Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 64. Penjelasan dari Azzam


__ADS_3

" Gak , Saya gak marah ! " kata Azzam lalu beranjak dari duduknya melangkah menaiki anak tangga meninggalkan Aisyah yang masih duduk di sofa .


Aisyah mematung menatap Azzam yang berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka .


" Bonekanya buat Bi Nur aja " Kata Aisyah


" Kenapa di kasih ke saya , Non ? "


" Saya gak enak sama Mas Azzam ,Bi Nur , tolong sekalian di beresin juga ini ya , saya mau ke kamar , kalo Bi Nur gak suka bonekanya di buang aja " kata Aisyah sambil menunjuk kertas bekas bungkus paketan tadi . Kemudian dia pun menyusul suaminya .


Bi Nur lalu memungguni kertas -kertas bekas bungkus paketen tadi . Kedian dia mengambil sebuah surat yang di baca majikannya . Dan membacanya


"Masya Allah ,Den Azzam pasti cemburu ni , pantesan Non Aisyah gak mau simpan bonekanya , mending bonekanya saya buang aja, dari pada saya kena imbasnya nanti , semoga mereka gak berantem " kata Bi Nur kemudian pergi ke belakang .


Sesampainya di kamar , ternyata Azzam berada di kamar mandi, Aisyah duduk di atas tempat tidur menunggu suaminya keluar .


Tidak lama kemudian Azzam keluar sudah menggenakan setelan piyamanya .


" Kok bengong ? " Tanya Azzam ketika melihat Aisyah yang melamun lalu duduk di samping Aisyah


" Bonekanya mana ? " tanya Azzam saat itu sudah berdiri di depan Aisyah


" Ais kasih ke Bi Nur " jawab Aisyah sambil menatap wajah suaminya .


" Kenapa di kasih ke Bi Nur ? "


" Ais gak mau Hubby marah , " kata Aisyah kemudian memeluk suaminya .


Azzan diam saja sambil memeluk erat Aisyah. Sebenarnya saat itu Azzam merasa sedikit kesal dengan kata -kata di surat tadi .


" tu kan , Hubby diam aja , Hubby pasti marah sama Ais , Maaf Hubby ! "


" Sayang , saya gak marah sama kamu . Hanya ada satu kalimat yang membuat saya merasa tidak enak hati . Kalimat TETAPLAH TERSENYUM , WALAUPUN HATIMU SEDANG TERLUKA . Pertanyaannya sekarang , Apa istri Hubby ini benar sedang terluka hatinya ? " kata Azzam sambing mengangkat dagu Aisyah . Sehingga keduanya saling bertatapan .


" Hubby , percaya sama kalimat itu ? "


" Sayang...kalimat itu seperti cambukkan buat Hubby , apa lagi akhir -akhir ini saya perhatikan sayang sering melamun . Pleace ... cerita ke Hubby ,apa yang sudah terjadi ? jangan di pendam sendiri " .


Air mata Aisyah pun mulai mengalir membasahi pipinya . Lidahnya terasa berat untuk menceritakan tentang hal yang sudah membuat pikirannya kacau

__ADS_1


" Sayang , kok nangis ? Hubby semakin yakin kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari Hubby . " kata Azzam sambil mengusap air mata istrinya dan mengecup kening Aisyah penuh kasih sayang .


" Apa yang sayang sembunyikan dari ,Hubby ? Mulut bisa bohong sayang , tapi mata tidak , mata itu cerminan hati , di mata kamu , Hubby liat ada kesedihan "


" Okey, tapi Hubby harus jujur , walaupun itu menyakitkan buat Aisyah ! " Kata Aisyah sambil mengusap air matanya .


Azzam menatap wajah istrinya lebih intens . Merasa aneh dengan ucapan Aisyah


" Siapa yang Hubby maksud tikus got kemaren ? "


" Astaga, jadi karena tikus got " sahut Azzam sambil tertawa .


" Hubby , ada hubungan spesial sama tikus got itu ? " Kembali Aisyah mulai terisak


" Sayang. Hubby gak ada hubungan spesial dengan dia . Demi Allah gak ada ! "


Aisyah lalu bangun dari duduknya dan melangkah mendekati lemari , mengambil sesuatu dari dalam laci.


" Bekas lipstik dan aroma parfume perempuan di kemeja Hubby ini maksudnya apa ?" tanya Aisyah sambil memberikan kemeja itu pada Azzam .


Azzam kaget melihat bekas lipstik yang tampak jelas di kemejanya . Dia mencoba mengingat kejadian beberapa hari yang lalu .


Azzam lalu menceritakan semua pada Aisyah . Mulai dari awal dia berhubungan dengan Siska , pengkhianatan Siska sampai kejahatan yang pernah Siska lakukan, serta kejadian beberapa hari yang lalu .


" Setiap Siska datang ke kantor , saya tidak pernah berduaan dengan dia , selalu ada Ririn , kalo sayang gak oercaya, di kantor ada cctv , sayang bisa liat sendiri "


" Kenapa dia sering ke kantor Hubby ?"


" Kalo di bilang sering , sich gak juga .sebelum kita nikah kalo gak salah 2 kali dia ke kantor , terus kemaren itu aja , sayang please percaya sama saya , cuma ada kamu di hati saya , tidak akan pernah ada perempuan lain "


" Dia cantik , seksi , kalo dia sering menemui Hubby , tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti , Hubby akan ...."


" sttts...Istri Hubby lebih cantik , bahkan kamu lebih segala -galanya dari dia ,jangan pernah bandingkan diri kamu sama dia ." Kata Azzam memotong perkataan Aisyah.


" Masih gak percaya sama Hubby ?" lanjut Azzam lagi sambil menatap wajah istrinya .


" Besok ikut Hubby , sayang liat sendiri CCTV di kantor . "


" Tapi dia kan pernah mengisi hati Hubby kan ?"

__ADS_1


" Iya, tapi itu dulu , sekarang kan saya sudah punya kamu , istri yang paling saya sayang " kata Azzam sambil mencium punggung tangan Aisyah


" Pleace , percaya sama Hubby !"


" Iya ..Ais,, percaya sama Hubby , itulah sebabnya Ais gak langsung cerita ke Hubby kemaren " kata Aisyah


Azzam kembali memeluk Aisyah


" Iya..kamu pendam sendiri , tapi Hubby galau liat sikap sayang yang berubah, tapi terima kasih ya udah percaya sama Hubby . "


" Maafkan Ais, Hubby !"


"Sayang gak salah kok , Hubby yang harusnya minta maaf. Tapi Hubby minta. Kalo ada sesuatu nanti jangan di pendam sendiri lagi ya , tapi pertanyaannya sekarang kok, pengirim surat itu tau kamu kegalauan hati kamu ? ".


" Iya, ya..jangan -jangan itu ulah Siska lagi " sahut Aisyah


" Bisa jadi , dia kan ngarep kita tu berantem kan ? Ya udah , udah clear kan sekarang ? gak usah di pikirin lagi , mending kita istirahat , Hubby ngantuk !" kata Azzam lagi .


Aisyah mengangguk .


Keduanya pun merebahkan tubuh mereka di atas tempat tidur . Seperti biasa , Aisyah selalu berada dalam pelukan suaminya .


Walaupun hati Aisyah kini sudah tenang setelah mendengar cerita Azzam , entah kenapa malam itu Aisyah sulit untuk terlelap .Sementara Azzam sudah terbuai alam mimpi .


Aisyah menatap wajah suaminya yang sedang tertidur . Pelan -pelan dia membelai wajah itu . Aisyah merasa lega . Ke khawatirannya beberapa hari yang lalu kini sudah sirna , tapi dia juga harus tetap berhati -hati menghadapi perempuan seperti Siska .


" Saya tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan kebahagian kita , Hubby . Ais janji akan selalu menjadi yang terbaik untuk Hubby " Gumam Aisyah lalu mencium pipi suaminya .


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 01.00 tapi Aisyah belum juga bisa tidur . Karena merasa haus , perlahan Aisyah beranjak dari tempat tidur keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju dapur .


Aisyah mengambil air minum , lalu duduk di sofa ruang tengah dan menghidupkan televisi dengan volume suara di angka nol , agar tidak mengganggu yang lainnya . Terlihat aneh nonton televisi tanpa suara , tapi itulah yang dilakukan Aisyah . Satu jam berlalu Aisyah pun mulai mengantuk , dan akhirnya dia tertidur di sofa itu .


Bersambung ...


Ikuti terus kelanjutan ceritanya...


Jangan lupa like dan komen ya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2