Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 68. Pengawasan di Perketat


__ADS_3

Aisyah lalu menuruti perintah suaminya . Dia kembali berbaring di tempat tidur . Sedangkan Azzam duduk di samping Aisyah sambil melantunkan surah Ar -Rahman . Lantunan suara Azzam yang merdu menjadi pengantar tidur Aisyah . Azzam tersenyum sambil membelai wajah istrinya yang kini sudah tertidur .


Suara azan subuh berkumandang . Azzam pun bergegas pergi ke masjid . Sebelum pergi dia mencium kening istrinya dan memperbaiki selimut Aisyah .


***


Hari itu Azzam berangkat ke kantor sendiri , Aisyah tidak bisa ikut , karena ketiga sahabatnya akan berkunjung ke rumahnya .


Saat sudah berada di ruangannya Azzam memanggil Ozi dan Ririn . Tidak lama kemudian keduanya pun masuk.


" Gimana Zi , kamu sudah tau siapa yang mengirimkan paketan untuk istri saya ? "


" Alhamdulillah sudah Pak Bos ," jawab Ozi


" Siapa ?"


" Siapa lagi kalau bukan tikus got itu "


" Oh ya ,maksudnya apa coba ? "


" Sepertinya sekarang sasarannya bu Aisyah , saran saya sebaiknya Bu Aisyah di kawal aja Pak Bos ."


" Saya setuju baiknya mba Aisyah di awasi saja kemana pun dia pergi , tapi diam -diam aja , untuk meminimalisir kemungkinan -kemungkinan yang akan terjadi .soalnya sekarang kutu busuk ini sepertinya juga mengintai mba Aisyah Pak Bos . Sudah 2 kali dia mengikuti mba Aisyah ,tapi dia hanya mengawasi dari jauh , gak berani juga ketemu langsung sama mba Aisyah " tutur Ririn


" Kapan dia mengikuti istri saya ?"


" Waktu mba Aisyah ke rumah orang tuanya , dan waktu mba Aisyah ke minimarket kemaren ." jawab Ririn


" Kalo tikus got ini saya sudah tau tujuannya , kalo kutu busuk ini saya masih bingung , dia kan sudah punya istri. Kenapa juga masih mengejar -ngejar istri orang " . Kata Azzam geram


Ozi dan Ririn pun saling pandang. Mereka juga bingung. Mereka turut prihatin , dan berharap rumah tangga Pak Bos mereka baik -baik saja .


" O ya ,Pak Bos ,ada yang mau saya sampaikan , ini tentang kartu kreditnya mba Aisyah ."


" Kenapa ? Over kah ?" tanya Azzam


"Enggak Pak Bos , kartu kreditnya gak pernah di pake mba Aisyah ., jadi 2 bulan ini tidak ada tagihan "


" Oh ya ,?"


" Trus saldo ATM nya juga masih banyak ,pengeluarannya 2 bulan ini paling seperempat dari jumlah bajet setiap bulannya " kata Ririn


" Berarti Bu Aisyah gak boros orangmya " sahut Ozi cengengesan menatap Ririn


" Maksud mu apa ? Kamu mau bilang saya boros ? " Sahut Ririn ketus .


" Saya gak bilang kamu boros " Sahut Ozi lagi


" Bulan kemaren kan hampir 1 bulan bolak balik kerumah sakit , mungkin itu juga buat Istri i saya gak ada waktu untuk shooping atau lainnya " kata Azzam sambil tersenyum


" Okelah , nanti saya ngomong ke dia . Tentang pengawasan untuk istri saya , tolong kamu atur semuanya , ya Zi ! ,Ririn tetap awasi Kutu Busuk itu. saya percayakan semuanya pada kalian berdua .


" Baik Pak Bos " Kata Ozi dan Ririn bersamaan


Setelah menyerahkan beberapa berkas yang harus di tanda tangani Azzam, Ririn dan Ozi pun keluar dari ruangan Azzam , dan melanjutkan pekerjaan mereka masing -masing.


Sementara itu di rumah Aisyah tampak sedang asik ngobrol bersama ketiga sahabatnya .Ketiga sahabatnya menikmati kolam renang Aisyah , sedangkan Aisyah duduk di tepi saja karena lagi halangan tidak mungkin untuknya ikut mereka berenang .


Hari itu kembali Aisyah mendapat kiriman paket lagi , kali ini berupa rangkaian bunga . Bi Nur yang menerima paketan itu pun menyerahkannya pada Aisyah .


Di rangkaian bunga itu pun tidak ada pengirimnya .hanya sepucuk surat yang berisikan kalimat -kalimat cinta untuk Aisyah .


" Buat Bi Nur aja " kata Aisyah memberikan balik rangkaian bunga itu pada Bi Nur .


" Tapi Non, ... "


" Kalo gak mau di buang aja Bi !


" Dari siapa sich ,Ais ? " Tanya Ayu lalu mengambil surat itu dari tangan Aisyah .


" Entahlah, Saya juga bingung , kalo kamu mau ambil aja bunganya !"

__ADS_1


" Dari siapa sich ?" Tanya Mala ikut penasaran begitu juga Putri .ketiga membaca surat itu


" Masa iya ,Mas Hendri ngirim beginian ? " Kata Ayu


" Gak mungkin ? Sejak kapan dia jadi puitis " Sahut Mala .


" Kamu tau Ais , siapa pengirinnya?"


Aisyah menggelengkan kepala. Dia lalu menceritakan kalo kiriman seperti itu bukan baru kali itu saja , sudah berkali -kali dia dapat paketan tanpa nama pengirimnya seperti itu .


"Ini masalah Ais, Trus suamimu gimana ?" tanya Ayu lagi


" Mas Azzam biasa aja , tapi saya yakin dia pasti menyelidiki semua ini , karena kita mencurigai satu orang " tutur Aisyah


" Siapa ?" Kata Ketiganya hampir bersamaan


" Mantan pacarnya Mas Azzam . Namanya Siska . "


" Trus ..." Mala gak sabar


" Udahlah Beb , Saya malas bahas tentang ini , biarlah Mas Azzam yang menyelesaikan semuanya "


" Tapi beb , kamu juga harus hati -hati , perempuan begitu kalo di biarin nanti ngelunjak , kamu mau suami mu di rebut dia " Kata Ayu


" Ayu benar Ais, berani -beraninya dia mencoba mengusik rumah tangga sahabat kita , jadi penasaran gimana sich tampang tu perempuan ?" Sahut Mala


"Siapa juga yang mau suaminya di rebut orang lain ." kata Aisyah


" Ngomong -ngomong kita ganti baju dulu yuk...nanti lanjut ngobrol lagi " kata Putri yang sudah mulai kedinginan .


Ketiganya pun mengganti pakaian mereka . Setelah itu mereka bersama -sama menuju meja makan untuk menikmati makan siang yang sudah di siapkan Bi Nur dan Bi Imah .


" Kalian makan duluan aja , saya mau telpon Mas Azzam dulu " Kata Aisyah lalu menelpon suaminya .


" Assalamualaikum , Hubby " Sapa Aisyah ketika sambungan telpon terhubung


" Waalaikumsalam , sayang " jawab Azzam lembut


" Ini masih cek laporan keuangan , kenapa sayang , kangenkah ? ."


" Enggak .."


"Apa ? Bilang apa tadi ? "


" Iya , Ais kangen juga sama Hubby , Udah sholat kah by ?"


" Oh iya , sorry Hubby lupa , Okey hubby mau sholat dulu , makasih ya udah mengingatkan Hubby " .


" Iya sama -sama , habis sholat jangan lupa perutnya di isi dulu baru lanjut kerja lagi "


" Okey , maaf ya siang ini gak bisa nemani sayang makan siang , kerjaan Hubby lumayan banyak , jadi mungkin agak sore baru pulang "


" Iya gak papa , Ais makan siang bareng BFF ni di rumah " kata Aisyah sambil melirik sahabat -sahabatnya .


" Wiih seru tu makan bareng Best Friend Forever , ya Udah sayang happy -happy aja di rumah , makan yang banyak , bayangin aja Hubby yang lagi nyuapin sayang ."


" Iya , I love you Hubby "


" I Love You to sayang " Balas Azzam .


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Sambungan telpon terputus ,


" Hemmm, romantis banget sich , buat kita iri aja " sahut Ayu menggoda Aisyah .


" Bentar lagi kamu juga nikah kan. Pasti romantis jua " Sahut Aisyah


" Kalo kalian pada nikah , saya sendirian donk " Sahut Mala

__ADS_1


" Makanya tegasin tu Mas Aldi biar cepat juga nikah " Kata Ayu


" Apa ? Aldi ? Mas Aldi sahabatnya Mas Azzam ? " tanya Aisyah penasaran


" Iyalah Beb , siapa lagi , udah pepet -pepetan tu " Sahut Ayu lagi


" Bukan udah pepet -pepetan lagi , tapi udah serempeten " Kata Putro menimpali sambil tertawa .


" Kok saya baru tau ya , curang kalian gak ngasih tau saya , tapi saya setuju kok, Mas Aldi orangnya baik , ganteng , mapan pula :" Kata Aisyah


Wajah Mala mulai memerah mendengar celotehan sahabatnya .


" Apaan sich kalian , Saya sama Mas Aldi teman biasa aja kok " Sahut Mala


" Mala , saya bisa liat kok. Mas Aldi itu suka sama kamu , kamu juga sukakan sama dia ? Gerak cepet donk , kalo perlu kamu yang nembak dia duluan " Kata Ayu


Perkataan Ayu membuat Mala keselek saat meneguk minum .


" Pelan -pelan la " tegur Putri


" Apaan sich ,Yu. masa cewek nembak cowok , ihh gak deh " sahut Mala


" Tapi kamu suka kan sama dia , kalo pengen jadi tuan putri juga kayak Aisyah , gerak cepat dong neng , lagian Mas Aldi juga kan suka sama kamu "


" Dasar materialistis " Kata Mala sambil tersenyum menatap Ayu


" Bener kan Mas Aldi sama Mas Azzam kan 11 12 ajaa . sama -sama pengusaha muda yang sudah mapan. Jadi tunggu apa lagi. Tancap gas..." Kata Ayu sambil tertawa


" Tancap gas , motor kali " Putri ikut tertawa .


" Kita kan ikut senang punya sahabat -sahabat yang jadi konglomerat , iya kan Put " kata Ayu melirik Putri


" Gak segitunya juga Yu , udah aahh jangan di bahas gak enak di dengar orang " Kata Mala berusaha mengalihkan pembicaraan mereka .


" Nanti saya bantuin deh , ngomongnya ke Mas Aldi " kata Aisyah lagi


" Ais...please deh , saya gak mau nanti di kira mas Aldi cewek apaan , masa nembak cowok duluan. " sahut Mala .


" Tunggu , ini sebenarnya kedekatannya sudah sejauh apa sich ? Cerita dong !" pinta Aisyah


" Udah dinner bareng , udah nonton bareng , trus apa lagi ,Put ? " Kata Ayu sambil melirik Putri


" Tadi sebelum kesini telponan dulu " sahut Putri membuat Mala semakin malu .


" Ohh. Gitu ya . Kalo gitu cepat di resmikan aja , tunggu apa lagi , sudah suka sama suka kan ? " tanya Aisyah


" Pasti suka sama suka lah Ais, liat aja mukanya berseri -seri gitu " Kata Ayu sambil tertawa .


" Please gais, saya mohon sama kalian , kalo memang Mas Aldi jodoh saya , biatlah semuanya mengalir , saya gak mau terburu -buru . Lebih baik sekarang kita pikirin tu gimana cara buat skat mat Si Siska itu " kata Mala kembali mencoba mengalihkan topik pembicaraan mereka lagi .


" Kok ,saya tiba -tiba geram ya dengar nama Si Siska itu ? Jadi hilang selera makan saya !" kata Ayu


" Hilang selera , apa udah kekenyangan ? " Sahut Mala sambil tertawa .


" Gimana gak kekenyangan , dari tadi nambah terus " kata Mala


" Hehehe , abis masakannya enak " Sahut Ayu cengegesan .


Setelah selesai makan mereka merapikan meja makan , walaupun sudah di larang Bi Nur dan Bi Imah ketiga sahabat Aisyah tetap melakukannya . Bahkan ketiganya sampai mencuci piring .


" Gak papa Bi Nur ,anggap aja ini ucapan terima kasih kita udah di masakin masakan enak oleh Bi Nur sama Bi Imah " kata Mala sambil tersenyum ketika semuanya sudah beres .


" Itu sudah kerjaan kami ,Non , terima kasih udah di bantuin " Kata Bi Imah lagi .


" Sama -sama ,Bi " Sahut Ayu


Mereka berempat pun pindah ke ruang tengah , duduk di sofa nonton TV sambil ngobrol . obrolan mereka kembali membahas tentang Siska . ketiga sahabat Aisyah geram ,sekaligus penasaran dengan Siska . Mereka kuatir Siska akan menjadi perusak rumah tangga Aisyah .


Bersambung...


Like dan Komen kalian akan jadi penyemangat saya untuk terus menulis ...

__ADS_1


Terima Kasih .


__ADS_2