
Azzam mengamati inci demi inci wajah Aisyah yang masih tertidur pulas .Dia tersenyum sendiri teringat saat dia mencium Aisyah tadi .
" Lagi -lagi tidak ada penolakan dari kamu ,sayang . Saya yakin jauh dari dalam lubuk hati kamu pasti ada rasa cinta untuk saya ." Batin Azzam .
Saat Azzam tenggelanndalam pikirannya sendiri , Aosyah perlahan membuka mata , dan dia kaget ketika melihat Azzam di dekatnya .
" Mau ngapain kamu ! " kata Aisyah bergegas bangun dan duduk agak menjauh dari Azzam .
" Tenang , saya nggak ngapa -ngapain kamu ! "
" Kenapa kamu duduk di situ ? ini masih subuh lho ? " tanya Aisyah lagi
" Tadinya saya mau bangunin kamu untuk kita sholat tahajjud berjamaah , melihat kamu tidurnya pulas sekali saya jadi nggak enak banguninnya . " tutur Azzam .
Mendengar perkataan Azzam . Aisyah sedikit lebih tenang .
" Kenapa ? Kamu takut ? Untuk semalam saya akui saya salah , saya minta maaf . Mau nggak maafin saya ? " kata Azzam .
Aisyah perlahan mengangguk membuat Azzam tersenyum .
" Ya udah , yuk kita sholat !" Kata Azzam lalu bangun dari duduknya melangkah ke kamar mandi untuk berwudhu .
Setelah Azzam selesai berwudhu , Aisyah pun ke kamar mandi untuk berwudhu juga . Keduanya lalu melaksanakan sholat tahajjud berjamaah .
***
Keesokan paginya setelah sarapan bersama , Azzam dan Aisyah pun pamit pulang . Dalam perjalanan pulang Azzam menerima telpon dari Ririn sekretarisnya bahwa ada beberapa berkas yang haria di tanda tangani.
" Oke 1 jam lagi saya sampai kantor ." Kata Azzam lalu menutup telpon .
" Kamu mau ikut saya ke kantor ? " Tanya Azzam pada Aisyah .
" Saya mau pulang saja ." Kata Aisyah .
" Kenapa nggak mau ikut ? "
" Nggak papa. Lain kali aja ." Kata Aisyah lagi .
" Oke . Saya antar kamu pulang ."
Azzam sedikit kecewa ketika Aisyah menolak ajakannya . Tapi dia pun tidak mau memaksa Aisyah .
Sesampainya di halaman rumah ,Azzam seperti biasa membukakan pintu mobil untuk Aisyah .
" Terima kasih ." Kata Aisyah saat turun dari mobil .
" Sama -sama . Saya langsung ke kantor ya ? " Kata Azzam
" Iya . " Sahut Aisyah .
" Mas ! "
" Iya kenapa ? " Kata Azzam menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Aisyah .
Aisyah lalu melangkah mendekati Azzam dan mengulurkan tanganya . Melihat hal itu Azzam pun mengulurkan tangannya .
" Hati -hati ,Mas." Kata Aisyah sambil mencium punggung tangan Azzam dan tersenyum .
" Iya ." Sahut Azzam pelan .
Itu pertama kalinya Aisyah kembali mencium punggung tangan Azzam semenjak dia mengalami amneaia . Tentu hal itu cukup mengagetkan Azzam . Azzam merasa bahagia sekali pagi itu . Dengan senyum di wajahnya dia masuk ke dalam mobil .
Sepanjang perjalan menuju kantor ,Azzam senyum -senyum sendiri .Dia semakin yakin Aisyah akan segera sembuh .
Sementara itu , saat mobil Azzam meninggalkan halaman rumah , dan menghilang di belokan jalan , sebuah mobil parkir di depan gerbang, membuat Pak Jai membuka pintu gerbang lagi .
__ADS_1
Melihat sebuah mobil masuk kehalaman rumah , Aisyah yang ingin masuk ke dalam rumah menghentikan langkahnya .
" Assalamualaikum " Sapa Tante Mia ketika turun dari mobil itu .
" Waalaikumsalam ." sahut Aisyah lalu menghampiri Tante Mia .dan mencium tangan tante Mia .
" Tante kesini ? Yuk masuk tante !" Kata Aisyah.
" Saya mau ngonrol sama kamu, tapi tidak disini , kamu bisa ikut saya ." Kata Tante Mia .
Sikap tante Mia saat itu membuat Aisyah sedikit bingung . Tante Mia tidak seramah waktu di rumah orang tua Azzam . Aisyah teringat perkataan Azzam yang mengatakan tante Mia pernah ingin celakainya .
" Bisa tante ." sahut Aisyah .
" Oke , buruan ." Kata Tante Mia lalu kembali ke mobilnya .
Aisyah pun menuruti kemauan tante Mia .
" Waduh , firasat saya kok nggak enak ya ? Jangan sampai bu Ma macem -macem lagi sama Non Aisyah ." Kata Pak Jai saat kembali menutup gerbang setelah mobil Tante Mia pergi .
Pak Jai lalu masuk ke dalam rumah membertahukan hal itu pada Bi Imah dan Bi Nur yang sedang memasak di dapur .
" Kenapa di biarkan Non Aisyah ikut Bu Mia , seharusnya kamu cegah dia , pasti dia mau buat masalah lagi , kalo nggak ngapain dia ke sini pas Aden nggak ada ." Kata Bi Nur .
" Gak enak lah Bi Nur . " sahut Pak Jai .
" Gini aja , saya telpon Den Azzam dulu ." Kata Bi Imah .
" Iya Bi , telpon Den Azzam ."
***
Saat itu Azzam masih dalam perjalanan menuju kantornya . Ponselnya berdering dan tampak nama Bi Imah muncul di layar ponselnya .
" Assalamualaikum " Sapa Azzam .
" Ada apa Bi , kenapa telpon saya ? " tanya Azzam
Bi imah lalu menceritakan apa yang dia dengar dari Pak Jai tadi . Tentang Tante Mia yang tiba -tiba datang dan mengajak Aisyah pergi .
" Oke Bi , terima kasih informasinya ." Kata Azzam lalu menutup telpon .
" Apa lagi yang akan tante lakukan pada istri saya.? " Kata Azzam bicara sendiri .
" Kira -kira kemana ya mereka ? " Kata Azzam yang sudah balik arah .
Azzam lalu kembali menelpon Ririn , untuk mengabarkan kalau dia tidak jadi ke kantor .
***
Di tempat lain Tante Mia dan Aisyah sedang mengobrol di sebuah cafe yang tidak begitu jauh dari komplek perumahan Azzam dan Aisyah .
" Oke ,to the poin saja .Kamu liat foto ini . Pasti kamu tidak kenal siapa dia ." Kata Tante Mia sambil memberikan sebuah foto ke Aisyah .
Tante Mia sudah tau kalau Aisyah mengalami amnesia. Dan hal itu membuat tante Mia tidak mau buang -buang waktu . Baginya hal itu adalah peluang emas .
Aisyah mengambil foto itu . Foto seorang perempuan cantik , dari penampilannya terlihat dia bukan perempuam biasa.
" Kamu lupa kan ? Dia adalah Siska . Dia adalah satu -satunya perempuan yang mengisi hati Azzam sebelum kamu datang dan mengacaukan semuanya . Kamu bamdingkan sendiri perbedaan dia dan kamu , jauh sekali . Kamu pakai pelet apa sampai Azzam bisa meninggalkan perempuan seperti Siska . Siska itu satu -satunya perempuan yang cocok sama Azzam. Selevel dengan keluarga kami . Dan pastinya dia akan memberikan kebahagian pada Azzam . Sementara kamu apa ? Level kalian jauh di bawah kami . Apa yang bisa kami berikan pada Azzam . Apa lagi sekarang kamu di vonis tidak bisa hamil lagi . Ingat Azzam itu anak tunggal kakak saya , dia harus punya keturunan untuk menjadi penerusnya . Kamu bisa nggak ngasih dia keturunan." Tutur Tante Mia dengan sinisnya .
Mendengar perkataan tante Mia membuat hati Aisyah hancur berkeping -keping . Hatinya sakit sekali . Dia ingin menangis mendengar semua hinaan itu, tapi Aisyah berusaha untuk tetap tegar .
" Mau tante apa ? " Sahut Aisyah dengan suara gemetar menahan rasa sakit atas hinaan itu .
" Simple , pergi jauh dari kehidupan Azzam. Biarkan Azzam bahagia bersama Siska .Biarkan Azzam bahagia dengan perempuan yang sepadan dengan..."
__ADS_1
PLAAAK
Tamparan keras Bu Ainun mendarat di wajah Tante Mia , Bu Ainun tidak bisa menahan amarahnya mendengar ucapan Tante Mia pada Aisyah saat itu .
Bu Ainun yang memang sudah curiga dengan kembalinya Tante Mia . Dia mengawasi setiap gerak gerik Tante Mia. Sampai ketika Tante Mia keluar rumah pagi itu , Bu Ainun diam -diam mengikuti Tante Mia dan mendengar semua niat jahat Tante Mia .
" Sudah saya duga , kamu kembali pasti punya maksud tertentu ." bentak Bu Ainun.
"Ummy ! " Tegur Aisyah .
" Memang benarkan apa yang saya katakan , apa istimewanya dia ? " Kata Tante Mia lalu berdiri sambil meringis memegang pipinya yang kena tamparan kakak iparnya .
PLAAK
Kembali tamparan keras Bu Ainun mendarat di pipi sebelahnya lagi .
"Sudah ,Ummy. Nggak enak diliatin orang ." kata Aisyah .
Aisyah merasa tidak enak hati karena mereka menjadi pusat perhatian di cafe itu .
" Dia pantas mendapatkannya ,Nak , " kata Bu Ainun dengan penuh emosi .
" Pergi kamu dari sini !" Bentak Bu Ainun .
Tante Mia pun akhirnya memilih untuk pergi . Walau bagaimana pun dia tidak pernah menang berdebat dengan kakak iparnya itu . Apalagi dia sudah kena tamparan dua kali . Dia harus menyiapkan diri , karena pasti Azzam dan kakaknya Pak Khairul akan tau semua rencananya . Mereka pasti akan sama marahnya seperti Bu Ainun tadi .
" Istigfar ,Ummy." Kata Aisyah lalu mengajak Bu Ainun duduk .
Bu Ainun mengucapkan kalimat istigfar mengulangnya beberapa kali . Sampai emosinya kembali stabil .
" Minum dulu ,Ummy. " Kata Aisyah sambil membeeika segelas jus yang di pesannya tadi .
" Kamu nggak papa Nak. ?" Kata Bu Ainun setelah.meneguk beberapa tegus jus yang diberikan Aisyah
Aisyah diam saja .Ucapan tante Mia tadi cukup melukai hatinya .
" Ummy tau , kamu pasti sakit hati mendemgar semua perkataan tante Mia tadi . Tapi semua itu tidak benar , Nak . " Kata Bu Ainun sambil menatap wajah Aisyah yang tampak sedih .
Bu Ainun lalu menceritakan tentang hubungan Azzam dan Siska yang sudah berantakan jauh sebelum Azzam mengenal Aisyah. Dan Bu Ainun juga menceritakan kalau dia juga tidak setuju dengan hubungan Azzam dan Siska dulu.
" Kamu mau tau kenapa Umny sangat menentang hubungan Azzam sama Siska dulu ? " Tanya Bu Ainun lagi .
Lagi -lagi Aisyah tidak.menjawab. Dia hanya menatap wajah Bu Ainun.
" Karena kriteria menantu idaman Ummy itu perempuan seperti kamu , Nak .Yang menutup auratnya . Selevel atau tidak itu tidak penting Nak . Karena di mata Allah kita semua sama yang membedakan hanya tingkat keimanan dan ke taqwaan kita saja , Makanya pas tau hubungan Azzam dam Siska berakhir ,Ummy sampai syukuran waktu itu . Saking senangnya. " Kata Bu Ainun sambil tersenyum .
Bu Ainun terus berusaha menghibur Aisyah , walaupun Aisyah sudah tersenyum , Bu Ainun tau Aisyah pasti terluka sekali dengan kata -kata Tante Mia tadi . Dia sendiri tidak habis pikir kenapa adik iparnya itu terobsesi sekali pada Siska .
" Ummy , apa yang di ucapkan Tante Mia memang ada benarnya . Ada baiknya Mas Azzam dengan perempuan lain yang lebih mencintainya dan bisa memberikan keturunan ." Kata Aisyah sambil terisak .
" Nggak Nak . Azzam itu sangat mencintai kamu , kalian berdua itu saling mencintai , kebahahian Azzam itu sama kamu ,Nak !
Hanya saja sekarang kamu masih amnesia . "
" Tapi saya tidak .."
" Tidak bisa ngasih keturunan ? Dokter bilang kamu akan sulit untuk hamil , bukan tidak bisa hamil . Dokter itu hanya memprediksi , tapi semuanya Allah punya kuasa Nak, Insya Allah kamu akan hamil nanti. Yang penting kamu sama Azzam sama -sama terus . UIdah jangan di ingat -ingat lagi ucalan tante Mia tadi . Buat Ummy kamu satu -satunya mamtu Ummy , tidak ada perempuan lain." Kata Bu Ainun.
" Terima kasih Ummy , Oh ya. Kok Ummy bisa sampai sini ?" Tanya Aisyah .
" Ummy itu udah hafal sama sifat adik ipar ummy itu , pas dia pamit tadi ,ummy ikutin. Makanya ummy tau ."
" Oh gitu." sahut Aisyah .
" Iya , Ummy nggak akan biarin dia berulah lagi ,Nak . Dia itu sudah keterlaluan . Ya udah nggak usah di pikirin lagi , urusan Tante Mia Biar menjadi urusan Ummy . Kita pulang yuk . Nanti Ummy antar kamu pulang ." Kata Bu Ainun .
__ADS_1
Aisyah pun mengangguk. Setelah meninggalkan uang pecahan seratus ribu rupian di atas meja Bu Ainun dan Aisyah pun keluar dari cafe itu .
...Bersambung...