Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 77 Kembali Ke Rumah.


__ADS_3

"Kalo di pikir -pikir , Hendri ada baiknya juga . Coba dia tidak menyelamatkan kamu, pasti kasusnya lebih parah lagi " kata Ahmad


" ini maksudnya gimana sich ?" Aisyah bingung .


Azzam pun menjelaskan kronologi penculikan Aisyah . Dan menjelaskan proses bagaimana mereka bisa menemukan villa itu .


" Udah jelaskan ? " Kata Ahmad


Aisyah bengong mencerna semua apa yang di dengarnya . Entah kenapa tiba -tiba dia teringat Hendri . Aisyah merasa bersalah pada Hendri . Tapi di sisi lain Hendri mengakui dirinya sebagai istri . Itu membuat Aisyah kembali kesal . Aisyah pun merasa sedih mengingat jebakan yang tante Mia siapkan padanya . Dia tidak bisa membayangkan kalau hal itu sampai terjadi .Tanpa sadar air matanya kembali menetes


" Kenapa sayang ? " tanya Azzam ketika melihat butiran bening di sudut mata Aisyah


" Gak papa ,By " Jawab Aisyah .


" Gak papa , tapi nangis, " kata Azzam ikut mengusap air mata istrinya dan mengecup kening Aisyah .


Aisyah menatap intens wajah suaminya .Dia merasa bersyukur mempunyai suami seperti Azzam .Azzam pun menatap wajah istrinya itu . Walau bibir mereka tidak berucap tapi mata mereka saling menyelami isi hati masing -masing .


" Tu kan diam sudah . " Kata Ahmad sambil melilik Aisyah yang kini tiduran di pangkuan Azzam .


Azzam tersenyum melirik Ahmad sambil membelai mesra kepala istrinya. Sentuhan itu membuat Aisyah terlena dan akhirnya terlelap .


" Nah , tidur sudah " Kata Azzam .


" Kasian dia ,Zam , pasti beberapa hari ini hari yang berat untuknya , Maaf ya Zam candaan saya tadi agak gimana gitu " kata Ahmad sambil tersenyum


" Iya ,Bang . Gak papa . " Kata Azzam sambil terus mengusap lembut kepala Aisyah .


Setelah 2 jam perjalanan , akhirnya mereka sampai di desa Pak Slamet lagi . Mereka pun memutuskan untuk istirahat dan sholat ashar di masjid depan rumah Pak Slamet .


Azzam membangunkan Aisyah yang saat itu masih tertidur . Ahmad dan Farhan sudah keluar duluan dari mobil . Tinggal mereka berdua di dalam mobil itu.


" Sayang , bangun kita istirahat dulu , sholat Ashar " kata Azzam lalu mencium pipi kiri Aisyah


" Kepala Ais pusing, " Kata Aisyah sambil memegang kepalanya . Perlahan dia pun bangun .


" kita dimana ? " Tanya Aisyah sambil mengamati sekelilingnya .


" Itu rumahnya Pak Slamet lurah desa ini . Tadi pagi Hubby sama yang lain mampir ke sini . " kata Azzam sambil menunjuk Sebuah rumah .


" Oh gitu " Sahut Aisyah sambil menyandarkan kepalanya ke pundak Azzam


" Kita turun " Ajak Azzam


" Hubby ..."


" Iya sayang , kenapa , gak mau turun ?"


" Mau .."


"Ya udah , Ayo ! " kembali mengecup kening Aisyah .


Aisyah mengangguk . Azzam lalu keluar duluan dan membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu dia menggendomg Aisyah sampai ke rumah Pak Slamet . Hal itu menyita perhatian warga yang sudah mulai berkumpul lagi di sekitar rumah Pak Slamet .Beberapa di antara mereka tampak saling berbisik-bisik melihat adegan itu .


" Kenapa , Zam " Tanya Ahmad ketikanmelihat Azzam menggendong Aisyah.


" Pusing " jawab Azzam .


" Bawa masuk Pak, Biar bisa istirahat di dalam " Kata Pak Slamet .


Pak Slamet pun memanggil istrinya Bu Ratna untuk menyiapkan tempat untuk Aisyah .


Azzam kemudian membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur di sebuah kamar khusus tamu dirumah Pak Slamet .


" Pusing banget kah, sayang ?" Tanya Azzam ketika melihat Aisyah masih memejamkan matanya .


" Gak juga , hubby kalo mau sholat , sholat aja , gak papa kok Ais di tinggal sendiri . " kata Aisyah dengan mata masih terpejam


" Di sini ada dokter kah bu ? " Tanya Azzam pada Bu Ratna.


" Disini cuma ada bidan desa pak ? Nanti saya suruh orang memanggilnya ke sini " Kata Bu Ratna lalu keluar kamar itu .


Tidak lama kemudian Bu Ratna kembali dengan membawa segelas teh hangat .


"Diminumkan teh hangat dulu mbanya !" kata Bu Ratna lalu memberikan segelas teh hangat pada Azzam .


Azzam membantu Aisyah bangun dan meminum teh hangat dari Bu Ratna . 5 menit kemudian datang seorang bidan desa , lalu memeriksa kondisi Aisyah .


"Pusingnya pengaruh tekanan darah yang rendah . Banyakin istirahat , jangan terlalu sering begadang dan jangan stres. Ini saya kasih obat untuk pusingnya " Kata Bu Bidan


" Iya , terima kasih ,bu . O ya..kami masih akan melakukan perjalanan 7-6 jam lagi , gak papa kah bu ? " Tanya Azzam .Azzam lalu membantu Aisyah meminum obat dari Bu Bidan .


" Gak papa , tapi tergantung mbanya juga . Kalo fisiknya kuat ,gak papa ." kata Bu Bidan


" Menginap saja lah dulu disini , besok baru di lanjutkan perjalanannya , iya kan Pak ? " Kata Bu Ratna melirik Pak Slamet suaminya .


" Iya , gak papa, nginap aja dulu di sini " Kata Pak Slamet .


" Terima kasih , Pak , Bu , Insya Allah saya gak papa " Kata Aisyah


" Dek , jangan di paksain , Abang gak mau kamu sampai kenapa -napa , mukamu pucat banget ." Kata Ahmad kuatir melihat kondisi adiknya .


" Abang Ahmad bener lho sayang , muka kamu pucat banget " Kata Azzam menimpali


" Abang ,Hubby , Ais gak papa kok , istirahat sebentar pasti udah baikan lagi " Kata Aisyah tersenyum menatap Ahmad dan Azzam .


Suara azan berkumandang , Aisyah menyuruh Azzam dan Ahmad untuk segera sholat . Bu Ratna pun meminjamkan mukenanya pada Aisyah . Ahmad pergi ke masjid , tapi Azzam lebih memilih sholat bersama istrinya dikamar itu


Selesai sholat Azzam membantu Aisyah merapikan kembali mukena .


" Gimana sayang , udah gak pusing lagi ? " Tanya Azzam ketika Aisyah berdiri meletakkan mukenanya di atas tempat tidur .


Tidak mendapat jawaban dari istrinya Azzam lalu bangun dan mendekati Aisyah melingkarkan tangannya di pinggang sang istri .


" Udah mendingan by , selama ada Hubby , Ais akan baik -baik saja " Kata Aisyah lalu memeluk suaminya . Mendekap erat tubuh kekar itu .


" Hubby , Ais gak bisa hidup tanpa Hubby , jangan tinggalin Ais lagi ya ? " Kata Aisyah terisak


"Hubby janji akan selalu di samping kamu , menjaga kamu seumur hidup Hubby " Kata Azzam lalu mencium puncak kepala istrinya . Aisyah memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan Azzam .


Jam 5 sore , mereka melanjutkan perjalanannya . Dalam perjalanan Aisyah memposisikan dirinya berbaring di pangkuan suaminya .


Mereka istirahat lagi di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat magrib , kebetulan di daerah itu ada sebuah rumah makan , mereka pun menikmati hidangan makan malam , sambil menunggu waktu sholat isya tiba .


Azzam selalu menyuapi Aisyah . Kemesraan mereka membuat yang lain tersenyum -senyum . Bahkan Azzam tidak segan -segan mencium pipi Aisyah .

__ADS_1


" Aduuuh...aduuuh,, romantis banget sich , jadi iri liatnya " Kata Ahmad .


" Bentar lagi nikah juga, kok " Sahut Aisyah


Mendengar ucapan Aisyah , Ahmad jadi teringat Putri . Teringat senyum manis yang membuat Ahmad menjadi rindu .


" Ayoo ! Mikirin apa tu ?" Tegur Aisyah melihat Abangnya senyum -senyum sendiri .


" Sabar bentar lagi sah juga kok " Kata Aisyah lagi


" Apaan sich kamu ,dek !" Sahut Ahmad


Setelah menimati makan malam dan sholat isya merekanpun melanjutkan perjalanan


Begitu masuk daerah yang ada sinyal. Ponsel Azzam pun berdering begitu juga dengan ponsel Ahmad dan Farhan . Begitu banyak pesan masuk di ponsel mereka . Menanyakan keberadaan Aisyah


Ahmad lalu menelpon Ayahnya melalui sambungan video call .


" Assalamualaikum " Sapa Ahmad , ketika melihat wajah Ayahnya muncul di layar ponsel .


" Waalalikumsalam , gimana adekmu Bang , sudah ketemu " Tanya Pak Sulaiman .


Ahmad lalu mengubah pengaturan kamera ponselnya . Dan mengarahkan kamera itu pada Aisyah yang kini sedang tidur di pangkuan Azzam .


" Alhamdulillah " sahut Pak Sulaiman .


Seketika langsung heboh , rupanya saat Ahmad menelpon semua nya sedang berkumpul di rumah mereka . Sahabat -sahabat Aisyah dan kedua orang tua Azzam pun ada di sana . Satu persatu wajah mereka muncul di layar ponsel Ahmad .


" Adek tidur kah , Bang ?" Tanya Anisa


" Iya , agak kurang sehat dia , makanya tiduran aja dari tadi ." jawab Ahmad


" Kasian " Sahut Anisa .


" Udah dulu ya . " kata Ahmad .


"Oke , hati -hatinya , bilangin Mas Farhan pelan -pelan aja bawa mobilnya . "


" Iya " Kata Ahmad .


Setelah saling mengucapkan salam sambungan video call pun terputus.


Malam itu turun hujan dengan derasnya .Azzam pun ikut terlelap . Saat terbangun Azzam kaget karena sekarang posisinya malah dia yang tidur dipangkuan Aisyah .


" Saking nyenyaknya tidur , sampai gak sadar tukar posisi " Kata Ahmad sambil tertawa .Dia pun kini juga sudah tukar posisi dengan Farhan . Sekarang Ahmad yang menyetir mobil


Azzam hanya tersenyum . Lalu melirik arlojinya . Ternyata sudah pukul 02.30 .


" Kurang lebih 1 jam lagi kita sampai " Kata Ahmad lagi .


" Astaga , Dek Aisyah demam ni ,Bang , badanya panas " Kata Azzam saat meraba jidat Aisyah . Laku dia meraih tubuh Aisyah membawanya ke dalam pelukannya .


" Mungkin luka di tangannya itu yang buat dia demam, Ais kan begitu ," kata Farhan yang baru terbangun .


" Ngebut dikit ,Bang " Kata Azzam yang mulai panik .


" Jangan panik ,Zam , Bang Farhan bener , pasti karena luka di lengannya itu yang buat dia demam . " Kata Ahmad


" Tapi ,Bang .."


" Ais , gak papa kok ." Sahut Aisyah yang terbangun mendengar obrolan mereka .lalu mencium mesra pipi suaminya.


" Hubby kuatir sayang, hubby gak mau kamj kenapa -napa . " Kata Azzam menatap wajah istrinya


" Ais, gak akan kenapa -napa , kan ada Hubby , sekarang Ais, cuma mau do peluk Hubby " Kata Aisyah setengah berbisik


Azzam menuruti kemauan Aisyah, mendekat eray tubuh Aisyah . Sedangkan Ahmad dan Farhan saling pandang dan tersenyum melihat tingkah dua sejoli itu .


Satu jam kemudian mereka pun sampai di kota tempat tinggal mereka . Di persimpangan jalan iring -iringan mobil itu pun berpisah .


Pak Santoso dan rekannya mengarah ke kantor polisi dan berpesan kepada Azzam untuk datang ke kantor besok , untuk membuat laporan . Ozi dan anak buahnya pun mengarah ke rumah mereka masing -masing . tidak lupa Azzam mengucapkan terima kasih kepada mereka semua .


Kemudian Ahmad langsung menuju rumah mereka . Begitu mobil mereka berhenti di depan rumah , pintu rumah langsung terbuka , tampak Pak Sulaiman , Bu Yani ,Anisa dan kedua orang tua Azzam beriringan keluar dari rumah menyambut kedatangan mereka .


Azzam menggendong Aisyah membawanya masuk ke dalam rumah , dan membaringkannya di atas tempat tidur . Anisa langsung mengambil peralatannya untuk memeriksa kondisi adiknya . Bu Yani pergi kedapur mengambil air hangat untuk mengompres Aisyah .


" Gimana kak ? " Tanya Azzam yang sudah tidak sabar mengetahui kondisi istrinya


" Gak papa , ini yang buat badannya panas " Kata Anisa menunjukkan luka goresan di tangan Aisyah yang cukup panjang , dari pergelangan tangan hingga sampai sikunya . Kemudian Anisa memberikan obat penurun panas untuk adiknya . Dan membantu Aisyah meminum obat itu.


" Masya Allah , ini kenapa ? " Tanya Bu Yani


" Ais jatuh bu , pas mau mencoba kabur ," jawab Aisyah .


" Ya Allah ,Nak , pasti sakit ya ?" kata Bu Yani sambil meneteskan air matanya


Aisyah menganguk, dan ikut menangis ,


" Aisyah gak mau kejadian kemaren terulang lagi , Aisyah takut . " Kata Aisyah sambil terisak .


" Iya sayang , Ibu ada di sini , Ais jangan takut ya , semua di sini akan jaga Ais ." Kata Bu Yani sambil memeluk anaknya .


Suasana haru pun menyelimuti mereka semua saat itu .


"Ya sudah sekarang , Ais ganti dulu bajunya ya dek , " kata Anisa yang sudah memegang stelan piyama Aisyah di tangannya .


Mereka yang laki -laki pun keluar dari kamar Aisyah . Tinggal Anisa , Bu Yani dan Bu Ainun yang berada di kamar itu .


" Terima kasih , ibu , Ummy " Kata Aisyah kepada Bu Yani dan Bu Ainun .


" Ya sudah , sekarang kamu istirahat . " Kata Bu Ainun sambil membelai rambut Aisyah .


" Ummy , Mas Azzam suruh istirahat juga , dia pasti kecapeen " Kata Aisyah .


" Iya , nanti Ummy panggil dia kesini , kalo gitu Ummy keluar dulu ya , " Kata Bu Ainun lalu keluar kamar


" Zam , sana temani istrimu " kata Bu Ainun pada Azzam yang saat itu sedang ngobrol di ruang tengah bersama yang lainnya


" Iya Ummy " Azzam lalu bergegas ke kamar


Saat Azzam masuk ke kamar , Bu Yani dan Anisa pun keluar dari kamar itu .


" Kalian istirahat ya " Kata Bu Yani


" Iya Bu " Kata Azzam lalu mendekati Aisyah

__ADS_1


" Hubby mandi dulu ya ,sayang !" Kata Azzam di jawab Aisyah dengan anggukan kepala .


Azzam lalu masuk ke kamar mandi . 5 menit kemudian Azzam keluar . Setelah itu dia duduk di samping Aisyah . Lalu meraba jidat Aisyah . Azzam tersenyum ketika merasa panas badan Aisyah sudah mulai turun .


" Ais kan udah bilang , selama ada Hubby , Ais pasti tidak akan apa -apa " Kata Aisyah membalas senyum suaminya


" Hubby sayang kamu ,sayang " Kata Azzam lalu mencium punggung tangan istrinya .


" Ais juga , sayang banget sama ...."


Belum sempat selesai ucapan Aisyah , Azzam sudah mengunci mulut Aisyah dengan mencium mesra bibir istrinya . Setelah itu Azzam lalu ingin berbaring di samping Aisyah namun Aisyah mencegahnya


" Hubby , kita belum sholat tahajjut kan ? sholat dulu yuk ! " kata Aisyah .


Azzam menghela napas .membuat Aisyah tersenyum .


" Sholat itu harus ikhlas , Hubby ! " kata Aisyah sambil.mengusap pipi suaminya


" Iya. Sayang sholat juga ? " tanya Azzam


" Iya dong ." sahut Aisyah bersemangat


" Emang kuat berdiri ? " tanya Azzam lagi dalam hatinya dia kagun pada Aisyah , yang walau dalam keadaan sakit tetap masih ingat sholat .


" Gak bisa berdiri , kan bisa duduk ,Hubby ! : Jawab Aisyah


Cup


Azzam kembali mencium bibir Aisyah . Kemudian dia membantu Aisyah bangun lalu pergi berwudhu bersama , kemudian keduanya pun sholat tahajjud bersama -sama . Aisyah sholat sambil duduk di atas tempat tidur . Sambil menunggu waktu sholat subuh mereka berzikir bersama . Sesekali Azzam melirik istrinya .memasktikan kondisi Aisyah , apakah baik -baik saja atau tidak ? Dia tersenyum ketika melihat Aisyah tamoak khusyuk sekali saat berzikir . Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata saat itu . Setelah azan subuh terdengar , mereka lalu lanjut melaksanakan sholat subuh .


Selesai sholat Azzam lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memeluk istrinya yang masih mengenakan mukenanya . Karena rasa capek dan ngantuk yang teramat sangat membuat merekapun akhirnya terlelap .


Pukul 06.30 pagi


Anisa yang ingin memeriksa kondisi Aisyah , masuk ke kamar Aisyah . Beberapa kali dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban .karena tidak di kunci Anisa pun langsung masuk saja . Dia terharu melihat keduanya masih tertidur dengan posisi Aisyah yang masih memakai mukena di peluk Azzam . Tidak ingin mengganggu mereka Anisa kembali keluar . Dan menuju dapur .


Di dapur tampak Bu Yani dan Bu Ainun sedang sibuk memasak .


" Gimana Nis , udah cek kondisi adikmu " Tanya Bu Yani ketika Anisa menghampiri mereka.


" Belum , tapi saya rasa Aisyah sudah membaik , tadi saya ke kamarnya mereka masih tertidur . Ais masih pake mukena lagi tidur di peluk Azzam " Kata Anisa sambil tersenyum . Dia salut akan keromantisan keduanya .


Bu Yani dan Bu Ainun pun ikut tersenyum .


" Ya udah biarin aja , mereka pasti capek " Kata Bu Yani


Sementara itu , di dalam kamar ,Azzam pun mulai membuka mata. Dia melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00 . Dia lalu meraba jidat Aisyah .


" Alhamdulillah " Kata Azzam ketika merasa badan Aisyah tidak panas lagi lalu mencium kening Aisyah .


" Sayang , udah pagi , bangun yuk , Hubby hari ini harus ke kantor polisi buat laporan " Kata Azzam sambil mengusap lembut wajah Aisyah .


" Sudah jam berapa ? " Tanya Aisyah dengan mata masih terpejam .


" Jam 07.00 sayang ."


" Masih pagi , kantor polisi gak buka sepagi ini kan ? Ais masih mau di peluk Hubby ! " Kata Aisyah lalu mencium pipi Azzam dan mempererat pelukannya .


Azzam hanya tersenyum dengan tingkah istrinya . Dia merasa sekarang Aisyah sedikit lebih manja . Tapi dia suka akan hal itu .Dia ingin Aisyah selalu bermanja -manja dengannya .


" Sayang , kalo gini lama -lama , ntar yang lain ikut bangun, lho " Kata Azzam menggoda Aisyah .


" Hubby , jangan mesum pagi -pagi "


" Sayang mepet trus , ntar Hubby khilaf , "


" Hubby ..."


" Hehehe , gak kok , Hubby tau sayang masih capek , gak mungkinlah Hubby nambah capek lagi . " Kata Azzam .


" Tangannya gimana ? Udah gak sakit lagi ? " tanya Azzam


Aisyah tidak menjawab pertanyaan Azzam , karena dia sudah kembali terlelap . Pelukan Aisyah membuat Azzam berusaha mengontrol dirinya, Dia lelaki normal , situasi saat itu membuatnya harus ekstra menahan hasratnya . Dia tidak ingin membuat Aisyah semakin kelelahan .


30 menit kemudian terdengar pintu kamar mereka di ketuk . Dengan hati -hati sekali Azzam bangun , agar tidak mengganggu Aisyah . Azzam lalu membuka pintu .


" Ibu "


" Aisyah masih tidur kah ? " Tanya Bu Yani


" Iya bu ,"


" Gimana dia masih demam ?" tanya Bu Yani lagi lalu melangkah masuk .


" Alhamdulillah , udah enggak kayak , badannya udah gak panas lagi " Jawab Azzam


"Iya , udah nggak panas lagi " Kata Bu Yani yang saat itu meraba pipi Aisyah .Dan duduk di pinggir kasur samoing Aisyah.


" Ais , ini kebiasaan tidur pake mukena " Kata Bu Yani sambil tersenyum


" Iya bu , habis sholat subuh tadi langsung rebahan tidur. " kata Azzam ikut tersenyum memandangi wajah istrinya .


" Di dapur udah ibu siapin sarapan, yuk sarapan bareng yang lainnya . Oh ya Ais ,kan udah pulang ni , rencana nanti sore ibu mau syukuran kecil -kecilan , undang tetangga sebelah rumah aja .Sekalian doa bersama semoga ijab kabul Abang besok berjalan lancar " Kata Bu Yani


" Amin " kata Azzam .


" Amin " kata Aisyah yang saat itu sudah terbangun. Tersenyum menatap ibu dan suaminya


" Yuk sarapan , " Ajak Bu Yani .


" Iya bu , Ais mau mandi dulu "kata Aisyah


" Ya udah buruan , ibu tunggu kalian berdua di meja makan " Kata Bu Yani lalu melangkah keluar .


Azzam lalu duduk di samping Aisyah , yang kini sudah duduk juga .


" Mandi ? "


Aisyah menganguk


Azzam langsung menggendong Aisyah melangkah ke kamar mandi . Dan mereka pun mandi bersama -sama .


Bersambung ...


Jangan Lupa Like dan Komennya ya

__ADS_1


__ADS_2