
Melihat kedatangan Azzam , Siska tersenyum lalu bangun dari duduknya berjalan mendekati Azzam .
"Hai ! " Sapa Siska dengan senyumnya
" Assalamualaikum , salam yang wajib dalam islam " kata Azzam datar
" Sorry , Assalamualaikum Pak Azzam " Kata Siska memperbaiki kata -katanya
" Waalaikumsalam , ngapain kamu kesini lagi ?"
" Bisa kita ngomong di ruangan mu ?"
" Oke ,,, Ririn ikut saya " Kata Azzam pada Ririn lalu melangkah masuk keruangannya . Tanpa banyak bicara Ririn pun mengikuti bosnya masuk
Dengan wajah kesal Siska pun mengiringi Azzam dan Ririn yang sudah masuk duluan , tadinya dia berharap bisa berduaan dengan Azzam . Tapi Azzam malah mengajak sekretarisnya ikut.
Didalam ruangan itu Azzam mempersilahkan Siska duduk di sofa bersama Ririn . Dengan santainya Siska duduk di sofa menyilangkan kakinya sengaja agar Azzam melihat keseksiannya .Namun sayang Azzam menghiraukanya .
Secara fisik Siska bisa di bilang perempuan yang sempurna , cantik ,kulitnya putih bersih, rambutnya panjang tergerai di balut pakaian yang seksi membuat semua mata lelaki terpesona akan kecantikaan dan keseksiannya .
" Oke, silahkan apa yang mau kamu bicarakan " kata Azzam tanpa menatap Siska.
Siska menatap Ririn . Seolah memberi isyarat supaya keluar .
" Kenapa ? Ririn tetap di sini , karena saya tidak mau berdoa berduaan dengan yang bukan muhrim saya " tegas Azzam melihat gelagat Siska
" Sombong sekali , liat aja nanti kamu yang akan mengejar aku " bisik hati Siska .
" Kalau tidak ada yang mau dibicarakan silahkan keluar , saya masih banyak yang harus saya kerjakan " ucap Azzam lagi saat melihat Siska diam saja
" Ni perempuan benar -benar gak punya malu , " bisik hati Ririn ikut kesal dengan sikap Siska yang tampak seolah menggoda Azzam dengan keseksiannya .
" Hmmm, saya kesini mau minta maaf ... " kata Siska agak terbata -bata . Dia jengkel melihat sikap Azzam yang seolah tidak memperdulikannya , tapi dia harus tetap bersikap baik agar bisa mendapatkan perhatian Azzam.lagi seperti dulu . Apalagi sekarang Azzam sudah menjadi pengusaha sukses .
" Itu saja ? , Oke , saya maafkan , silahkan keluar !"
" Tapi , kalau kamu sudah maafkan , kita bisa kan berteman seperti biasa , bukankah dalam islam tidak boleh memutus silaturahmi " Kata Siska
Azzam hanya diam
" Apa yang sedang kamu rencanakan Siska ? " batin Azzam
__ADS_1
Melihat Azzam hanya diam , Siska tersenyum , kemudian dia bangun dari duduknya dan mendekati Azzam
" Aku berharap kita bisa berteman baik , aku tidak akan mengganggu hubungan mu dengan perempuan itu , karena bulan depan aku akan kembali ke Paris , " kata Siska saat sudah berhadapan dengan Azzam .
" Oke , " Jawab Azzam singkat tanpa menatap Siska tatapannya tertuju pada layar laptop di depannya yang tampak wajah Aisyah yang sedang tersenyum .
" Baiklah..kalo begitu aku keluar " kata Siska menahan rasa kesalnya karena Azzam benar -benar tidak memperdulikannya .
"Assalamualaikum " kata Siska lalu berjalan keluar
" Waalaikumsalam " jawab Azzam merasa lega akhirnya Siska keluar juga .
" Pak Bos percaya sama ucapan tu perempuan ?" tanya Ririn kini duduk di kursi depan meja Azzam
" Menurut kamu ?"
" Kayaknya gak deh , paling pura -pura aja ,"
" O ya ,, ? "
" Iya , dari ekspresi wajahnya keliatan Pak Bos kalo dia lagi pura -pura baik , Pak Bos sich gak liat malah fokus sama laptop aja " kata Ririn
Azzam tersenyum menatap Ririn
" Ohh, itu to ,, saya juga adem liatnya , cantik sich " kata Ririn ikut memuji ketika melihat foto Aisyah dilayar laptop Azzam .
" Perbandingannya 360 derajat sama yang tadi , tapi dia dulukan pernah ada dihati Pak Bos juga kan ?"
"Iya ,, mungkin ini jalan dari Allah , dia mengkhianati saya trus saya bertemu dengan Aisyah "kata Azzam
" Tapi kok bisa ya , Pak Bos dulu suka sama perempuan seperti dia ? "
" Maksud kamu ?"
" Gak papa Pak Bos , saya keluar dulu ya ? " Kata Ririn buru -buru keluar , karena dia merasa menayakan hal yang salah . Dia takut juga kena marah Pak Bosnya .
***
Beberapa hari kemudian , Aisyah saat itu bersama ibunya jalan kaki pergi ke supermarket yang berada tidak jauh dari komplek perumahan mereka .
Supermarket berada di seberang jalan, Aisyah lalu menggandenga tangan ibunya saat akan menyebrang jalan , ketika mereka sudah berada di tengah jalam , tiba - tiba sebuah mobil sedan berwarna merah melaju kencang kearah keduanya
__ADS_1
Security komplek yang melihat mobil itu melaju ke arah keduanya meneriaki Aisyah dan Ibunya , repleks Aisyah mendorong ibunya kearah semulai mereka akan menyebrang agar tidak tertabrak , sedangak dia juga menghindar ke arah yang berlawan dengan arah dia mendorong ibunya
" Aiiisyaaaah "
Bu Yani histeris melihat Aisyah , walaupun tidak ditabrak tapi Aisyah jatuh terguling ke seberang jalan , beruntung jalan waktu itu tidak begitu ramai , kalau ramai , mungkin Aisyah sudah dilindas mobil lain . Sementara mobil sedan tadi terus melaju meninggalkan mereka .
Bu Yani lalu bergegas mendekati Aisyah bersama security dan beberapa orang yang melihat kejadian itu .
" Kamu tidak apa -apa nak " kata Bu Yani
" Bu..." kata Aisyah melihat ibunya mendekat . Dan semuanya menjadi gelap . Aisyah pingsan ,
" Aisyah.. Bangun nak ! Tolong pak anak saya " kata Bu Yani sambil terisak .
" Ibu tidak apa -apa ?"
" Saya tidak apa -apa pak , anak saya tolong " isak Bu yani sambil memangku Aisyah yang tidak berdaya .
" Iya , Bu , sebentar lagi ambulan datang , kita bawa ke pos dulu " kata Pak Secutiry mereka lalu mengankan Aisyah dan menbaringkannya di dalam Pos security di depan komplek .
Tidak lama kemudian ambulan datang , Aisyah pun di bawa ke rumah sakit terdekat . Langsung ke ruang UDG .
" Ibu disni saja , biar dokter yang tangani " kata seorang suster pada Bu Yani lalu menutup pintu
" Tolong anak saya ya dok ... "
Bu Yani lalu menelpon suaminya Pak Sulaimam dan Ahmad mengabarkan kejadian yang menimpa mereka dan kondisi Aisyah .
Selang beberapa menit kemudian Pak Sulaiman dan Ahmad datang . Tangis Bu Yani pecah sambil memeluk suaminya
" Sabar bu , insya allah ,Aisyah akan baik -baik saja " kata Pak Sulaiman menenangkan hati istrinya .
" Ibu gak papa kah ? , ada yang lecet ? Tanya Ahmad
" Ibu gak papa , adekmu , dia tadi terguling -guling huhuhu..." kembali tangis Bu Yani pecah teriingat peristiwa tadi .
Pak Ahamd kembali memeluk istrinya
" Kita berdoa saja swmoga Aisyah tidak apa -apa " kata Pak Sulaiman lagi .
" Tau plat mobilnya kah pak ?" tanya Ahamd pada 2 orang security yang ikut mengantar Aisyah , Pak Budi dan Pak Udin
__ADS_1
" Gak sempat pak , saya juga kaget , tapi nanti kita liat cctv " kata Pak Udin
" Oke pak , terima kasih ya pak atas bantuannya mengantar adik dan ibu saya ,kita tunggu hasil pemeriksaan adek saya dlu baru kita liat cctvnya " kata Ahmad .