
KIM HYUN JI POV
'Tuhan.. Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus jujur atau berbohong? Bantu aku Tuhan.. ' batin ku sambil memohon.
"Hyun Ji.. " panggil Nam Joon oppa.
Aku terdiam. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Lalu aku mulai berbicara.
"Ap.. Apa maksud oppa? Bagaimana bisa aku menyukai Jungkook Sunbae. Aku saja.. "aku menghentikan omonganku untuk berpikir akan menjawab apa lagi.
"Oh... Aku saja tidak dekat dengannya.. Oppa tau sendirikan bagaimana sikap ku terhadap Jungkook."
"Kau bohong Hyun Ji.. "
"Oppa.. "
"Aku tau kau menyukainya Hyun Ji.. Terlihat jelas di raut wajah mu itu dan juga bola matamu" jelas oppa sambil menunjuk-nunjuk raut wajahku dan mata ku.
Aku hanya terdiam mendengar ucapan oppa ku tersebut.
"Oppa.. Aku..."
"Hyun Ji.. Aku ini kenal kau. Aku ini kakakmu jadi aku tau tentang sifatmu. Apa saja, apapun itu. Terutama saat kau sedang menyukai seseorang itu terlihat jelas sekali Hyun Ji"
Diam. Ya hanya itu yang bisa ku lakukan sekarang. Hanya diam dan tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
"Jadi kau menyukainya? Jeon Jungkook? "
Aku pun menganggukkan kepalaku dan sebenarnya ada sedikit rasa lega dan senang.
Oppa langsung mengusap kepalaku dengan lembut sambil tersenyum.
Aku bingung dengan respon dan sikap oppa saat ini. Maksudnya apa? Aku bingung.
"Bagaimana oppa? Apa tanggapan oppa?" Tanya ku kepadanya, karna aku ingin memastikan apa jawaban oppa.
Saat aku bertanya seperti itu, oppa mulai berhenti mengelus rambutku.
"Aku turut bahagia mendengar nya"
Oppa berhenti sejenak dan menundukkan kepalanya.
Lalu ia menatap ku lagi dan tersenyum.
"Yasudah lah.. Lebih baik kau tidur ini juga sudah malam. Night"
Ucap oppa ku dan berdiri dari kasurku sambil mengacak-acak rambutku dan pergi meninggalkan kamarku.
Setelah oppa ku keluar dari kamarku. Aku yang masih memikirkan perkataan oppa ku yang tadi dan itu membuat ku bingung dan heran. Lalu aku membuang pikiran itu dan membereskan buku-buku untuk pelajaran besok, setelah selesai aku langsung tidur.
KIM HYUN JI POV END
KIM NAM JOON POV
Saat aku sudah keluar dari kamar Hyun Ji aku langsung menuju kamarku. Saat sudah di kamar, aku langsung merebahkan badanku.
Sambil tiduran aku menatap langit-langit kamarku dan mengingat kejadian yang menarik buat ku.
Flashback on ( saat study tour tahun 2013 )
Saat itu seluruh SMU Sekang Art School mengadakan sebuah study tour ke Chosun university rose garden dan perkebunan teh di Boseong. Kita semua sudah ke tempat perkebunan dan tinggal rose garden yang belum kita kunjungi
Butuh waktu 2 jam untum sampai disana, saat sampai semua murid langsung berkeliaran untuk mengambil foto dan melihat-lihat bunga di sana. Aku bersama teman-teman ku berfoto bersama.
Lalu saat itu aku bersama Jungkook berjalan bersama. Karna ia minta di temani untuk melihat perkarangan bunga disini. Dan juga ia ingin mengambil beberapa foto untuk lomba disekolah.
"Wahhh.. Tempat ini benar-benar bagus ya kook? " tanya ku sambil memandang bunga-bunga dan berjalan perlahan.
Seketika aku bingung kenapa dia tidak menjawab? Aku berhenti berjalan dan memeriksa. Kenapa dia tidak menjawab ku.
Saat aku membalikkan badan ku ternyata Jungkook tidak ada di belakang ku, ternyata dia berhenti dan sedang mengambil gambar. Karna aku tidak ingin jalan sendiri, aku pun menghampirinya.
Saat aku sudah berada di sampingnya aku pun melihat ke arah yang sedang Jungkook foto, saat aku sudah melihatnya ternyata dia sedang memfoto adik ku (Hyun Ji) dari kejauhan. Entah lah aku harus kaget atau tidak dengan sikapnya beberapa hari ini. Setelah selesai mengambil foto ia lalu melihat hasilnya, ia tersenyum sendiri.
Aku pun menepuk pundaknya, saat itu ia terkejut bukan main. Aku pun heran dengannya, kenapa ia sampai terkejut seperti itu?
"Kenapa kau terkejut seperti itu? Memangnya aku hantu? " tanya ku dengan sedikit bercanda.
"Ku-kukira orang asing... Ternyata kau Joon" Dan ku bisa lihat, dia seperti gugup dan ketakutan. Karna apa? Setelahnya perlahan ia menyembunyikan kameranya.
Aku yang melihat pergerakannya itu hanya merespon biasa saja dan berlagak tidak tahu.
"Kau tadi mengambil gambar apa? Coba ku lihat" Tanya ku, aku hanya berlagak penasaran. Karna ku tau apa yang tadi dia potret.
Saat aku ingin mengambil kameranya dengan gerak cepat Jungkook memiringkan badannya dan tetap mempertahankan kameranya untuk tidak di ambil. Aku pun langsung merasa heran saja dan dugaanku benar.
"Kenapa? Kau kenapa? Kenapa aku tidak boleh melihat? " tanya ku pura-pura.
" A.. Ehmm.. Ini.. Ini cuma gambar bunga saja kok.. Tidak ada yang bagus.. " jawabnya dengan gugup
Aku mendengar alasannya seperti orang takut kesalahannya diketahui. Padahal aku sudah mengetahuinya.
" Ohh.. Joon bagaimana kalau kita kesana? " ajak Jungkook ketempat yang iya tunjuk dan ia pun langsung berjalan mendahului ku.
Aku hanya bisa diam dan melihat tingkahnya. Entah kenapa melihat sikapnya seperti itu aku tersenyum sendiri. Aku berpikir Jungkook benar-benar menyukai adikku dan juga ini pertama kalinya ia menyukai seseorang.
Hari sudah semakin sore dan saat kita semua pulang, saat di perjalanan Jungkook sama sekali tidak meminjamkan kameranya kepada siapapun dan juga tingkahnya sangat aneh. Di dalam bis ia selalu saja bermain dengan kameranya dan melihat hasil fotonya dengan senyum-senyum sendiri. Tapi aku langsung tidak memperdulikannya.
Sudah seminggu yang lalu terlewat. Aku sudah sekolah seperti biasa. Saat jam istirahat aku pergi menuju ruangan tempat geng BTS ngumpul. Saat aku berada di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Aku pun duduk di salah satu sofa yang empuk dan membaca beberapa buku yang ada di atas meja.
__ADS_1
" Hmm.. Apa ada yang seru ya? " Aku pun memilih beberapa buku yang ada di meja.
Saat aku sudah mendapat buku yang ingin ku baca, aku melihat ada sebuah buku terjatuh. Dan aku menaruh buku yang aku pilih dan aku pun langsung mengambil buku itu.
Saat aku sudah memegangnya ada sebuah foto terjatuh dari dalam buku itu, aku pun heran dan dengan niat penasaran aku pun melihat foto itu dan masih memegang buku yang aku ambil.
Saat aku sudah melihat foto tersebut aku pun mengerutkan dahi ku. Ternyata itu adalah foto adikku (Hyun Ji) saat di rose garden.
Aku pun mulai mengingat-ingat kejadian saat Jungkook sedang mengambil gambar. Dan aku masih memegang foto itu, lalu aku membalik foto itu dan ada sebuah tulisan di ujung foto itu.
" Beautiful yeoja..
P.s : Kim Hyun Ji ❤ "
Aku mengerutkan dahi ku. Aku tidak percaya. Aku langsung memeriksa buku yang menjatuhkan foto itu dan aku melihat pojok kanan atas. Disitu tertera sebuah nama dan juga kelas.
" 전정곡 ( Jeon Jungkook )
2 - 1 "
" Jeon Jungkook " gumamku.
Aku terkejut? Tidak malah aku sudah tau. Marah? Tidak juga, buat apa marah. Aku hanya heran dan juga feeling ku benar, bahwa Jungkook menyukai adikku.
Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan sosok laki-laki yang terlihat sangat lusuh. Yahh karna dari kejauhan ku dengar ada yang sedang berlari.
Buru-buru ia menutup pintunya dan melihat kearahku dengan tatapan terkejut dan terlebih lagi ia kaget saat aku memegang bukunya dan juga sebuah foto.
Jujur aku juga kaget melihatnya seperti ini. Dan itu membuatku heran.
"Kau kenapa Kook? Kenapa kau berlari?"
"Joon kau.. " Jungkook hanya menunjuk foto yang ku pegang dengan ekspresi yang menurut ku aneh.
"Oh? Ini? Tad... " Belum aku menjelaskan, Jungkook langsung membungkuk.
"Aku bisa jelaskan Joon dan juga maaf kan aku. "
Jujur aku bingung dengan sikap nya seperti ini. Marah? Aku pun tidak seperti itu.
"Ak-... Aku... Aku menyukai adikmu Joon. Aku sangat menyukai nya." Dan kulihat ia sangat tegas mengatakannya dan terlihat berani.
"Jeon Jungkook " aku langsung memotong bicaranya Jungkook sambil menaruh buku dan fotonya dimeja dan menatapnya lagi.
"Jadi.. Kau menyukainya? Kim Hyun Ji? Kau menyukainya? " tanyaku to the point
Ia menunduk sejenak dan mengepal kedua tanganya dan lalu menatapku lagi dengan tegas dan serius.
"Iya... Aku menyukainya Joon. Aku sangat menyukai nya." jawabnya dengan tegas.
Aku hanya menganggukkan kepalaku dan tersenyum.
Aku memudarkan senyumku dan mulai mendengarkan penjelasaannya dengan seksama. Dan juga mendengarkannya dengan tenang
"Aku menyukainya karna.. Dia berbeda dengan gadis yang sering aku temui. Bukan hanya dia cantik dan juga baik dia juga sangat kuat, pemberani, mandiri, dan juga percaya diri. Aku menyukainya Joon... Aku bukan hanya menyukainya melainkan juga menyayanginya Joon dan juga mencintainya. Dan baru kali ini Joon, Ada gadis yang bisa membuatku terpanah dan juga sudah menarik hatiku." jelas Jungkook.
Jujur baru kali ini aku melihat Jungkook se-tegas ini. Aku sebagai sahabatnya tidak menyangka, kalau dia menyukai adikku.
"Maka dari itu Joon, jika kau menerima ku.. Aku janji akan selalu menjaganya melebihi jiwaku dan diriku sendiri. Aku rela mempertatuhkan nyawaku hanya untuknya Joon. Tapi.. Jika kau tidak bisa menerima ku dan juga kau menyuruhku untuk melupakannya.. Aku tidak bisa janji Joon. Karna hatiku ini hanya untuknya seorang dan tidak ada yang lain. Dan juga.. Aku akan membahagiakannya.. Bagaimana pun caranya." jelas Jungkook dengan tegar.
Saat Jungkook sudah menjelaskan dengan jujur dan serius. Aku hanya bisa tersenyum. Lalu aku mendekatinya dan menepuk pundaknya.
"Yahhhh, kalau begitu... Aku restui kalian berdua. Perjuangkanlah sampai kau mendapatkannya dan juga jangan kau ingkari kata-kata yang sudah kau beritahu kepada ku dan buktikan itu semua kepada ku. Jeon Jungkook"
Kenapa aku langsung memberikan jawaban? Entahlah, Karna aku sangat percaya kepadanya. Aku pun keluar dari ruangan itu, dan aku pun sedang membayangkan wajahnya Jungkook. Dia pasti terkejut dan tidak menyangka.
Aku menuju ke ruang kelas ku, tapi tiba-tiba seseorang memegang punggung tanganku dan ternyata itu Jungkook. Aku pun menatapnya dengan tanda bingung.
"Joon... Akan aku buktikan ke kau.. Bahwa aku Jeon Jungkook bersungguh-sunguh tidak akan mengingkarinya dan juga tidak akan mengecewakanmu... Joon" ucap Jungkook dengan mata berbinar-binar.
Aku pun melepas genggamannya dan menepuk-nepuk pundaknya sambil tersenyum.
"Terima kasih Joon kau memang sahabat sejatiku" ucap Jungkook.
Aku pun akhirnya tau apa yang dirasakan Jungkook. Dan saat kejadian itu yang tahu hanya aku dan dia.
Flashback off..
Aku pun menjadi yakin dengan usaha Jungkook. Karna apa yang di rasakan Jungkook juga dirasakan oleh Hyun Ji sendiri. Aku bahagia bisa melihat Hyun Ji bahagia.
"Jeon Jungkook.. Kau harus tepati janji mu itu.." ucapku. Lalu aku merebahkan tubuh ku dan tertidur.
KIM NAM JOON POV END
KIM HYUN JI POV
Matahari sudah muncul dan aku merasakan ada cahaya kecil yang menyilaukan mataku. Lalu aku membuka mataku dan mengusapnya perlahan. Jujur sebenarnya aku malas sekali untuk bangun.. Karna apa? Hari ini adalah hari minggu. Hari dimana semua orang malas melakukan kegiatan apapun.
Tetapi berbeda dengan keluargaku, appa ku tetap pergi bekerja dan ibu ku pergi ke rumah tante ku untuk merawatnya. Jadi aku hanya tinggal berdua dengan kakak ku di rumah. Aku dengan malasnya bangun dan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi aku langsung memakai baju santaiku. Di rumah aku hanya memakai kaus dan juga celana pendek. Selesai itu aku langsung keluar kamar dan menuju ke dapur untuk sarapan.
Saat di meja makan aku dan oppa ku saja yang sarapan. Karna kedua orang tua ku sudah pergi dari pagi buta.
"Kau tidak kemana-mana hari ini?" tanya oppa ku sambil menyantap roti bakarnya dan sambil membaca buku.
"Tidak.. Aku hari ini tidak kemana-mana. Aku malas" jawabku dengan malas sambil menyantap sarapanku sedikit-sedikit.
"Malas atau memang tidak ada yang mau mengajakmu pergi?" tanya oppa ku dengan meledek.
Aku yang mendengar pertanyaan konyol oppa ku. Aku lansgung menatapnya dengan geram, lalu aku meletakkan makanku dan menyenderkan badan ku dan menyilangkan tangan ku di depan dada.
__ADS_1
"Aishhh.. Oppa jangan seperti itu " jawabku dengan geram. Oppa hanya tertawa, Karna apa? Karna dia senang sekali meledek aku.
"Soo In kemana? Biasanya kan dia yang selalu mengajakmu jalan?" tanya oppa.
Aku langsung memajukan badan ku dan satu tangan memegang alat makan ku dan satu tangannya lagi menopang kepala ku ke samping.
"Dia sedang pergi dengan ibunya ke rumah kakeknya di Gwangju" jawabku lesuh.
" Hmm.. "
"Apa mungkin oppa ingin mengajakku pergi jalan-jalan gitu? Atau kemana. " tanya ku riang dan mengepal kedua tanganku di bawah daguku. Berharap saja dia akan mengajakaku pergi jalan.
Tiba-tiba oppaku sudah selesai makan dan menutup bukunya dan menatapku dengan tatapan yang paling ku tidak suka.
"Aku tidak bisa menemani mu atau pun mengajakmu pergi. Karna oppa ada urusan"
Aku mengerutkan dahiku, dan benar pasti Ada sesuatu.
"Urusan oppa? Memangnya urusan apa? Sok sibuk banget. "
"Aku dan teman-teman ku sedang mengikuti tes untuk masuk ke kuliah yang kita inginkan. Dan juga oppa ingin mencari kerja sampingan."
Aku yang mendengarmya hanya ber-O ria dan aku meletakkan tanganku di atas meja.
"Ohh aku baru ingat. "
Tiba-tiba oppaku mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya kepadaku.
Aku menatap bingung ke kertas itu dan menerimanya. Saat aku sudah menerimanya aku membulatkan mataku.
"YA! OPPA? MAKSUDNYA APA? " teriakku kepadanya.
Bagaimana tidak kaget. Ia memberiku daftar berlanjaan untukku ' apa maksudnya ia menyuruhku untuk membeli ini semua sendiri? '
" YA!! Hyun Ji.. Pelankan suaramu " oppa yang mendengar teriakkan ku langsung menutup kedua telinganya.
"Lagian.. Ini apa? Maksudnya apa? " tanya ku sambil memperlihatkan banyaknya tulisan. Dan tidak sedikit pula barang yang harus di beli.
"Oppa menyuruhku untuk membeli semua ini? Sendiri? Kau tega menyuruh adikmu yang cantik ini, membeli semua ini? " tanya ku kesal Dan juga sedikit merengek.
"Itu bukan aku yang suruh.. Eomma yang menyuruh mu. Tapi dia titip pesannya lewat aku. " jawabnya dengan santai sambil menghembuskan nafas.
"Sudahlah.. Aku ingin berangkat. Kalau kau pergi jangan lupa mengunci semua pintunya ya dan jangan lupa bersihkan semua ini." Perintah oppa sambil menunjuk-nunuk piring kotor yang ada di meja makan dan langsung beranjak dari kursi dan langsung pergi meninggalkan rumah.
Aku masih mendengus kesal mendengar suruhannya yang membuat ku bisa gila.
"Harusnya kan weekend itu bersantai, mendengarkan musik, nonton film. Bukannya bekerja dan berbelanja sebanyak ini. Tadinya aku ingin bersenang-senang jadinya tidak bisa." gerutuku sambil mencuci piring dan membersihkan meja makan.
Setelah selesai aku langsung menuju kamar dan berganti pakaian. Oppa? Ia sudah berangkat beberapa jam lalu. Setelah selesai aku langsung mengunci pintu rumah. Aku memakai baju casual, yaitu hanya celana jeans, sepatu kets berwarna putih, kaus berwarna putih dan juga cardigan berwarna abu-abu dan juga tas selempanganku. Setelah itu aku langsung ke supermarket dan membeli beberapa kebutuhan sehari-hari.
Saat sampai di supermarket aku mulai memilih dan mencari bahan-bahan yang akan aku beli. Misalnya seperti sayur, buah, bumbu-bumbu, daging, dan yang tidak boleh terlewatkan adalah.. Cemilan hehehe.
Saat aku di tempat stok daging, sambil aku mendorong troliku aku juga sedang mencari daging yang akan aku beli.
"Ahh.. Ketemu " seru ku saat aku menemukan dagingnya. Dengan cepat aku mendorong troli ku dan memberhentikannya sebentar.
Aku pun buru-buru mengambil daging tersebut. Tapi ada tangan seseorang juga memegang daging yang aku pegang.
"Permisi... Aku yang mendapatkan daging ini duluan. Jadi.. Kau harus mengalah" kataku kepada namja yang memegang daging tersebut.
"Eitsss... Aku yang pertama melihatnya jadi ini daging ku. Lebih baik kau yang mengalah. " jelas namja itu tidak mau mengalah.
Aku pun yang melihatnya langsung geram dan juga tidak percaya dengan perkataannya.
"Hey! Aku yang duluan mengambilnya.. Kau itu tidak bisa mengalah kepada perempuan. "
Aku pun bertengkar dengan namja yang menyebalkan ini. Saat kita bertengkar semua orang yang berada di supermarket memperhatikan aku dan namja itu. Dan dengan berat hati aku langsung pergi dan meninggalkan daging tersebut dan langsung menuju kasir untuk membayar.
Saat sudah membayar akupun langsung keluar dari supermarket itu.
"Dasar namja tidak tahu diri..." gerutuku saat sudah di luar supermarket.
Saat aku ingin melanjutkan langkah kaki ku, tanpa sengaja aku telah menabrak seseorang. Dan karna kesalahanku sendiri barang belanjaannya dan juga aku jadi terjatuh.
Dengan cepat aku menunduk merapikan barang belanjaanku dan juga punya namja yang aku tabrak itu.
"Maaf.. Maaf kan aku. Itu salah ku. Maaf kan aku.."
Ucapku sambil membereskan barang belanjaannya dan juga punya ku.
"Tidak apa-apa. .. Tidak masalah " ucap namja itu. Saat mendengar suaranya aku seperti mengenal suara itu, dengan rasa penasaran aku mendongakkan kepalaku untuk melihat wajah namja itu.
Demi dewa apolo yang ganteng.. Aku tidak percaya.. Ternyata namja yang aku tabrak adalah.. Jungkook sunbae.. Dan disitu aku mulai mematung dan melamun melihat wajahnya dan juga stylenya.
'Memakai kemeja berwarna putih dan juga jaket berwarna hitam, memakai celana jeans berwarna biru dongker dan sepatu sneakers berwarna putih hitam, memakai tas gemblok berwarna hitam dan juga rambut coklatnya yang sangat indah. Wahh.. Dia begitu tampan ' batinku sambil melihat Jungkook sunbae.
.
.
.
Tbc..
Hai.. I'am back..
Di chap ini aku bikin ada saingannya Jungkook lho guyss..
Dan dipertemukan oleh Hyun Ji juga lho.. Di chap ini aku buat deg deg gan lho.. #biarpun gk ada deg deg gan wkwk
__ADS_1
Don't forget too comment and vote guyss..