Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 106 . Sebuah Firasat


__ADS_3

Peristiwa kecelakaan itu terjadi begitu cepat . Selain Aisyah ada. 2 orang lagi yang menjadi korban kecelakaan itu. Salah satunya meninggal di tempat karena ikut terseret oleh mini Bus tersebut . Bu Galuh dan Pak Daud yang berada dekat dengan tempat Aisyah tergeletak , segera mendekati Aisyah . Bu Galuh lega ketika meraba pergelangan tangan Aisyah denyut nadinya masih berdenyut .


" Astagfirullah , Non Aisyah , bangun Non . " Bi Nur histeris melihat konsisi Aisyah .


Bi Nur semakin histeris ketika melihat darah yang mengalir di kaki Aisyah . Tidak lama kemudian Ambulan datang .Aisyah pun segera di larikan ke rumah sakit terdekat . Bi Nur dan Bu Galuh mendampingi Aisyah di dalam ambulans . Bi Nur benar -benar panik , air matanya terus mengalir , dia sangat mengkhawatirkan kondisi majikannya . Sesampainya di rumah sakit ,Aisyah langsung masuk ke ruang UGD .


Saat itu , Bi Nur , Pak Jai dan bu Galuh berada di depan ruang UGD .


" Gimana ni Pak Jai, ? Saya takut sekali ." Kata Bi Nur badannya masih tampak gemetar .


"Sebaiknya kalian kabari keluarganya ." Kata Bu Galuh .


" Iya bu, Pak Jai kamu telpon Pak Khairul ya , nanti saya telpon Pak Sulaiman." Kata Bi Nur .


" Iya Bi ." sahut Pak Jai uang tidak kalah paniknya dengan Bi Nur .


***


Di rumah Bu Yani yang sedang duduk nonton TV dikagetkan dengan sesuatu yang jatuh ke lantai keras sekali .Bu Yani pun mendatangi asal suara . Betapa kagetnya dia ketika yang jatuh itu adalah sebuah figura foto pernikahan Azzam dan Aisyah . Kaca figura itu pecah berhamburan di lantai .


Pak Sulaiman dan Bi Imah yang juga mendengar suara itu pun mendatangi arah suara , dan melihat Bu Yani ada di sana .


" Kenapa Bu .? " Tanya Pak Sulaiman .


" Nggak tau ,Yah . Ibu juga kaget , figura ini tiba -tiba jatuh ." kata Bu Yani


" Biar saya yang bersihkan Bu ." Kata Bi Imah lalu pergi ke dapur untuk mengambil sapu .


" Perasaan ibu kok tiba -tiba nggak enak ya ,Yah ? " Kata Bu Yani .


" Kita duduk dulu ya ,Bu ." Kata Pak Sulaiman mengajak istrinya duduk di sofa.


"Beneran lho Yah . Jantung ibu jadi berdebar - debar ." Kata Bu Yani lagi sambil menatap suaminya.


" Istigfar ,Bu . Insya Allah semuanya baik -baik saja .Mungkin paku figuranya lepas , makanya jatuh. " Kata Pak Sulaiman berusaha menenangkan hati istrinya.


Sebenarnya Pak Sulaiman pun merasakan hal yang berbeda juga , tapi dia tidak mau terlalu larut dengan perasaannya . Apa lagi saat itu Aisyah belum pulang .


" Yah , coba telpon Aisyah , kok lama betul ke supermarketnya ." Kata Bu Yani .


" Iya bu. ayah akan telpon Ais ." Kata Pak Sulaiman lalu mengambil ponsel di saku bajunya .


***


Tidak cuma kedua orang tua Aisyah yang mendapatkan firasat buruk , Azzam pun yang sedang tidur di kamar hotel di kagetkan dengan ponselnya yang jatuh dari tempat tidur ke lantai . Layar ponselnya pecah terbentur lantai keramik di kamar itu .


" Astagfirulah. kok bisa jatuh ya , Pake acara retak lagi layarnya . Gimana nich ?" kata Azzam sambil berusaha menghidupkan ponselnya , namun usahanya sia -sia .ponselnya tidak mau di hidupkan lagi .


" Mau nggak mau beli lagi nich ! Ozi sama Ririn sudah pulang belum ya ?" Kata Azzam bicara sendiri sambil melirik arlojinya yang menunjukkan pukul 12.30 waktu setempat .


" Sebaiknya saya cek ke kamar mereka saja ." Kata Azzam lagi .


Azzam lalu bangun dari tempat tidur , keluar dari kamarnya . Kamar Azzam dan kamar yang di tempati Ozi dan Ririn bersebelahan saja . Keberulan saat keluar Azzam bertemu Ozi dan Ririn yang baru pulang .


" Pak Bos mau kemana ? " Tanya Ozi


" Kalian baru pulang ? , Ini ponsel saya rusak ." Kata Azzam sambil memperlihatkan ponselnya


" Kok bisa ,Pak Bos ? " Tanya Ririn .


" Entahlah , saya juga bingung. Tolong carikan saya ponsel yang tipenya sama seperti ini ." Kata Azzam .


" Baik Pak Bos ." Kata Ozi .


" Oke, secepatnya ya ," kata Azzam lalu kembali masuk ke kamarnya .


Di dalam kamar Azzam kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . Dia ingin kembali tidur tapi tidak bisa . Wajah Aisyah terlintas di pikirannya , Dia pun mulai merasa gelisah.

__ADS_1


" Sebaiknya saya sholat dulu ." Kata Azzam lalu bergegas bangun dan pergi berwudhu .


Walaupun sudah selesai sholat , hati Azzam masih saja gelisah . Dia ingin menelpon Aisyah , Namun ponselnya saja kini sedang rusak . Azzam yang gelisah mondar mandir di dalam kamarnya .


Di tempat lain Pak Sulaiman yang tadinya ingin menelpon Aisyah . Namun keburu ponselnya berdering. Tampak di layar ponsel Pak Sulaiman nama Bi Nur .


" Siapa yang telpon Yah ? " Tanya Bu Yani


" Bi Nur Bu ." Jawab Pak Sulaiman .


" Assalamualaikum. Pak ! " Sapa Bi Nur dengan suara gemetar


" Waalaikumsalam Bi , Ada apa ? " Tanya Pak Sulaiman .


Dengan terbata -bata dan terisak Bi Nur memberitahuan musibah yang menimpa Aisyah.


" Astagfirullahalazim , Innalillahi wainnalillahi rojiun ." Kata Pak Sulaiman .


" Kenapa , Yah ? " tanya Bu Yani yang mulai panik


" Tenang dulu Bu ." Kata Pak Sulaiman sambil menatap istrinya dan tetap fokus mendengarkan penjelasan Bi Nur .


" Di rumah sakit mana Bi." Tanya Pak Sulaiman.


Bi Nur pun memberitahukan alamat rumah sakit tempat Aisyah di tangani . Setelah mengucapkan salam sambungan telpon pun terputus .


" Gimana Yah , apa yang terjadi ? " Tanya Bu Yani mulai panik .


Pak Sulaiman tidak menjawab . Dia hanya diam saja menatap wajah istrinya .


" Ya Allah , ternyata perasaan saya tidak enak dari tadi ternyata anak kami mendapatkan musibah ini . Ya Allah selamatkanlah anak saya dan janin di kandungannya. " batin Pak Sulaiman.


Mata Pak Sulaiman yang nampak berkaca -kaca membuat Bu Yani semakin panik


" Ayah , Ada apa ? cerita sama ibu " kata Bu Yani lagi .


" Kita ke rumah sakit sekarang ,Bu " Kata Pak Sulaiman


" Rumah sakit ? Kenapa ? Siapa yang sakit ?"


" Ais kecelakaan Bu, "


" Astagfirullah , trus kondisinya gimana Yah ? Kok bisa kecelakanan ? "


" Bu . Sekarang kita ke rumah sakit . Semoga saja Ais dan janin di kandungannya tidak kenapa -napa ." Kata Pak Sulaiman


" Amin , " Bu Yani tidak kuasa menahan tangisnya . Air matanya oun mulai mengalir membasahi pipinya .


Pak Sulaiman memanggil Riko sopir pribadi Azzam untuk mengantarkan mereka ke rumah sakit .


" Kenapa bu ? " Tanya Bi Imah ketika melihat Bu Yani menangis


" Aisyah Bi Imah , Aisyah kecelakaan." Kata Bu Yani terisak


" Innalillahi , Trus kondisi Non Aisyah gimana sekarang bu ? " Tany Bi Imah ikut kuatir .


" Ayo Bu , Kita segera ke rumah sakit." Kata Pak Sulaiman membuat Bu Yani tidak menjawab pertanyaan Bi Imah .


"Iya , Yah . " Kaya Bu Yani lalu bergegas mengikuti suaminya .


" Jaga rumah ya Bi. " Kata Pak Sulaiman


" Iya Pak ! " Kata Bu Imah .


Bi Imah masih mematung di depan rumah memandang mobil yang membawa Pak Sulaiman dan Bu Yani ke rumah sakit .


" Ada apa Bi ? " Tanya Pak Slamet suaminya Bi Imah yang baru dari halaman belakang.

__ADS_1


" Non Aisyah , Pak . Non Aisyah kecelakaan ." Jawab Bi Imah .


" Innalillahi , kasian Non Aisyah . Kondisinya gimana Bi ? "


" Belum tau Pak , kita berdoa saja . Semoga Non Aisyah baik -baik saja ." kata Bi Imah .


" Iya Bi , Yuk kita masuk. " Kata Pak Slamet


Bi Imah dan Pak Slamet pun masuk ke dalam rumah .


" Ntar ya Pak , Saya coba telpon Bi Nur nanya kondisi Non Aisyah . " kata Bi Imah lalu mengeluarkan ponsel di sakunya dan menelpon Bi Nur .


Bi Nur pun menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa Aisyah sambil menangis membuat Bi Imah pun ikut menangis tersedu -sedu .


" Ya Allah , lindungi Non Aisyah , Dia orang baik. " Batin Bi Imah .


***


Dalam perjalanan ke rumah sakit Pak Sulaiman menelpon Ahmad mengabarkan musibah yang menimpa Aisyah . Ahmad pun bergegas menuju rumah sakit yang di sebutkan Ayahnya .


Sesampainya di rumah sakit Pak Sulaiman melihat Bi Nur dan Pak Jai di depan ruang UGD .


" Gimana kondisi Aisyah Bi Nur ?" Tanya Pak Sulaiman .


" Masih di tangani dokter pak ,!" Kata Bi Nur terisak .


" Kok bisa Bi ? Kok bisa Aisyah kecelakaan .? "tanya Bu Yani sambil menangis .


Wajah Bi Nur berubah menjadi pucat , dia merasa takut . Belum sempat dia menjawab pertanyaan Bu Yani . Datang Pak Khairul dan Bu Ainun yang sudah dengan air mata bercucuran di pipinya. Di susul Ahmad yang langsung mendekati ke dia orang tuanya .


" Ampun Ibu , Bapak ,Aden Ahmad Maafkan Saya tidak bisa menjaga Non Aisyah . Sampai Non Aisyah mengalami kejadian seperti ini ." Kata Bi Nur sesegukan sambil bersujut di depan semuanya. membuat semua mata tertuju pada Bi Nur


" Maafkan saya juga Pak , Bu . ,Den ! " Kata Pak Jai ikut bersujut .


" Coba ceritakan apa yang sudah terjadi ?" Kata Pak Khairul .


Saat itu Bi Nur tidak bisa berkata -kata , hanya isak tangisnya yang terdengar . Ahmad pun menyuruh Bi Nur dan Pak Jai untuk bangun dari sujudnya . Dan meminta mereka untuk menceritakan peristiwa itu .


Bu Galuh yang melihat Bi Nur yang sudah tidak bisa berkata -kata pun minta izin untuk menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpa Aisyah.


" Maaf ibu ini siapa ?" Tanya Ahmad menatap Bu Galuh


Bu Galuh pun memperkenalkan dirinya . Dan menceritakan kalau sebelum kecelakaan terjadi Aisyah membeli es kelapa muda di kiosnya .Dan mulai menceritakan semuanya.


" Sebenarnya kalo mau di salahkan , salah saya Pak , karena saya lalai menjaga cucu saya , sampai dia melempar bola ke Neng Aisyah , sehingga musibah ini terjadi ." Kata Bu Galuh sambil menangis .


"Sudah , tidak perlu saling menyalahkan semuanya sudah terjadi . Sekatang mari kita berdoa semoga Aisyah baik -baik saja. " Kata Pak Khairul


" Azzam sudah tau tentang hal ini ." Tanya Pak Khairul .


" Belum , kami belum mengabari Azzam ." Kata Pak Sulaiman .


" Biar saya yang menghubunginya ." Kata Ahmad lalu mengambil ponsel di sakunya .


Berkali -kali Ahmad menelpon namun tidak ada jawaban .


" Gimana ?" Tanya Pak Khairul


" Nggak aktif ." Sahut Ahmad


" Mungkin dalam perjalanan pulang . Kan seharusnya hari ini mereka sudah pulang ." Kata Pak Khairul lagi


" Saya coba telpon Ozi atau Ririn dulu ." Kata Ahmad


" Iya coba telpon mereka ." Kata Pak Khairul


Panggilan pertama tidak ada jawaban , Ahmad pun menelpon lagi namun tetap tidak ada jawaban . Ahmad pun mencoba menelpon Ririn. tapi tetap tidak ada jawaban .

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2