Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 110. Harapan dan Doa


__ADS_3

Azzam dan Anisa masih ngobrol dengan Dokter Arini yang menangani Aisyah .


" Apa yang bisa saya lakukan sekarang , Dok .?" Tanya Azzam .


" Suara yang akrab didengar pasien sebelum koma dapat membantu pemulihan kondisinya. Sebuah studi dalam US National Library of Medicine baru-baru ini yang dilakukan oleh para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern dan Rumah Sakit Edward Hines Jr. VA telah menemukan bahwa mendengar suara yang akrab dapat membantu memulihkan kesadaran pasien koma. Seseorang yang sedang koma akan lebih cepat merespons percakapan tersebut. Saat menjenguk ajak berbicara seperti biasa. Misalnya, menceritakan orang yang sedang koma aktivitas sehari-hari atau sesuatu yang sedang terjadi saat itu. Apabila pasien koma termasuk orang yang suka mendengarkan musik, kalian juga bisa memutarkan musik yang mereka sukai. Meskipun belum jelas seberapa besar pasien koma dapat merespons, tetapi ada kemungkinan pasien bisa mendengar dan memahaminya. " . Jelas Dokter Arini .


" Baiklah ,Dok. Akan saya coba." Kata Azzam


" Kita sama - sama berdoa ya , Mas. Semoga Mba Aisyah segera sadar, pulih dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga ." Kata Dokter Arini .


Setelah dirasa cukup obrolan mereka. Azzam dan Anisa pun keluar dari ruangan Dokter Arini


" Gimana ? Dokter bilang apa ? " Tanya Pak Khairul pada Azzam dan Anisa .


Azzam duduk di kursi tunggu. Semua mata tertuju padanya . Menunggu jawaban dari pertanyaan Pak Khairul . Wajah kecemasan pun tampak jelas di wajah mereka .


Azzam menatap Anisa, seolah minta bantuan untuk berbicara.


" Ngomong aja ,Zam .Semua juga berhak tau kondisi Aisyah sekarang ." Kata Anisa .


Azzam menghela napas menatap kedua orang tuanya , Ahmad ,Farhan dan Putri secara bergantian . Mata Azzam tampak berkaca -kaca . Penjelasan Dokter Arini tadi membuat mulutnya sulit untuk mengeluarkan kata - kata .


" Nak ! Gimana ? Dokter ngomong apa tadi ? " tanya Bu Ainun .


Azzam memghela napas beratnya. Dia pun mulai menceritakan secara detail tentang apa yang di dengarnya dari Dokter Arini.


Bu Ainun dan Putri tidak kuasa menahan air mata mereka . Apalagi Azzam menjelaskannya juga dengan linangan air mata .


" Nggak papa Dek Aisyah nggak bisa hamil lagi , yang penting dia segera sadar dan saya bisa terus bersama dia ." Kata Azzam sambil terisak.


Sebagai seorang kakak Ahmad pun sangat merasa sedih dengan apa yang sudah menimpa adik kesayangannya itu .


" Ya Allah , kalau saja semuanya bisa di tukar , biar saja saja yang menggantikan posisi Ais. Saya ikhlas " Batin Ahmad . Saat itu Ahmad sedang duduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya .


"Semuanya masih bersifat prediksi . Dokter juga manusia ,Nak . Kuasa Allah di atas segala -galanya. Jangan putus asa, trus berdoa supaya Aisyah segera sadar , sembuh dan kumpul sama kita seperti dulu lagi." Kata Pak Khairul


" Iya , Abby ." Sahut Azzam .


Azzam lalu menyampaikan apa yang sudah di dengarnya dari Dokter Arini tentang hal yang bisa dilakukan untuk membantu agar Aisyah segera sadar .


" Sekarang kita coba saran dari Dokter Arini . Kalian semua pasti tahu hal apa saja yang disukai Aisyah . Waktunya kita bantu dia , jangan hanya meratapi, Insya Allah ,semuanya akan baik -baik saja ." Kata Pak Khairul .


" Benar , Abby . Kita harus tetap semangat untuk Aisyah . Aisyah dari kecil anak yang baik, bahkan sampai sekarang banyak hal yang baik dia lakukan . tentunya hal -hal baik pasti akan berpihak padanya. " Kata Anisa menambahkan .


" Abang. Udah jangan sedih . Adek pasti kuat kok. Ingat Ais dulu pernah bilang setiap cobaan yang datang adalah bentuk kasih sayang Sang Pencipta kepada kita . Itu kata -kata yang selalu di ucapkan Ais kalo kita ada masalah , iya kan ? Udah jangan sedih. " Kata Anisa ketika melihat Ahmad yang masih duduk mematung menutup wajahnya .

__ADS_1


" Iya kak." Sahut Ahmad dan langsung memeluk Anisa yang saat itu mendekati Ahmad.


" Abang nggak boleh cengeng.! " Kata Anisa saat Ahmad menangis di pelukannya tapi dia sendiri tidak bisa membendung air matanya .


" Ya sudah sekarang kita makan malam dulu , kalian semua belum makan malam kan , Kita semua juga harus menjaga kesehatan kita , khususnya kamu ,Nak. Aisyah butuh kamu. " Kata Bu Ainun sambil menatap Azzam .


" Saya nggak lapar , Ummy. Saya mau disini saja ! " Sahut Azzam.


" Nggak lapar ? Ummy yakin kamu belum makan dari tadi siang . Yuk kita makan dulu . " Ajak Bu Ainun.


" Benar Bu , Pak Bos belum makan dari tadi siang ." Kata Ozi yang baru datang bersama Ririn .


Ozi dan Ririn lalu menyalami mereka semua . Azzam menatap tajam pada Ozi . Dibalas Ozi dengan senyuman .


" Tu kan , Ayo kita makan dulu ! Gimana kamu mau menjaga istrimu , kamu sendiri tidak menjaga kesehatan kamu ." Kata Bu Ainun lagi .


Setelah di bujuk -bujuk, akhirnya Azzam pun mau pergi makan . Semua mereka menyusul bu Ainun yang menggandeng Azzam . Tinggal Ozi dan Ririn yang berada di depan ruang ICU.


Bu Ainun , Pak Khairul , Azzam , Farhan , Anisa ,Ahmad dan Putri pergi ke sebuah rumah makan yang berada di seberang jalan depan rumah sakit untuk makan malam .


Azzam benar -benar tidak selera makan , Dari tadi siang perutnya tidak di isi makanan. Rasa kecemasan akan kondisi istrinya memnbuat Azzam lupa pada dirinya sendiri .


" Kamu mau makan apa ,Nak ! " Tanya Bu Ainun sambil membuka buku menu makanan di rumah makan itu.


" Oke, " Sahut Bu Ainun.


Bu Ainun lalu meminta yang lain untuk memesan makanan sesuai selera mereka


masing -masing . Tidak lama.kemudian makanan yang mereka pesan pun disajikan di hadapan mereka. merekapun mulai menikmati makan malam bersama malam itu .


" Zam , makanlah Nak ! " Kata Bu Ainun saat melihat Azzam hanya menatap makanan di depannya .


" Iya Ummy ! " Jawab Azzam


Mata Azzam nampak berkaca -kaca , Dia teringat Aisyah . Karena setiap makan mereka berdua saling suap -suapan. Pelan -pelan dia pun mulai memasukan makanan ke mulutnya .


" O,ya ,Ayah sama ibu kalian sudah tau belum tentang kondisi Aisyah ? " Tanya Pak Khairul sambil menatap Ahmad dan Anisa .


" Sudah Abby. Tadi saya sudah telpon Ayah. Ayah nggak bisa balik ke rumah sakit karena Ibu nggak enak badan, kepalanya pusing." Jawab Ahmad.


" Kasian Bu Yani. Pasti dia shok banget dengan kondisi Aisyah. Bu Yani sempat pingsan tadi ,Zam. Pas Aisyah mau di pindah ke ruang ICU." Kata Bu Ainun sambil menatap Azzam.


"Tapi ibu nggak papa kan ,Bang. coba di bawa aja ke rumah sakit biar rawat saja. Takut kenapa -napa ." Kata Azzam ikut khawatir


" Ibu nggak mau .Bilangnya istirahat di rumah saja . Ibu tu orangnya agak parno sama rumah sakit . Makanya saya suruh Ayah di rumah aja temani Ibu ." Kata Ahmad.

__ADS_1


" Yang lain juga, sedih boleh tapi jangan terlalu berlarut -larut , jangan sampai kita drop juga kasian Aisyah . Ummy juga jangan kebanyakan nangis ." Kata Pak Khairul


" Iya Abby ." Jawab yang lain hampir bersamaan.


Seleaai makan malam , mereka lanjut melaksanakan sholat isya di sebuah mushola di rumah sakit itu .Mereka semua berdoa untuk kesembuhan Aisyah . Selesai sholat mereka pun kembali ke ruangan Aisyah di rawat.


Malam semakin larut . Azzam meminta untuk kedua orang tuanya pulang saja . Akhirnya keduanya pun pulang di susul yang lain . Kini tinggal Azzam dan Ahmad yang masih Stay di depan ruang Aisyah di rawat .


***


Sudah tiga hari Aisyah terbaring dalam kondisi koma . Sudah banyak hal juga yang dilakukan Azzam untuk membantu agar Aisyah segera sadar. Namun Aisyah masih belum sadar juga .


Pihak keluarga pun sudah banyak hal yang mereka lakukan sesuai yang di perintahkan oleh Dokter Arini . Tapi sampai hari ke tiga Aisyah pun belum merespon.


Hari -hari selama Aisyah koma merupakan hari yang cukup berat untuk Azzam , tapi dia tidak putus asa . Dia terus berusaha agar Aisyah segera sadar. Azzam selalu melantunkan surah Ar-Rahman saat menjenguk Aisyah , Surah yang menjadi sejarah cinta mereka .


Azzam merasa yakin Aisyah akan segera pulih . Apalagi Dokter Arini mengatakan tubuh Aisyah merespon baik semua pengobatan yang mereka berikan.


Di hari ke empat . Hari itu merupakan hari annyversari ke 3 tahun pernikahan mereka . Azzam merasa sangat sedih sekali . Moment bahagia annyversari mereka ,Aisyah masih terbaring koma. Biasanya seperti annyversari tahun -tahun sebelumnya Aisyah selalu antusias sekali untuk merayakan moment bahagia itu . Aisyah semangat sekali untuk mengadakan pengajian dan membagikan makanan ke anak yatim dan fakir miskin.


Yah begitulah bentuk Aisyah dan Azzam merayakan moment bahagia mereka . Yang membuat Azzam semakin jatuh cinta pada Aisyah . Aisyah tidak butuh pesta yang meriah untuk merayakan moment bahagianya . Dia lebih mengutamakan berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan .


Azzam duduk di samping Aisyah dan kembali melantunkan surah Ar-Rahman sambil mengenggam tangan Aisyah. Entah kenapa hari itu Azzam tidak bisa membendung air matanya, Azzam melanntunkan surah Ar-Rahman dengan linangan air mata membuat suaranya sedikit serak dan terputus -putus ., Beberapa kali Azzam mengusap air matanya dan kembali melanjutkan lafaz surah Ar Rahman .


Tiba -tiba Azzam merasa gerakan halus di jemari Aisyah yang di genggamnya . Dia menatap jemari Aisyah , dan benar tampak jemari Aisyah bergerak . Kemudian pandangan Azzam beralih ke wajah Aisyah . Tampak lingangan air mata mengalir di sudut mata Aisyah .


" Sayang , kamu sadar .!" Kata Azzam sambil mengusap air mata Aisyah dan mengecup kening Aisyah .


Perlahan Aisyah pun membuka mata . Azzam merasa sangat bahagia saat itu melihat Aisyah yang sudah sadar dan menatap dirinya .


" Alhamdulillah . Akhirnya kamu sadar juga sayang ." kata Azzam sambil mengecup punggung tangan Aisyah .


Namun seketika semuanya sirna ketika Aisyah kembali menutup mata dan layar monitoring yang memperlihatkan garis-garis yang menunjukkan grafik detak jantung Aisyah berhenti yang juga mengeluarkan suara yang tidak sesuai detakan jantung lagi . Membuat Azzam histeris memanggil Dokter .


Titttttt.....


Dokter dan suster pun bergegas masuk ke ruangan itu . Ahmad dan Putri yang berada di luar melihat situasi di dalam ruangan itu pun panik.


" Maaf Pak , Silahkan keluar dulu ! " Kata Suster itu pada Azzam .


" Tapi Sus..!"


" Maaf Pak , Pasien akan di tangani Dokter , Anda keluar dulu . " Kata Suster itu memaksa Azzam untuk keluar. Dan menutup rapat pintu serta menutup tirai dinding kaca , sehingga tidak terlihat lagi apa yang terjadi pada Aisyah di dalam ruangan itu .


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2