
Malam semakin larut , Kedua orang tua Azzam , Oma khadijah dan Aldi pamit pulang , begitu jug sahabat -sahabat Aisyah . Malam itu Ahmad mengantar Putri pulang memakai mobil sedan milik Aisyah . Aisyah mengantar mereka sampai di depan pintu
" Sering -sering ya , mampir ke sini , jangan sungkan " kata Aisyah
" Iya , beb.. tenang saja , apa lagi kolam renangmu menggoda " kata Ayu
" Bener tu ,kapan -kaoan boleh dong kita nyebur di situ ? " kata Mala sambil cengegesan
" Boleh dong " jawab Aisyah .
" Beneran ?" Kata Mala lagi
" Iya, mau tiap hari pun boleh " sahut Aisyah
" Asiiiik , tapi suamimu gak marah kan ? " tanya Mala lagi
" Enggak , iya kan by ?" kata Aisyah saat Azzam mendekati mereka
" Gak lah, sahabat istri saya sahabat saya juga " sahut Azzam
Aisyah melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya . Dan kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil mereka menghilang di belokan jalan .
Suasana rumah sudah sepi , kedua orang tua Aisyah pun sudah ke kamar mereka untuk istirahat .
Aiayah dan Azzam pun.melangkah ke kamar .Seperti biasa Aisyah menyiapkan baju tidur untuk suaminya .
" Hubby , ganti bajunya dulu " kata Aisyah memberikan sepasang baju tidur untuk Azzam .
" Okey sayang "
Azzam pun bergegas ke kamar mandi mengganti bajunya . Setelah Azzam selesai giliran Aisyah yang mengganti baju .
kemudian Aisyah mengambil ponselnya . Dan mengirim video moment tadi ke kakaknya Anisa .Tiidak lama kemudian Anisa pun menelponnya . Hampir 30 menit mereka ngobrol . Anisa merasa bahagia , ternyata perempuan yang akan jadi adik iparnya adalah Putri yang .sudah cukup lama dia kenal .
" Udah dulu ya kak, Ais ngantuk, besok kilat lanjut ngobrol lagi . Titip salam buat bocil , Abang Farhan " Kata Aisyah
" Iya dek , nanti kakak sampein . Asalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Sambungan telpon terpurus. Aisyah merebahkan tubuhnya di samping Azzam .
Aktivitas hari itu membuat keduanya lelah , saat merebahkan tubuh di atas tempat tidur ., keduanya pun langsung terbuai dalam alam mimpi dengan posisi Aisyah dalam pelukan Azzam . Karena nyenyaknya tidur , keduanya terbangun saat suara azan subuh berkumandang .
" Sayang , sudah azan " Kata Azzam membangunkan Aisyah
" Hubby ,,jangan bercanda " sahut Aisyah dengan mata masih terpejam sambil memeluk lebih erat suaminya
" Beneran , sayang , coba dengar ! " Kata Azzam
" Astagfirulah " kata Aisyah setelah telinganya mendengar jelas kumandang Azzan di masjid lalu bergegas bangun
" Hubby ,cepetan mandi ," Kata Aisyah gelagapan . Aisyah panik , karena sebelumnya dia selalu bangun lebih awal walaupun selalu di dahului Azzam semenjak mereka menikah .
" Barengan aja sayang , biar cepat " kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah. Dan Akhirnya keduanya mandi bersama -sama .
" Sayang , saya sholat di sini saja ya , gak keburu kalo ke masjid lagi. " Kata Azzam
" Ya udah , gak papa " Jawab Aisyah .
Keduanya pun melaksanakan sholah subuh di kamar saja .
***
__ADS_1
" Hampir aja kita telat sholat subuh " Kata Azzam setelah mereka melaksanakan sholat
" Jangan sampai terulang lagi by ! " Sahut Aisyah yang sedang merapikan mukena dan sajadahnya .
" Tapi kalo gak gitu , kita kan gak mandi bareng " kata Azzam sambil tersenyum
" Hmmm.... Hubby seneng , ? Bangun hampir telat Hubby seneng ? "
" Bukan begitu sayang , kita kan gak sengaja juga bangunnya telat , jangan lah cemberut begitu " Kata Azzam lalu berdiri dan memeluk Aisyah . Kecupan mesra mendarat di kening Aisyah .
" Hubby mau Aisyah masakin apa ?" Kata Aisyah sambil menayap wajah suaminya .
" Sayang , kecapean itu salah satu penyebab kenapa kita sampai bangun telat , mending sekarang sayang lanjut istirahat aja , kan ada Bi Imah juga " Kata Azzam sambil membelai wajah Aisyah .
" Hubby , kewajiban seorang istri itu salah satunya memasak untuk suami , jadi sekarang Hubby mau dimasakin apa ? "
" Oke,,, kalo bicara kewajiban , suami juga punya kewajiban menjaga istrinya . Jadi sekarang saya mau sayang istirahat saja , saya gak mau sayang sampai kecapean lagi " Kata Azzam lalu kembali memeluk Aisyah .
" Hubby..."
" Pleace....Stay ! ini perintah suami "
" Iya deh " Sahut Aisyah membenamkan wajahnya dalam pelukan Azzam .
" Tapi... "
" hmmm , apa lagi ? "
" Ibu sama Ayah kan nginap di sini , Gak enak Hubby ! "
" Gak enak di buang aja "
" Serius ,Hubby !"
" Emang hubby bisa masak ?"
" Bisalah , sebelum kita nikah. Hubby sudah tinggal sendiri , jadi masak itu sudah biasa "
" Oh ya ...hmm jadi pengen deh , makan masakan Hubby "
" Sayang mau dimasakin apa ? "
" Hmmm , apa ya ? Yang mudah aja deh , nasi goreng "
" Okey,,, Akan saya buatkan sayang nasi goreng spesial penuh cinta . sayang stay di sini , biar saya yang turun ke dapur masak " .
" Ais..mau liat Hubby masak , siapa tau nanti yang masak malah Bi Nur atau Bi Imah !"
" Ya sudah. Ayo kita ke dapur " kata Azzam sambil menarik tangan Aisyah
" Eiits..tunggu dulu , masa ke dapur masih pake sarung ?"
" Oh iya , sebentar saya ganti dulu "
Azzam lalu masuk ke kamar mandi mengganti sarung yang dia pake dengan celana panjang , sambil menunggu Azzam , Aisyah pun memakai jilbabnya . Kemudian keduanya berjalan beriringan menuruti tangga dan menuju dapur . Di dapur sudah Ada Bu Yani dan Bi Imah
" Selamat pagi Bu , Bi Imah " sapa Azzam
" Pagi " Sahut Bi Imah dan Bu Yani hampir bersamaan .
" Mas Azzam bilang sama saya dia bisa masak , jadi pagi ini dia akan masak untuk kita semua " Kata Aisyah sambil tersenyum
" Istri saya gak percaya Bi , Kalo saya bisa masak " kata Azzam
__ADS_1
"Sekarang , Ibu , Bi Imah mending duduk aja di sana , nanti saya akan masak . Nasi goreng apa tadi sayang ?"
" Nasi goreng spesial penuh cinta " Jawab Aisyah sambil tertawa .
" Nah itu dia namanya , nasinya sudah ada kan Bi ?"
" Sudah ada , Den , Bu Yani tadi yang sudah masak " jawab Bi Imah
Bi Imah dan Bu Yani lalu duduk di tempat yang di tunjuk Azzam tadi bersama Aisyah . Mereka bertiga duduk di kursi meja makan sambil mengamati Azzam yang sedang memasak .
" Beneran bisa masak kah Bi ?" tanya Aisyah ke Bi Imah
" Bisa ,Non . Den Azzam kan selama ini tinggal di apartemen sendiri tanpa asisten rumah tangga . "
" Oh..gitu ya Bi , biasanya anak tunggal seperti Mas Azzam itu kan anaknya manja , apa -apa itu maunya langsung beres aja " kata Aisyah lagi .
" Memang biasanya Anak tunggal itu identik dengan sifat manjanya , tapi tidak sama Den Azzan ,Non . Dari dia umur 2 tahun , Bibi udah mengurus dia , sejak dia kecil sudah terlihat dia anak yang mandiri "
"Waktu dia memilih tinggal di apartemen kemaren , BiBi sempat gak enak hati , tapi ya mau gimana lagi , dianya mau tinggal sendiri " lanjut Bi Imah
" Ais...kamu juga jangan mentang -mentang Nak Azzam bisa masak trus kamu suruh masak terus " kata Bu Yani
" Iya bu "
" Perlu bantuan gak, By ? kata Aisyah setengah berteriak karena jarak meja makan dan tempat memasak lebih dari 5 meter .
" Gak sayang ,,, duduk manis aja di situ " Sahut Azzam
" Okey " Sahut Aisyah
Pak Sulaiman yang baru masuk ruangan itu pun sempat bengong menyaksikan Azzam yang sedang memasak .
" Duduk sini , Yah , Kita tunggu shef baru masak pagi ini " Kata Aisyah
" Hmmmm, dari aromanya udah enak ni " kata Pak Sulaiman .
Azzam tersenyum melirik mereka .
" Ais , sudah ngabarin kak nisa semalam " kata Aisyah
" Iya , tadi Ayah baruan telponan sama dia " kata Pak Sulaiman .
***
Sepuluh menit kemudian , Azzam pun mulai menghidangkan masakannya di atas meja di bamtu Bi Nur Dan Bi Imah .l
" Cobain , ya ! " kata Azzam lalu menyuapi Aisyah
" Gimana ? Enak ? " lanjutnya
" Enak banget " jawan Aisyah sambil mengangguk
" Alhamdulillah , di habiskan ya , Silahkan di makan Bu , Ayah " kata Azzam menyuapi Aisyah lagi .
Bu Yani dan Pak Sulaiman pun ikut memuji masakan Azzam . Mereka ikut bahagia melihat ke harmonisan Azzam dan Aisyah yang saat itu makan saling suap -suapan .
Bersambung ....
ikuti terus kelanjutan ceritanya ya ...!
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like dan komen
Terima kasih
__ADS_1