Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 82 . Kecemasan Aisyah


__ADS_3

"Ini namanya menjerumuskan " sahut Mala


" Bener tu , ada -ada aja kamu ,Yu " kata Aisyah menimpali


" Jangan -jangan Kamu gitu ya ,Yu ? Ihh Ayu hyper banget sich , pantesan dia sekarang di atas tempat tidur , capek banget ya. Yu ? " Kata Mala sambil tergalak


" Huuss...ini omongannya pada kemana sich ?" Kata Aisyah


" Enggak usah jaim gitu dong , Ais , kita semua tau kok. Kamu sama mas Azzam tu romantis bangeet, depan kita -kita aja begitu , apa lagi kalo kita gak ada , Ayo ngaku ! " Kata Ayu


" Hmm .. Tapi saya gak pernah ciuman kayak tadi lho di depan kalian semua " sahut Aisyah


" Berarti bener Ayu hyper " kata Mala menimpali


" Enggak, enggak kok , saya cuma bercanda , itu tadi karena mas Radik gak sadar kalau kita lagi video call. kalian mau aja di kibulin " Sahut Ayu


Mereka kembali tertawa.


" Kalian udah cek ke dokter kandungan kah ? " tanya Ayu lagi


" Sudah , saya mau pun mas Azzam normal saja " kata Aisyah


" Iya , saya sama Mas Aldi juga baik -baik aja " sahut Mala


" Syukurlah , berarti tinggal prosesnya saja yang kalian perbaiki. Tapi kali ini beneran , baiknya kalian berhubungan pas masa subur. Kalian kan pasti tau masa subur kalian masing -masing . Trus jangan stres , Mas Azzam sama Mas Aldi juga jangan kecapeen kerjanya , itu bisa mengganggu kualitas saat berhubungan lho .Nikmati proses itu , rileks dan jangan lupa banyak berdoa , karena semuanya Allah yang tentukan " kata Ayu


" Jujur , Gaes , saya jadi kuatir, kalo nanti saya gak hamil -hamil , saya takut mas Azzam akan kecewa . Ummy sama Abby juga nampaknya sudah pengen menimang cucu, saya takut tidak bisa memenuhi keinginan mereka . Lagian Mas Azzam kan anak tunggal pastilah ,Ummy sama Abby pengen Mas Azzam punya akan untuk meneruskan keturunan mereka " Kata Aisyah sendu


" Pikiran yang begini -begini ni yang bisa menghambat , Ais kamu jangan banyak mikir , rilex saja " kata Ayu


" Ayu benar , kalo Mas Azzam sendiri gimana ? " Tanya Mala


" Mas Azzam sich bilangnya gak masalah. Bisa bersama saya saja itu sudah cukup baginya , tapikan siapa sich yang gak pengen punya anak ? Saya tau dia ngomong begitu cuma gak mau saya sedih aja ." lanjut Aisyah


" Okey gini ya Beb, Suami kamu tu responnya bagus , dia gak mau kamu stres ,kalau kamu berpikiran seperti itu terus , kamu akan sulit untuk hamil , Beb. Percaya deh ? " kata Ayu lagi. Dia ikut prihatin akan sikap Aisyah


" Ayu bener. Ais , kamu harus enjoi , positif thingking aja , mungkin untuk saat ini belum , tapi nanti , kan kamu belum di vonis gak bisa hamil kan , yang di vonis gak bisa hamil aja masih bisa hamil ,intinya semuanya atas kehendak Allah . Jadi udah jangan pikir yang macem -macem lagi " Kata Putri


" Tuh dengerin kakak ipar ngomong " Kata Mala membuat yang lain tergelak , dan Aisyah kembali tersenyum


" Nah gitu dong , senyum ,kan enak di liatnya , ingat ya jangan stres dan tetap semangat tuk memprosesnya . Kalo perlu kamu yang minta duluan ." kata Ayu lagi sambil tertawa .


" Dengar kamu La, bilang Ayu minta duluan " Sahut Aisyah ikut tertawa .


" Ogah ikuti omongan Ayu " Sahut Mala pula .


" Ganti topik dong , masa yang begituan di omongin terus " kata Putri lagi .


" Bener tu , " Sahut Mala .


Obrolan mereka pun beralih ke rencana mereka mau ngumpul bareng lagi bulan depan , karena sudah hampir 2 bulan mereka semua tidak bertemu langsung.


***


Setelah telponan dengan sahabatnya , Aisyah lalu pergi ke dapur , dia mau memasak untuk makan siang suaminya .tentunya masak makanan kesukaan suaminya . Rencana nya dia akan ke kantor Azzam dan makan siang bersama -sama di sana .


Selesai sholat dzuhur , Aisyah berangkat . Dia sengaja tidak memberitahu Azzam kalau dia akan ke kantor . Karena terburu -buru ,Aisyah meninggalkan ponselnya .


Di kantor Azzam menelpon istrinya , namun tidak ada jawaban . Di cobanya berkali -kali tidak ada jawaban juga .


" Sudalhlah Pak , Istri anda tidak akan marah , kita kan cuma makan siang " Kata Seorang wanita yang bernama Julia saat itu dia ada di ruangan Azzam .


Julia adalah anak rekan bisnis Azzam . Karena Ayahnya tidak bisa hadir untuk meeting hari itu , jadi Julia yang datang menhgantikan .Pertama bertemu Azzam , Julia langsung terpesona akan kharisma yang di miliki Azzam . Dia merasa kecewa ketika mengetahui Azzam sudah menikah .


Penampilan Julia hampir sama seperti Siska , selalu mengumbar auray mereka . Hal itu membuat Azzam merasa risih . Walaupun cantik Azzam tidak akan pernah tergoda pada perempuan yang selalu mengumbar auratnya .


Tentunya di dalam ruangan itu Azzam tidak berdua dengan Julia saja .Selalu ada Ririn atau stap lainnya mendampinginya saat meeting dengan rekan bisnisnya .


Saat itu Julia mengajaknya untuk makan siang . Azzam bersedia tapi dia harus menelpon istrinya dulu .


" Coba telpon orang rumah Pak Bos ? " Kata Ririn


"Bos mu payah, takut sama istri " Kata Julia setengah berbisik pada Ririn .


" Bukan takut istri , tapi lebih ke menghargai perasaan istrinya " Kata Ririn lantang membuat Azzam menatapnya .


Ririn juga merasa risih dengan sikap genit Julia yang tampak seperti ingin menggoda Azzam .


Azzam tersenyum menatap Ririn . Dan mengacungkan jempolnya . Sementara Julia menunduk malu , dia kesal dengan sikap Ririn .


"Hallo , Asalamualaikum Bik , ! Sapa Azzam menelpon Bi Imah


" Waalaikumsalam , Ada ap Den ?"


" Istri saya ada di rumah kah ? "


" Oh , Non Aisyah , keluar tadi ,Den . "


"Dia gak bilang kemana gitu ?"


" Enggak ,Den " Kata Bi Imah berbohong. Padahal dia tau Aisyah tadi bilang mau ke kantor suaminya .karena Aisyah sendiri yang bilang mau kasih kejutan pada Azzam .


" Oke lah bi , terima kasih ," kata Azzam .


Setelah mengucapkan salam Azzam menutup telpon . Sementara itu Julia tampak tersenyum , dia merasa bahagia bisa makan berdua dengan Azzam .


Namun sayangnya Azzam malah mengajak Ririn ikut bersama mereka .


" Kenapa tidak kita berdua saja " Kata Julia .

__ADS_1


" Saya tidak mau berdosa " Sahut Azzam .


" Maksudnya ?"


" Saya menerima ajakan kamu , karena ayahmu rekan bisnis saya . Trus kenapa saya ajak Ririn , karena kamu bukan muhrim saya . Saya tidak mau berdosa " Kata Azzam lalu melangkah duluan ke luar ruangan .


" Ayo mba , Pak Azzam tidak suka menunggu " Kata Ririn dengan senyum nyengirnya . Menyusul Azzam keluar ruangan


" Pak Bos gak akan tergoda sama perempuan seperti kamu " Bisik hati Ririn .


" Gagal deh berduaan sama dia " Gerutu Julia .lalu melangkah mengikuti keduanya .


Di mobil Azzam yang duduk di samping Riko memerintahkan untuk mengikuti arah mobil Julia menuju sebuah restoran . Riko melirik Ririn yang duduk dibelakangnya . Lalu tersenyum . Dia mulai tertarik pada kecantikan Ririn .


Sekitar 10 menit keluar dari areal kantor , Mobil Aisyah masuk. Aisyah turun dari mobil dengan membawa rantang berisi makanan untuk suaminya .dan melangkah masuk ke gedung megah itu .


" Assalamualaikum Bu Aisyah . " Sapa salah satu karyawan yang sudah mengenal istri Pak Bos mereka itu .


" Waalaikumsalam " jawab Aisyah ramah .


Aisyah terus melangkah menuju lift ke lantai palling atas tempat ruangan Azzam. Saat keluar lift Aisyah berpapasan dengan Ozi .


" Bu , Ibu disini ?"


" Iya kenapa ? , Suami saya ada di ruangannya ? "


" Maaf bu, Pak Bos baru aja keluar sama Ririn di ajak rekan bisnisnya makan siang di luar .


" Ohh gitu "Aisyah sedikit kecewa


" Tadi Pak Bos coba nelpon ibu tapi gak di angkat "


" Oh ya , astaga , mungkin ponsel saya ketinggalan di rumah " Kata Aisyah ketika menyadari ponselnya tidak ada di dalam tasnya .


" Pantesan , Pak Bos telpon ibu gak angkat . "


" Ya sudah , kalo gitu saya tunggu dia di ruangannya "


" Oke bu , silakan . Nanti saya kabari Pak Bos kalo ibu ada di sini "


" Okey , tapi jangan langsung di kabari , tunggu kira -kira di udah selesai makan baru kamu telpon dia , " Kata Aisyah lalu melangkah masuk ke ruangan Azzam .


" Baik Bu " kata Ozi sambil tersenyum .Ozi paham maksud Aisyah. Kalau dia langsung menelpon Pak Bosnya sekarang . Pasti Pak Bosnya akan langsung balik ke kantor meninggalkan koleganya . Ozi paham betul sifat Pak Bosnya itu . Dalam urusan apa pun dia lebih mengutamakan istrinya .


" Bu Aisyah pengertian sekali . Padahal dia sudah bawakan makanan untuk Pak Bos , pantesan Pak Bos sangat sayang sama istrinya.. " Bisik hati Ozi .


Ozi keluar ruangannya tadi pun karena Azzam memintanya untuk mencari tau di mana keberadaan istrinya . Beruntung dia bertemu Aisyaj ketika akan masuk lift, kalau tidak dia pasti akan pusing sendiri di buat Pak Bosnya .


Di dalam ruangan suaminya Aisyah meletakkan rantang yang dia bawa di atas meja . Saat itu Aisyah merasa lapar tapi dia tidak nafsu makan , tadinya dia herharap bisa makan bersama suaminya tapi sekarang suaminya sedang makan di luar . Aisyah pun tidak bisa apa -apa , karena dia sendiri datang tanpa sepengetahuan Azzam .


Tidak lama kemudian masuk seorang OB membawa minuman untuk Aisyah . Dia meletakannya di atas meja .


" Iya , terima kasih " Jawab Aisyah dengan senyum manisnya . Dan meneguk minuman itu .


OB itu pun pamit keluar. Aisyah merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menonton acara TV. Rasa mengantuk mulai menyerangnya , dan akhirnya Aisyah terlelap .


Sementara itu di restoran , Julia yang tadinya berharap bisa makan siang romantis bersama Azzam harus mengubur dalam -dalam harapannya itu karena ada Ririn dan Riko di antara mereka .


Azzam begitu mencemaskan istrinya , sampai -sampai saat makan pun dia masih berusaha menelpon . Azzam pun tampak tidak berselera untuk makan , membuat Julia semakin kesal dan penasaran dengan sosok istri pria yang sudah mencuri perhatiannya .


" Oke nona , terima kasih atas traktiranny .Maaf, Nona Julia . Saya tidak bisa berlama -lama di sini , kerjaan saya masih banyak ," kata Azzam lalu bangun dari duduknya . Diikuti Riko dan Ririn . Mereka bertiga pun meninggalkan Julia yang masih mematung menatap mereka yang kini sudah berada di luar restoran.


" Gimana , Zi ? " Tanya Azzam saat Ozi menelponya . Saat itu Azzam sudah nerada di dalam.mobil .


" Pak Bosi. Bu Aisyah ada di ruangan Pak Bos sekarang "


OzI menjelaskan , pertemuannya dengan Aisyah di depan lift tadi .Azzam menjadi lega .


Azzam menyuruh Riko untuk mempercepat laju mobil mereka . Sesampainya di kantor , Azzam bergegas menuju ruangannya .


Dan di dalam ruangan itu Azzam melihat Aisyah sedang tertidur di atas sofa .Dia lalu mendekati Aisyah . Wajah polos Aisyah membuat Azzam merasa bersalah telah membuat istrinya menunggu bahkan sampai ketiduran .


" Sayang , maaf ya , Hubby gak tau kamu kesini " kata Azzam sambil membelai wajah cantik Aisyah


Azzam melirik sebuah rantang di atas meja. Dia lalu melihat isinya .Azzam tersenyum melihat makan kesukaanya di dalam rantang itu .Aisyah pun kini mulai membuka mata .


" Hubby ? " kata Aisyah saat melihat Azzam duduk di samping .Dan bergegas bangun, mencium tangan suaminya .Dan di balas Azzam dengan mencium kening Aisyah.


" Sayang , maaf ya , kamu jadi nungguin Hubby ! " kata Azzam


" Iya , gak papa , Ais cuci muka dulu ya " kata Aisyah bergegas pergi ke toilet


" Hubby tadi telpon Ais , ya ,? Handpone Ais ketinggalan di rumah " kata Aisyah yang kini sudah duduk lagi di samping suaminya .


"Tadi tu ,Hubby mau ngajak kamu makan sama kolega Hubby , kamu gak bisa di telpon Hubby ajak aja Ririn sama Riko , " kata Azzam


" Kenapa gak makan sama kolega hubby saja ?"


"Makan berdua ? Enggak Sayang , hubby gak mau dosa !"


" Maksudnya ? Kolega hubby perempuan ? Tapi pagi Hubby bilang mau meeting sama Pak , pak siapa tadi ,Ais lupa namanya ? "


" Pak Robert. "


" Iya Pak Robert "


" Masalahnya Pak Robert gak bisa datang . Darah tingginya kumat , makanya dia suruh anaknya menggantikan dia " jelas Azzam


" Hmm. Orangnya pasti cantik kan ? "

__ADS_1


" Cantik , mungkin di mata lelaki lain , tapi buat hubby , perempuan di depan Hubby sekarang lah yang paling cantik " Kata Azzam tersenyum sambil mencubit hidung Aisyah .


" Gombal ! " sahut Aisyah


" Gak gombal tapi fakta sayang , no hoax "


Cup


Azzam mengecup bibir Aisyah


Kruk, kruuuk , kruuk


" Sayang. Kamu belum makan ? "tanya Azzam ketikanmendengarbsuaranperur istrinya .


Aisyah menggelengkan kepala sambil menekan perutnya


" Tadinya Ais mau makan bareng ,Hubby "


" Ya udah , yuk kita makan , nanti hubby suapin " Kata Azzam lalu membuka rantang yang di bawa Aisyah .


Dengan penuh kasih sayang keduanya makan saling suap -suapan . Dan sesekali terdengar mereka tertawa . Setelah selesai Aisyah pun membersihkan bekas mereka makan .


" Hubby masih ada meeting lagi kah ?"


" Ehmmm , gak ada ,kenapa ?"


" Enggak , kalo Hubby masih ada meeting , Aisyah pulang aja ."


" Jangan dong , kita pulang barengan aja , tapi tungguin Hubby ya, masih ada beberapa file yang mau Hubby cek " kata Azzam


" Okey " sahut Aisyah tersenyum


" Hubby lanjut kerja dulu , ini handpone hubby kali aja saya mau liat sosmed, atau apa ! daei pada bengong " Kata Azzam memberikan ponselnya pada Aisyah .


" Gak papa ni , Ais pake handpone hubby ? "


" Sayang, kamu tu , kalau kamu mau Hubby , Hubby siap kok , siap setiap saat " kata Azzam yang tadinya mau melangkah menuju meja kerjanya , membatalkan niatnya dan kembali memeluk Aisyah yang duduk di sampingnya .


" Hubby , jangan mesum ,Ahh, ini di kantor " Kata Aisyah berusaha mengelak .


"Hubby kan masih ada yang mau di kerjakan , kerjain aja dulu , " Kata Aisyah lagi .


" Iya,deh " Kata Azzam lalu bangun dari duduknya dan melangkah ke meja kerjanya .


Azzam mulai mengecek beberapa file, sedangkan Aisyah dengan ponsel Azzam dia mencoba mencari informasi tentang cara cepat hamil . Karena asik membaca artikel -arrikel tentang kehamilan , Aisyah tidak sadar kalau Azzam berada di dekatnya .ikut mengamati artikel yang di baca Aisyah .


" Sayang , kita serahkan semuanya pada Allah . Mungkin sekarang belum rejeki kita " Kata Azzam sambil mencium pipi Aisyah dari belakanh dan duduk di samping Aisyah .


" Hubby ? " Aisyah kaget


Aisyah langsung menutup artikel itu . Dan mengembalikan Handpone suaminya. Azzam mengambil ponsenya lalu meletakkan di atas meja depan mereka . Kemudian dia meraih tangan Aisyah . Mencium kedua punggung tangan istrinya bergantian . Mata Aisyah tampak berkaca -kaca .Azzam tau Aisyah sangat ingin sekali segera hamil . Seperti kebanyakan pasangan lainnya .


" Hubby ,Ais sedih aja , teman -teman Ais sudah hamil , sementara Ais belum hamil -hamil juga .Ais takut gak bisa ngasih keturunan buat Hubby " Kata Aisyah mulai terisak .


" Sayang , emangnya kamu bisa hamil tanpa campur tangan Hubby ? Enggak kan ? Jadi dalam hal ini kita sama -sama berusaha "


" Ais takut Hubby kecewa sama Ais "


" Hubby mengerti perasaan kamu , sayang. Buat saya selalu bersama kamu sudah cukup sangat membuat saya bahagja . Hubby mau sayang bersabar ,kita perbanyak saja berdoa . " Kata Azzam sambil mengelus pipi istrinya .


" Kalau boleh tau siapa lagi yang hamil ?" tanya Azzam lagi


" Ayu , tadi pagi kita video call , dia menunjukkan hasil tespackknya ." kata Aisyah


" Alhamdullillah , Hubby ikut senang mendengarnya . Insya Allah selanjutnya giliran kita , Amin . Tapi sayang kamu jangan terlalu kepikiran , stres juga bisa membuat sulit untuk hamil , jadi mulai sekarang sayang harus lebih rilex .Dan kita harus lebih banyak berdoa , perbanyak sedekah , supaya Allah pun mengabulkan semua doa -doa kita . Serta usaha juga ,Kamu gak nanya sama Ayu , minta tips apa gitu supaya bisa cepat hamil , kan bisa kita coba " Kata Azzam sambil tersenyum


Aisyah menggelengkan kepala ingat tips yang di katakan Ayu saat mereka telponan tadi . Membuat Azzam mengerutkan keningnya .


" Masa nanya begituan sama orang lain by "


" Kali aja sayang , kalian kan sahabatan udah lama. Biasanya kan perempuan itu kan saling curhat " kata Azzam


" Tapi gak semua juga di curhatin ,Hubby " Sahut Aisyah .


" Iya deh , Gimana kalo kita honey moon lagi . Siapa tau dengan suasana baru bisa langsung gol " Kata Azzam


" Bola kali langsung gol " kata Aisyah membuat Azzam tertawa.


" Tapi mau kan kalo kita honey moon lagi ?"


" Boleh , tapi Ais mau kita sekalian umroh by ,"


" Ide bagus , Hubby setuju " kata Azzam .


" Ngomong -ngomong kerjaan hubby udah selesai kah , kita pulang yuk ?"


" Belum !"


" Kalo belum kenapa malah duduk di sini , sana selesaikan dulu . " kata Aisyah sambil mendorong badan Azzam yang sudah sangat dekat dengannya .


" Kerjaan hubby yang belum selesai itu nggak bisa hubby kerjain sendiri sayang .harus sama kamu . Yuk bantuin Hubby , kita kerja bareng " Kata Azzam dengan senyum menggoda .lalu menarik tangan Aisyah agar mengikutinya


Aisyah ikut saja , karena sebelum -sebelumnya dia juga sering membantu Azzam mengecek dukumen -dokumen penting . Bahkan kadang Aisyah sampai duduk di pangkuan Azzam .


Yang ada dipikiran Aisyah saat itu Azzam akan membawanya kembali duduk di kursi kerjanya , tapi ternyata Azzam malah membawanya ke dalam kamar khusus di ruangan itu .Aisyah hanya bisa pasrah . Untuk selanjutnya hanya mereka berdualah yang tau apa yang mereka lakukan di dalam kamar khusus itu .


Bersambung....


Jangan lupa like dan komennya ya !

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2