
Perlahan mobil Azzam bergerak meninggalkan halaman rumah , keluar dari areal komplek perumahan elit itu dan berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya .
Tidak lama kemudian mereka pun sampai . Melihat mobil tuan muda mereka ,Tomi yang berada di pos security pun bergegas menyuruh Pak Asep security di rumah itu segera membukakan gerbang untuk Azzam . Saat mobil Azzam memasuki halaman Tomi langsung membukakan pintu mobil untuk tuan mudanya .
" Terima kasih ." Kata Azzam sambil tersenyum menatap Tomi . lalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah .
Aisyah keluar dari mobil , matanya tertuju pada sebuah bangunan mewah di hadapannya .
" Ini bukan rumah , tapi istana !" Batin Aisyah . Melihat sebuah bagunan rumah yang besar dan terlihat sangat mewah .
Azzam kembali meraih tangan Aisyah untuk mengajaknya masuk . Azzam tersenyum akhir -akhir ini tidak ada penolakan dari Aisyah , apa lagi kemaren Aisyah sempat mengatakan kalau dia mulai menyukai dirinya . Azzam merasa sebentar lagi semuanya akan kembali seperti dulu lagi .
" Assalmualaikum, " Sapa Azzam ketika masuk ke dalam rumah
" Waalaikumsalam " sahut yang berada di dalam rumah .
Di ruang tamu sudah ada Bu Ainun , Pak Khairul dan tentunya tante Mia yang sudah menunggu mereka. Azzam dan Aisyah pun menyalami mereka . Tante Mia lalu memeluk Azzam dan Aisyah bergantian .
Setelah ngobrol sebentar mereka semua pun pergi ke ruang makan . Walaupun Aisyah kehilangan semua memorinya tentang keluarga itu , tapi Aisyah merasa nyaman berada di antara mereka . Aisyah merasa Pak Khairul dan Bu Ainun begitu menyayanginya . Dan tante Mia saat itu terlihat sangat ramah padanya .
" Tante sengaja masak untuk kalian . Ayo silahkan dicicipi , semoga kalian suka ." Kata Tante Mia sambil tersenyum .
" Iya tante , Kamu mau yang mana sayang ? " Tanya Azzam pada Aisyah .
Aisyah menunjuk salah satu hidangan di atas meja dan Azzam lalu mengambikannya . Yang lain tersenyum melihat keromantisan keduanya . Bu Ainun merasa bahagia walaupun Aisyah kehilangan memorinya bersama Azzam tapi mereka tetap terlihat mesra . Rasa kekhawatirannya atas kehadiran Mia yang tiba -tiba pulang pun lenyap .
" Makan yang banyak ,ya Aisyah ! " Kata Tante Mia lagi .
" Iya Tante ." Sahut Aisyah sambil tersenyum .
" Oya , tante disini cuma 2 minggu , nanti akan balik lagi ke Amsterdam , kalian jalan -jalan lah kesana sekalian Honey moon " Kata Tante Mia .
" Iya , insya allah kami akan ke sana , iya kan sayang ? " Kata Azzam .
" Iya " Jawab Aisyah .
" Gimana kalo bareng tante aja nanti ?" Kata Tante Mia .
" Liat nanti lah tante ." Kata Azzam.
" Nambah lagi ,Nak. Yang ini Ummy juga yang masak " Kata Bu Ainun .
" Mau ? " Tanya Azzam pada Aisyah
Aisyah mengangguk
Azzam kembali mengambilkan makanan itu dan meletakkannya di piring Aisyah .
" Gimana ? Enak ? " Tanya Bu Ainun .
" Enak Ummy" Sahut Aisyah sambil tersenyum .
Selesai makan malam mereka kembali ke ruang tengah untuk ngobrol . Dari sikap tante Mia ,Azzam merasa Tante Mia sudah banyak berubah . Dan tampak ramah pada Aisyah .
__ADS_1
" Semoga saja ini bukan drama tante lagi ." batin Azzam .
***
Malam itu turun hujan di sertai petir , sehingga Azzam dan Aisyah tidak bisa menolah ketika Bu Ainun dan Pak Khairul meminta mereka untuk menginap .
Azzam dan Aisyah melangkah menuju kamar. Sesekali Azzam melirik Aisyah, tampak sepertinya Aisyah masih tidak nyaman kalau mereka harus sekamar malam itu . Tapi mau gimana lagi . Apa kata kedua orang tua Azzam dan tante Mia kalau mereka pisah kamar .
" Maaf malam ini kita terpaksa tidur sekamar . Tapi kamu nggak usah kuatir , kamu tidur di kasur nanti saya tidur di sofa itu." Kata Azzam saat mereka sudah masuk ke dalam kamar .
" Mas, inikan kamar kamu, kamu aja yang tidur di kasur , gak papa saya tidur di sofa ." Sahut Aisyah .
" Dulu memang ini kamar saya , tapi setelah kita menikah ini menjadi kamar kita berdua . Lebih enakan tidur di kasur dari pada di sofa , udah nggak usah bantah , kamu di kasur saya di sofa ! " Kata Azzam lagi .
" Tapi..."
" Tapi apa ? Apa kamu mau kita tidur di kasur berdua , " goda Azzam sambil tersenyum .
" Saya ...."
" Ya udah , kamu di sofa saya di kasur , eh kebalik , saya di sofa kamu di kasur ." potong Azzam sambil tertawa .
" Oya , kalo mau ganti baju , di lemari itu ada piyama kamu. " Kata Azzam sambil menunjuk ke lemari .
" Piyama saya ? "
" Iya piyama kamu , ada baju -baju kamu juga di situ . Kamu sendiri yang simpan di situ. Sewaktu -waktu kalo nginap disini nggak repot bajunya udah ada disini . " Kata Azzam lalu mendekati lemari , disusul Aisyah.
Diluar hujan masih turun dengan derasnya , suara petir bergemuruh terdengar dari kejauhan . Saat Aisyah keluar dari kamar mandi , Azzam lalu bangun dari duduknya melangkah menuju kamar mandi . Kilatan cahaya yang menembus masuk ke dalam kamar membuat Aisyah menutup kedua telinga dengan kedua tangannya , membuat Azzam menghentikan langkahnya .Beberapa detik kemudian terdengarlah suara petir yang cukup keras menggelegar memekakkan telinga . Aisyah spontan lari kepelukan Azzam yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi . Azzam memeluk erat tubuh Aisyah yang gemetar ketakutan. Agar Aisyah tidak merasa takut , sehingga piyama di tangannya terjatuh.
" Nggak usah takut , ada saya ." Kata Azzam sambil mengusap lembut kepala Aisyah .
Azzam berusaha menenangkan Aisyah yang ketakutan . Di sisi lain dia juga berterima kasih pada petir yang mengelegar itu , karena akhirnya Aisyah memeluk dirinya . Sebuah pelukan yang sudah lama dirindukannya .
"Semuanya akan lebih indah kalau kamu memeluk saya ikhlas dengan penuh rasa cinta ,bukan dengan pelukan ketakutan seperti ini. Ya Allah ampuni hamba yang selalu ingin berharap lebih. Hamba hanya ingin istri hamba sembuh dari amnesianya , dan kami kembali bahagia seperti dulu lagi " batin Azzam .
Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah . Hal itu membuat Aisyah menyadari posisinya . Aisyah merasa malu sendiri dengan sikapnya. Namun tidak bisa di pungkuri berada dipelukan Azzam membuatnya merasa tenang dan nyaman.
" Maaf ! " Kata Aisyah lalu melepas pelukannya . Aisyah sedikit salah tingkah .
" Nggak papa ,sayang. Saya suami kamu , tugas saya melindungi istri saya . " Sahut Azzam sambil tersenyum .
Namun kembali suara petir menggelegar membuat Aisyah kembali memeluk Azzam.
Alam seolah ingin mereka terus berpelukan . Aisyah yang merasa nyaman memeluk Azzam seolah tidak ingin melepaskan pelukannya . Azzam pun membiarkan hal itu , karena dia tau dari dulu , Aisyah selalu ingin berlama -lama memeluknya .
Suara petir sudah tidak terdengar lagi , perlahan Aisyah melepaskan pelukannya . Kembali kata maaf keluar dari mulut Aisyah . Aisyah menunduk karena merasa malu atas sikapnya , Azzam lalu mengangkat dagu Aisyah , sehingga kini keduanya saling bertatapan , Kedua tangan Azzam menopang wajah Aisyah . Mengusap lembut kedua pipi Aisyah.
Aisyah tidak bisa berkata apa -apa , hati dan pikirannya seolah tidak satu jalan menghadapi situasi saat itu .
Ditatap Azzam sedekat itu membuat jantung Aisyah berdetak semakin cepat . Azzam semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah dan .
Cup
__ADS_1
Kecupan.mesra mendarat di bibir Aisyah .
" Astaga , Dia mencium saya ! " Batin Aisyah saat Azzam mengecup bibirnya dengan mesra .
" I Love you ,sayang .! kata Azzam setengah berbisik di telinga Aisyah . Mengecup kening Aisyah . Lalu mengambil piyamanya yang jatuh dan masuk ke kamar mandi .
Aisyah masih mematung , mencerna apa yang sudah terjadi barusan . Aisyah meraba bibirnya yang tadi di kecup Azzam .
" Ya Allah kenapa saya tidak bisa menolaknya tadi ? Harusnya ini tidak terjadi ! Ampuni saya ,Ya Allah .Tapi. Diakan suami saya ,aduh kok jadi begini ya ? " batin Aisyah
Aisyah lalu melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya dengan selimut dia menutup seluruh tubuhnya .
Sementara itu di dalam kamar mandi Azzam sedang menangis , Dia sangat merindukan Aisyah yang dulu , Aisyah yang tidak Amnesia , Aisyah yang selalu bermanja -manja padanya . Walaupun tadi dia bisa memeluk Aisyah bahkan mengecup bibir Aisyah tapi tetaplah Aisyah yang sekarang masih lupa pada dirinya .
Cukup lama Azzam berada di kamar mandi . Menumpahkan semua kesedihannya . Setelah merasa sedikit tenang , Azzam pun keluar .
Matanya tertuju pada kasur . Di sana Aisyah sedang berbaring dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut . Perlahan Azzam lalu mendekati Aisyah dan duduk di tepi tempat tidur.
" Sayang , maafkan sikap saya yang lancang tadi ya ! " Kata Azzam
" Rasa kangen akan kebersamaan kita dulu ,membuat saya tidak bisa mengontrol diri saya . Maafkan saya ya !" Kata Azzam lagi .
Melihat Aisyah yang tidak bergerak dan merespon ucapannya membuat Azzam menghela napas beratnya .
" Kamu udah tidur ya , Ya udah kamu tidur yang nyenyak ya , nggak usah takut saya tidak akan berbuat yang aneh -aneh lagi . Saya akan selalu melindungi kamu . I love tou sayang ." Kata Azzam lalu bangun dari duduknya melangkah menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa itu .
Mata Azzam maaih tertuju pada Aisyah . Melihat Aisyah yang masih bersembungi di balik selimut . Membuat Azzam merasa sedih lagi.
Sebenarnya Aisyah hanya pura -pura tidur , hatinya masih bergejolak dengan apa yang sudah terjadi tadi . Dia takut Azzam akan melakukan hal lebih lagi . Karena walau bagaimana pun Azzam suaminya , dia punya hak untuk itu . Tapi mendengar perkataan Azzam tadi membuat Aisyah sedikit tenang.
Malam itu sulit sekali Aisyah untuk memejamkan mata , pikirannya melayang -layang . Hingga pukul 01.00 Aisyah belum juga bisa tertidur .
Aisyah bangun dan duduk di atas tempat tidur . Matanya melihat ke arah sofa, dia melihat Azzam sedang tidur meringkuk di atas sofa .
" Dia pasti kedinginan ." Kata Aisyah
Aisyah lalu turun dari tempat tidur, membuka lemari untuk mencari selimut dan akhirnya Aisya menemukan selimut . Dia lalu mengambil selimut itu . Dengan hati -hati sekali Aisyah menyelimuti Azzam agar tidak menggangu Azzam yang sedang tidur .
Setelah itu Aisyah kembali ke tempat tidur . Merebahkan tubuhnya kembali . Bayang -bayang Azzam menciumnya tadi masih mengganggu pikirannya .
Aisyah akui Azzam lelaki yang baik , dia tidak memaksakan kehendaknya bahkan tadi Azzam minta maaf padanya .
" Saya memang mulai menyukai dia , tapi apa rasa suka saya kini berubah menjadi cinta , apa saya sudah mencintai dia ? " Batin Aisyah .
Aisyah tenggelam dalam perasaan yang tidak menentu itu , hingga akhirnya dia pun terlelap .
Pukul 03.00 seperti bisa Azzam terbangun , dia kaget melihat selimut diatas tubuhnya . Seingatnya tadi malam dia tidur tanpa selimut .
" Apa kamu yang menyelimuti saya , sayang ?" Kata Azzam sambil tersenyum menatap Aisyah yang masih tertidur di atas tempat tidur .
Perlahan Azzam bangun dan melangkah mendekati kasur , Azzam lalu duduk di tepi kasur . Dia menatap wajah Aisyah yang masih tertidur . Azzam ingin membangunkan Aisyah untuk sholat tahajjut berjamaah , tapi di urungkannya niatnya karena Aisyah tampak pulas sekali . Dia merasa tidak tega mengganggu Aisyah .
...Bersambung...
__ADS_1