
Tadi kakak habis telponan sama mas Farhan , trus mau ambil minum ke dapur liat kamu jalan dari kamar Adek , kakak iseng ngikuti aja " Jawab Anisa sambil tersenyum
" Trus nguping ?"
" Begitulah ,,,tapi ngomong - ngomong kakak penasaran siapa sich gadis yang sudah berhasil membuat kamu jatuh cinta ? " goda Anisa
" Yang pastinya dia baik , cantik , pokoknya nanti deh...fokus ke acara Adek aja dulu kak " kata Ahmad .
"Jadi gak mau ngasih tau kakak ni , kakak besok balik lho " kata Anisa membujuk
Ahmad menggelengkan kepala .
" Tapi dia orang sini juga kah ?"
" Emangnya kenapa ?"
" Gini , Adek kan bentar lagj menikah , pasti dia ikut suaminya , kalo calon istrimu orang sini juga, tinggal di rumah ini aja, kasian Ayah sama ibu nanti kesepian , tinggal berdua aja di rumah ini " kata Anisa
" Iya kak , Insya Allah saya akan tetap tinggal di rumah ini kalo saya nanti menikah " jawab Ahmad
" Baguslah , Gak kerasa ya , Bang , Aisyah yang dulunya masih kecil sekarang sudah mau jadi istri orang " kata Anisa lalu mengambil sebuah foto yang diletakkan Ahmad di atas meja . Di foto itu tampak 2 orang anak memakai seragam SD keduanya adalah Anisa dan Ahmad bersama 1 anak balita yang tidak lain adalah Aisyah. Waktu itu Aisyah berusia sekitar 3 tahun .
" Iya , ya , waktu begitu cepat berlalu , " kata Ahmad . Selintas terbayang masa -masa kecil mereka .
Anisa pun jadi terharu ketika teringat kenangan masa kecil mereka , butiran air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya .Anisa dan Ahmad sangat menyayangi Aisyah .
"Oalah..kok kita jadi mewek gini ya , kalo ada adek pasti di ketawain kita ni " kata Ahmad yang juga tak sadar meneteskan air mata ., buru -buru dia mengusapnya
" Kakak rasa Azzam orang yang baik , semoga saja dia bisa memberikan kebahagian untuk adik kita , Bang " Kata Anisa sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya
" Itu juga yang Abang harapkan , Kak " sahut Ahmad
" Okelah kalo begitu , kamu juga gak mau ngasih tau siapa gadis itu , kakak mau ke kamar dulu , udah ngantuk " kata Anisa lalu beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar meninggalkan Ahmad yang masih duduk di atas kasur .
Sesampainya dikamar , Anisa mencium kening kedua anaknya Dira dan Dika yang sudah tertidur pulas , ditemani pengasuh mereka mba Inah , lalu ikut berbaring di samping keduanya dan mulai terlelap .
***
Ditempat lain Azzam dan Aldi pun belum bisa memejamkan mata mereka. Azzam terus memandangi wajah Aisyah yang ada dilayar ponselnya .
" Sabar bro , 2 minggu aja lagi " kata Aldi
" Saya sekarang kuatir , " kata Azzam , dia lalu menceritakan tentang Siska .
" Soal itu nanti saya bantu untuk mengatasinya , apa perlu tu cewek kita sekap dulu biar gak bisa macem -macem " kata Aldi yang ikut kesal mendengar cerita Azzam .
" Jangan , kita berurusan sama polisi nanti ,
__ADS_1
Saya sudah suruh anak buah saya mengawasi gerak geriknya , termasuk sekutunya di rumah ini " kata Azzam
" Sekutu . Maksudmu Tante Mia ? "
" Iya , siapa lagi , Tante Mia ,"
"Wah..kalo gitu , kamu harus hati -hati "
" Sekarang saya kuatir sama Aisyah dan keluarganya , Siska itu nekad.."
" Kamu sudah cerita ke Aisyah tentang Siska ?"
Azzam menggeleng
" Ya , ampun , kenapa gak cerita ? Sebelum dia tau dari orang lain , dia harus tau dari kamu , ntar kalo Siska nekat nemui Aisyah ngomong macem -macem gimana ?"
" Itulah yang buat saya galau sekarang , gimna caranya saya ngasih tau Aisyah , Hari H nanti kita baru boleh ketemu "
" Aduh , ribet , kenapa juga pake syarat gak ketemu segala , " Aldi menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
"Atau kamu coba bicarakan dengan keluarganya saja , seperti waktu kamu ngomong mau ta'aruf dia dulu "
" O iya ..ya , Abang Ahmad dekat sama Aisyah , nanti saya ngomong sama dia saja . Besok saya mau ajak dia ketemuan "
" Iya , lebih cepat lebih baik "
" Jadi Ozi yang memata - matai Siska ?"
Azzam mengangguk dan mengisyaratkan Aldi untuk diam dulu
Ketika sambungan telpon tersambung , terdengar suara Ozi mengucapkan salam
" Waalaikumsalam , gimana hari ini ?"
" Hari ini tidak ada aktifitas yang mencurigakan bos , aman saja , "
" Baiklah , tapi kamu jangan sampai lengah"
" Siap , Bos "
Setelah mengucapkan salam Azzam menutup telpon
" Gimana ?" tanya Aldi penasaran
"Ozi bilang hari ini tidak ada aktifitas yang mencurigakan ."
" Baguslah , "
__ADS_1
Malam semakin larut , akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur . Malam itu Aldi menginap di rumah Azzam . Keduanya walaupun bukan saudara kandung , tapi sudah seperti saudara. Aldi juga sekarang sedang meneruskan perusahaan orang tuanya. Kedua orangnya sudah meningggal beberapa tahun yang lalu .
***
Keesokan harinya Azzam pun bertemu dengan Ahmad di sebuah cafe yang tidak jauh dari kantor Ahmad .
" Begini ,Bang , ada sesuatu yang mau saya ceritakan , haruanya ini saya bicarakan langsung sama dek Aisyah, tapi kan gak boleh ketemu dulu " kata Azzam memulai pembicaraan
" Apa ada masalah ?"
" Sedikit " Azzam lalu menceritakan tentang Siska yang sekarang berusaha mendekatinya lagi dan rencana Siska yang di ketahui dari orang suruhannya
" Saya khawatir , Siska menemui dek Aisyah membuat dia salah paham "
" Saya ngerti maksud kamu , tapi kamu sudah tidak punya perasaan apa -apa lagi kan sama Si Siska ini ?"
" Tidak Bang , Dek Aisyah apa kabar ?"
" Baik , seperti biasa dia bantu -bantu ibu masak , beres -beres rumah " Jawab Ahmad
"Nanti kalo ada apa -apa kabari saya ya , Bang ! "
" Iya , jangan khawatir " Kata Ahmad sambil tersenyum
Setelah dirasa cukup obrolan mereka , Ahmad pun balik ke kantornya begitu juga Azzam dia pun pergi ke kantornya .
Begitu sampai di parkiran kantor , ponselnya berdering , tampak nama Ririn munculndi layar ponsel itu .
" Assalamualaikum , Pak Bos lagi dimana ?" tanya Ririn
"Waalaikumsalam , ini baru sampai di parkiran kantor , kenapa ?"
" Ini Pak Bos , ada Mbak Siska nungguin "
"Dia masuk ruangan saya lagi ?"tanya Azzam dengan suara meninggi
" Tidak , Pak Bos . "
"Oke , saya segera masuk " kata Azzam lalu menutup telpon .
" Ada apa lagi dia menemui saya ? , Ya Allah kenapa dia harus muncul lagi kehidupan saya ? Jangan biarkan dia merusak kebahagian saya dan Dek Aisyah " kata Azzam bicara sendiri .
Saat itu dia tidak langsung masuk ke kantornya , dia masih berada di dalam mobil . Setelah dirasa agak tenang Azzam pun keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor .
Seperti biasa dengan senyum yang berkharisma dia menyapa siapa saja yang ditemuinya saat berjalan menuju ruangannya, di lihatnya Siska sedang duduk di sofa depan ruangannya .
Melihat kedatangan Azzam , Siska tersenyum lalu bangun dari duduknya berjalan mendekati Azzam .
__ADS_1