Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 81 . Penyelesaian Masalah


__ADS_3

Azzam terdiam mencerna semua ucapan Aisyah . Dia ingat saat meeting tadi ponselnya tertinggal di ruangannya .Mungkin saat itu Aisyah menelpon. Azzam kembali menghela napas, menatap Aisyah yang sedang menangis di hadapannya .


Azzam lalu meraih tubuh Aisyah dan membawanya ke dalam pelukannya . Membelai lembut rambut istrinya yang saat itu masih agak basah karena habis mandi dan keramas .tanpa mengeluarkan suara ..


" Hubby , Ais minta maaf ." Kata Aisyah sambil terisak .


Azzam masih diam , namun tetap memeluk Aisyah .


" Ais ,minta maaf !" kata Aisyah lagi sambil menatap wajah suaminya .sorot mata Azzam kini lebih tenang .


Azzam hanya menganguk , lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Aisyah . Tapi masih tetap diam .


" Hubby , kenapa gak ngomong , Hubby gak mau ngomong sama . ..."


Belum selesai ucapan Aisyah , Azzam meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Aisyah . Dan kembali memeluk erat Aisyah .Kali ini Azzam pun menagis .


" Hubby... Ais susah napas " Kata Aisyah setengah berbisik . Membuat Azzam melepaskan pelukannya


" Sayang , maafkan Hubby " Kata Azzam pelan sambil menunduk .


" Hubby , gak salah , Ais yang salah " Kata Aisyah mengangkat wajah Azzam lalu mengusap air mata yang membasahi wajah suaminya .


" Saya sudah kasar sama kamu sayang , maaf kan Hubby ya ? " kata Azzam lagi


" Ais ,yang salah ,Hubby. " kata Aisyah kembali memeluk suaminya


" Rasa cemburu membuat saya gak bisa mengontrol emosi saya , "


" Hubby , cemburu ? " Aisyah melepas pelukannya . Dan menatap Azzam


Azzam mengangguk


" Hendri sosok lelaki yang pernah hadir di hati sayang . Dengar kalian bertemu tanpa sepengetahuan saya , membuat saya kalaf . Saya takut kehilangan kamu lagi sayang , "


" Ais seutuhnya milik Hubby , Mas Hendri hanyalah bagian dari masa lalu Ais. Sekarang dan masabdepan Ais hanya ingi bersama Hubby . Hanya Hubby yang ada di hati ,Ais . Gak akan pernah ada lelaki lain. Please ..jangan pernah berpikir Aisyah akan kembali bersama Mas Hendri . Meskipun Aisyah gak menikah sama Hubby. Aisyah juga gak akan kembali bersama dia " Tutur Aisyah .


" Iya sayang , maafkan Hubby ya ? "


Aisyah mengangguk .


"Hubby cemburu ,karena Hubby sayang sama Ais kan ?"


" Hubby sayang dan cinta banget sama kamu , sayang ." kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .


" Ais juga sayang dan cintaaaa, bangeeet sama Hubby ".


" Jaangan kayak tadi lagi ya , Ais takut "


" Iya sayang . Kamu tau gak . Hubby tu paling gak bisa liat kamu nangis sayang . Buat hubby membuat kamu menagis adalah hal terburuk yang hubby lakukan "


" O ya tadi bilang Bi Nur ,Hubby pulang sejak tadi siang ? Kok gak telpon Ais . "


Azzam menunduk ingat apa yanhbsudah dia lalukan pada ponselnya . Dia merasa malu pada dirinya sendiri .


" Hubby ..?"


"Iya sayang. Ponsel Hubby sudah rusak " Jawab Azzam lalu bersandar di sofa .


" Rusak ? rusak kenapa ? "


" Hubby banting di kantor "


" Kok bisa ? "


" Maaf sayang , hubby khilaf . Sini peluk Hubby "


Aisyah lalu memeluk suaminya lagi .


" Jadi karena marah sama Ais , Hubby banting ponsel , kalau Ais ada jangan - jangan Ais lagi yang Hubby banting , iihh..serem " kat Aisyah


" Gak lah sayang , Tadi tu Hubby mau telpon kamu , tu ponsel pake acara mati karena lobet , ya sudah Hubby banting aja , hancur berkeping -keping . Gak mungkinlah Hubby sampai banting kamu , kamu tu di bantingnya dj atas sana aja " Kata Azzam sambil menunjuk tempat tidur


" Hubby ..? " Aisyah mencubit perut suaminya


" Sakit sayang "


" Jangan gitu lagi ya ? Emosi itu manusiawi tapi janganlah sampai lempar -lempar barang itu, Sayang lho ponselnya hancur , kan belum 1 bulan hubby belinya ? "


" Iya sayang , Hubby nyesel juga , Hubby janji enggak akan begitu lagi "


" Trus gimana , di ponsel itu kan banyak nomer kolega -kolega Hubby ? "


" Semua file pentingnya hubby simpan di sim card dan memori card nya sayang , jadi insya allah semua datanya aman . "


" Oh..syukurlah . Trus sim card sama memori card nya mana ? "


" Mungkin sama Ririn , soalnya dia tadi yang munguti kepingan ponsel itu "


" Hubby banting ponsel di depan Ririn ?"


" Enggak , mungkin pas dia dengar ponsel itu hubby banting jatuh dia lalu masuk ."


" Oh gitu ."


" Ponsel sayang mana ? Hubby pinjam dulu mau telpon Ririn ."


Aisyah lalu mengambil ponselnya dari dalam tas .dan memberikan pada Azzam .


" Sayang aja yang telpon Ririn "


" Okey "


Tut..tut..tut..


" Assalamualaikum , bu Aisyah . "


" Waalaikumsalam ,Rin"


" Pak Bos ada di rumah kah Bu ?"


" Ada ."


" Kalian baik -baik aja kan bu "


" Alhamdulillah ,baik -baik aja , O ya , sim card sama memori card kamu simpan kah ? "


" Aman bu sama saya "


" Oke , baiklah . Maaf ya udah merepotkan kamu , Maklumlah Pak Bos mu otaknya lagi ngehang " kata Aisyah sambil cekikikan


"Iya bu , syukurlah kalian baik -baik aja , tanyain sama Pak Bos. Ponselnya diganti merek yang sama kah ? "


" Kamu ngomong langsung sama dia ya ?"kata Aisyah lalu memberikan ponselnya pada Azzam


" Assalamualaikum Pak Bos ."


" Waalaikumsalam , kenapa Rin ?"


"Ponselnya mau diganti merek yang sama kah Pak Bos ?"


" Iya , kami carikan merek dan warna yang sama, kalo sudah dapat kabari saya nanti saya transfer ."


" Baik Pak Bos "


Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon pun berakhir .


Aisyah lalu keluar kamar menuju dapur ,Membuat teh hangat untuk dia dan suaminya .Dan membawa teh hangat dan kue dari ibunya kembali kekamar .

__ADS_1


Sambil menikmati kue dan teh hangat Aisyah menceritakan pertemuannya dengan Sarah pada Azzam . Dan mencoba membujuk Azzam untuk mencabut semua tuntutannya pada Tante Mia , Siska dan Hendri


" Kasian mereka by , pasti mereka selama ini sudah tersiksa banget mendekam di sana "


Azzam mengamati wajah Aisyah sambil mencerna semua ucaoan istrinya itu .


" Hubby kok diam ?"


" Jujur , Saya bingung , mereka itu hampir mencelakai kamu sayang , Semudah itu kamu memaafkan mereka ? "


Aisyah lalu kembali menjelaskan seperti yang pernah dia ucapkan kepada para sahabatnya . Azzam terdiam mendengar semua perkataan Aisyah. Apa yang diucapkan Aisyah ada benarnya juga .


" Jadi karena itu alasannya , tidak ada maksud lain ? "


" Hubby gak percaya sama Ais ?"


" Oke , kan Hubby pertimbangkan "


" Baiklah " Kata Aisyah lalu bersandar di sofa .


Azzam tersenyum melihat ekspresi Aisyah . Azzam tau , Aisyah sangat ingin dirinya segera mencabut semua tuntutan itu. Dan membebaskan ketiganya .


Kumandang Azzan magrib pun terdengar, Azzam lalu bergegas pergi ke masjid . Sedangkan Aisyah sholat di kamar nya .


***


Sesudah sholat isya , karena belum mengantuk Azzam dan Aisyah sedang bersantai di balkon menikmati indahnya suasana langit malam .


Keduanya berdiri bersandar ke pagar balkon.


" Sayang , besok temani Hubby ke kantor polisi ya , kita cabut semua tuntutan ."


" Beneran , Hubby ? "


" Iya , sayang "


" Alhamdulillah. Terima kasih ya Hubby " Kata Aisyah lalu memeluk suaminya .


"Sama -sama sayang , buat kamu apa saja akan Hubby lakukan .Saya mau melihat senyum kebahagian selalu ada di wajah istri saya ini " Kata Azzam sambil mencium puncak kepala Aisyah .


Cup


Azzam mengecup mesra bibir Aisyah . Aisyah sebenarnya ingin mendahului mengcup bibir suaminya , namun karena posisi mereka lagi berdiri .Azzam lebih tinggi darinya jadi hal itu tidak bisa dilakukannya .


" Hubby mau nanya sesuatu ? " kata Azzam lalu melepas pelukannya.


" Nanya apa ? "


"Selain saya sama hendri apa ada lelaki lain yang pernah mampir di hati sayang ? "


" Kenapa nanya begitu ?"


" Hubby mau tau aja ."


" Gak ada " Jawab Aisyah singkat


" Cinta pertama sayang Hendri dong ?"


" Bisa di bilang begitu . Eits... Tapi jangan cemburu lagi , semuanya kan sudah jadi masa lalu , Hubby lebih spesial kok "


" Woow, Lebih spesial !"


" Mau tau gak kenapa ?


" Mau donk sayang ! Kenapa ?"


" Pertama Hubby ganteng "


" Ehhemm" sahut Azzam sambil mendekati Aisyah .


" Kedua tinggi "


" Hubby suami Aisyah yang sah " kata Aisyah sambil tersenyum .kini keduanya sudah berada di dalam kamar .


Aisyah menghentikan langkahnya . Karena sudah mentok ke pinggir tempat tidur .


" Hubby ,suami sayang yang sah kan ? " Kata Azzam setengah berbisik . Membelai mesra wajah istrinya .


" Ehhemm " Jawab Aisyah singkat . Aisyah sudah tau maksud arah pertanyaan suaminya. Dia lalu mulai membuka kancing baju suaminya satu persatu . Azzam tersenyum . Hasratnya malam itu bisa tersalurkan .


***


Keesokan harinya , Azzam dan Aisyah bersiap berangkat ke kantor polisi . Sesampainya di sana Azzam segera melaporkan maksud kedatangannya . Mencabut semua tuntutannya .Dan hari itu juga Tante Mia , Siska dan Hendri di bebaskan .


Hendri mengucapkan terima kasih pada Azzam .


"Tidak usah berterima kasih pada saya , ini semua saya lakukan karena istri saya minta " Kata Azzam .saat Hendri menemui mereka di parkiran saat akan pulang .


" Terima kasih ya ,Ais . Saya janji saya akan jadi pribadi yang lebih baik lagi . " kata Hendri


" Iya Mas , tapi lebih tepatnya kamu harus berterima kasih sama istrimu . Karena dia dan anak yang di dalam kandungannya yang membuat kami sepakat untuk mencabut kasus ini . sebaiknya kamu segera pulang ,istrimu pasti senang melihat kamu pulang . " kata Aisyah sambil tersenyum .


"Istri saya menemui kalian ? "


Kata Hendri .


Belum sempat Aisyah. Dan Azzam menjawab pertanyaan Hendri .


Ponsel Hendri berdering . Dilihatnya dari nomer istrinya , saat di jawab bukan suara istrinya yang di dengar, tapi suara seorang laki -laki yang tidak lain adalah suara ayahnya . Ayah Hendri mengabarkan kalau sekarang istrinya sedang di rumah sakit mau melahirkan . Hendri tampak panik .dia ingin segera pergi ke rumah sakit .


" Ikut kami saja , nanti di antar ke rumah sakit " Kata Azzam saat melihat ekspresi Hendri .


Aisyah tersenyum dia tidak menyangka kalau Azzam akan berkata seperti itu


Maaf saya gak enak. Nanti merepotkan kalian ? " Kata Hendri


" Gak papa , Yuk..." Ajak Azzam


" Sayang , ayo kita antar Hendri ke rumah sakit " kata Azzam


" Serius ni kita antar dia ke rumah sakit ? " Kata Aisyah setengah berbisik saat Azzam membukakan pintu mobil untuknya


" Ini atas dasar rasa kemanusian , sayang " Sahut Azzam membuat Aisyah tersenyum


" Ayo masuk ! " Kata Azzam lagi saat melihat Hendri mematung di samping mobil .


" Iya " Sahut Hendri lalu masuk dalam mobil Azzam .


Azzam langsung melaju ke alamat rumah sakit tempat Sarah istri Hendri akan melahirkan . 20 menit kemudian , mereka pun sampai .


Setelah mengucapkan terima kasih kepada Azzam dan Aisyah , Hendri bergegas turun dari mobil , dan langsung masuk ke rumah sakit .


" Kamu gak turun sayang ? " Tanya Azzam


" Enggak , kita pulang aja ! Sahut Aisyah


"Kali aja kamu mau liat bayinya Hendri "


" Enggak ahhh , Ais takut liat orang mau lahiran . Kita doakan saja semoga ibu dan bayinya selamat dan sehat " Kata Aisyah .


" Amin , o ya kok kamu takut ? "tanya Azzam sambil melaju di jalan raya menuju rumah mereka .


" Takut aja " Sahut Aisyah


" Takut kan pasti ada alasanya ! " kata Azzam lagi


" Ais sedikit trauma aja pas kak Nisa melahirkan dulu " Kata Aisyah .

__ADS_1


" Oh gitu ! "


Azzam mengajak Aisyah mampir ke salah satu rumah makan langganan mereka. untuk makan siang sebelum balik ke rumah.


***


Beberapa hari kemudian , Aisyah dan Azzam berkunjung ke rumah orang tua Azzam . Malam itu mereka sedang menikmati makan malam bersama .


Setelah bebas dari penjara. Sikap Tante Mia banyak berubah . Dia mulai ramah pada Aisyah .Tante Mia memutuskan untuk tinggal di luar negeri bersama kakak sulungnya di Beijing ? " . Malam itu menjadi malam terakhir dia berada di indonesia . .


Keesokan harinya Pak Khairul. Bu Ainun Azzam dam Aisyah mengantar Tante Mia ke bandara . Suasana haru menyelimuti mereka . Satu persatu mereka memeluk tante Mia . Tante Mia semakin terisak saat memeluk Aisyah . Kata maaf kembali keluar dari mulutnya . Dia menyesali atas semua perbuatannya .


Azzam merasa lega melihat sikap tante Mia yang sudah baik pada istrinya. Ditambah lagi dia mendapat informasi kalau Siska juga saat di bebaskan kemaren langsung di bawa orang tuanya ke luar negeri . Orang tuanya sangat malu dengan sikap Siska . Sengaja membawa Siska pergi jauh agar tidak mengganggu rumah tangga Azzam dan Aisyah lagi .Azzam berharap tidak ada lagi yang mengganggu kehidupannya .


Hari -hari berikutnya mereka lalui dengan penuh kebahagian . Azzam selalu menyiapkan kejutan -kejutan spesial membuat Aisyah bahagia . Ahmad pun kini sudah beralih becmkerja di karntor Azzam sebagai manajer keuangan .


Rencana mereka untuk melakukan honey moon bersama -sama pun terlaksana . 1 minggu setelah pernikahan Aldi dan Mala . Keempat pasangan pasutri itu berangkat keliling Eropa , mengunjungi beberapa kota romamtis di sana .


Dua minggu honey moon mereka mengunjungi kota -kota yang cukup terkenal di Eropa. Seperti kota Madrid di Spanyol , kota London di Inggris , kota bersejarah Berlin di Jerman , Kota 1000 Menara Praha di Ceko, Kota Kincir Angin Amsterdam, Belanda,, Menikmati Pizza di Venice, Italia, yang merupakan makanan kesukaan Putri dan Ayu .kemudian terakhir mereka mengunjungi kota Paris di Prancis . Kota yang di daulat sebagai pusat fashion dunia . Mereka bershooping ria disana sebelum mereka kembali ke negara tercinta yaitu Indonesia .


Setelah pulang ke Indonesia mereka membagikan oleh- oleh untuk keluarga mereka masing -masing . Dan kembali melakukan aktifitas seperti biasanya .


Waktu terus berlalu , 1 tahun sudah mahligai rumah tangga yang di bangun oleh Azzam dan Aisyah . malam itu Azzam dan Aisyah mengadakan acara anniversary pertama mereka secara sederhana saja . Mereka mengundang semua keluarga untuk makan malam bersama di rumah mereka . Selain itu tadi sore Azzam dan Aisyah juga membagikan makanan ke beberapa panti asuhan dan panti jompo di kota itu


Sahabat Aisyah yang masih menetap di kota itu tinggal Putri . Mala sudah satu bulan yang lalu pindah ke Bali . Karena Aldy memilih menetap di sana mengurus cabang perusahaan milik Azzam . Sehingga ke empat sahabat itu sudah jarang sekali berkumpul . Paling 1 bulan sekali atau 2 bulan sekali saja lagi . Mereka melepas rindu hanya dengan saling telponan dan video call


" Makan yang banyak mba , biar dedek bayinya sehat " Kata Aisyah pada Putri .


Saat itu Putri sedang hamil . Usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke 4 . Dari keempat pasangan itu Ahmad dan Putri lah yang paling duluan mendapat amanah dari Allah .


" Iya , " Sahut Putri yang menyantap hidangan itu dengan lahapnya .


" Senang deh , ummy liat kamu banyak makannya , kalo Ummy waktu hamil Azzam dulu , susah makan , dalam 1 bulan sampai 2 kali di opname di rumah sakit karena kondisi lemah , sampai mau melahirkan . Makanya Ummy operasi sesar saja " Kata Bu Ainun


" Alhamdulillah ummy, sejak awal gak ada keluhan, bawaannya pengen makan aja , makanya awal -awal saya gak tau kalo lagi hamil " kata Putri sambil tersenyum melirik Ahmad .


" Saya juga waktu hamil Aisyah juga kondisi saya sangat lemah , tapi gak sampe di opname . Karena saya waktu hamil takut sama jarum impus " Kata Bu yani .


Membuat Azzam dam Aisyah saling pandang .


" Pantesan ,Ais takut banget sama jarum inpus , ternyata Ibu waktu hamil takut itu " kata Ahmad sambil tertawa .


" Berarti anak Abang nanti jago tu makannya , liat aja ibunya makan porsi jumbo " Kata Aisyah sambil tersenyum. Dalam hatinya Aisyah pun berharap dirinya segera hamil .


Setelah selesai makan malam mereka lanjut ngobrol duduk di sofa ruang utama. Sesekali terdengar gelak tawa mereka . Malam semakin larut , Pak Khairul dan Bu Ainun pamit pulang , disusul Pak Sulaiman ,Bu Yani , Ahmad dan Putri .


Aisyah yang merasa sudah ngantuk pun masuk ke kamarnya . Setelah mencuci muka dan mengganti bajunya dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur . Beberapa menit kemudian dia pun terlelap .


Azzam masih berada di teras depan rumah , berbincang bersama Pak Jai dan Pak Slamet .Dia berpesan kenpada keduanya untuk lebih hati -hati , karena beberapa hari yang lalu tetangga mereka kemalingan . Tidak lama kemudian Azzam pun masuk ke dalam rumah, melangkah ke kamarnya .


Cup


" Kasian pasti kamu capek banget sayang , " Kata Azzam sambil mencium kening Aisyah dan menyelimuti istrinya .


Azzam lalu mengganti bajunya . Dan berbaring di samping Aisyah, sambil merangkul tubuh istrinya .


" I love you ,Hubby " Kata Aisyah dengan mata terpejam . Dan memposisikan dirinya ke dalam pelukan Azzam


" Love you more , Sayang " Sahut Azzam lalu mencium kening Aisyah lagi .


Kini keduanya sudah terlena dalam alam mimpi masing -masing .


***


Pagi itu matahari seakan enggan menampakkan sinarnya , bersembunyi di balik awan hitam . Sepertinya sebentar lagi hujan akan turun . Setelah Azzam pergi ke kantor ,Aisyah kembali ke kamarnya . Tidak lama kemudian ponselnya berdering.


Mala yang menelpon melalui sambungan video call . Tampak wajah , Mala ,Ayu dan Putri di layar ponselnya .


" Assalmualaikum " sapa ketiganya pada Aisyah hampir bersamaan


" Waalaikumsalam ." jawab Aisyah lalu duduk di atas tempat tidur .


" Kangen deh sama kalian semua , emuuuach...." kata Ayu dengan gaya lebainya .


" Ya ampun , Bumil satu ini , makan aja terus kerjaannya " Kata Mala melihat Putri yang sedang ngemil .


Mendengar ucapan Ayu , membuat PutrI tersenyum .


" Gimana kabarnya , sehat semua kah ? " tanya Aisyah .


" Alhamdulillah , sehat " Jawab Mala


" Sehat walafiat sayang ku " sahut Ayu


" Beb, saya pergi dulu ya sebentar " Kata Radit suami Ayu ,lalu mencium mesra bibir istrinya . Saat itu Radit tidak sadar kalau istrinya sedang video call dengan sahabat -sahabatnya . Membuat yang lain tutup mata melihat adegan itu .


" Hhmmmm, saya jadi kangen Mas Aldi " kata Mala .


Mendengar ucapan Mala , Radit merasa malu sendiri


" Beb , kamu kok nggak ngomong lagi video call , saya kira kamu lagi nonton youtube tadi , sorry ya semuanya " Kata Radit sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Nggak papa kok , kita mah maklum aja " Sahut Aisyah .


Radit lalu pergi , Namun sebelum pergi dia mencium lagi pipi istrinya .


" Gais, saya ada kabar gembira ni " Kata Ayu lagi


" Apa tu ? " Tanya ketiga nya hampir bersamaan .


Ayu lalu menunjukkan sebuah alat tespack yang nampak dua garis merahnya


" Alhamdulillah " sahut ketiga hampir berbarengan lagi


Ketiganya secara bergantian mengucapkan selamat Ayu.


" Terima kasih ya , gaes , Alhamdulillah usianya baru 3 minggu " Kata Ayu .


" Doain ya semoga saya juga bisa nyusul " kata Aisyah dengan sendu


" Jangan sedih gitu dong , saya juga belmbada tanda -tanda ke arah sana , padahal saya sama Mas Aldi udah program hamil tapi belum juga " kata Mala


" Iya beb, semuanyakan Allah yang atur , mungkin sekarang belum rejekinya kalian , terus berusaha aja. Di pergencar lagi buatnya. Kalo perlu tiap hari tiap malam " kata Ayu sambil terkekeh .


" Bagi tips dong, gimana caranya sampai berhasil " kata Mala lagi


Ucapan Mala membuat yang lain tertawa .


" Kan udah saya bilang tadi , tiap hari tiap malam , pasti berhasil tu " kata Ayu lagi sambil tertawa menekan perutnya


" Yang bener aja kamu ,Yu ?" sahut Mala


Membuat yang lain kembali tertawa.


"Coba deh 1 minggu aja , kalian coba tiap hari tiap malam ,di jamin berhasil langsung bunting " Kata Ayu


" Hah.. Gak percaya saya , saya aja gak gitu hamil juga , kalo gitu hyper itu dong namanya , ihh Ayu kamu serem banget sich , gak kebayang deh saya kalo 1 minggu tiap hari tiap malam , minggu berikutnya langsung di opname di rumah sakit tu " kata Putri


" Enggak kok , beneran , kan enak to , hhmmm, coba deh " kata Ayu lagi menggoda sahabatnya .


" Ini namanya menjerumuskan " sahut Mala


" Bener tu , ada -ada aja kamu ,Yu " kata Aisyah menimpali


Bersambung ...


Jangan lupa like dan komen ya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2