
Setelah menuntaskan hasrat Azzam lalu kembali menggendong Aisyah menuju toilet. Dan mereka mandi bersama -sama .
Azzam menggendong Aisyah lagi saat selesai mandi . Lalu mendudukkan Aisyah di kursi meja rias dan mulai mengeringkan rambut istrinya .
" Hubby , Ais bisa sendiri kok !" Kata Aisyah
" Sayang, diam dulu , " kata Azzam sambil menyisir rambut Aisyah .
" Cantiknya istri hubby ." Kata Azzam lalu mencium pipi Aisyah .
Aisyah tersenyum menatap wajah suaminya lewat pantulan cermin didepannya .
" Nanti Ais udah nggak cantik lagi , apa hubby masih bersikap semanis ini sama Ais ? "
" Sampai kapan pun kamu akan tetap cantik dimata Hubby ,Sayang ." kata Azzam lagi sambil memeluk Aisyah.
***
Setelah 1 minggu berada di Bali ,keduanya pun kembali ke rumah mereka . Pagi itu Aisyah tampak sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya . Menata hidangan di atas meja makan . Kemudian dia kembali ke kamar memanggil suaminya
Saat itu Azzam sudah berpakaian rapi sedang berdiri di dekat jendela menatap keluar .
" Hubby ...Sarapan yuk !" Ajak Aisyah sambil memeluk Azzam dari belakang .
Azzam tersenyum lalu membalikkan badannya dan memeluk Aisyah .
" Hari ini ikut hubby ke kantor ya ? "
" Nggak bisa Hubby , Kan udah bilang tadi malam . Ais hari ini mau ke rumah Ustadz Ali , Hubby lupa ? "
" Oh..iya , sorry, Hubby lupa , Tapi kesana sayang nggak boleh sendiri , !" kata Azzam
" Iya , Ais minta antar Pak Jai nanti ."
" Oke " Sahut Azzam
Cup
kembali Azzam mengwcup kening Aisyah.
Aisyah lalu menggandeng tangan suaminya untuk keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan .
Selesai sarapan Aisyah mengantar Azzam sampai masuk ke dalam mobil . Kemesraan kedua majikannya membuat Riko yang sudah berada di dalam mobil itu senyum -senyum sendiri . Walau pun sudah cukup lama berumah tangga keduanya tetap seperti pengantin baru , Berpisah hanya untuk pergi ke kantor saja keduanya seperti seperti berpisah keluar negeri saja membuat Riko kagum .
Setelah Azzam berangkat ,Aisyah pun bersiap -siap untuk pergi ke rumah Pak Ustadz Ali tepatnya ke Masjid yang berada sebelah rumah Ustadz Ali .
Di Masjid itu kembali akan di adakan pengajian akbar . Walaupun sudah menikah Aisyah masih aktif dengan semua kegiatannya . Azzam pun selalu mendukungnya . Cuma bedanya sekarang dalam kegiatan seperti itu dia yang selalu menjadi sponsor utamanya . Tapi tetap hal itu hanya menjadi rahasia dia dan Pak Ustadz Ali .Aisyah tidak ingin mempublikasikan semua yang dia lakukan .Sesampainya di masjid Aisyah dan lainnya membentuk panitia pelaksanaan kegiatan itu .
Kemudian Asyah bergabung dengan grup sholawatnya menyanyikan beberapa lagu sholatan , bergantian dengan vocalis lainnya .
Sesudah sholat Ashar ,Aisyah pun pamit pulang . Saat itu Aisyah tidak langsung pulang ke rumah , dia memilih untuk ke kantor suaminya. Tapi sebelum ke sana dia menelpon Rirn dulu . Untuk memastikan keberadaan suaminya .
" Pak Jai pulang aja , nanti saya pulang sama Mas Azzam ." Kata Aisyah pada sopir pribadinya Pak Jai .
" Baik Non . " kata Pak Jai lalu langsung pulang .
Aisyah melangkah masuk ke dalam gedung mewah itu . Senyumnya selalu menghiasi wajah cantiknya , menyapa semua karyawan yang di temuinya .
" Assalamualaikum..." Sapa Aisyah pada Ririn
" Waalaiakumsalam, silahkan masuk mba...Pak Bos ada di dalam ." sahut Ririn
" Oke..Terima kasih ." kata Aisyah lalu melangkah ke arah pintu ruangan Azzam
Tok tok tok
" Masuk " sahut Azzam tanpa melihat ke arah pintu . Walaupun dia tidak melihat siapa yang datang , aroma parfume yang sudah sangat dia kenali membuatnya tersenyum . Dia tau kalau Aisyah yang datang .
Aisyah terus melangkah mendekati suaminya . Kini dia sudah berada di samping
suaminya . Azzam masih pura -pura fokus pada laptopnya .
" Hmmm. .. Kiraan lagi sibuk kerja ! " Kata Aisyah membuat Azzam menatapnya sambil tersenyum
"Sayang, Kamu tu datang disaat yang tepat. Hubby kangen sama kamu ." kata Azzam lalu menarik tangan Aisyah , sehingga Aisyah berada dipangkuannya .
" Tadi cuek aja ? "
" Hubby sengaja , supaya kamu mendekat , dan setelah dekat , hubby nggak akan melepaskannya lagi ." kata Azzam sambil mengalungkan tangannya ke pinggang Aisyah .
" Hubby udah sholat ? "
" Sudah dong , Sayang !"
" Kerjaannya udah selesai by , kalo udah kita pulang yuk ! "
" Belum sayang , kerjannya baru datang , jadi dikerjain dulu ." Kata Azzam sambil tersenyum
" Hubby ...? please jangan mesum deh ! "
" Hey ,,kok mesum , ini lho kerjaan hubby yang baru di anter Ritn tadi ." Tutur Azzam sambil menunjuk tumpukan map di samping laptopnya membuat wajah Aisyah merona karena malu .
" Kenapa ? pengen sekarang ? " Tanya Azzam lagi menatap wajah Aisyah .
" Tu kan mesum lagi ! " kata Aisyah
Azzam tertawa .
" Nggak deh sayang. Hubby bercanda. Gimana hari ini ? Kamu pasti capek kan ? "
" Alhamdulillah , semuanya persiapan lancar. "
" Alhamdulillah , trus kenapa sayang ke sini ? "
" Kenapa ? Emangnya nggak boleh ?"
" Boleh sayang , maksud hubby itu ,kalo kamu capek kan bisa langsung pulang , istirahat di rumah ."kata Azzam sambil mengelus wajah dan memperbaiki jilbab Aisyah.
" Obat capeknya ada di sini , makanya Ais kesini ." sahut Aisyah sambil mengecup bibir Azzam .
" Oh ya , ..? Hubby senang dengarnya, lagi dong ! " Kata Azzam sambil memajukan bibirnya .
" Udah , hubby selesaikan dulu kerjaannya , apa perlu Ais bantuin ?" kata Aisyah lalu bangun dari pangkuan Azzam
" Kasih spirit di sini lagi dong ! " Kata Azzam sambil menunjuk bibirnya.
__ADS_1
" Semuanya harus Hubby selesaikan hari ini, karena besok semua waktu hubby untuk sayang ." Kata Azzam lagi .
Besok Azzam akan ikut menghadiri pengajian akbar yang di persiapkan Aisyah. Dia sudah berjani akan menemani Aisyah .
Aisyah yang sudah berdiri membungkukkan sedikit tubuhnya lalu memberikan sentuhan lembut ke bibir suaminya .
" Terima kasih sayang ." Kata Azzam .
Azzam kemudian mulai sibuk dengan berkas - berkas itu sementara Aisyah pindah duduk di sofa sambil berselancar di sosial media .
***
Keesokan harinya jam didinding menunjukkan pukul 08.30 Azzam dan Aisyah bersiap untuk berangkat ke tempat pengajian yang akan dilaksanakan pukul 09.30.
Aisyah menggunakan gamis syar'i berwarna putih yang senada dengan baju koko Azzam yang juga berwarna putih .
Hari itu sesuai janjinya , Satu hari itu di spesialkannya Azzam untuk menemani Aisyah di kegiatannya . Ada rasa yang tidak bisa diungkapkan Azzam dengan semua kegiatan yang di lakukan istrinya. Dia merasa sangat bersyukur mempunyai istri seperti Aisyah .
" Cantik banget kamu ,sayang .!"puji Azzam lalu mengalungkan tangannya di pinggang Aisyah dan mengecup kening Aisyah .
" Hubby juga ganteng banget !" sahut Aisyah sambil tersenyum.
" I love you ,sayang !" kata Azzam lalu memeluk Aisyah.
" I love yuo to " sahut Aisyah.
Keduanya pun berangkat , tidak ketinggalan semua penghuni rumah lainya . BI imah , Bi Nur , Pak Slamet dan Pak Jai. Mereka semua berangkat bersama . Azzam dan Aisyah berangkat menggunakan mobil milik azzam , dengan sopirnya Riko , sedangkan yang yang lainnya ikut Pak Jai memakai mobil Aisyah . begitulah Azzam dan Aidyah ketika menghadiri acara keagamaan, mereka dengan mengajak semuanya.
Di masjid itu sudah ramai para jemaah memenuhi areal masjid . Aisyah langsung bergabung dengan para panitia . Sedangkan Azzam duduk diantara jemaah laki -laki .
Grup sholawatnya pun mulai melantunkan lagu -lagu sholawat , untuk menyambut para jemaah . Dengan vocalisnya Aisyah dan juniornya Rara yang juga punya suara yang cukup merdu .
Aisyah 🎤
🎵Muhammad nabina Binuru. hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah
Min sholla sholatuh Widkhalab shifatuh
Ya bahtilif duluh ma’shi Yushfa’luh mamatuh🎵
Rara 🎤
🎵Ya imamna ya amin Ya sanad lil muslimin
Ya habibi ya muhammad Yabna abdillah
Tammiti risalah tamam Wil habib miskil khitam
Thul hayah wuksholah Bada’a sholli waro🎵
Aisyah 🎤
🎵Muhammad nabina Binuru. hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah
Min sholla sholatuh Widkhalab shifatuh
Ya bahtilif duluh ma’shi Yushfa’luh mamatuh🎵
Aisyah 🎤
Sim’atahu ya ‘umri
Bi shollu ‘alaih (Allahumma sholli’alaih)
Allah.
Hafizni bil iman Hassisni bil aman
Wata’alak thibi🎵
Aisyah dan Rara 🎤 :
🎵Allahumma sholli wa sallim wa barik ‘alaih
Allahumma sholli wa sallim wa barik ‘alaih🎵
Aisyah 🎤
🎵Miftah syufak fil manam (Ya rosulallah)
Wabka ‘ala kitbak wanam (Ya habiballah)
Wanul syarok lu ashuhbita
Wakhobri usbuk ummita
Wadhamatik. . .🎵
Aisyah dan Rara 🎤
🎵Muhammad nabina Binuru hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah
Ya habibi ya thoha Ya maghamil maghamah
Ghayyar biddunyab ‘ainina Bililau dhuha. . .
Min sholla sholatuh Widkhalab shifatuh
Ya bahtilif duluh ma’shi Yushfa’luh mamatuh🎵
Azzam kembali terkagum -kagum mendengar kemerduan suara istrinya .di acara pengajian akbar itu pun datang kedua orang tua Azzam , yaitu Pak Khairul dan Bu Ainun , serta kedua orang tua Aisyah ,Pak Sulaiman dan Bu Yani .
Didalam pengajian tersebut seorang Ustadz membahas tentang keistimewaan perempuan dalam Islam beserta haditsnya.
Yang isi seperti berikut :
Sebagaimana laki-laki, hak perempuan juga terjamin dalam Islam. Pada dasarnya, segala yang menjadi hak laki-laki, ia pun menjadi hak perempuan. Agamanya, hartanya, kehormatannya, akalnya dan jiwanya terjamin dan dilindungi oleh syariat Islam sebagaimana kaum laki-laki. Selain hal tersebut, perempuan memiliki keistimewaan tersendiri di mata Islam. Keistimewaan-keistimewaan tersebut yaitu sebagai berikut:
__ADS_1
Posisi perempuan dalam Islam adalah pendamping laki laki
Posisi perempuan dalam Islam adalah sebagai pendamping atau pasangan dari seorang laki-laki. Kodrat wanita dalam islam bukan bawahan atau pun atasan yang bisa diperlakukan seenaknya. Sebagaimana terdapat dalam Alquran surat Al-Hujarat ayat 13 yang berbunyi:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Ketika menjadi ibu, kedudukannya lebih tinggi dari ayah.
Ketika seorang perempuan sudah menjadi seorang ibu maka derajatnya akan lebih tinggi dari ayah untuk anaknya. Bahkan surga anak-anaknya ada di bawah telapak kaki ibu. Dalam suatu riwayat dijelaskan tentang seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, siapakah yang harus dicintainya lebih dulu, maka Rasulullah SAW menjawab ibumu, pertanyaan tersebut diulang sampai tiga kali dengan jawaban yang sama, dan setelah ditanya keempat kalinya baru kemudian Rasul menjawab ayahmu.
.3. Perempuan sholehah akan masuk surga dari pintu manapun.
Sebagai mana terdapat dalam hadits dari Abi Hurairah RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "apabila seorang wanita telah melaksanakan sholat lima waktunya, menjalankan puasa, menjaga ***********, dan taat pada suaminya, maka dia akan masuk surga dari pintu manapun yang disukainya."
Kehormatan perempuan dilindungi dalam ajaran agama Islam
.Dalam Islam, wanita sangat dilindungi kehormatannya. Seperti firman Allah dalam Alquran surat Al-Ahzab ayat 59.
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Mendapat kepercayaan dari Allah untuk bisa mengandung dan melahirkan .Allah memberikan keistimewaan kepada perempuan dengan kepercayaan untuk bisa mengandung dan melahirkan, serta mendapat banyak pahala karena hal tersebut. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah pada Alquran surat Al-Ahqaf ayat 15.
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."
Berhak mendapat mahar ketika dinikahi oleh laki-laki.
Keistimewaan perempuan apabila akan dinikahi oleh laki-laki adalah mendapatkan mahar. Seperti firman Allah dalam Alquran surat An-Nisa ayat 4.
"Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya."
Dapat menyusui seorang anak.
Seorang perempuan diberi keistimewaan oleh Allah dapat menyusui anak-anaknya serta mendapat pahala kebaikan luar biasa banyak dari air susuan yang diberikan pada bayinya. Seperti terdapat dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 233.
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."
Aisyah yang duduk berdampingan dengan Bu Ainun dan Bu Yani, tanpa sadar meneteskan air mata . Aisyah merasa sedih karena sudah 2 tahun membina rumah tangga belum juga mendapat amanah menjadi seorang ibu .
Aisyah juga ingin seperti ketiga sahabatnya yang kini sedang menikmati proses menjadi seorang itu .
" Jangan sedih ,Nak ! "kata Bu Ainun saat melihat Aisyah mengusap air matanya . Bu Ainun mengerti apa yang dirasakan Aisyah saat itu .
Menjelang dzuhur acara pengajian pun selesai , Sebelum bubar para jemaah yang hadir pun melaksanakan sholat dzuhur berjamaah .
Azzam tampak sedang berbincang dengan beberapa orang di teras masjid sambil menunggu Aisyah yang masih berada di dalam masjid, bersama para panitia lainnya .
Suasana masjid sudah mulai sepi , Aisyahbpun tampak sedang berjalan ke arah Azzam , sambil tersenyum .
Brruk
Aisyah kaget ketika di tabrak seorang anak kecil usianya sekitar 2 tahun yang sedang berlari di kejar oleh ibunya .
" Erick , Jangannlari -lari ,Nak ! " Seru ibunya dari jauh
Aisyah langsung menangkap anak itu . Karena dia hampir terjatuh saat menabrak Aisyah .
" Anak ganteng , mau kemana kamu ? " Kata Aisyah dengan gemesnya
Azzam tersenyum melihat kejadian itu dan melangkah mendekati Aisyah .
" Aduh , maaf mba, Anak saya ini memang nakal !" kata ibu anak itu saat mendekati Aisyah.
" Sarah ! " kata Aisyah ketika mengenali siapa yang dihadapannya .
" Mba Aisyah !"sahut Sarah
Ibu anak itu adalah Sarah istri Hendri .
" Senang bisa bertemu mba , lama kita nggak ketemu !" Kata Sarah
Aisyah dan Sarah pun saling berpelukan dan cipika cipiki . Sementara bocah itu setelah lepas dari tangan Aisyah langsung berlari lagi , namun langkahnya di halangi Azzam yang sudah berada di dekat mereka .
" Eiit, .mau kemana ?" Kata Azzam membuat Aisyah dan Sarah melihat ke arahnya .
" Anakmu ?" tanya Aisyah menatap Sarah
Sarah mengangguk , lalu mengambil Erick dari Azzam .
" Senang sekali , bisa bertemu kalian ." kata Sarah sambil tersenyum pada Azzam dan Aisyah .
" Kami jua , kamu apa kabar ? " Tanya Aisyah
" Alhamdulillah , yah beginilah " kata Sarah sambil tersemyun menatap Azzam yang kini merangkul pundak Aisyah .
Hendri yang dari kejauhan melihat istri dan anaknya sedang berbincang dengan sosok yang sangat di kenalnya pun tersenyum dan mendekati mereka .
Bersambung ...
__ADS_1