Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 150. Sup Ayam .


__ADS_3

Hari itu Aisyah tidak ikut Azzam ke kantor . Dia merasa tidak enak hati kalau setiap hari ikut Azzam . Azzam pun tidak bisa menolak kemauaan sang istri . Karena dia pun tidak mau merusak mood istrinya .


Pukul 07.30 Azzam sudah berangkat ke kantor karena ada meeting pagi . Aisyah mengantar suaminya sampai Azzam masuk ke dalam mobil .


Sepeninggalan Azzam , Aisyah mengisi waktunya dengan menonton televisi dan ditemani cemilan -cemilan kue kering dengan beragam bentuk yang pastinya sangat enak .


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10.00 . Aisyah merasa bosan . Dia pun pergi ke dapur . Untuk melihat dua pegawainya yang sedang menyiapkan makan siang .


Awalnya Aisyah hanya mengamati mereka , namun lama -lama keinginannya untuk memasak pun muncul . Dia ingin memasak sesuatu dan berencana membawa masakannya ke kantor sang suami .


" Eiit Non , mau ngapain ? " tanya Bi Nur saat melihat Aisyah memegang pisau dapur .


" Saya mau masak Bi ! " Sahut Aisyah membuat Bi Nur dan Bi Imah saling pandang .


" Non mau masak apa , nanti Bi Imah yang masakkin !" Kata Bi Imah lembut.


" Saya mau masak sup ayam ,Bi !" sahut Aisyah


" Ya sudah . Non duduk saja . Nanti saya masak sup ayam untuk Non ! " Kata Bi Imah lagi


" Saya masak sendiri aja Bi. Nggak papa . Lagian saya sudah lama nggak masak ! " Kata Aisyah yang kekeh pada pendiriannya .


" Tapi ,Non ...." kata Bi Imah.


" Nggak papa , BiI Imah sama Bi Nur bantu siapkan bahan -bahannya aja ." Kata Aisyah memotong ucapan Bi Imah .


" Nanti kami kena marah Aden , Non ! " Kata Bi Nur .


" Nggak , Saya pastikan dia nggak akan marah !" Sahut Aisyah sambil tersenyum .


Bi Nur dan Bi Imah tidak bisa membantah ucapan majikan mereka . Keduanya pun membantu Aisyah menyiapkan bahan -bahan untuk membuat masakan sup ayam .


Berkat bantuan keduanya . Masakan Aisyah pun sudah matang dan siap di santap . Aisyah pun mengambil sebuah rantang untuk membawa masakkannya itu ke kantor Azzam . Aisyah ingin memberikan surprise kepada sang suami .


Setelah semua siap , Aisyah menganti bajunya dan dengan senyum bahagia Aisyah melangkah menuju halaman rumah sambil membawa rantang berisi sop ayam untuk suami tercinta .


" Mau kemana Bu ? " Tanya Pak Jai saat melihat Aisyah keluar dari rumah .


" Saya mau ke kantor Mas Azzam. Pak Jai antar saya ,ya ! " Kata Aisyah .


" Oh siap Bu ! " Kata Pak Jai lalu mendahului melangkah menuju mobil .


" Silahkan masuk Bu ! "kata Pak Jai sambil membukakan pintu mobil .


" Iya .Terima kasih !" Sahut Aisyah .


Mobil mereka perlahan meninggalkan halaman rumah dan berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya .


" Rasanya lama sekali saya nggak naik mobil ini !" Kata Aisyah sambil mengamati setiap inci dalam mobil merahnya itu .


" Iya Bu . Kan ibu selalu keluar sama Pak Bos , pakai mobilnya Pak Bos , kadang pake Si Putih juga ." Sahut Pak Jai yang juga merasa jarang sudah mengantar majikannya itu .


Yang sering dia antar akhir -akhir ini , hanyalah Bi Imah atau pun Bi Nur pergi ke pasar dan supermarket untuk membeli keperluan rumah tangga .


Aisyah tersenyum mendengar ucapan Pak Jai . Sikap overprotektif suaminya selama dia hamillah yang membuat suasananya berbeda sekarang .


" Pak Bos sudah tau , kalau ibu sekarang on the way ke kantor ? " tanya Pak Jai .


" Nggak Pak ! Saya mau ngasih surprise ke dia ." Kata Aisyah sambil tersenyum .


" Ohh gitu ! Tapi kalo Pak Bos lagi nggak di kantor , gimana Bu ? " Tanya Pak Jai lagi


"Pak Jai , Pak Bos mu itu kalo mau meeting ke luar kantor dia selalu ngasih tau saya . Sampai sekarang dia nggak telpon saya ngabarin apa -apa , jadi bisa di pastikan kalo dia ada di kantor ." Jawab Aisyah sambil tersenyum .


Pak Jai menganguk -ngangukan kepala dan tersenyum .Pak Jai salut akan keharmonisan rumah tangga majikannya itu . Yang selalu saling menunjukkan kasih sayang satu sama lain .


Siang itu beruntung sekali tidak ada kemacetan , sehingga kurang dari tiga puluh menit mereka sudah sampai di areal parkir kantor .


" Pak Jai langsung pulang aja , saya nanti pulang bareng Mas Azzam ." Kata Aisyah saat keluar dari dalam mobil .


Pak Jai pun menuruti perintah sang majikan untuk langsung pulang . Sementara Aisyah melangkah masuk ke dalam gedung mewah yang merupakan kantor milik suaminya .


Suasana kantor Azzam saat itu sedang ramai , banyak para karyawan yang lalu lalang karena sudah memasuki waktu istirahat makan siang .


Semua karyawan yang perpapasan menyapa dan memberikan penghormatan mereka kepada sosok perermpuan bercadar yang sudah sangat mereka kenal yaitu Aisyah yang merupakan istri dari pemilik kantor itu .


Aisyah langsung menuju ruangan sang suami . Sebelum sampai ke ruangan Azzam Aisyah bertemu Anggie .

__ADS_1


" Assalamualaikum ,Bu Bos ! " Sapa Anggie


" Waalaikumsalam ibu sekretaris Bos ." Sahut Aisyah membuat keduanya tertawa bersama .


" Wiih bawa apa tu ? " tanya Anggie saat melihat Aisyah membawa sebuah rantang .


" Ada deh ! " sahut Aisyah .


" Iya deh , spesial buat my husbant ya ? " Tanya Anggie


Aisyah mengangguk .


" Pak Bos ada di dalam ruangannya , tapi dia ada tamu ." Kata Anggie lagi


" Tamu ? " kata Aisyah .


" Iya , perempuan katanya keluarga Pak Bos ." jelas Anggie .


" Ohh , tolong panggilkan OB ya untuk bawakan piring sama sendok ke ruangan Mas Azzam ." Kata Aisyah .


" Siap Bu Bos !" Sahut Anggie lalu melangkah menuju lift .


Aisyah melangkah mendekati ruang kerja suaminya . Entah mengapa jantungnya berdebar -debar . Penjelasan Anggie tentang seorang tamu perempuan yang mengaku keluarga Azzam mengganggu pikirannya . Siapa sosok perempuan itu .


Sampai di depan ruangan Azzam , Aisyah merasa ragu untuk melanjutkan langkahnya . Sayup -sayup terdengar suara Azzam yang sedang ngobrol dengan seseorang .


Dari celah pintu yang tidak tertutup rapat Aisyah melihat sosok perempuan itu . Jantung Aisyah berdetak dua kali lebih cepat . Tubuh Aisyah bergetar teringat kejadian beberapa waktu yang lalu .


Perempuan yang datang ke kantor Azzam saat itu adalah Fanya . Fanya yang pernah hampir merusak rumah tangga mereka.


Hati Aisyah sakit teringat kejadian beberapa tahun yang lalu . Aisyah mengulang -ngulang kalimat istigfar didalam hati agar bisa membuat hatinya tenang .


" Astagfirullah , apa yang dia lakukan disini ? Ngapain dia ketemu Mas Azzam ? . Mas Azzam juga kayaknya santai aja ngobrol sama dia ." Batin Aisyah .


Aisyah yang belakangan ini lebih sensitif . Munculah berbagai macam dugaan yang memenuhi pikirannya . Hatinya sakit sekali melihat Azzam berduaan dengan Fannya .


Tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi . Karena tidak tahan dengan rasa sakit hatinya , Aisyah pun memutuskan untuk pergi .


Aisyah mempercepat langkahnya keluar dari kantor menuju parkiran . Sampai diparkiran dia bingung sendiri mau kemana .


" Pak Jai masih disini ? " Tanya Aisyah


" Iya Bu , Tadi saya ..."


" Antar saya pulang !" potong Aisyah .


Melihat tingkah majikannya yang berbeda dari biasanya . Membuat Pak Jai bergegas melangkah menuju tempat mobilnya terparkir .


Dalam perjalan pulang. Aisyah tidak berbicara . Dari spion dalam Pak Jai melihat majikannya itu sedang menangis .


" Ya Allah ,, apa yang sudah terjadi , tadi Ibu semangat sekali , ceria sekali , sekarang kenapa dia terlihat sedih,." Batin Pak Jai .


Pak Jai pun tidak berani memulai membicaraan dia hanya fokus pada jalur di depan dan sesekali melirik Aisyah dari kaca spion .


Sesampainya di rumah Aisyah langsung masuk ke kamarnya . Sementara Pak Jai pergi ke dapur mengantar rantang yang dibawa Aisyah tadi .


" Kenapa Pak Jai ? " Tanya Bi Nur yang saat itu sedang membersihkan meja makan melihat Pak Jai yang duduk bersandar di sebuah kursi .


" Entahlah Bi , saya juga bingung." Sahut Pak Jai .


" Lho ini rantang masih ada isinya. Pak Bos nggak ada di kantor kah ? " Tanya Bi Imah yang tadinya ingin mencuci rantang itu .


"Sepertinya ada masalah antara Pak Bos dan Ibu." sahut Pak Jai .


" Masalah ?maksudnya ? " Tanya Bi Imah


Pak Jai lalu menceritakan tentang Aisyah yang tampak kebingungan di areal parkir. Aisyah yang hanya menangis tidak berbicara sepatah kata pun saat mereka balik dari kantor Azzam .


" Astagfirullah , sepertinya ada huru hara lagi ni . " sahut Bi Nur .


" Kita berdoa saja , semoga masalah mereka segera terselesaikan." kata Bi Imah .


" Amin." Sahut Bi Nur dan Pak Jai hampir bersamaan .


" Tunggu , kalo gitu ceritanya , berarti Non Aisyah belum makan siang ." kata Bi Nur .


"Iya , ya . Kalo gitu biar saya bawain makanan ke kamar Non Aisyah ." kata Bi Imah .

__ADS_1


Bi Imah lalu menyiapkan semangkuk sup dan segelas air putih yang diletakkan di atas sebuah nampan . Dan langsung melangkah menuju kamar majikannya . Sedangkan Bi Nur menyiapkan makan siang untuk Pak Jai .


Tok tok tok


Bi Imah mengetuk pintu kamar Aisyah .


" Non , Bibi bawain makan siang untuk Non , Non belum makan kan , Kasian babynya Non ." Kata Bi Imah yang masih di depan pintu


Pintu kamar terbuka . Dari raut wajah Aisyah tampak jelas kalau di habis menangis .


" Letakan di meja aja Bi . Nanti saya makan ." Kata Aisyah sambil menunuk meja di dekat sofa .


"Di makan sekarang saja ,Non. Mumpung masih hangat. " Bujuk Bi Imah .


" Iya Bi . Saya makan. " sahut Aisyah .


" Beneran ya , Non ! " Kata Bi Imah lagi .


Aisyah mengangguk .


" Kalo gitu saya balik ke dapur dulu


" Kata Bi Imah .


Aisyah kembali menganggukan kepala . Setelah Bi Imah keluar Aisyah menutup kembali pintu kamarnya . Lalu duduk di sofa memandangi sup ayam buatannya itu


" Harusnya sekarang kita makan berdua ,Hubby ." Lirih Aisyah . Air matanya kembali mengalir .


" Sampai sekarang , Hubby nggak juga telpon Ais .Ngapain aja sich sama Fanya sampai Hubby lupa sama Ais. " Kata Aisyah semakin sedih .


***


Di kantor Azzam.


Tok tok tok


" Ngapain lagi tu perempuan balik ! " Kata Azzam kesal .


Saat itu Fanya sudah pergi dari ruangan itu . Baru saja Azzam menutup pintu . Pintu di ketuk lagi .


Dengan sedikit kesal Azzam membuka pintu


" Ada apa lagi ! " kata Azzam .


Azzam mengira yang mengetuk pintu adalah Fanya , namun saat pintu terbuka tampak seorang OB membawa nampan berisi, piring , sendok dan dua gelas jus jeruk hangat .


" Maaf ,Pak Bos . Ini saya mau mengantar ini di suruh Bu Anggie ! " Kata seorang OB dengan wajah sedikit gugup .


Azzam mengerutkan kening melihat apa yang di bawa OB itu .


" Untuk apa ? " Tanya Azzam


" Tadi bilang Bu Anggie . Pak Bos sama Ibu mau makan di ruangan ." Tutur OB itu lagi .


" Ibu ? Maksudnya ?Ya sudah letakan di meja ." Kata Azzam..


Azzam merasa tidak enak hati . Dia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Anggie .Sedangkan OB tadi keluar dari ruangan Azzam


" Ngie , kamu suruh OB antar piring sama sendok dan Jus keruangan saya ? " Tanya Azzam saat sambungan telpon tersambung .


" Iya Pak Bos . Tadi Bu Aisyah yang minta saya untuk di antakan piring sama sendok . Emangnya kenapa Pak ? Ada masalah ?" tanya Anggie


" Maksud kamu istri saya ada di sini ?" Tanya Azzam yang semakin tidak enak hati .


" Iya , tadi papasan sama saya di depan ruangan, pas saya mau keluar . Bu Aisyah bawa rantang . Sepertinya Bu Aisyah bawa makan untuk Pak Bos ." Tutur Anggie .


" Ya Allah , tadikan ada Fanya , jangan -jangan Dek Aisyah salah paham ." Batin Azzam .


" Pak Bos , apa ada masalah ? " Tanya. Anggie saat Azzam hanya diam saja .


" Tidak . Tidak papa . Terima kasih ya ." Kata Azzam lalu menutup telpon .


" Dek Aisyah pasti salah paham ." Kata Azzam lalu mencoba menelpon Aisyah namun tidak ada jawaban


Dia pun bergegas meninggalkan ruangannya .


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2