
Hari itu Aisyah tidak ikut Azzam ke kantor . Dia merasa tidak enak hati kalau setiap hari ikut Azzam . Azzam pun tidak bisa menolak kemauaan sang istri . Karena dia pun tidak mau merusak mood istrinya .
Pukul 07.30 Azzam sudah berangkat ke kantor karena ada meeting pagi . Aisyah mengantar suaminya sampai Azzam masuk ke dalam mobil .
Sepeninggalan Azzam , Aisyah mengisi waktunya dengan menonton televisi dan ditemani cemilan -cemilan kue kering dengan beragam bentuk yang pastinya sangat enak .
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10.00 . Aisyah merasa bosan . Dia pun pergi ke dapur . Untuk melihat dua pegawainya yang sedang menyiapkan makan siang .
Awalnya Aisyah hanya mengamati mereka , namun lama -lama keinginannya untuk memasak pun muncul . Dia ingin memasak sesuatu dan berencana membawa masakannya ke kantor sang suami .
" Eiit Non , mau ngapain ? " tanya Bi Nur saat melihat Aisyah memegang pisau dapur .
" Saya mau masak Bi ! " Sahut Aisyah membuat Bi Nur dan Bi Imah saling pandang .
" Non mau masak apa , nanti Bi Imah yang masakkin !" Kata Bi Imah lembut.
" Saya mau masak sup ayam ,Bi !" sahut Aisyah
" Ya sudah . Non duduk saja . Nanti saya masak sup ayam untuk Non ! " Kata Bi Imah lagi
" Saya masak sendiri aja Bi. Nggak papa . Lagian saya sudah lama nggak masak ! " Kata Aisyah yang kekeh pada pendiriannya .
" Tapi ,Non ...." kata Bi Imah.
" Nggak papa , BiI Imah sama Bi Nur bantu siapkan bahan -bahannya aja ." Kata Aisyah memotong ucapan Bi Imah .
" Nanti kami kena marah Aden , Non ! " Kata Bi Nur .
" Nggak , Saya pastikan dia nggak akan marah !" Sahut Aisyah sambil tersenyum .
Bi Nur dan Bi Imah tidak bisa membantah ucapan majikan mereka . Keduanya pun membantu Aisyah menyiapkan bahan -bahan untuk membuat masakan sup ayam .
Berkat bantuan keduanya . Masakan Aisyah pun sudah matang dan siap di santap . Aisyah pun mengambil sebuah rantang untuk membawa masakkannya itu ke kantor Azzam . Aisyah ingin memberikan surprise kepada sang suami .
Setelah semua siap , Aisyah menganti bajunya dan dengan senyum bahagia Aisyah melangkah menuju halaman rumah sambil membawa rantang berisi sop ayam untuk suami tercinta .
" Mau kemana Bu ? " Tanya Pak Jai saat melihat Aisyah keluar dari rumah .
" Saya mau ke kantor Mas Azzam. Pak Jai antar saya ,ya ! " Kata Aisyah .
" Oh siap Bu ! " Kata Pak Jai lalu mendahului melangkah menuju mobil .
" Silahkan masuk Bu ! "kata Pak Jai sambil membukakan pintu mobil .
" Iya .Terima kasih !" Sahut Aisyah .
Mobil mereka perlahan meninggalkan halaman rumah dan berbaur dengan kendaraan lain di jalan raya .
" Rasanya lama sekali saya nggak naik mobil ini !" Kata Aisyah sambil mengamati setiap inci dalam mobil merahnya itu .
" Iya Bu . Kan ibu selalu keluar sama Pak Bos , pakai mobilnya Pak Bos , kadang pake Si Putih juga ." Sahut Pak Jai yang juga merasa jarang sudah mengantar majikannya itu .
Yang sering dia antar akhir -akhir ini , hanyalah Bi Imah atau pun Bi Nur pergi ke pasar dan supermarket untuk membeli keperluan rumah tangga .
Aisyah tersenyum mendengar ucapan Pak Jai . Sikap overprotektif suaminya selama dia hamillah yang membuat suasananya berbeda sekarang .
" Pak Bos sudah tau , kalau ibu sekarang on the way ke kantor ? " tanya Pak Jai .
" Nggak Pak ! Saya mau ngasih surprise ke dia ." Kata Aisyah sambil tersenyum .
" Ohh gitu ! Tapi kalo Pak Bos lagi nggak di kantor , gimana Bu ? " Tanya Pak Jai lagi
"Pak Jai , Pak Bos mu itu kalo mau meeting ke luar kantor dia selalu ngasih tau saya . Sampai sekarang dia nggak telpon saya ngabarin apa -apa , jadi bisa di pastikan kalo dia ada di kantor ." Jawab Aisyah sambil tersenyum .
Pak Jai menganguk -ngangukan kepala dan tersenyum .Pak Jai salut akan keharmonisan rumah tangga majikannya itu . Yang selalu saling menunjukkan kasih sayang satu sama lain .
Siang itu beruntung sekali tidak ada kemacetan , sehingga kurang dari tiga puluh menit mereka sudah sampai di areal parkir kantor .
" Pak Jai langsung pulang aja , saya nanti pulang bareng Mas Azzam ." Kata Aisyah saat keluar dari dalam mobil .
Pak Jai pun menuruti perintah sang majikan untuk langsung pulang . Sementara Aisyah melangkah masuk ke dalam gedung mewah yang merupakan kantor milik suaminya .
Suasana kantor Azzam saat itu sedang ramai , banyak para karyawan yang lalu lalang karena sudah memasuki waktu istirahat makan siang .
Semua karyawan yang perpapasan menyapa dan memberikan penghormatan mereka kepada sosok perermpuan bercadar yang sudah sangat mereka kenal yaitu Aisyah yang merupakan istri dari pemilik kantor itu .
Aisyah langsung menuju ruangan sang suami . Sebelum sampai ke ruangan Azzam Aisyah bertemu Anggie .
__ADS_1
" Assalamualaikum ,Bu Bos ! " Sapa Anggie
" Waalaikumsalam ibu sekretaris Bos ." Sahut Aisyah membuat keduanya tertawa bersama .
" Wiih bawa apa tu ? " tanya Anggie saat melihat Aisyah membawa sebuah rantang .
" Ada deh ! " sahut Aisyah .
" Iya deh , spesial buat my husbant ya ? " Tanya Anggie
Aisyah mengangguk .
" Pak Bos ada di dalam ruangannya , tapi dia ada tamu ." Kata Anggie lagi
" Tamu ? " kata Aisyah .
" Iya , perempuan katanya keluarga Pak Bos ." jelas Anggie .
" Ohh , tolong panggilkan OB ya untuk bawakan piring sama sendok ke ruangan Mas Azzam ." Kata Aisyah .
" Siap Bu Bos !" Sahut Anggie lalu melangkah menuju lift .
Aisyah melangkah mendekati ruang kerja suaminya . Entah mengapa jantungnya berdebar -debar . Penjelasan Anggie tentang seorang tamu perempuan yang mengaku keluarga Azzam mengganggu pikirannya . Siapa sosok perempuan itu .
Sampai di depan ruangan Azzam , Aisyah merasa ragu untuk melanjutkan langkahnya . Sayup -sayup terdengar suara Azzam yang sedang ngobrol dengan seseorang .
Dari celah pintu yang tidak tertutup rapat Aisyah melihat sosok perempuan itu . Jantung Aisyah berdetak dua kali lebih cepat . Tubuh Aisyah bergetar teringat kejadian beberapa waktu yang lalu .
Perempuan yang datang ke kantor Azzam saat itu adalah Fanya . Fanya yang pernah hampir merusak rumah tangga mereka.
Hati Aisyah sakit teringat kejadian beberapa tahun yang lalu . Aisyah mengulang -ngulang kalimat istigfar didalam hati agar bisa membuat hatinya tenang .
" Astagfirullah , apa yang dia lakukan disini ? Ngapain dia ketemu Mas Azzam ? . Mas Azzam juga kayaknya santai aja ngobrol sama dia ." Batin Aisyah .
Aisyah yang belakangan ini lebih sensitif . Munculah berbagai macam dugaan yang memenuhi pikirannya . Hatinya sakit sekali melihat Azzam berduaan dengan Fannya .
Tanpa sadar air matanya mengalir membasahi pipi . Karena tidak tahan dengan rasa sakit hatinya , Aisyah pun memutuskan untuk pergi .
Aisyah mempercepat langkahnya keluar dari kantor menuju parkiran . Sampai diparkiran dia bingung sendiri mau kemana .
" Pak Jai masih disini ? " Tanya Aisyah
" Iya Bu , Tadi saya ..."
" Antar saya pulang !" potong Aisyah .
Melihat tingkah majikannya yang berbeda dari biasanya . Membuat Pak Jai bergegas melangkah menuju tempat mobilnya terparkir .
Dalam perjalan pulang. Aisyah tidak berbicara . Dari spion dalam Pak Jai melihat majikannya itu sedang menangis .
" Ya Allah ,, apa yang sudah terjadi , tadi Ibu semangat sekali , ceria sekali , sekarang kenapa dia terlihat sedih,." Batin Pak Jai .
Pak Jai pun tidak berani memulai membicaraan dia hanya fokus pada jalur di depan dan sesekali melirik Aisyah dari kaca spion .
Sesampainya di rumah Aisyah langsung masuk ke kamarnya . Sementara Pak Jai pergi ke dapur mengantar rantang yang dibawa Aisyah tadi .
" Kenapa Pak Jai ? " Tanya Bi Nur yang saat itu sedang membersihkan meja makan melihat Pak Jai yang duduk bersandar di sebuah kursi .
" Entahlah Bi , saya juga bingung." Sahut Pak Jai .
" Lho ini rantang masih ada isinya. Pak Bos nggak ada di kantor kah ? " Tanya Bi Imah yang tadinya ingin mencuci rantang itu .
"Sepertinya ada masalah antara Pak Bos dan Ibu." sahut Pak Jai .
" Masalah ?maksudnya ? " Tanya Bi Imah
Pak Jai lalu menceritakan tentang Aisyah yang tampak kebingungan di areal parkir. Aisyah yang hanya menangis tidak berbicara sepatah kata pun saat mereka balik dari kantor Azzam .
" Astagfirullah , sepertinya ada huru hara lagi ni . " sahut Bi Nur .
" Kita berdoa saja , semoga masalah mereka segera terselesaikan." kata Bi Imah .
" Amin." Sahut Bi Nur dan Pak Jai hampir bersamaan .
" Tunggu , kalo gitu ceritanya , berarti Non Aisyah belum makan siang ." kata Bi Nur .
"Iya , ya . Kalo gitu biar saya bawain makanan ke kamar Non Aisyah ." kata Bi Imah .
__ADS_1
Bi Imah lalu menyiapkan semangkuk sup dan segelas air putih yang diletakkan di atas sebuah nampan . Dan langsung melangkah menuju kamar majikannya . Sedangkan Bi Nur menyiapkan makan siang untuk Pak Jai .
Tok tok tok
Bi Imah mengetuk pintu kamar Aisyah .
" Non , Bibi bawain makan siang untuk Non , Non belum makan kan , Kasian babynya Non ." Kata Bi Imah yang masih di depan pintu
Pintu kamar terbuka . Dari raut wajah Aisyah tampak jelas kalau di habis menangis .
" Letakan di meja aja Bi . Nanti saya makan ." Kata Aisyah sambil menunuk meja di dekat sofa .
"Di makan sekarang saja ,Non. Mumpung masih hangat. " Bujuk Bi Imah .
" Iya Bi . Saya makan. " sahut Aisyah .
" Beneran ya , Non ! " Kata Bi Imah lagi .
Aisyah mengangguk .
" Kalo gitu saya balik ke dapur dulu
" Kata Bi Imah .
Aisyah kembali menganggukan kepala . Setelah Bi Imah keluar Aisyah menutup kembali pintu kamarnya . Lalu duduk di sofa memandangi sup ayam buatannya itu
" Harusnya sekarang kita makan berdua ,Hubby ." Lirih Aisyah . Air matanya kembali mengalir .
" Sampai sekarang , Hubby nggak juga telpon Ais .Ngapain aja sich sama Fanya sampai Hubby lupa sama Ais. " Kata Aisyah semakin sedih .
***
Di kantor Azzam.
Tok tok tok
" Ngapain lagi tu perempuan balik ! " Kata Azzam kesal .
Saat itu Fanya sudah pergi dari ruangan itu . Baru saja Azzam menutup pintu . Pintu di ketuk lagi .
Dengan sedikit kesal Azzam membuka pintu
" Ada apa lagi ! " kata Azzam .
Azzam mengira yang mengetuk pintu adalah Fanya , namun saat pintu terbuka tampak seorang OB membawa nampan berisi, piring , sendok dan dua gelas jus jeruk hangat .
" Maaf ,Pak Bos . Ini saya mau mengantar ini di suruh Bu Anggie ! " Kata seorang OB dengan wajah sedikit gugup .
Azzam mengerutkan kening melihat apa yang di bawa OB itu .
" Untuk apa ? " Tanya Azzam
" Tadi bilang Bu Anggie . Pak Bos sama Ibu mau makan di ruangan ." Tutur OB itu lagi .
" Ibu ? Maksudnya ?Ya sudah letakan di meja ." Kata Azzam..
Azzam merasa tidak enak hati . Dia lalu mengambil ponselnya dan menelpon Anggie .Sedangkan OB tadi keluar dari ruangan Azzam
" Ngie , kamu suruh OB antar piring sama sendok dan Jus keruangan saya ? " Tanya Azzam saat sambungan telpon tersambung .
" Iya Pak Bos . Tadi Bu Aisyah yang minta saya untuk di antakan piring sama sendok . Emangnya kenapa Pak ? Ada masalah ?" tanya Anggie
" Maksud kamu istri saya ada di sini ?" Tanya Azzam yang semakin tidak enak hati .
" Iya , tadi papasan sama saya di depan ruangan, pas saya mau keluar . Bu Aisyah bawa rantang . Sepertinya Bu Aisyah bawa makan untuk Pak Bos ." Tutur Anggie .
" Ya Allah , tadikan ada Fanya , jangan -jangan Dek Aisyah salah paham ." Batin Azzam .
" Pak Bos , apa ada masalah ? " Tanya. Anggie saat Azzam hanya diam saja .
" Tidak . Tidak papa . Terima kasih ya ." Kata Azzam lalu menutup telpon .
" Dek Aisyah pasti salah paham ." Kata Azzam lalu mencoba menelpon Aisyah namun tidak ada jawaban
Dia pun bergegas meninggalkan ruangannya .
...Bersambung ...
__ADS_1