
Sinar matahari sudah memancar di setiap cela-cela jendela kamar milik Hyun Ji. Hyun Ji karna merasa terganggu dengan pancaran sinar mentari yang cerah membuatnya harus terbangun dari tidurnya yang sangat lelap, ia pun langsung berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Saat semuanya sudah beres Hyun Ji dan menurutnya sudah rapi dan dirinya juga sudah tampak terlihat cantik ia pun segera keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan keluarganya.
Sampainya di ruang makan ia tidak melihat ada oppa dan appanya berada di kursi meja makan, dengan tampak bingung ia pun duduk dan sambil melahap roti isi yang di buat oleh eomma nya.
"Eomma... " panggil Hyun Ji, dan yang di panggil hanya menjawabnya dengan menengok nya sambil tersenyum. Karna eomma Hyun Ji sedang mencuci piring kotor sehabis ia memasak sarapan untuk mereka.
"Appa dan oppa kemana? Kenapa mereka tidak ada disini?" tanya Hyun Ji penasaran sambil mengunyah sarapannya.
"Mereka sudah berangkat lebih awal, appamu katanya ada meeting pagi di kantornya dan oppamu ada rapat OSIS pagi di sekolah." jawab Eomma nya sambil mengeringkan tangannya yang basah karna sehabis cuci piring, lalu ia menghampiri ke meja makan dan mengelap meja itu.
"Jadi mereka semua sarapan duluan dan berangkat terlebih dulu agar tidak terlambat."
Hyun Ji hanya menanggapinya dengan mengiyakan saja, setelah ia menghabiskan makanannya ia pun langsung bersiap-siap untuk berangkat.
Saat berangkat sekolah Hyun Ji pasti selalu memakai earphonenya agar ia tidak merasa bosan saat berangkat kesekolah lagi, apalagi saat di bis pasti akan sangat membosankan jadi kemana pun ia pergi earphone selalu ia bawa.
Tak lama ia pun sampai di halte bis dekat dengan daerah rumahnya, sambil menunggu bis datang ia pun duduk di kursi halte sambil mendengarkan lagu agar menghilangkan rasa bosan nya dan ia pun juga menambahkan aktifitas nya sambil membaca buku. Beberapa menit kemudian sebuah motor hitam berhenti tepat di depan halte bis yang sedang di tunggu oleh Hyun Ji.
KIM HYUN JI POV.
Karna aku terlalu asik membaca buku dan juga aku tidak terlalu mendengar suara apapun karna aku memakai earphone ku. Lalu tiba-tiba ada yang menarik sebelah earphone ku dan itu membuatmu kaget dan langsung melihat sang pelaku.
Saat melihatnya aku terkejut setengah mati dan tidak bisa berkutik sama sekali, seketika aku langsung menjadi patung saat berada di dekatnya dan juga jantung ku berdegup sangat kencang. Kenapa aku seperti ini? Karna jarak aku dan dia hanya berbeda 2 jengkal saja.
" Eoh.. Sun-Sunbae " Aku menyebut namanya dengan pelan dan sedikit pelan dan juga pandanganku tidak teralihkan sama sekali karna aku terus fokus kepadanya.
"Kau sedang apa?" tanyanya dengan lembut dan juga suara khasnya yang membuat ku meleleh. Mendengar suaranya di pagi hari adalah anugerah bagiku dan juga sebuah obat penyemangat ku saat sekolah nanti. Karna aku terus menatapnya dan tidak mendengar apa yang dia ucapkan ia pun menepuk bahuku dan membuatku tersadar dari lamunanku.
"Eoh? Sunbae bicara apa? Ak-aku tidak terlalu mendengarnya. " ucapku dengan malu dan juga salah tingkah. Ia pun tertawa kecil dan itu membuat ku terkesima kembali kepadanya.
"Kau ini... Pagi-pagi sudah melamun, kau sedang apa disini?"
"Eoh? Ak-aku sedang menungu bis datang. Sunbae sendiri sedang apa disini? "
"Tadi saat aku ingin berangkat ke sekolah aku tidak sengaja melihatmu di halte bis dari jauh, karna aku melihatmu aku memutuskan menghampiri mu dan ingin memberimu tumpangan, bagaimana? Apa kau mau? "
'Demi apa ini? Sumpah semalam aku bermimpi apa? Dan juga ada apa di hari ini? Ini masih pagi tapi aku di berikan sebuah anugerah Tuhan di pagi hari. Aku harus menjawab apa? Terima ajakannya atau tidak ya? '
"Hmm? Bagaimana? Apa kau mau? "
"Eohh.. Sunbae. Apakah aku tidak merepotkan mu? Takutnya aku hanya merepotkan mu saja, lebih baik aku naik bis saja, Sunbae silahkan duluan saja nanti bisa terlambat. " tolak ku dengan halus, jujur bukannya aku tidak mau jujur aku juga mau kali karna ini kesempatan sekali dalam seumur hidup tapi aku juga harus menjaga sikap di depannya.
Karna apa? Aku tidak mau terlihat aneh saat berada di dekatnya dan juga aku takut merasa merepotkan nya saja. Karna aku sudah menolaknya ku pikir dia akan pergi tapi ternyata aku salah.
"Sama sekali tidak kok"
"Ke-kenapa? "
"Karna kan tujuan kita sama, pergi ke sekolah dan juga kalau aku telat bukannya kau yang akan lebih telat karna harus menunggu bis terlalu lama? Dan aku tidak merasa di repotkan sama sekali"
"Tap-tapi... " mendengar penjelasan dia aku pun ingin menolaknya lagi tapi ia langsung berdiri menghampiri motornya dan mengambil helm cadangan di samping motornya, lalu ia kembali menghampiriku dan memberikan helm itu kepadaku.
"Ini kau pakai, agar bisa melindungi kepala mu yang mungil itu" ia tersenyum kepadaku dengan lebar sambil menampilkan gigi kelincinya, aku pun menerima helm itu dan menaruhnya di samping ku, karna aku harus melepaskan earphone ku dan memasukkan nya ke tas ku beserta bukuku.
Aku pun mengambil helm nya dan menghampiri motornya bersama dengannya beriringan sampainya di motornya ia pun menaikinya dan menghidupkan mesin motor tersebut, sambil menunggu aku pun memakai helm itu.
Karna aku terlalu gugup dan juga keringat dingin karna nanti aku menaiki motor bersamanya dengan kata lain berangkat bareng kesekolah bersamanya dengan menaiki motor dan itu tidak ada penghalang jarak di antara kita. Entah kenapa aku susah sekali memasang pengait helmnya ini apa mungkin karna aku gugup dan jadinya grogi?
Karna melihat aku kesulitan memasang pengait helm nya ia pun menyuruhku untuk mendekat dan membuat wajah ku dan dia sangat lah dekat dan membuatku bisa merasakan deru nafas. Hati ku berdegup tidak karuan saat berada di posisi saat ini, setelah ia selesai aku pun langsung menaiki motornya dengan terburu-buru. Karna mungkin saat ini wajah ku sudah memerah seperti tomat.
"Pegangan yang erat ya " ucap Jungkook kepadaku.
" Eo.. Eoh.. " aku pun menjawabnya dengan gugup dan ia pun menjalankan motornya dengan sangat kencang dan mau tidak mau membuatku harus memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
Saat di jalan hati ku berdegup terus dengan kencang dan tidak berhenti sama sekali, Karna aku merasa senang dengan kejadian pagi ini karna ini sungguh keajaiban buat ku.
"Hahhh.. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini. Sampai kapanpun" batin ku.
10 menit kemudian.. Aku sampai disekolah, saat ingin masuk ke sekolah Jungkook memarkirkan motornya terlebih dahulu. Dan ia pun melepas helm itu sementara akh turun dari motornya dengan tergesa-gesa.
"Sun-Sunbae Terima kasih atas tumpangan nya ya, kalau be-begitu aku duluan" pamit ku dengan terburu-buru tapi saat aku ingin pergi ia pun memegang tanganku dan membuatku berhenti dan menatapnya dengan bingung. Sekarang apa lagi yang akan dia lakukan? Aku mohon... Jangan melakukan hal aneh yang membuat hatiku akan putus.
Ia pun tersenyum kepadaku terlebih dahulu lalu membuka pengait helm nya dari kepalaku. Tunggu? Helm? Astaga... Bodohnya diriku kenapa aku bisa seceroboh ini.
"Kau itu ingin belajar di sekolah atau belajar balapan?" ucapnya sambil melepas pengait helm nya dan aku pun hanya menjawabnya dengan senyuman malu ku dan juga grogi. Tak lama ia pun melepas helmnya dari kepalaku, tak lama aku langsung pamit ke dalam sekolah duluan karna aku takut kejadian yang tidak terduga nantinya.
Tapi hari ini menjadi hari yang membahagiakan untukku dan juga menjadi semangat di pagi hari ku.
KIM HYUN JI POV END
AUTHOR POV
Hyun Ji merasa senang dengan pagi hari ini apa mungkin ini seperti takdir? Atau mungkin ini sebuah keajaiban? Entah lah tapi yang penting ini semua bukan mimpi.
Saat ia sudah sampai di depan kelasnya dari depan pintu kelas dari jauh ia melihat Soo In sudah duduk di tempatnya dan ia seperti sedang tidur?
Karna penasaran ia pun menghampiri nya, saat sudah di kursi nya Hyun Ji langsung duduk sambil mengeluatkan buku pelajaran untuk hari ini. Sambil beres-beres Hyun Ji terus melihat Soo In dan benar di sedang tidur.
Setelah semua selesai Hyun Ji mendekat ke arah Soo In dan mencoba membangunkannya.
"Soo In... Kim Soo In... " panggilnya sambil menggoyang tangannya Soo In dan juga menggoyangkan bahunya agar bangun.
Karna merasa terusik dengan sekitarnya dan juga suara-suara gaduh di dalam kelas ia pun bangun, dan sambil merentangkan tangannya karna tubuhnya merasa kaku dan sakit karna tidur di meja sekolah apa lagi membungkuk.
"Oh? Hyun Ji? Kau sudah datang... "
"Kau tidak biasa nya sudah sampai di sekolah lebih awal? Ada apa?"
"Ini karna Oppa ku, karna dia ada rapat OSIS hari ini. Karna aku kalau berangkat sekolah bareng Oppa dan dia mau berangkat lebih awal terpaksa aku harus bangun lebih pagi dan berangkat lebih awal" jelasnya dan bisa ku lihat ia kelihatan sangat lelah.
"Oppaku juga berangkat lebih awal hari ini, tapi aku tidak berangkat bareng sama dia"
"Kau kan memang tidak selalu bareng oppamu, itu pun kalau kau mau bareng dengannya saja"
Hyun Ji hanya menanggapinya dengan tertawa, lalu Soo In pun memutuskan untuk tidur kembali sampai jam masuk sekolah berbunyi.
Beberapa menit kemudian bel masuk sekolah berbunyi, semua murid-murid berlarian untuk masuk ke kelas mereka masing-masing. Tapi ternyata saat mereka semua sudah di dalam kelas tidak ada guru yang masuk ke kelas, karna para guru sedang mengadakan rapat sekolah mendadak sampai jam makan siang. Dan murid-murid nya disuruh untuk belajar sendiri, tapi menurut para murid mereka bukannya belajar malahan bermain.
Sedang kan di kelas 3-1 semua murid-muridnya sedang sibuk sendiri. Ada yang sedang bermain hp, mendengarkan musik, bermain lempar kertas, dan ada juga yang tertidur.
Berbeda dengan Jungkook ia sedang membaca buku dan sambil memikirkan tentang kejadian tadi pagi, karna untuk pertama kali nya ia bisa berangkat ke sekolah bersama Hyun Ji dan juga tidak di sangka ia akan bertemu dengan Hyun Ji di halte.
"Seandainya waktu bisa di ulang kembali" gumam Jungkook sambil membaca buku dan senyum-senyum sendiri memikirkan kejadian tadi pagi.
"Waktu apa? Apa yang minta di ulang?" Saut Taehyung yang baru saja sampai di kelasnya dan duduk di tempat duduk nya.
"Eoh? Tidak kok, bukan apa-apa. Kau baru sampai?" Jungkook terkejut melihat Taehyung tiba-tiba datang, tapi ia harus bersikap biasa saja.
" Wae? Apa kau menemukan sesuatu yang menarik? " tanya Taehyung dengan penasaran dan langsung menatap Jungkook.
" Tidak.. Tidak ada yang menarik. Sudah lah.. Kau lanjutkan saja urusanmu " menunjuk-nunjuk buku yang Taehyung coret-coret buku nya dengan gembira.
"Aishhh kau ini, pasti ada sesuatu yang kau sembunyikan dari ku? Benarkan? " Taehyung pun terus mengintrogasi Jungkook sampai ia mau memberitahu yang sebenarnya.
"Tidak ada apa-apa... " Taehyung pun merasa kesal dengan jawaban Jungkook karna ia tidak mau ambil pusing ia pun melanjutkan kegiatan yang sangat tidak berguna menurut Jungkook.
" Jungkook-ah.. " panggil Taehyung.
__ADS_1
" Hmm? "
"Menurutmu apa aku bisa mendapatkannya?" Taehyung langsung menundukkan kepalanya di atas meja dengan tangannya yang sedang memainkan pulpennya.
Jungkook yang melihat tingkahnya langsung merasa bingung apa yang di maksud perkataan Taehyung, ia pun mecernanya dan matanya tidak sengaja melihat sebuah nama di buku tulisnya. Melihat itu Jungkook langsung mengerti apa yang Taehyung maksud.
"Kau pasti bisa mendapatkannya, aku yakin itu dan juga kalian itu cocok kok" ucap Jungkook ke Taehyung sambil menepuk bahunya dan membuat Taehyung merasa lega dan senang mendengarnya.
Dan tak lama bel masuk kelas berbunyi dan semua murid masuk ke kelas mereka masing-masing.
Menjelang siang pun tiba bel istirahat pun berbunyi, semua murid pergi ketempat mereka sukai, ada yang ke kantin, perpus, taman dan lain-lain. Tetapi berbeda dengan Jungkook. Ia lebih suka ke atap sekolah, karna menurutnya berada di sana membuat ia merasa tenang dan nyaman atau pun ketika ia ingin sendiri atau pun sedang ada beban pikiran.
AUTHOR POV END
JUNGKOOK POV
Aku pergi menuju atap sekolah, karna hanya tempat itu yang membuatku nyaman dan juga membuat ku merasa tenang. Aku duduk di dekat pembatas pagar dan sambil mendengarkan musik dan memandang pemandangan sekolah.
Aku mendengarkan lagu kesukaanku dan entah lah ketika aku mendengarkan lagu ini aku merasa lagu ini mengerti apa yang aku rasakan dan juga makna dari lagu ini sangat mendalam. Aku pun menundukkan kepalaku sambil ku pejamkan mataku untuk menghayati lagu yang aku dengar.
Mendengar lagu ini membuat ku merasa nyaman dan juga tentram, aku jadi teringat kejadian saat Ku pertama kali melihat dia dan juga bisa dekat dengan nya seperti tadi pagi. Entah kenapa membuatku merasa senang
" Hyun Ji.. Seandainya saja kau tahu perasaanku.. " gumamku.
Akupun menunduk dan mencopot earphone ku dan kumasukkan kedalam saku ku. Saat aku ingin turun dari atap ini, aku melihat seorang yeoja sedang duduk di sekitar bangku dan meja sudah tidak terpakai. Yeoja itu duduk di salah satu bangku tersebut, ia menggunakan earphonenya, rambut coklat yang tergerai dan diterbangi oleh angin dan sambil memejamkan matanya.
Di pangkuan yeoja itu ada sebuah buku berwarna pink dan digenggamnya. Aku pun berniat untuk mendekatinya, beberapa jarak antara aku dan yeoja itu sudah hampir dekat.
Saat hampir dekat aku memutuskan untuk berhenti dari jarak yang tidak terlalu jauh. Dan betapa terkejut aku, ternyata yeoja itu adalah Hyun Ji.
Aku pun langsung mendekatinya dan mengambil satu kursi dsn diletakkan di sampingnya dan menurah dengan pelan agar tidak terdengar olehnya.
Aku duduk di sampingnya dan memperhatikan wajahnya dari samping. Tiba-tiba angin menerbangkan rambut indah Hyun Ji dan menutupi mukanya.
Lalu aku mengesampingkan rambutnya di belakang kupingnya dengan perlahan. Lalu aku menatap lagi wajahnya.
" Kau sangat cantik Hyun Ji. Dari dulu sampai sekarang.. Kau tetap cantik dimataku.. Hyun ji " ucapku pelan agar tidak membuat Hyun Ji terdengar.
Lalu aku mendekatkan wajah ku ke wajah Hyun Ji dan aku mengecup bibir mungilnya dengan sekilas. Selepas itu aku langsung berdiri dan meninggalkannya. Saat sudah di dalam kelas, aku mulai senyum-senyum sendiri karna aku merasa senang. Aku berharap dia merasakan apa yang aku rasa.
" My first kiss.. Just for you. Kim Hyun Ji " ucapku pelan dan tersenyum
JUNGKOOK POV END
HYUN JI POV
Aku sedang berada di atap sekolah aku pun langsung duduk di antara meja dan kursi yang tidak terpakai. Lalu aku menduduki salah satu kursi itu dan saat ke atap aku juga membawa buku harianku.
Lalu aku memasang earphoneku ke telinga ku dan mendengarkan lagu kesukaanku.
Amugeotdo saenggakhaji ma..
Neon amu maldo kkeonaejido ma..
Geunyang naege useojwo..
Nan ajikdo mitgijiga anha..
I modeun ge da kkumin geotgata..
Sarajiryeo hajima..
Saat aku sedang mendengarkan laguku, aku langsung menulis sesuatu di diary ku dengan perasaan senang hati.
Januari 2014
Pagi ini aku merasa senang sekali. Karna aku tadi saat berangkat sekolah bisa bareng sama Jungkook oppa ^,^.
Aku tadi pagi sedang duduk di halte bis, dan tiba-tiba Jungkook oppa datang dan mengajakku untuk berangkat bareng bersamanya. Padahal aku tidak ada janjian sama dia, dan demi apa pun itu aku sangat senang..
Seandainya saja waktu bisa diulang kembali? Hehehe.. Hyun Ji.. Hyun Ji.. Kau lucu sekali..
Aku tidak akan pernah melupakan hari ini dan aku berharap hari esoknya akan menjadi hari yang terindah buat ku.
P.s : aku akan selalu menyayangimu oppa.. Karna kau adalah orang yang paling berharga buat ku.
Setelah aku sudah menulis aku pun langsung menutup buku diary ku dan memgangnya di pangkuanku. Lalu aku memejamkan mataku sambil merasakan lagu kesuakaanku.
Di mimpi Hyun Ji.
Aku sedang duduk di sebuah taman yang di penuhi oleh bunga-bunga yang sangat indah, dan juga aku sedang memegang se buket bunga yang sangat indah.
" Wahhh.. Bunganya indah sekali. " aku mencium bunga itu " aku suka sekali.. " ucapku tersenyum
" Kau suka dengan bunga itu? "
Tiba-tiba seorang namja bertanya kepada ku dengan suara berat tapi lembut. Saat aku menatapnya dan ternyata namja itu adalah Jungkook oppa.
" Jung.. Kook? " jawabku dengan agak terkejut.
Lalu ia duduk di sampingku dan tersenyum kepadaku. Aku pun melamun melihat dirinya.
" Apa kau menyukai bunga itu? Hyun Ji.. " tanyanya lagi dan membuat lamunanku buyar
" Eoh? Ahh.. Iya aku suka sekali dengan bunganya " jawabku dengan gugup dan tersenyum malu.
" Hyun Ji.. " panggilnya dengan lembut
" Ne? "
" Tetaplah di sisiku.. Jangan tinggalkan aku. Karna.. Aku hanya ingin bersama mu untuk selamanya " ucapnya dan tersenyum kepadaku.
Aku mendengar kata-katanya membuat hatilu berdegup kencang dan membuat pipiku merah merona seperti kepiting rebus.
Lalu perlahan-lahan Jungkook mendekatkan wajahnya ke wajah ku. Dan membuat wajah kita berjarak lebih dekat sampai ia bisa menyentuh hidungku. Lalu aku membulatkan mataku terkejut karna tindakan Jungkook. Ia menempelkan bibir merahnya ke bibirku dengan lembut lalu ia melumat bibirku dengan lembut dan aku pun tidak bisa membalasnya.
Aku mematung atas tindakannya tapi aku memejamkan mataku dan merasakannya lebih dalam.
Di mimpi Hyun Ji end..
Tiba-tiba bel selesai istirahat sudah berbunyi dan aku pun kaget dan terbangun dari mimpi ku.
" Ahh.. " aku pun terkerjut dari tidurku dan melihat ke sekitar.
Aku pun langsung melepas earphone ku dan mengucek mataku. Lalu aku mulai merasakan sesuatu di bibirku. Aku merasakan ada kehangatan di bibirku lalu aku menyentuh bibirku dan bingung.
" Kenapa? Bibirku terasa.. Begitu hangat.. Apakah? Semua itu bukan mimpi? " tanyaku bingung dan masih memegang bibirku.
' Kenapa aku bermimpi seperti itu? Jungkook oppa.. Menciumku? ' batinku masih penasaran
" Ahh.. Mana mungkin Hyun Ji. Aishh.. Kau jangan terlalu berharap. " akupun menyangkal semua batinku.
Saat aku sudah menyangkal semua perasaanku aku langsung meninggalkan atap sekolah dan kembali ke kelas.
HYUN JI POV END
AUTHOR POV
__ADS_1
Sekolah sangat berisik karna kegaduhan dari anak murid di SMU Sekang Art School. Lalu bel pulang sekolah berbunyi, semua murid bergaduhan untuk bisa cepat-cepar pulang. Di kelas Hyun Ji ia sedang membereskan peralatan sekolahnya kedalam tas.
Tiba-tiba Soo In datang dan menepuk pundak Hyun Ji. " Hyun Ji-ah " sapanya dengan tersenyum dan berdiri di samping meja Hyun Ji
" Eoh.. Soo In, ada apa? " tanya Hyun Ji sambil membereskan peralatannya.
" Kita pulang bareng ya? Sekalian kita ke toko buku untuk membeli buku sejarah korea " tawar Soo In dengan senyuman
Hyun Ji berdiri dan menyelempangkan tasnya ke belakang, dan ia mengangguk sambil tersenyum. Ia menerima tawaran Soo In. Lalu Soo In langsung merangkul tangannya Hyun Ji karena merasa senang dan mereka keluar dari kelas bersama.
Saat mereka menuju ke gerbang sekolah, Hyun Ji dan Soo In melihat kedua kakak mereka dan juga beberapa temannya. Lalu mereka menghampirinya, saat sudah berada di hadapannya Hyun Ji langsung melihat ke arah Jungkook yang sedang duduk di motornya dna merasakan perasaan gugup, takut, dan heran. Jungkook pun juga merasa seperti itu. Sedangkan Taehyung ia melihat ke arag Soo In yang sedang bercakap dengan kakaknya yaitu Seok Jin. Taehyung sangat senang melihat Soo In.
" Oppa.. Aku ingin pulang bersama Hyun Ji. Lalu aku juga ingin ke toko buku sebentar untuk membeli buku sejarah. Bolehkan oppa? " meminta izin ke Seok Jin dengan manja.
Seok Jin yang melihat adiknya meminta izin dengan manja, ia hanya tersenyum dan memegang puncak kepala Soo In.
" Baiklah.. Tapi jangan terlalu malam ya? Karna appa dan eomma akan khawatir " Seok Jin mengizinkan dan memberi saran
Soo In dengan senang hati memeluk oppanya. Karna ia di izinkan, memang karna Seok Jin sangat menyayangi adiknya.
" Oppa.. " panggil Hyun Ji ke kakaknya yaitu Nam Joon.
" Mwo? " jawab Nam Joon dengan lusuh.
" Bolehkan? " Hyun Ji memohon dengan beraegyo ke kakaknya dan sambil merangkul tangan kakaknya.
Nam Joon yang merasa risih dengan tindakan adiknya akhirnya ia mengizinkan. " Yasudah kalau begitu.. Ingat?!! Jangan pulang terlalu malam. mengerti? " tegas Nam Joon.
Hyun Ji hanya tersenyum dan masih merangkul kakaknya. Lalu Nam Joon mengacak-acak rambut adiknya itu dengan lembut. Saat mendapatkan kelakuan seperti itu Hyun Ji langsung melepas rangkulannya dan merapikan rambutnya sambil mempoutkan bibirnya.
Jungkook yang melihat tingkah laku Hyun Ji ia tersenyum. ' Kau terlihat imut dengan kelakuan seperti itu Hyun Ji ' batin Jungkook.
Tiba-tiba J-hope langsung merangkul Jungkook. " Kook-ah " panggil J-hope
" Mwo? " jawab Jungkook dengan malas
" Antarkan aku pulang ya.. Aku tidak bawa motorku. Jadi.. Antarkan aku pulang ya? " meminta Jungkook mengantarnya dengan memohon
"Iya... iya...." Jungkook menerimanya dengan perasaan malas tapi mau bagaimana lagi? Karna J-hope adalah teman akrabnya ia pun mau mengantarnya.
J-hope langsung senang mendapag jawaban Jungkook dan langsung mengambil helm yang di bawa Jungkook. Jungkook mulai memundurkan motornya dan menyalakan motornya. " Ayo " ajak Jungkook
J-hope langsung naik ke motor Jungkook " Guys.. Aku duluan ya.. Byeee " ucap J-hopr untuk pulang duluan.
" Aku duluan ya semua.. Semua.. Soo In.. Dan juga.. " ucap Jungkook saat ingin pulang, tapi ia menjeda kata-katanya dan melihat ke arah Hyun Ji dan tersenyum " Aku duluan ya.. Hyun Ji " ucapnya lagi kepada Hyun Ji. Lalu ia pergi meninggalkan semua dan begitu juga dengan Suga dan Jimin untuk pamit pulang.
Hyun Ji yang menerima ucapan itu ia langsung merasa senang dan merasa ingin terbang, tiba-tiba pipinya merah seketika dan mulai melamun. Hyun Ji merasa akan terbang tapi tidak bisa karna tangannya di tahan oleh Soo In.
" Hyun Ji.. Ayo. Kita pergi sekarang " ajak Soo In sambil merangkul Hyun Ji
Hyun masih melamun dan tidak mendengar ucapan Soo In. Soo In yang merasa aneh dengan sikap Hyun Ji lalu ia menyenggol pelan punggung tangan Hyun Ji.
" Eoh? " Hyun Ji tersentak karna ada yang menyenggolnya dan membuyarkan lamunannya. " ada apa Soo In? Kau tadi bilang apa? "
Soo In mendengus sebel " Tidak jadi.. Ayok kita pergi " Soo In kesal dengan Hyun Hi dan langsung berjalan pergi mendahului Hyun Ji. Hyun Ji yang melihat tingkahnya langsung menyusulnya untum mensejajarkan langkahnya.
" Soo In.. Mian. Aku tadi melamun. Kau jangan marah lagi sama aku ya.. Hmm?? Mianhae " Hyun Ji memohon minta maaf ke Soo In dengan manja.
Lalu Soo In yang merasa risih dengan sikapnya ia langsung mengangguk dan tersenyum lagi. Dan mereka menlanjutkan jalan mereka
Hari sudah menjadi gelap Hyun Ji sudah berada di rumahnya dan ia bersiap-siap untuk makan malam. Saat makan malam itu keluarga Kim sangat gembira hati dan juga harmonis. Di meja makan itu Nam Joon dan Hyun Ji selalu bertengkar dan membuat kedua orang tua mereka pusing, tetapi orang tua mereka merasa senang karna memiliki anak seperti mereka.
Selesai makan malam Hyun Ji langsung ke kamarnya dan ia langsung menuju meja belajarnya untuk mengerjakan tugasnya. Saat ia sedang mengerjakan tugas tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari pintu kamarnya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ternyata itu adalah Nam Joon oppa yang mengetuk pintu.
HYUN JI POV
Ternyata oppa yang mengetuk pintu kamarku dikira aku siapa. Dan saat oppa ingin masuk ke kamarku ia berhenti sejenak dan berdiri di ambang pintu
" Bolehkah aku masuk? " tanya oppa kepadaku sambil berdiri di ambang pintu.
Aku membalikkan badanku dan mengangguk. Setelah mendapat jawaban iya dari ku oppa langsung duduk di pinggiran kasurku. Aku pun memutar tempat dudukku agar aku bisa melihat dan mengobrol dengannya.
Hening.. Hanya itu yang kita lakukan. Oppa hanya menunduk sambil memainkan kuku jarinya. Tanpa basa-basi aku langsung membuka topik pembicaraan.
" Apa yang ingin oppa bicarakan sama aku? " aku pun bertanya
" Hyun Ji-ah " jawabnya
Hening (lagi). Aku melihat raut wajah oppa ku yang begitu aneh dan tidak bisa ku baca. Lalu selang beberapa menit oppa mulai berbicara.
" Hyun Ji-ah.. Kau tahukan kalau oppa sayang sama kamu? Dan juga selalu menjaga kamu? " tanyanya sambil menatapku dengan khawatir dan gugup.
" Tentu saja oppa.. Karna oppa adalah laki-laki yang sangat aku sayangi dan juga.. Hanya oppa yang bisa mengerti aku. " jawabku dengan tegas dan tersenyum
Lalu aku melihat oppa tersenyum kepadaku. Aku pun beranjak dari tempat duduk ku dan duduk di samping oppa sambil memeluk tangannya yang kekar.
" Hanya oppa.. Yang mengerti aku, menyayangi aku, menjaga aku ketika aku susah maupun senang. Aku beruntung bisa memiliki oppa, maka dari itu.. Jangan tinggalkan aku ya oppa " aku mempererat pelukannya sambil memejamkan mataku.
Benar.. Sebelum aku menyukai Jungkook. Orang yang paling aku sayangi adalah oppa ku sendiri. Karna dia yang selalu mengerti aku. Mendengar penjelasanku oppa langsung mengelus puncak kepalaku dengan lembut. Lalu aku melonggarkan pelukan tangannya dan menatapnya.
" Hyun Ji.. Oppa bahagia bisa melihat kau tersenyum, tertawa ria, dan juga kau jadi orang yang sangat kuat dan berani " puji oppa
" Tentu saja.. Kan aku sepertimu oppa " tegurku sambil tersenyum kecil.
" Hyun Ji.. Oppa ingin bertanya sama kamu sesuatu. Tapi kau harus jujur. " tanya oppa dengan tampang serius tapi ada sedikit bercandanya
" Apa oppa? " tanyaku tanpa ragu-ragu dan aku melepas pelukan tangan dan meletakkan tanganku di pangkuanku.
" Apa kau menyukai.. Jeon Jungkook? "
Entah kenapa aku bingung harus menjawab apa. Apa aku harus menjawab jujur atau bohong, aku tidak menyangka oppa akan bertanha seperti itu aku bingung harus menjawab apa..
' Tuhan.. Apa yang harus aku katakan? Apa aku harus jujur atau berbohong? Bantu aku tuhan.. ' batin ku sambil memohon.
.
.
.
Tbc..
Hai readers aku balik lagi nih..
Maaf nunggu lama ya.. Soalnya aku harus belajar dulu.
Di chap ini aku tadinya bingung mau gimana lagi.. Saking bingungnya ampe lupa sama pelajaran.. Hehehe..
Di chap ini aku buat semaleman, tapi pas aku dengerin lagi ' Butterfly ' alu langsung dapet ide..
Maaf aja kalo ceritanya kurang bagus. Karna aku baru bisa bikin cerita ini.
Sekali lagi jangan lupa vote and comment ya guysss..
__ADS_1
See you next chapter ^,^