
Malam itu suasana ruang rawat Aisyah semakin ramai dengan kehadiran Putri dan kedua orang tua Aisyah . Putri bahagia sekali mendengar kabar Aisyah yang sudah sembuh dari amnesianya. Walaupun Ahmad hanya membolehkannya menjenguk besok ,tapi Putri tetap datang malam itu .
Lagi -lagi Bu Ainun membahas tentang quality time untuk Azzam dan Aisyah. Mereka tampak asik ngobrol , sesekali terdengar mereka tertawa bersama . Hingga tanpa mereka sadari jam di dinding sudah menunjukkan pukul 22.00.
Aisyah sudah tertidur yang sudah mengantuk pun terlelap . Kedua orang tua Azzam dan Aisyah pun pamit pulang , begitu juga Putri dan Ahmad . Tapi Ahmad pulang hanya mengantar Pak Sulaiman dan Bu Yani serta istrinya saja. Dia akan balik menemani Azzam dan Aisyah di rumah sakit.
Azzam memperbaiki selimut dan mengecup kening Aisyah . kemudian duduk di kursi samping kasur tempat Aisyah berbaring .Azzam tersenyum menatap wajah Aisyah yang sedang tertidur .
" Ya Allah, terima kasih Engkau telah menghadirkan dia dalam hidup saya . Saya berjanji pada diri saya sendiri dan kepada Mu , akan menggunakan sebaik mungkin kesempatan yang telah Engkau berikan ini untuk selalu memberikan kebahagian untuk istri saya ." batin Azzam sambil mengenggam jemari Aisyah.
Dengan sembuhnya Aisyah dari amnesianya , Azzam merasa seakan lepas dari beban yang begitu berat , dia merasa lega , akhirnya bisa melewati semuanya. Malam semakin larut , dan Azzam pun terlelap.
Ahmad yang kembali setelah mengantar istri dan kedua otang tuanya pun masuk ke ruangan rawat Aisyah . Ahmad tersenyum melihat Azzam dan Aisyah yang sedang tidur , dia lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa . Yang berjarak sekitar tiga meter dari kasur Aisyah . Tidak lama kemudian Ahmad pun terlelap .
***
Pukul 01.00, Aisyah terbangun . Dia menoleh ke kiri dan kanan , Dilihatnya Azzam tertidur sambil duduk di sampingnya , dan Ahmad yang tidur di sofa . Perlahan Aisyah membelai kepala suaminya .
" Kasian kamu ,By . Pasti nggak enak tidur sambil duduk ." Gumam Aisyah .
" By , hubby ! " Seru Aisyah sambil mengusap pundak Azzam .
" Iya sayang , kenapa ? Kamu mau apa ? Mau ke toiket kah ? Saya bantu ." Kata Azzam sambil mengucek matanya .
" Enggak ! "
" Trus mau apa ? "
" Hubby boboknya di sini aja ,muat kok !" Kata Aisyah lalu menggeser tubuhnya . Aisyah ingin Azzam tidur di sampingnya .
" Sempit sayang , ntar kamu nggak enak tidurnya. " Sahut Azzam .
" Ais lebih nggak enak kalo liat Hubby tidurnya sambil duduk , ntar badan Hubby sakit. " Kata Aisyah
" Nggak papa kok sayang , Kamu tidur lagi aja ya ! " Bujuk Azzam .
" Hubby , please ! "
" Udah , turutin aja Zam ! " Sahut Ahmad yang mendengar obrolan mereka . Dan membalikkan tubuh membelakangi keduanya melanjutkan tidurnya .
" Muat kok by ? " Kata Aisyah saat melihat Azzam menatapnya .
" Iya ." sahut Azzam .
Mau tidak mau Azzam pun naik ke kasur tempat Aisyah berbaring .
" Tu kan muat ." Kata Aisyah sambil tersenyum.
" Iya , Lanjutin tidurnya. " Kata Azzam lalu mengecup kening Aisyah .
Aisyah mengangukan kepala. Dan keduanya akhirnya kembali terlelap.
***
Keesokan harinya setelah melakukan beberapa pemeriksaan . Akhirnya hari itu juga Aisyah di perbolehkan pulang .
Mendengar kabar Aisyah akan pulang hari itu , kedua orang tua Aisyah dan Azzam senang sekali . Sehingga mereka pun ke rumah Aisyah untuk menyambut kepulangan Aisyah . Bu Ainun dam Bu Yani berinisitif untuk mengadakan syukuran kecil -kecilan atas kesembuhan Aisyah .
Bu Yani dan Bu Ainun juga sudah menyiapkan makanan kesukaan Aisyah dan Azzam . Sambil menunggu mereka ngobrol di ruang tamu .
Sementara itu mobil Azzam baru keluar dari halaman rumah sakit . Perlahan melaju dan berbaur dengan kendaraan lainnya .
Sesekali Azzam melirik Aisyah, walaupun masih tampak pucat wajah Aisyah tetap cantik . Membuat Azzam senyum -senyum sendiri . Saat itu Aisyah sibuk sendiri dengan ponselnya membalas chat sahabat -sahabatnya .
" Kok senyum -senyum ? " Kata Aisyah yang melihat ekspresi wajah suaminya .
" Kenapa ? "
" Nggak papa , O ya. Mala sama Ayu rencana besok lusa mau ke rumah ." Kata Aisyah.
" Okey, mereka sudah tau kamu udah sembuh ? "
" Udah , mereka tau dari Putri ." Jawab Aisyah.
" Kamu tu beruntung sayang , punya sahabat -sahabat kayak mereka . " Kata Azzam.
" Iya , walaupun kadang sering nyebelin , tapi yah kalo nggak begitu. Nggak seru kan ." Kaya Aisyah .
"Kalau saya nyebelin nggak ? " Tanya Azzam sambil melirik Aisyah .
" Banget ! " Sahut Aisyah
__ADS_1
" Kok jawabnya gitu ? " Kata Azzam mengerutkan keningnya.
" Nyebelin , karena Ais nggak bisa jauh -jauh dari Hubby ." Jawab Aisyah sambil tersenyum .
" Saya juga nggak bisa jauh -jauh dari kamu , Sayang !" Sahut Azzam lalu meraih tangan Aisyah dan mengecup punggung tangan istrinya itu .
Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai ke rumah . Seperti biasa Azzam selalu membukakan pintu mobil untuk Aisyah.
" Terima kasih , Hubby ! "
" Sama -sama ,sayang ! "
Keduanya berjalan bergandengan memasuki rumah . Di susul Pak Jai yang membawakan koper Aisyah .
" Asaalamualaikum " Kata Azzam dan Aisyah hampir bersamaan.
" Waalaikumsalam " terdengar jawaban serempak dari dalam rumah .
Azzam dan Aisyah lalu menyalami kedua orang tua mereka masing -masing yang sedang ngobrol di ruang tamu . Lalu ikut duduk ngobrol bersama mereka .. Sesekali terdengar mereka tertawa .
Kemudian Aisyah pamit mau ke toilet , Azzam pun mengantar Aisyah ke kamar . Sementara Bu Ainun dan Bu Yani pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siang mereka .Sedangkan Pak Sulaiman dan Pak Khairul masih melanjutkan obrolan mereka.
" Lho , kopernya mana ? " Tanya Aisyah ketika keluar toilet tidak melihat koper nya .
" Sebentar ya ? " Sahut Azzam lalu keluar kamar memanggil Pak Jai .
" Iya den , Ada apa ? Tanya Pak Jai
" Koper tadi mana ? " tanya Azzam.
" Di kamar non Aisyah di atas , Den !" Jawab Pak Jai .
" Astaga , Istri saya sudah sembuh dari amnesianya .Jadi bawa ke sini kopernya ! " Kata Azzam
"Oh , Alhamdulillah .maaf ya den !" kata Pak Jai lalu bergegas menaiki anak tangga mengambil koper yang di letakannya di kamar atas tadi .
Tidak lama kemudian Pak Jai kembali dengan membawa koper itu. Azzam lalu membawa masuk ke kamar lagi .
"Kopernya diletakkan Pak Jai di kamar atas , Pak Jai nggak tau kamu sudah sembuh ." Kata Azzam sambil tersenyum .
Mendengar perkataan Azzam , Aisyah menjadi sedih. Matanya tampak berkaca -kaca . Lalu dia memeluk Azzam.
" Maafkan Ais ya, By ! " Kata Aisyah sambil memeluk erat Azzam dan mulai menangis .
" Udah , jangan nangis lagi. " Kata Azzam lalu mengusap air mata Aisyah .
Aisyah mengangguk dan kembali memeluk suaminya . Azzam tersenyum membiarkan Aisyah tenggelam dalam pelukannya .
Ponsel Azzam berdering. Tapi Azzam mengacuhkannya , masih tetap memeluk Aisyah.
" Hubby , ponselmu ! Tegur Aisyah .
"Biarin aja. Saya masih mau peluk kamu ." sahut Azzam.
" Siapa tau penting ! " .
" Tidak ada yang lebih penting dari kamu sayang ." kata Azzam
" Hubby..."
" Iya , saya angkat ." kata Azzam lalu pelepas pelukannya pada Aisyah .
Azzam mengambil ponsel dari sakunya . Tampak nama Ozi muncul . Dia lalu duduk ditepi tempat tidur . Sedangkan Aisyah membuka kopernya tadi .
" Assalamualaikum. Pak Bos . Maaf mengganggu ! " Sapa Ozi
" Waalaikumsalam. Ada apa Zi ? " Tanya Azzam .
" Mr. Lie dari Shanghai mau bertemu Pak Bos besok, Pak Bos bisa ? "
" Jam berapa ? " tanya Azzam
" Jam 10.00 pagi."
" Okey , bisa. Ririn gimana ? Kemaren katanya lagi nggak enak badan ." tanya Azzam
" Iya Pak Bos . Kami baru pulang dari klinik. Dan ..." Ozi agak ragu untuk melanjutkan kata -katanya .
"Kenapa ,Zi . Ririn sakit apa ? " Tanya Azzam .
Mendengar pertanyaan Azzam, membuat Aisyah menatao ke arah Azzam .
__ADS_1
" Istri saya hamil , Pak Bos ." kata Ozi agak terbata -bata .
" Alhamdulillah , saya kira sakit apa tadi , selamat ya Zi . " Kata Azzam .
" Terima kasih ,Pak Bos . "
" Ya udah , kalo gitu Ririn istirahat saja , sampai kondisinya benar -benar pulih." Kata Azzam.
Setelah saling mengucapkan salam , sambungan telpon terputus .
" Ririn kenapa ,By ? " Tanya Aisyah lalu duduk di samping Azzam .
" Kemaren Ririn sempat telpon saya , dia izin katanya nggak enak badan , ternyata pas di periksa dia hamil ." tutur Azzam..
" Alhamdulillah. Trus kondisi Ririn gimana ? "
" Ozi bilang udah mendingan , tapi saya suruh istirahat saja dulu , sampai benar -benar pulih. " kata Azzam lagi .
" Iya by , Ririn istirahat saja dulu , kasian . Ais jadi ingat pas awal -awal hamil dulu ." kata Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam.
Azzam menghela napas beratnya lalu mengusap lembut pundak Aisyah. Azzam pun ingat awal -awal kehamilan Aisyah dulu .
" Jujur , kalo ingat awal -awal kamu hamil dulu , saya sedih sayang , kondisi kamu lemah , kita harus bolak -balik rumah sakit , huhh, andai saja bisa di tukar , biar saya aja yang mengalami semuanya , saya nggak tega liat kamu terbaring lemah waktu itu ." kata Azzam lalu mengecup puncak kepala Aisyah .
" Tapi semuanya sudah berlalu ,By . Dan kemungkinan untuk Ais hamil lagi pun kecil. Bahkan mungkin Ais nggak bisa hamil lagi . Jadi hal itu tidak akan terulang lagi kok." Sahut Aisyah.
" Sayang , jangan ngomong gitu .saya nggak suka dengarnya , tidak ada yang tidak mungkin kalo Allah sudah berkehendak , sayang . Kita harus terus berusaha dan berdoa , insya allah, apa yang kita inginkan akan di kabulkan olehNya . " kata Azzam.
" Kita mulai semuanya dari awal lagi , oya gimana rencana liburan kita , kamu mau jalan -jalan kemana ?" tanya Azzam
Aisyah diam saja , Dia hanya menatap dalam wajah Azzam .
" Sayang ? Kok bengong ? " tanya Azzam.
" Hah, hubby ngomong apa tadi ? "kata Aisyah lalu memperbaiki duduknya. hingga mereka kini saling berhadapan .
" Kamu mau liburan kemana ? " kata Azzam lagi
" Hmmm ...kemana ya ? " Guman Aisyah sambil berpikir .
Cup
Azzam mengecup bibir Aisyah.
" Hubby ! Ais lagi mikir ."
" Kelamaan mikirnya , saya jadi ngemes liatnya ."
" Tanggung jawab ! "
" Tanggung jawab apa ? "
"Hubby udah buat konsentrasi Ais buyar ."
" Wow, sini saya buat semakin buyar !" Kata Azzam .
Azzam semakin mendekati Aisyah , sehingga Aisyah bisa merasakan hembusan napas Azzam . Melihat cara Azzam menatapnya , Aisyah tau apa yang akan dilakukan Azzam selanjutnya . Aisyah pun mengerti Azzam pasti sangat merindukan dirinya. Cukup lama mereka tidak sedekat ini. Tapi diluar sana ada kedua orang tua mereka , tidak etis rasanya kalo mereka harus melakukannya sekarang .
" Hubby ! Itu apa ? " Aisyah menunjuk ke arah didinding di belakang Azzam berusaha mengalihkan pandangan Azzam . Azzam pun terpancing dan menoleh ke arah yang di maksud Aisyah .
Aisyah buru -buru bangun dari duduknya. Ingin berlari keluar , namun tangannya kembali di raih Azzam..
"Eits , mau kemana ? " Kata Azzam yang kini sudah memeluknya dari belakang .
" Hubby , ini masih siang , lagian di luar ada orang tua kita ."
Azzam melepas pelukannya dan tertawa terbahak -bahak . Membuat Aisyah mengetrutkan keningnya dan berbalik menghafap ke arah Azzam.
" Sayang , emangnya apa sich yang ada di pikiran kamu ? " kata Azzam sambil mengetuk jidat Aisyah dengan jari telunjuknya
" Hemm saya tau pasti..."
" Hubby natapnya begitu ." Potong Aisyah .
Azzam kembali tertawa . Membuat Aisyah kesal .
" Sini -sini ." Kata Azzam lalu memeluk Aisyah.
" Kenapa sich ? " Tanya Aisyah saat berada dipelukan Azzam .
Azzam masih saja tertawa .
__ADS_1
" Sayang , saya memang kangen.kamu , tapi saya masih bisa mengontrol semuanya , Kamu baru sembuh , saya tidak mungkin melakukannya dengan kondisi kamu yang masih lemah seperti ini ." Batin Azzam .
...Bersambung ...