengar mereka tertawa bersama .Hingga tidak terasa terdengar kumandang azan menandakan waktu sholat Ashar telah tiba.
Yang laki -laki pun bersiap ke masjid . Sedangakan yang perempuan sholat berjamaah di rumah .
Pukul 05.00 sore , para sahabat Aisyah satu persatu pamit pulang . Azzam dan Aisyah mengantar mereka sampai di depan gerbang .
***
Malam itu Aisyah dan Azzam sedang duduk dibalkon menatap langit malam yang dihiasi bintang -bintang . Aisyah menyandarkan kepalanya di pundak sang suami .
" By , besok Ais mau ke rumah ibu , ya ? " Kata Aisyah .
" Iya . Nanti saya antar !" Jawab Azzam sambil membelai pipi Aisyah .
" Nggak usah , kan ada Pak Jai . Hubby ke kantor aja besok ! "
" Saya antar kamu dulu , baru saya kekantor ." sahut Azzam..
" Muter -muter dong ! " kata Aisyah .
" Nggak papa . Nggak ke kantor besok juga nggak papa ." sahut Azzam lagi .
" Hmmm, sombong ! Mentang -mentang Bos dikantor !" kata Aisyah
Membuat Azzam mencubit hidung istrinya itu, namun di balas Aisyah dengan mencubit perut Azzam..
" Sakit sayang , kamu tu kebiasaan selalu perut saya yang jadi sasaran . " Kata Azzam sambil mengusap bagian perutnya yang dicubit Aisyah .
" Yang mulai siapa ? Hubby kan ? " sahut Aisyah .
" Saya maunya dicium sayang , bukan di cubit ! " goda Azzam lagi .
Ting !
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Aisyah . Aisyah mengambil ponsel yang diletakkannya di meja samping tempat dia dan Azzam duduk .
" Kenapa ? " tanya Azzam.
" Besok jadwal Ais , cek kandungan !" Jawab Aisyah sambil mengelus perutnya yang masih rata .
" Oh ya , ya udah cek up aja, pulang dari sana kamu bisakan ke rumah ibu ." kata Azzam .
" Tapi kesiangan dong ! Lusa aja ke rumah ibu !" kata Aisyah.
" Ya nggak papa . Saya mau telpon Anggie juga nanti . Ngasih tau saya nggak ke kantor besok !" kata Azzam
" Lho, kok nggak ngantor ? " Tanya Aisyah .
" Saya mau temani kamu . Nemani kamu ketemu Dokter Arini , trus kita sama -sama ke rumah ibu dan Ayah ." kata Azzam .
"Iya deh . Oh ya By , gimana kinerja Anggie ? " Tanya Aisyah
" Sejauh ini kinerjanya bagus . " Sahut Azzam .
" Syukurlah . Ais senang dengarnya ." Jawab Aisyah .
" Ya udah . Kita istirahat yuk ! " Ajak Azzam
" Ais belum ngantuk .Ais masih mau disini ." Jawab Aisyah .
" Nanti kamu masuk angin sayang. Makin malam makin dingin lho !" kata Azzam..
" Kan ada Hubby ." Kata Aisyah dengan manja memeluk Azzam .
Azzam tidak bisa menolak keinginan sang istri .
"By , Kamu pengennya anak cowok apa cewek ? " Tanya Aisyah .
" Cowok atau cewek sama aja sayang , yang penting kamu sehat, bayi kita sehat ." jawab Azzam sambil mengelus rambut Aisyah.
" Yang kamu rasain sekarang gimana sayang ? Kan ada baby kita di perut kamu . Udah terasa berat atau gimana ? " Tanya Azzam sambil mengelus perut Aisyah
" Masih biasa aja . Kan masih baru juga By !" Jawab Aisyah .
" Saya jadi kepikiran tentang kamar kita yang dilantai ini . Saya takut kamu kenapa -napa tiap hari naik turun tangga . Apa kita balik ke kamar yang di bawah . Tapi itu tadi agak sempit ." Tutur Azzam.
" Terserah Hubby aja . Ais ngikut ." Balas Aisyah .
__ADS_1
" Ada 2 pilihan sich . Kalau kita pindah ke bawah , kamar itu mau saya jebol saja . Kan luas tu , dua kamar jadi satu , trus kalau tetap dikamar ini , saya sich rencana mau buat lift aja .Gimana ? " tanya Azzam .
" Ais setuju kalau di buat lift . "Jawab Aisyah
" Ada satu pilihan lagi !" Kata Azzam
" Lho tadi bilangnya dua , kok malah ada satu lagi , jadi tiga pilihan dong ! " kata Aisyah membuat Azzam tertawa .
" Pilihan satunya lagi , kita buat rumah baru satu lantai saja . Jadi nggak repot naik -naik tangga atau lift !" Tutur Azzam .
" Keburu Ais lahiran dong !" Sahut Aisyah .
" Iya sich . Tapi kamu mau nggak kita buat rumah baru ? "Tanya Azzam .
" Alasannya kenapa Hubby mau buat rumah baru ? " Aisyah balik bertanya .
" Kok nanya balik . Pertanyaan saya dijawab dulu sayang ! " Kata Azzam .
" Kan setiap kita mau buat sesuatu kan harus punya alasan yang jelas . " Kata Aisyah
" Nggak ada alasan yang spesifik sich . Cuma pengen aja !" Jawab Azzam.
" Ais udah betah lho di sini , tetangga -tetangganya ramah , jaminan keamanannya pun terjamin . Trus rumah kita dekat masjid lho By ." tutur Aisyah .
" Iya sich . Ya udah jadi kita sepakat buat lift aja ya ! Nanti saya coba hubungi kontraktornya ." Kata Azzam .
Aisyah mengangguk
" Pembangunan masjid kita gimana ,By ? " Tanya Aisyah
" Sudah berjalan 30 % ." Jawab Azzam
" Besok kita cek kesana yuk !" Ajak Aisyah.
" Sayang , besok kita mau ke Dokter Arini cek kandungan kamu , trus ke rumah Ibu . Kamu lupa , barusan juga di omongin . Lain kali lah . Kan ada staf saya juga yang mengawasi disana " kata Azzam .
" Kalo nggak sempat besok , besoknya lagi , sekalian kita ke panti ." Kata Aisyah
" Kok maksa sich ? " Sahut Azzam
" Nggak maksa , Ais pengen aja ke sana ." jawab Aisyah .
" Iya pengennya itu maksa ." Sahut Azzam lagi .
" Kenapa ? Hubby nggak mau ? Ya udah nggak papa ! " Kata Aisyah lalu melepas pelukannya pada Azzam .
" Ngambek ? "
" Nggak ! " Jawab Aisyah dengan wajah cemberut .
Azzam menghela napas beratnya .
" Iya deh , nanti kita kesana . Tapi saya nggak janji lusa bisa ya , saya liat jadwal kerja saja dulu ." Kata Azzam lalu meraih pundak Aisyah agar kembali kepelukannya .
" Bener ya ? "
" Iya ! " Jawab Azzam kemudian mengecup puncak kepala Aisyah .
" Masuk yuk , dingin lho !" Ajak Azzam
Aisyah masih diam .
" Kalo belum ngantuk , kita ngobrolnya di dalam aja . " Bujuk Azzam lagi .
" Gendong ! " Rengek Aisyah manja .
"Iya ,saya gendong . Tapi jangan salahkan saya . Kalo saya letakkan kamu di kasur ya ? " Kata Azzam menggoda Aisyah .
" Kalo gitu , Ais nggak mau masuk . Di sini aja ! " sahut Aisyah .
" Yah , kok gitu ." kata Azzam
" Hubby ngajak masuk kan katanya mau ngobrol . " Kata Aisyah yang paham maksud suaminya tapi dia sengaja balik menggoda Azzam..
" Iya deh . Kalo nggak mau . Kita ngobrol aja ." Sahut Azzam tampak tak bersemangat .
Aisyah menahan tawa melihat ekspresi sang suami . Aisyah lalu bangun dari duduknya .
" Mau kemana , katanya mau di ...? " ucapan Azzam terhenti karena Aisyah kini memposisikan dirinya duduk di pangkuan Azzam . Menghadap ke Azzam dengan mesra mengalungkan tangannya di leher sang suami .
Senyum Aisyah menatap Azzam membuat jantung Azzam berdetak dua kali lebih cepat . Azzam lalu mengalumgkan tangannya di pingang ramping Aisyah .
" Sayang ? " kata Azzam sambil menoleh ke kiri dan kanan, kuatir takut ada yang melihat posisi mereka yang sangat intim itu .
" Kenapa ? " Tanya Aisyah .
" Nggak enak di liat orang sayang ." Kata Azzam
" Ya udah . Kita masuk aja ! Ais juga pengen Hubby " Kata Aisyah setengah berbisik di telinga Azzam , lalu mengecup sekilas bibir sang suami .
__ADS_1
Mendapat respon dari sang istri Azzam pun tersenyum . Azzam merasa senang hasratnya akan tersalurkan malam itu . Dia pun bangun dari duduknya dengan Aisyah yang bergelayut di gendongnnya . Dan Malam itu mereka lalui dengan bercinta .
...Bersambung...