Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 61. Nasi Goreng Spesial Penuh Cinta


__ADS_3

Malam semakin larut , Kedua orang tua Azzam , Oma khadijah dan Aldi pamit pulang , begitu jug sahabat -sahabat Aisyah . Malam itu Ahmad mengantar Putri pulang memakai mobil sedan milik Aisyah . Aisyah mengantar mereka sampai di depan pintu


" Sering -sering ya , mampir ke sini , jangan sungkan " kata Aisyah


" Iya , beb.. tenang saja , apa lagi kolam renangmu menggoda " kata Ayu


" Bener tu ,kapan -kaoan boleh dong kita nyebur di situ ? " kata Mala sambil cengegesan


" Boleh dong " jawab Aisyah .


" Beneran ?" Kata Mala lagi


" Iya, mau tiap hari pun boleh " sahut Aisyah


" Asiiiik , tapi suamimu gak marah kan ? " tanya Mala lagi


" Enggak , iya kan by ?" kata Aisyah saat Azzam mendekati mereka


" Gak lah, sahabat istri saya sahabat saya juga " sahut Azzam


Aisyah melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya . Dan kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil mereka menghilang di belokan jalan .


Suasana rumah sudah sepi , kedua orang tua Aisyah pun sudah ke kamar mereka untuk istirahat .


Aiayah dan Azzam pun.melangkah ke kamar .Seperti biasa Aisyah menyiapkan baju tidur untuk suaminya .


" Hubby , ganti bajunya dulu " kata Aisyah memberikan sepasang baju tidur untuk Azzam .


" Okey sayang "


Azzam pun bergegas ke kamar mandi mengganti bajunya . Setelah Azzam selesai giliran Aisyah yang mengganti baju .


kemudian Aisyah mengambil ponselnya . Dan mengirim video moment tadi ke kakaknya Anisa .Tiidak lama kemudian Anisa pun menelponnya . Hampir 30 menit mereka ngobrol . Anisa merasa bahagia , ternyata perempuan yang akan jadi adik iparnya adalah Putri yang .sudah cukup lama dia kenal .


" Udah dulu ya kak, Ais ngantuk, besok kilat lanjut ngobrol lagi . Titip salam buat bocil , Abang Farhan " Kata Aisyah


" Iya dek , nanti kakak sampein . Asalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Sambungan telpon terpurus. Aisyah merebahkan tubuhnya di samping Azzam .


Aktivitas hari itu membuat keduanya lelah , saat merebahkan tubuh di atas tempat tidur ., keduanya pun langsung terbuai dalam alam mimpi dengan posisi Aisyah dalam pelukan Azzam . Karena nyenyaknya tidur , keduanya terbangun saat suara azan subuh berkumandang .


" Sayang , sudah azan " Kata Azzam membangunkan Aisyah


" Hubby ,,jangan bercanda " sahut Aisyah dengan mata masih terpejam sambil memeluk lebih erat suaminya


" Beneran , sayang , coba dengar ! " Kata Azzam


" Astagfirulah " kata Aisyah setelah telinganya mendengar jelas kumandang Azzan di masjid lalu bergegas bangun


" Hubby ,cepetan mandi ," Kata Aisyah gelagapan . Aisyah panik , karena sebelumnya dia selalu bangun lebih awal walaupun selalu di dahului Azzam semenjak mereka menikah .


" Barengan aja sayang , biar cepat " kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah. Dan Akhirnya keduanya mandi bersama -sama .


" Sayang , saya sholat di sini saja ya , gak keburu kalo ke masjid lagi. " Kata Azzam


" Ya udah , gak papa " Jawab Aisyah .


Keduanya pun melaksanakan sholah subuh di kamar saja .


***

__ADS_1


" Hampir aja kita telat sholat subuh " Kata Azzam setelah mereka melaksanakan sholat


" Jangan sampai terulang lagi by ! " Sahut Aisyah yang sedang merapikan mukena dan sajadahnya .


" Tapi kalo gak gitu , kita kan gak mandi bareng " kata Azzam sambil tersenyum


" Hmmm.... Hubby seneng , ? Bangun hampir telat Hubby seneng ? "


" Bukan begitu sayang , kita kan gak sengaja juga bangunnya telat , jangan lah cemberut begitu " Kata Azzam lalu berdiri dan memeluk Aisyah . Kecupan mesra mendarat di kening Aisyah .


" Hubby mau Aisyah masakin apa ?" Kata Aisyah sambil menayap wajah suaminya .


" Sayang , kecapean itu salah satu penyebab kenapa kita sampai bangun telat , mending sekarang sayang lanjut istirahat aja , kan ada Bi Imah juga " Kata Azzam sambil membelai wajah Aisyah .


" Hubby , kewajiban seorang istri itu salah satunya memasak untuk suami , jadi sekarang Hubby mau dimasakin apa ? "


" Oke,,, kalo bicara kewajiban , suami juga punya kewajiban menjaga istrinya . Jadi sekarang saya mau sayang istirahat saja , saya gak mau sayang sampai kecapean lagi " Kata Azzam lalu kembali memeluk Aisyah .


" Hubby..."


" Pleace....Stay ! ini perintah suami "


" Iya deh " Sahut Aisyah membenamkan wajahnya dalam pelukan Azzam .


" Tapi... "


" hmmm , apa lagi ? "


" Ibu sama Ayah kan nginap di sini , Gak enak Hubby ! "


" Gak enak di buang aja "


" Serius ,Hubby !"


" Emang hubby bisa masak ?"


" Bisalah , sebelum kita nikah. Hubby sudah tinggal sendiri , jadi masak itu sudah biasa "


" Oh ya ...hmm jadi pengen deh , makan masakan Hubby "


" Sayang mau dimasakin apa ? "


" Hmmm , apa ya ? Yang mudah aja deh , nasi goreng "


" Okey,,, Akan saya buatkan sayang nasi goreng spesial penuh cinta . sayang stay di sini , biar saya yang turun ke dapur masak " .


" Ais..mau liat Hubby masak , siapa tau nanti yang masak malah Bi Nur atau Bi Imah !"


" Ya sudah. Ayo kita ke dapur " kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah


" Eiits..tunggu dulu , masa ke dapur masih pake sarung ?"


" Oh iya , sebentar saya ganti dulu "


Azzam lalu masuk ke kamar mandi mengganti sarung yang dia pake dengan celana panjang , sambil menunggu Azzam , Aisyah pun memakai jilbabnya . Kemudian keduanya berjalan beriringan menuruti tangga dan menuju dapur . Di dapur sudah Ada Bu Yani dan Bi Imah


" Selamat pagi Bu , Bi Imah " sapa Azzam


" Pagi " Sahut Bi Imah dan Bu Yani hampir bersamaan .


" Mas Azzam bilang sama saya dia bisa masak , jadi pagi ini dia akan masak untuk kita semua " Kata Aisyah sambil tersenyum


" Istri saya gak percaya Bi , Kalo saya bisa masak " kata Azzam

__ADS_1


"Sekarang , Ibu , Bi Imah mending duduk aja di sana , nanti saya akan masak . Nasi goreng apa tadi sayang ?"


" Nasi goreng spesial penuh cinta " Jawab Aisyah sambil tertawa .


" Nah itu dia namanya , nasinya sudah ada kan Bi ?"


" Sudah ada , Den , Bu Yani tadi yang sudah masak " jawab Bi Imah


Bi Imah dan Bu Yani lalu duduk di tempat yang di tunjuk Azzam tadi bersama Aisyah . Mereka bertiga duduk di kursi meja makan sambil mengamati Azzam yang sedang memasak .


" Beneran bisa masak kah Bi ?" tanya Aisyah ke Bi Imah


" Bisa ,Non . Den Azzam kan selama ini tinggal di apartemen sendiri tanpa asisten rumah tangga . "


" Oh..gitu ya Bi , biasanya anak tunggal seperti Mas Azzam itu kan anaknya manja , apa -apa itu maunya langsung beres aja " kata Aisyah lagi .


" Memang biasanya Anak tunggal itu identik dengan sifat manjanya , tapi tidak sama Den Azzan ,Non . Dari dia umur 2 tahun , Bibi udah mengurus dia , sejak dia kecil sudah terlihat dia anak yang mandiri "


"Waktu dia memilih tinggal di apartemen kemaren , BiBi sempat gak enak hati , tapi ya mau gimana lagi , dianya mau tinggal sendiri " lanjut Bi Imah


" Ais...kamu juga jangan mentang -mentang Nak Azzam bisa masak trus kamu suruh masak terus " kata Bu Yani


" Iya bu "


" Perlu bantuan gak, By ? kata Aisyah setengah berteriak karena jarak meja makan dan tempat memasak lebih dari 5 meter .


" Gak sayang ,,, duduk manis aja di situ " Sahut Azzam


" Okey " Sahut Aisyah


Pak Sulaiman yang baru masuk ruangan itu pun sempat bengong menyaksikan Azzam yang sedang memasak .


" Duduk sini , Yah , Kita tunggu shef baru masak pagi ini " Kata Aisyah


" Hmmmm, dari aromanya udah enak ni " kata Pak Sulaiman .


Azzam tersenyum melirik mereka .


" Ais , sudah ngabarin kak nisa semalam " kata Aisyah


" Iya , tadi Ayah baruan telponan sama dia " kata Pak Sulaiman .


***


Sepuluh menit kemudian , Azzam pun mulai menghidangkan masakannya di atas meja di bamtu Bi Nur Dan Bi Imah .l


" Cobain , ya ! " kata Azzam lalu menyuapi Aisyah


" Gimana ? Enak ? " lanjutnya


" Enak banget " jawan Aisyah sambil mengangguk


" Alhamdulillah , di habiskan ya , Silahkan di makan Bu , Ayah " kata Azzam menyuapi Aisyah lagi .


Bu Yani dan Pak Sulaiman pun ikut memuji masakan Azzam . Mereka ikut bahagia melihat ke harmonisan Azzam dan Aisyah yang saat itu makan saling suap -suapan .


Bersambung ....


ikuti terus kelanjutan ceritanya ya ...!


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like dan komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2