Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 38 Obrolan Dua Saudara


__ADS_3

Tadi kakak habis telponan sama mas Farhan , trus mau ambil minum ke dapur liat kamu jalan dari kamar Adek , kakak iseng ngikuti aja " Jawab Anisa sambil tersenyum


" Trus nguping ?"


" Begitulah ,,,tapi ngomong - ngomong kakak penasaran siapa sich gadis yang sudah berhasil membuat kamu jatuh cinta ? " goda Anisa


" Yang pastinya dia baik , cantik , pokoknya nanti deh...fokus ke acara Adek aja dulu kak " kata Ahmad .


"Jadi gak mau ngasih tau kakak ni , kakak besok balik lho " kata Anisa membujuk


Ahmad menggelengkan kepala .


" Tapi dia orang sini juga kah ?"


" Emangnya kenapa ?"


" Gini , Adek kan bentar lagj menikah , pasti dia ikut suaminya , kalo calon istrimu orang sini juga, tinggal di rumah ini aja, kasian Ayah sama ibu nanti kesepian , tinggal berdua aja di rumah ini " kata Anisa


" Iya kak , Insya Allah saya akan tetap tinggal di rumah ini kalo saya nanti menikah " jawab Ahmad


" Baguslah , Gak kerasa ya , Bang , Aisyah yang dulunya masih kecil sekarang sudah mau jadi istri orang " kata Anisa lalu mengambil sebuah foto yang diletakkan Ahmad di atas meja . Di foto itu tampak 2 orang anak memakai seragam SD keduanya adalah Anisa dan Ahmad bersama 1 anak balita yang tidak lain adalah Aisyah. Waktu itu Aisyah berusia sekitar 3 tahun .


" Iya , ya , waktu begitu cepat berlalu , " kata Ahmad . Selintas terbayang masa -masa kecil mereka .


Anisa pun jadi terharu ketika teringat kenangan masa kecil mereka , butiran air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya .Anisa dan Ahmad sangat menyayangi Aisyah .


"Oalah..kok kita jadi mewek gini ya , kalo ada adek pasti di ketawain kita ni " kata Ahmad yang juga tak sadar meneteskan air mata ., buru -buru dia mengusapnya


" Kakak rasa Azzam orang yang baik , semoga saja dia bisa memberikan kebahagian untuk adik kita , Bang " Kata Anisa sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya


" Itu juga yang Abang harapkan , Kak " sahut Ahmad


" Okelah kalo begitu , kamu juga gak mau ngasih tau siapa gadis itu , kakak mau ke kamar dulu , udah ngantuk " kata Anisa lalu beranjak dari duduknya berjalan keluar kamar meninggalkan Ahmad yang masih duduk di atas kasur .


Sesampainya dikamar , Anisa mencium kening kedua anaknya Dira dan Dika yang sudah tertidur pulas , ditemani pengasuh mereka mba Inah , lalu ikut berbaring di samping keduanya dan mulai terlelap .


***


Ditempat lain Azzam dan Aldi pun belum bisa memejamkan mata mereka. Azzam terus memandangi wajah Aisyah yang ada dilayar ponselnya .


" Sabar bro , 2 minggu aja lagi " kata Aldi


" Saya sekarang kuatir , " kata Azzam , dia lalu menceritakan tentang Siska .


" Soal itu nanti saya bantu untuk mengatasinya , apa perlu tu cewek kita sekap dulu biar gak bisa macem -macem " kata Aldi yang ikut kesal mendengar cerita Azzam .


" Jangan , kita berurusan sama polisi nanti ,

__ADS_1


Saya sudah suruh anak buah saya mengawasi gerak geriknya , termasuk sekutunya di rumah ini " kata Azzam


" Sekutu . Maksudmu Tante Mia ? "


" Iya , siapa lagi , Tante Mia ,"


"Wah..kalo gitu , kamu harus hati -hati "


" Sekarang saya kuatir sama Aisyah dan keluarganya , Siska itu nekad.."


" Kamu sudah cerita ke Aisyah tentang Siska ?"


Azzam menggeleng


" Ya , ampun , kenapa gak cerita ? Sebelum dia tau dari orang lain , dia harus tau dari kamu , ntar kalo Siska nekat nemui Aisyah ngomong macem -macem gimana ?"


" Itulah yang buat saya galau sekarang , gimna caranya saya ngasih tau Aisyah , Hari H nanti kita baru boleh ketemu "


" Aduh , ribet , kenapa juga pake syarat gak ketemu segala , " Aldi menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


"Atau kamu coba bicarakan dengan keluarganya saja , seperti waktu kamu ngomong mau ta'aruf dia dulu "


" O iya ..ya , Abang Ahmad dekat sama Aisyah , nanti saya ngomong sama dia saja . Besok saya mau ajak dia ketemuan "


" Iya , lebih cepat lebih baik "


" Jadi Ozi yang memata - matai Siska ?"


Azzam mengangguk dan mengisyaratkan Aldi untuk diam dulu


Ketika sambungan telpon tersambung , terdengar suara Ozi mengucapkan salam


" Waalaikumsalam , gimana hari ini ?"


" Hari ini tidak ada aktifitas yang mencurigakan bos , aman saja , "


" Baiklah , tapi kamu jangan sampai lengah"


" Siap , Bos "


Setelah mengucapkan salam Azzam menutup telpon


" Gimana ?" tanya Aldi penasaran


"Ozi bilang hari ini tidak ada aktifitas yang mencurigakan ."


" Baguslah , "

__ADS_1


Malam semakin larut , akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur . Malam itu Aldi menginap di rumah Azzam . Keduanya walaupun bukan saudara kandung , tapi sudah seperti saudara. Aldi juga sekarang sedang meneruskan perusahaan orang tuanya. Kedua orangnya sudah meningggal beberapa tahun yang lalu .


***


Keesokan harinya Azzam pun bertemu dengan Ahmad di sebuah cafe yang tidak jauh dari kantor Ahmad .


" Begini ,Bang , ada sesuatu yang mau saya ceritakan , haruanya ini saya bicarakan langsung sama dek Aisyah, tapi kan gak boleh ketemu dulu " kata Azzam memulai pembicaraan


" Apa ada masalah ?"


" Sedikit " Azzam lalu menceritakan tentang Siska yang sekarang berusaha mendekatinya lagi dan rencana Siska yang di ketahui dari orang suruhannya


" Saya khawatir , Siska menemui dek Aisyah membuat dia salah paham "


" Saya ngerti maksud kamu , tapi kamu sudah tidak punya perasaan apa -apa lagi kan sama Si Siska ini ?"


" Tidak Bang , Dek Aisyah apa kabar ?"


" Baik , seperti biasa dia bantu -bantu ibu masak , beres -beres rumah " Jawab Ahmad


"Nanti kalo ada apa -apa kabari saya ya , Bang ! "


" Iya , jangan khawatir " Kata Ahmad sambil tersenyum


Setelah dirasa cukup obrolan mereka , Ahmad pun balik ke kantornya begitu juga Azzam dia pun pergi ke kantornya .


Begitu sampai di parkiran kantor , ponselnya berdering , tampak nama Ririn munculndi layar ponsel itu .


" Assalamualaikum , Pak Bos lagi dimana ?" tanya Ririn


"Waalaikumsalam , ini baru sampai di parkiran kantor , kenapa ?"


" Ini Pak Bos , ada Mbak Siska nungguin "


"Dia masuk ruangan saya lagi ?"tanya Azzam dengan suara meninggi


" Tidak , Pak Bos . "


"Oke , saya segera masuk " kata Azzam lalu menutup telpon .


" Ada apa lagi dia menemui saya ? , Ya Allah kenapa dia harus muncul lagi kehidupan saya ? Jangan biarkan dia merusak kebahagian saya dan Dek Aisyah " kata Azzam bicara sendiri .


Saat itu dia tidak langsung masuk ke kantornya , dia masih berada di dalam mobil . Setelah dirasa agak tenang Azzam pun keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam kantor .


Seperti biasa dengan senyum yang berkharisma dia menyapa siapa saja yang ditemuinya saat berjalan menuju ruangannya, di lihatnya Siska sedang duduk di sofa depan ruangannya .


Melihat kedatangan Azzam , Siska tersenyum lalu bangun dari duduknya berjalan mendekati Azzam .

__ADS_1


__ADS_2