Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 83 Konsultasi ke dokter Kandungan


__ADS_3

Memiliki anak adalah dambaan banyak pasangan suami istri (pasutri). Sayangnya, tidak semua pasangan berkesempatan untuk segera memiliki anak setelah menikah. Ada yang memang sengaja menunda, tapi ada juga yang sudah berusaha namun belum diberikan keturunan


Hari itu Azzam memutuskan untuk tidak pergi ke kantor tapi menemani istri nya konsultasi dengan dokter kandungan .


Atas bantuan Ririn saat itu Azzam dan Aisyah sedang berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan terbaik di kota itu yang bernama Dokter Trisna ( 46 tahun )


Dokter Trisna menjelaskan salah satu faktor penentu kehamilan adalah tingkat kesuburan. Oleh karena itu, jika pasutri belum memiliki anak setelah satu tahun aktif berhubungan seksual (setidaknya 2-3 kali dalam seminggu), pasutri bisa melakukan prosedur tes kesuburan. Tes ini dilakukan untuk menilai apakah organ-organ reproduksi pada pria dan wanita mendukung terjadinya kehamilan, serta melihat penyebab ketidaksuburan (infertilitas) yang membuat wanita sulit hamil.


Azzam dan Aisyah menjalankan serangkaian tes . Aisyah yang sangat parno dengan jarum dan sejenisnya . Membuat badannya panas dingin , mukanya tampak pucat.


Azzam yang menyadari kondisi istrinya seperti itu , terus menenangkan Aisyah . Tidak segan -sen dia memcium dan memeluk Aisyah membuat Dokter Trisna dan beberapa perawat yang bertugas tersenyum serta kagum akan keharmonisa kedua pasangan itu .


Dari serangkaian tes yang keduanya lakukan , hasilnya menunjukan kondisi Azzam dan Aisyah tidak ada masalah yang serius .


" Kondisi mas dan mbanya normal saja , tidak ada masalah yang serius . Dalam kondisi seperti ini biasanya yang menjadi penyebab adalah stres . Sehingga menyebabkan terhambatnya proses pembuahan . Sebaiknya kalian sering -sering luangkan waktu untuk liburan, atau honey moon lagi , qualiti time lah berdua dulu, Mba aisyh juga jangan tertalu banyk yang di pikirin , enjoy saja ! " Kata Dokter Trisna


" Baik dok, terima kasih atas semuanya . "


" Sama -sama "


"ini saya kasih obat penyubur kandungan , bisa di tebus di aporik depan ."


" Baiklah dok , kalo bagitu kami pamit pulang " kata Azzam


" Terima kasih dok " kata Aisyah


" Sama -sama , jangan stres ya mba, saya doakan semoga segera dapat momongan " kata Dokter Trisna


" Amin " Sahut Aisyah dan Azzam hampir bersamaan.


Azzam dan Aisyah pun keluar dari klinik


" Mereka pasangan yang serasi ya dok , " kata Ira perawat di klinik itu .


" Iya , semoga mereka segera mendapatkan momongan ." Sahut Dokter Trisna .


Setelah menebus obat Azzam dan Aisyah pun kembali ke mobil mereka .


" Gimana , mau langsung pulang , atau kita jalan -jalam dulu ?" tanya Azzam sambil melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 14.00 . saat itu mereka sudah berada di dalam mobil


" Ehhmmm, kita ke panti yuk , udah lama nggak ke sana " Ajak Aisyah


" Boleh , hari ini kemana pun sayang mau pergi , Hubby siap ! "


" I love you , Hubby"


" Love you more , Darling " Sahut Azzam sambil mencium kening Aisyah


Mobil Azzam kini melaju di jalan raya , berbaur dengan kendaraan lainnya . Sebelum sampai panti , mereka mampir ke sebuah kedai unruk membeli es krim , snack , dan buah -buahan untuk di bagikan ke anak -anak panti yang sering Aisyah kunjungi .


20 menit kemudian mereka sampai . Azzam memparkirkan mobilnya di halaman panti . Panti itu sudah banyak berubah, Bangunannya sekarang jauh lebih bagus , Itu semua berkat bantuan dari Aisyah . Aisyah kini menjadi donatur tetap di panti asuhan itu .selain panti itu masih ada 2 panti jompo yang juga di donaturi oleh Aisyah .


Melihat sosok yang mereka kenali turun dari mobil , anak -anak yang bermain di halaman panti langsung berlarian menghampiri Aisyah .Yang masih berada di dalam panti pun berhamburan keluar ketika mendengar keributan di luar . Dan mendekati Aisyah .


Ada yang langsung memeluk Aisyah . Aisyah lalu jongkok memeluk anak -anak itu satu persatu sambil membagikan es krim dan snack lainnya .


Anak -anak yang tinggal di panti itu lumayan banyak . Mereka berjumlah 46 orang .teridir dari 24 anak perempuan dan 22 anak laki -laki . Usia mereka pun beragam ada masih balita dan ada juga yang sudag beranjak remaja .


Mereka begitu gembira menyambut kedatangan Aisyah . Yang mereka sapa Kak Aisy . Begitu pula Aisyah , tampak jelas raut kebahagian di wajahnya . Hati Azzam pun bahagia melihat senyum kebahagian di wajah istrinya . Dia merasa senyum Aisyah lebih manis saat bersama -sama anak -anak itu .


Cuaca hari itu sedikit mendung , seolah mendukung untuk anak -anak itu duduk di halaman panti .Saat itu Aisyah duduk di halaman panti beralaskan permadani alami , yaitu rumput yang sengaja di tanam untuk memperindah halaman dan anak -anak duduk mengelilinginya sambil menikmati es krim dan snack lainnya .


Sedangkan Azzam duduk di teras sedang ngobrol dengan pemilik panti , Pak Darmawan dan istrinya Bu Siti .Mereka ngobrol sambil mengamati Aisyah dan anak -anak yang sedang bermain . Kedua siami istri itu mengagumi sikap Aisyah . Walaupun kini bisa di bilang Aisyah memiliki segalanya , tapi kepribadian dirinya tidak berubah , Dia tetap seperti Aisyah yang pertama kali mereka kenal , baik , ramah , sopan dan dermawan . Meskipun dia di fasilitasi dengan kemewahan tapi dia tidak terlalu berlebihan seperti kebanyakan orang .


Azzam juga semakin kagum dengan kepribadian istrinya yang suka bersedekah . Dan Aisyah juga tidak pernah mempamerkan setiap aktifitas yang dia lalukan , baik secara lisan maupun di sosial media . Dan efek dari seringnya Aisyah bersedekah , kini bisnis Azzam pun semakin berkembang . Bahkan Azzam dinobatkan sebagaj pengusaha termuda dan terkaya di periode itu .


Setelah di rasa puas bermain dengan anak -anak panti , Aisyah dan Azzam pun pamit pulang. Kembali anak -anak panti memeluk Aisyah secara bergantian .


" Mau kemana lagi kita ? " tanya Azzam saat keduanya sudah berada di dalam mobil.


" Kita pulang aja , Badan Ais udah lengket -lengket nie , pengen mandi " Jawab Aisyah.


" Okey. , sayang "


Sesampainya di rumah , Aisyah langsung ke kamar mandi . Sedangkan Azzam tampak sedang menelpon.


Saat itu Ririn sekretarisnya yang sedang menelpon . Ririn mengabarkan kalau Azzam di undang ke salah satu acara TV untuk menjadi nara sumber karena sekarang dia di nobatkan sebagai pengusaha sukses termuda di indonesia .


" Saya ngomong sama istri saya dulu ya ?" kata Azzam


" Oke baiklah Pak , saya tunggu keputusannya besok " kata Ririn


Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon terputus .


" Kenapa ,By ?" tanya Aisyah yang baru keluar dari kamar mandi .Dia sempat mendengar Azzam bicara menyebut dirinya .


Azzam tersenyum melihat ke arah Aisyah yang tanpa menggunakan jilbabnya ,sedang duduk di meja rias mengeringkan rambutnya yang masih basah .Azzam lalu mendekati Aisyah. Dia lalu mengambil alat pengering rambut di tangan Aisyah dan mengambil alih mengeringkan rambut istrinya . Aisyah tersenyum menatal suaminya .


" Pertanyaan Ais belum di jawab lho ? " Kata Aisyah lagi .


" Gak sabaran banget sich , ! Tadi tu Ririn bilang Hubby di undang ke salah satu acara TV kayak talkshow gitu ." Kata Azzam yang kini sedang menyisir rambut Aisyah .


" Apa ? Talkshow ? " Tanya Aisyah lalu menoleh ke arah Azzam


" Sayang , ngadep cermin dulu na , belum rapi ni sisirannya , hubby cium ya kalo gak bisa diam ?" kata Azzam yang masih sibuk menyisir rambut istrinya yang panjang .


Rambut Aisyah memang panjang hingga ke bokongnya , selain itu juga lurus banget kayak di smooting , tapi tidak . Itu rambut alami Aisyah . Aisyah sudah pengen memotong rambutnya tapi Azzam tidak mengizinkannya. Dia lebih suka Aisyah berambut panjang .


" Iya deh . " Kata Aisyah

__ADS_1


" Berarti Hubby mau masuk TV ya. Wah jadi artis nie ceritanya ! " kata Aisyah sambil tertawa .


" Bukan artis sayang. Tapi jadi narasumber . Suamimu ini kan pengusaha termuda tersukses pula " Kata Azzam dengan bangganya .


" Selamat ya hubby atas prestasinya " Kata Aisyah yang kini sudah menghadap ke Azzam .


" Semua prestasi yang Hubby capai karna hubby di dampingi istri yang sangat hebat seperti kamu sayang " kata Azzam tersenyum membungkuk menatap Aisyah


" Hebat doang ?" kata Aisyah sambil mengalungkan tangannya ke leher Azzam .


Cup


Azzam mencium kening Aisyah .


" Kamu anugrah terindah yang Allah berikan pada Hubby . Tanpa kamu ,mungkin Hubby tidak akan seperti sekarang . Terima kasih sayang , atas semua yang sudah kamu berikan ke Hubby . Hubby janji pada diri hubby sendiri , pada kamu , dan kepada Allah akan selalu menjaga kamu , akan selalu membuat bibir ini tersenyum " Kata Azzam sambil mengelus bibir Aisyah dengan mata yang tamoak berkaca -kaca .


Aisyah lalu berdiri memeluk suaminya sambil menangis . Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata saat itu . Azzam memeluk erat tubuh mungil istrinya . Aiyah yang memamg paling senang berada di pelukan Azzam menikmati hangatnya dekapan suaminya .


" Sampai kapan ni pelukan terus " Kata Azzam sambik tersenyum .


" Hubby belum mandi nie , masih bau asem " kata Azzam lagi


" Enggak kok. Masih wangi " Sahut Aisyah masih membenamkan wajahnya dalam dekapan Azzam .


" Kaki hubby pegel ni " kata Azzam


" Iya kah ? " kata Aisyah lalu melepas pelukannya


Azzam lalu duduk di kursi yang Aisyah duduki tadi .


" Jadi gimana , kapan acaranya ? " Tanya Aisyah yang kini sudah duduk di pangkuan Azzam. Tangan Azzam melingkar di oinggang ramping istrinya


" Kalo menurut sayang gimana ? "


" Maksudnya ?


" Bolehin gak Hubby hadir di talkshow itu "


" Bolehin dong , masa Ais gak bolehin."


" Terima kasih sayang. Acaranya lusa , kamu ikut ya ? "


" Kalo lusa , gak bisa by , lusa kan acara 7 bulanan Mba Putri, Hubby aja deh yang kesana ,. Tapi itu acaranya live kan , nanti Ais nonton di TV aja " kata Aisyah


" Yah,,padahal hubby pengen lho ,sayang ikut " kata Azzam


" Hubby mau Ais ninggalin acara 7 bulanan mba Putri ? " kata Aisyah lagi


" Gak gitu juga dong sayang , tapi kamu harus nonton ya ?"


" Iya , nanti Ais nonton , nanti Ais umumin ke semua tetangga di sana , Suami Ais masuk TV ,nonton ya , nonton ya " Kata Aisyah dengan gaya lebainya sambil tertawa .


" Iya, tapi hubby mandi dulu deh , Hubby kentut ya ? " kata Aisyah lalu berrdiri sambil menutup hidungnya


" Enggak , ehmmm tapi iya " kata Azzam lalu bergegas ke kamar mandi .


" Ihhh. Hubby jorok !"


" Sorry sayang. Kelepasan ! " sahut Azzam sambil tertawa dari dalam kamar mandi .


Setelah Azzam masuk ke kamar mandi , Aisyah memakai jilbabnya dan keluar dari kamar menuju dapur .


" Masak apa bi ? " tanya Aisyah pada Bi Imah


" Mau masak Sop -sopan Non , Mau minum teh, jus atau susu. Nanti bi imah buatin "


" Gak usah bi , nanti Saya buat sendiri . " kata Aisyah .


"Iya Non."


" Bi Imaj lanjut masak aja " Kata Aisyah sambil tersenyum


" Iya ,Non , "


" Bi Nur mana Bi ? "


" Lagi bersih -bersih di depan " jawab Bi Imah . sambil terus menotong -motong sayuran .


Selesai membuat jus apel dan jus jeruk ,Aisyah kembali ke kamarnya . Sesampainya di kamar , rupanya Azzam masih di kamar mandi .


" Ya ampun. Lama banget mandinya " Gumam Aisyah .


Aisyah lalu mengambil ponselnya kemudian melangkahnke balkon sambil menelpon ibunya . Di telpon Aisyaj menceritakan hasil tes yang dia lakukan dengan Azzam hari itu .


" Alhamdulillah , ibu senang mendengarnya, intinya perbanyak berdoa nak , kamu jangan stres " kata Bu Yani .


" Iya bu , besok ke sini kan ? "


" Iya bu , Besok pagi Ais ke sana .


" Kak Nisa juga mau ke sini besok "


" Oh ya , kok dia ngak ngasih tau Ais . Kemaren Ais telpon bilangnya ngak bisa ada acara work shop ."


" Barusan kakak mu telpon dia bilang mau siap -siap ke sini besok , tapi dia sama anaknya aja , Farhan gak bisa ikut " kata Bu Yani lagi


" Baguslah , rame -rame kita ngumpul "


" Udah dulu ya bu , ini ada Ummy telpon Ais " kata Aisyah

__ADS_1


Setelah mengucapkan salam , sambungan telpon pun terputua , Aisyah lalu menelpon balik Bu Ainun mertuanya .


"Maaf my , tadi Ais telponan sama ibu "


" Iya nak , gimana hasil pemeriksaannya ,? "


" Alhamdulillah, Ais sama Mas Azzam normal saja , tidak ada masalah ."


" Syukurlah nak , berarti belum waktunya saja . Kamu jangan terlalu capek , jangan banyak pikiran , santai aja " Kata Bu Ainun .


" Iya Ummy "


" Astagfirullah "


Azzam yang mendekati dan langsung memeluk Aisyah dari belakang membuat Aisyah kaget .


" Kenapa ,Ais ?" tanya Bu Ainun


" Gak papa my , ini Mas Azzam ngangetin . "


"ohh..kiraiin apa , kasih telponnya ke Azzam ummy mau ngomong " kata Bu Ainun.


Aisyah lalu memberikan ponselnya pada Azzam .


" Assalamualaikum ,Ummy "


" Waalaikumsalam , Aisyah udah cerita , tentang hasil tes kalian . Ummy mengerti perasaan Aisyah, pasti dia kepikiran dengan situasi sekarang ,teman -temannya sudah pada hamil sementara dia belum . Jadi Ummy harap kamu harus pandai -pandai buat istri kamu selalu happy , Okey ?"


" Siap Ummy " Sahut Azzam sambil mencium kening Aisyah yang berada di pelukannya .


Dan masih banyak lagi pesan -pesan lain bu Ainun pada Azzam . Intinya Bu Ainun ingin Azzam dan Aisyah tidak menjadikan masalah itu beban mereka .


Setelah mengucapkan salam sambungan telpon terputus . Azzam lmempererat pelukannya pada Aisyah .


"Hubby , Ais jadi susah napas. "


Azzam melepaskan pelukannya .


" Ais ada buatkan Hubby jus apel ,"


" Mana ? "


" Ada di atas meja " kata Aisyah lalu meraih tangan Azzam mengajaknya masuk kedalam kamar .


Azzam duduk di sofa menikmati jus buatan Aisyah . Setelah itu dia menelpon Ririn membahas tentang undangan talkshow .


***


Keesokan harinya , Aisyah bersiap -siap untuk ke rumah orang tuanya . Karena akan di adakan acara tujuh bulanan untuk Putri kakak iparnya.


" Maaf ya sayang , hubby gak bisa antar , ada meeting pagi ini , hubby janji selesai meeting hubby akan langsung ke sana " Kata Azzam yang saat itu sudah siap berangkat ke kantor .


" Iya , gak papa hubby , Ais bisa pergi sendiri" Kata Aisyah sambil.merapikan lagi dasi Azzam .


" Tapi Hubby nggak mengizinkan sayang nyetir sendiri , harus di antar Pak Jai " kata Azzam sambil melingkarkan tanganya di pinggang Aisyah .


" Tapi ..."


" Gak ada tapi , ini perintah suami " Kata Azzam sambil menatap kedua bola mata istrinya .


" Iya deh " sahut Aisyah .


" Disana kamu jangan terlalu capek ya , " Kata Azzam sambil mencium kedua punggung tangan Aisyah bergantian .


" Iya , Ais ajak Bi Nur sama Bi Imah juga ke sana , biar bisa bantu -bantu " jawab Aisyah .


" Ya Udah , kalo gitu Hubby berangkat dulu . "


Saat itu Riko sudah berada di depan rumah. Menunggu Pak Bosnya keluar . Begitu melihat Azzam keluar , Riko lalu membukakan pintu mobil untuk majikannya .Sebelum Azzam masuk ke dalam mobil , kembali dia memeluk dan mencium kening Aisyah . Riko hanya tersenyum , dia sudah terbiasa melihat adegan mesra itu setiap pagi .


Riko kagum akan keharmonisan rumah tangga Azzam dan Aisyah . Dia pun berharap , suatu hari nanti akan mempunyai sebuah keluarga yang harmonis juga .


Aisyah melampaikan tangannya melepas kepergian Azzam ke kantor .setelah mobil Azzam menghilang di belokan jalan , dia pun kembali masuk ke dalam rumah .


Aisyah memanggil Bi Nur dan Bi Imah yang akan di ajaknya ke rumah orang tuanya . Untuk bersiap -siap berangkat . Setelah semuanya siap mereka pun berangkat di antar Pak Jai . Tinggal Pak Slamet dan Pak Tono yang menjaga rumah .Pak Tono adalah seorang security yang tadinya bekerja di rumah Bu Ainun. Sekarang pindah menjaga rumah Azzam .


Aisyah ke rumah orang tuanya untuk membantu persiapan acara tujuh bulanan kehamilan kakak iparnya Putri ,yang akan dilaksanakan besok .


Kehamilan di usia ke 7 bulan, bayi dalam kandungan mengalami banyak perubahan perkembangan yang lebih pesat dari pada usia 4 bulan, karena usia kandungan 7 bulan adalah usia persiapan awal menuju ke proses kelahiran, dimana ukuran dan berat bayi bertambah dan perubahan tersebut berdampak terhadap kondisi sang ibu yang biasanya menjadi lebih sering merasakan nyeri di pinggang karena ukuran bayi yang dikandung semakin besar akan semakin memberikan tekanan pada organ dalam seperti sembelit dan jadi lebih sering buang air kecil.


Selain ukuran dan berat bayi dalam kandungan yang semakin membesar dan proporsional, kulit janin juga mulai dilapisi oleh sebuah zat lemak yang akan membuat bayi merasa lebih hangat saat berada di dalam kandungan. Di usia kandungan ke 7 bulan ini jugalah darah mulai menglir di jaringan kulit bayi sehingga kulit yang tadinya keriput akan berangsur-angsur menjadi semakin halus.


Tak hanya itu, mata dan telinganya juga sudah mulai berfungsi bahkan mulai bisa menerima rangsangan yang kemudian dikirimkan ke otak karena pertumbuhan otak di usia kandungan ke 7 bulan ini juga sangat pesat.


Dengan banyaknya perkembangan dan pertumbuhan penting yang dialami bayi pada usia 7 bulan dalam kandungan, maka dilaksakanlah peringtan 7 bulanan supaya bersama-sama mendoakan kesehatan, keselamatan dan kelancaran kelahiran sang bayi serta sang ibu yang mengandungnya.


Selain itu, usia kandungan yang telah menginjak usia ke 7 bulan juga memiliki pantangan tesendiri bagi sang ibu hamil atau ayah biologisnya baik secara agama maupun secara adat istiadat yang berlaku di masyarakat.


Setiap daerah memiliki ritual tersendiri yang cukup rumit dan sarat akan makna dalam melaksanakan acara 7 bulanan ini


Namun bagi keluarga Aisyah acara 7 bulanan ini mereka lakukan dengan mengundang beberapa santri atau anak -anak panti serta tetangga untuk berkumpul di rumah untuk duduk bersama membacakan doa-doa atau sholawatan dan juga sambil dilakukan pengajian untuk siraman rohani.


Sesamoainya di rumah orang tuanya .Sudah mulai ramai tetangga yang datang ke rumah untuk membantu . Di depan rumah tampak Ahmad bersama bapak -bapak lainnya sedang memasang tenda .


Aisyah langsung masuk ke dalam rumah di ikuti Bi Nur dan bi Imah .,Aisyah membawa barang karena akan menginap selama 2 malam di rumah itu . Bi Nur dan Bi Imah pun sama .Keduanya menempati kamar tamu di rumah itu .


Bi Nur dan Bi Imah seperti menemukan keluarga baru setelah pindah bekerja bersama Aisyah . Mereka sudah di anggap Aisyah seperti keluarga sendiri . Mereka senang sekali punya majikan sebaik Aisyah .


Setelah meletakkan barang -barang mereka Aisyah , Bi Nur dan Bi Imah pun ikurt berbaur dengan yang lain . Membantu ibu Yani membuat bumbu - bumbu masakan untuk besok. Karena Bu Yani tidak.mau memakai jasa catering .

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2