
Bu Ainun lalu mengajak Pak Khairul ke ruang makan . Dan mereka menikmati makan siang yang sudah di siapkan asisten rumah tangga di rumah itu .
***
Tok tok tok
Azzam mengetuk pintu kamar tante Mia . Tanpa menunggu jawaban dari tante Mia Azzam langsung masuk . Dan memang benar Tante Mia saat itu sedang packing .
Melihat Azzam masuk kamarnya ,Tante Mia menghentikan aktifitasnya menatap Azzam dengan wajah ketakutan.. Dia tau Azzam pasti akan marah padanya . Tante Mia sudah pasrah . Dia tidak mampu menatap Azzam lama -lama . Katena terlihat jelas kemarahan di wajah ponakannya itu.
" Kenapa Tante ?" Tanya Azzam pelan saat duduk di samping tante Mia yang duduk di tepi tempat tidur .
Tante Mia tidak menjawab , dia hanya menunduk .
" Tante , Azzam sayang sama tante, kenapa Tante tega berbuat seperti itu. Menyakiti Istri Azzam , sama saja tante menyakit Azzam . Kenapa tante ? Salah Azzam apa sama tante ? " kata Azzam lagi .
Tante Mia tidak bisa berkata apa -apa . Tadinya di pikir Azzam akan maki -maki dia, atas apa yang sudah dia lakukan. Tapi mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Azzam , membuat tante Mia tidak bisa membendung air matanya .
Tante Mia sangat menyayangi Azzam. Dia menganggap Azzam seperti anaknya sendiri . Apa yang di lakukan hanya ingin melihat Azzam bahagia . Yang ada di pikiran Tante Mia saat itu hanyalah Siska yang bisa memberikan kebahagiaan untuk Azzam..
" Tante, please , kebahagian Azzam itu sama Aisyah, bukan Siska . Jadi stop usaha tante untuk memisahkan saya sama Aisyah. Jujur saya sayang tante , saya nggak mau kita pisah -pisah begini , saya ingin kita sama -sama kayak dulu lagi tante ." Kata Azzam
" Maafin tante ya , Zam . Maafin tante ." Kata Tante Mia sambil terisak .
" Tante janji tidak akan mengulangi kesalahan tante lagi . Abby mu sudah mengambil keputusan untuk tante harus balik ke Amsterdam hari ini . Jadi tante harus pergi . " kata Tante Mia
" Azzam juga minta maaf ..."
" Kamu nggak salah ,Nak . Kamu ponakan tante yang baik , tante yang udah salah sama kamu .jadi kamu jangan minta maaf sama tante ." Kata Tante Mia lalu memeluk Azzam .
" Tante baik -baik ya di sana . Nanti kalo ada waktu Azzam ke sana ." Kata Azzam
" Oiya , gimana Aisyah ? " Tanya tante Mia saat melepas pelukaknnya pada Azzam .
" Masih di rumah sakit , bilang dokter dia cuma kecapean ." jawab Azzam .
" Ini semua pasti gara -gara tante , maafin tante ya . Sampaikan permintaan maaf tante sama Aisyah juga "
" Iya . Nanti saya sampaikan ." kata Azzam.
" Ya udah dua jam lagi penerbangan tante , jadi tante harus ke bandara sekarang ." kata tante Mia .
" Secepat itu tante ! "
" Iya , Abby mu sudah mengurus semuanya . Yuk tante mau pamitan sama Abby dan Ummy mu ." Kata Tante Mia .
Azzam dan tante Mia pun keluar dari kamar itu , kebetulan saat itu Bu Ainun dan Pak Khairul juga sedang menuju ruang tamu dan mereka bertemu di situ .
Tante Mia meminta maaf atas semua sikapnya , Dan berjanji tidak akan mengulangi semuanya lagi . Bu Ainun dan tante Mia saling berpelukan . Saling meminta maaf satu sama lain . Suasana haru pun menyelimuti mereka.
Azzam lalu minta izin ke Pak Khairul untuk mengantar Tante Mia ke bandara .
" Nggak usah repot -repot ,Zam . Kan ada supir . Sebaiknya kamu kembali ke rumah sakit saja " Kata Tante Mia .
" Nggak, Azzam yang akan antar tante ." Kata Azzam lagi .
Tante Mia tidak bisa menolaknya lagi . Mereka pun berangkat .
***
Pukul 14.00 di rumah sakit .
Perlahan Aisyah mulai membuka mata . Ekor matanya menyapu seluruh ruangan yang serba putih itu . Sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit Aisyah berusaha untuk bangun dan duduk.
" Alhamdulillah. Akhirnya kamu bangun Dek ." kata Ahmad tersenyum menatap Aisyah dan membantu Aisyah duduk bersandar .
" Ais kenapa Bang, Kepala Ais terasa sakit sekali ." Kata Aisyah menatap Ahmad .
" Kamu panggil dokter ,Bang." Kata Bu Yani yang mendekati Aisyah .
" Baik yah ." Kata Ahmad lalu memanggil dokter lewat telpon yang tersedia di dalam ruangan itu .
" Ayah ,Ibu ,Ais kenapa , Mas Azzam mana ? " Kata Aisyah membuat Pak Sulaiman dan Bu Yani saling pandang .
" Azzam tadi pulang sama ummy . Sebentar lagi dia balik ." Kata Ahmad.
__ADS_1
" Ais kenapa Bang ?" kata Aisyah sambil meraba perutnya.
Terlintas di benaknya semua apa yang sudah terjadi sambil memegangi kepalanya . Aisyah histeris , Aisyah ingat semua yang telah terjadi pada dirinya .
" Ais , ini ibu nak , Kamu kenapa ? " Kata Bu Yani ikut menangis sambil memeluk Aisyah .
Tangis Aisyah semakin menjadi -jadi . Aisyah ingat semuanya , hal itu membuatnya tidak bisa membendung kesedihannya .
" Istigfar ,Nak ." kata Pak Sulaiman berusaha menenangkan Aisyah .
Kalimat istigfar pun berulang kali terdengar dari mulut Aisyah . Aisyah pun berusaha mengontrol emosinya dengan menyebut asma allah. Dan akhirnya tangisnya mulai mereda , walaupun air matanya terus mengalir membasahi pipinya .
Dokter Yusuf dan suster yang baru masuk ruangan itu mulai memeriksa kondisi Aisyah . Air mata Aisyah terus mengalir . Bu Yani mgusap lembut pipi Aisyah .
Dokter menanyakan hal -hal yang terjadi sebelum Aisyah pingsan . Karena dari rekam medis sebelumnya di ketahui Aisyah mengalami amnesia .
" Saya ingat semuanya ,Dok , saya ingat semua yang sudah terjadi ." Kata Aisyah terisak .
" Jadi gimana ,Dok. Apa adik saya sudah sembuh dari amnesianya ." Tanya Ahmad.
" Sepertinya begitu , untuk kedepannya tolong lebih hati -hati lagi . Soalnya benturan kepala itu akan berakibat patal." Kata Dokter .
Setelah Dokter Yusuf dan suster keluar Ahmad lalu memeluk Aisyah . .Dia merasa bahagia sekali Aisyah sudah sembuh dari amnesianya .
" Alhamdulillah . Dek . Abang senang sekali. " Kata Ahmad.
" Alhamdulillah ." Kata Pak Sulaiman dan bu Yani hampir bersamaan .
" Kalo gitu abang mau telpon Azzam dulu." Kata Ahmad lalu mengambil ponsel di sakunya .
" Jangan ,Bang .! " Kata Aisyah .
" Kenapa ,Dek ? " Tanya Ahmad bingung .
Aisyah kembali menangis . Bu Yani lalu memeluk Aisyah .
" Kenapa ,Nak ? " Tanya Bu Yani sambil mengusap kepala anaknya .
" Azzam akan senang sekali kalo kamu sembuh , dia orang yang terlupakan selama kamu amnesia ,Dek ," kata Ahmad lagi .
" Entahlah ,Yah. " Sahut Aisyah lalu memeluk ayahnya .
" Ais merasa takut , Mas Azzam pasti kecewa banget sama Ais . Dia ..." Aisyah sesegukan
" Nak , nggak ada yang kecewa sama kamu , Azzam pasti senang sekali saat dia tau kamu sudah sembuh , kamu kangen kan sama dia . " kata Pak Sulaiman .
Aisyah mengangguk . Aisyah teringat kata -kata tante Mia yang mengatakan Azzam harus punya keturunan , untuk meneruskan keluarga mereka . Sementara dia sendiri di vonis tidak bisa hamil lagi . Hal itu membuat Aisyah menjadi dilema .
"Ya udah , Abang ! Telpon Azzam." Kata Pak Sulaiman.
" Okey ." Sahut Ahmad.
Ahmad pun menelpon Azzam . Panggilan pertama tidak di jawab oleh Azzam, Ahmad pun mencoba lagi . Namun tidak ada jawaban juga .
" Gimana ?" Tanya Bu Yani pada Ahmad
" Nggak diangkat, mungkin dia lagi di kamar mandi , Kita tunggu aja , nanti dia pasti telpon balik ." kata Ahmad.
" Iya , nanti dia pasti telpon balik , sabar ya ." Kata Pak Sulaiman sambil mengusap kepala Aisyah .
" Kamu makan dulu ya , ini bubur buatan Putri , kamu kan paling suka bubur buatan Putri kan ? " Kata Bu Yani .
" Tapi Ais , nggak laper bu ."
"Makan dulu , dikit aja , Supaya kamu cepat pulih ,Nak ! Ibu suapin ya ? " Bujuk Bu Yani .
Akhirnya Aisyah pun mau makan bubur yang baru di kirim oleh Putri sahabat sekaligus kakak iparnya itu
Pak Sulaiman lalu menelpon Anisa melalui sambungan video call , mengabarkan Aisyah yang sudah sembuh dari amnesianya .
Awalnya Anisa sempat panik karena melihat kedua orang tuanya yang berada di rumah sakit. Pak Sulaiman kemudian memberitahukan kalau Aisyah sempat pingsan makanya mereka berada di rumah sakit .
" Alhamdulillah, kakak senang deh , kamu udah sembuh dek ." Kata Anisa dengan wajah sumringah .
" Alhamdulillah.Kak." Sahut Aisyah .
__ADS_1
" Azzam mana ,kok nggak keliatan ?" Tanya Anisa
" Azzam tadi pulang , nganter bu Ainun, mungkin bentar lagi balik ." kata Pak Sulaiman .
" Oh gitu , Azzam pasti senang sekali .Insya Allah minggu depan kakak ke sana " Kata Anisa lagi .
Tidak lama kemudian sambungan video call pun terputus ,karena Anisa harus menangani seorang pasien .
Ahmad pun kembali menelpon Azzam , namun masih sama tidak ada jawaban . Tapi dia tidak memberi tau Aisyah akan hal itu . Ahmad tidak mau Aisyah kepikiran .
"Ais ngantuk ." Kata Aisyah .
" Ya udah kamu rebahan . Tidur aja dulu ,Nak . " Kata Bu Yani .
Aisyah lalu kembali berbaring. Rasa ngantuknya membuat dia kembali terlelap.
Karena belum bisa menelpon Azzam , Ahmad lalu menelpon istrinya Putri , mengabarkan berita bahagia kalau Aisyah sudah sembuh dari amnesianya .
Setelah Ahmad menutup telpon. Kabar gembira itu langsung di teruskan Putri kepada kedua sahabatnya Ayu dan Mala . mereka pun sangat bahahia sekali dan berencana akan menjenguk Aisyah minggu depan .
***
Pukul 15.00
Setelah pesawat Yang di tumpangi Tante Mia lepas landas. Azzam keluar dari bandara dan melangkah menuju tempat mobilnya terparkir .
" Astaga rupanya tertinggal di mobil." Kata Azzam setelah menemukan ponselnya .
Melihat banyak sekali miss call dari Ahmad ,dia lalu menelpon Ahmad .
" Assalamualaikum , maaf Bang, ponsel saya tertinggal di mobil . " Sapa Azzam.
" Waalaikumsalam. Pantesan kamu saya telpon dari tadi nggak di jawab " sahut Ahmad
" Maaf Bang , saya tadi nganter tante Mia ke bandara . Kenapa Bang ? Dek Aisyah nggak kenapa -napa kan ? " tanya Azzam . Dia mulai kuatir .
" Aisyah sudah sadar , dia ..."
" Dek Aisyah , kenapa Bang ?"
Ahmad mengurungkan niatnya untuk memberitahu Azzam kalau Aisyah sudah sembuh dari amnesianya . Dia ingin ngasih surprise pada Azzam .
" Abang , kok diam , Dek Aisyah kenapa ?"
Tanya Azzam .
" Dia sudah sadar . Dia cariin kamu ." Kata Ahmad .
" Iya Bang . tapi dia nggak kenapa -napa kan ? " Kata Azzam .
" Nggak, kamu ceptan aja ke sini , tapi ingat jangan ngebut -ngebut ." Kata Ahmad .
" Iya Bang. saya segera kesana !" Kata Azzam .
Setelah saling mengucapkan salam , sambungan telpon pun terputus . Azzam langsung tancap gas menuju rumah sakit .
Dalam perjalanan Azzam sedikit kesal karena dia terjebak macet . perjalannya yang tadinya hanya 30 menit , menjadi berjam -jam . sudah 1 jam Azzam terjabak dalam kemacetan yang cukup panjang itu .
Sampai akhirnya Azzam menerima telpon dari Ahmad lagi .
" Zam , kamu dimana ? " tanya Ahmad
" Masih di jalan Bang , kejebak macet nie ." Jawab Azzam .
" Oh gitu , ya udah kamu hati -hati ya !" Kata Ahmad. "
" Iya , Dek Aisyah gimana ? "
" Dia lagi tidur ni . Habis makan disuapin ibu tadi trus tidur lagi ." Kata Ahmad .
" Syukurlah . saya senang mendengarnya ." kata Azzam .
Sambungan telpon terputus . Dan Azzam kembali konsentrasi menghadapi kemacetan panjang di hadapannya . Yang menjadi penghalang baginya untuk segera bertemu Aisyah.
...Bersambung ...
__ADS_1