Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 151 . Azzam Buru - Buru Pulang .


__ADS_3

Saat sambungan telpon terputus , Anggie terdiam . Dia merasa ada sesuatu yang telah terjadi .


" Kenapa ? " Tanya lelaki yang sedang makan siang bersama Anggie . Lelaki itu tidak lain adalah Riko sopir pribadi Azzam .


Riko dan Anggie kini sudah dekat ,mereka sering makan siang bersama di kantin kantor.


" Sepertinya terjadi sesuatu sama Pak Bos dan istrinya .Mas ! " Kata Anggie .


" Astagfirullah ...!" ucap Riko membuat Anggie kaget .


" Kenapa Mas . ?"Tanya Anggie .


" Tadi ada perempuan pake baju biru ke ruangan Pak Bos kah ? " Tanya Riko yang sempat melihat Fanya keluar dari kantor Azzam. Walaupun Fanya memakai masker untuk menutupi wajahnya tapi Riko sempat melihat wajah Fanya ketika Fanya membuka masker saat akan masuk ke taksi .


" Iya , katanya masih keluarga sama Pak Bos . " Jawab Anggie .


"Nah itu pasti menjadi penyebabnya . Kalo gitu saya tinggal dulu ya , Pasti Pak Bos cariin saya . " Kata Riko yang ingat peristiwa yang sempat membuat rumah tangga Azzam dan Aisyah hampir berantakan .


Dan benar saja dalam hitungan detik ponsel Riko pun berdering muncul nama Pak Bos di layar ponsel Riko .


" Riko , kamu di mana ? Saya sudah diparkiran . Saya mau pulang ! " Kata Azzam .


" Iya Pak . Saya segera kesana ." Kata Riko


Sambungan telpon terputus .


" Maaf ya Dek . Saya tinggal." Kata Riko lalu meneguk minumannya dan pergi meninggalkan Anggie yang tampak kebingungan .


" Ya ampun , Mas . Makanan kamu belum habis juga . Kamu begitu patuh pada Pak Bos tanpa memikirkan dirimu sendiri ." Batin Anggie yang semakin kagum pada Riko .


***


Saat Riko sampai di parkiran , tampak Azzam yang sedang mondar mandir di depan mobil mereka . Dia tampak sedang menelpon .


" Sayang. angkat dong telponnya ! " Lirih Azzam. Dia sangat khawatir Aisyah tidak menjawab telpon darinya .


" Maaf ,Pak Bos saya tadi lagi makan di kantin ." Kata Riko saat menghampiri Azzam .


" Astaga ! Tapi kamu sudah selesaikan makannya ? " Kata Azzam merasa tidak enak hati karena mengganggu waktu makan siang Riko .


" Sudah Pak Bos !" Jawab Riko berbohong .


" Syukurlah , kalo gitu antar saya pulang ! " Kata Azzam yang masih dengan ponselnya mencoba menelpon Aisyah .


" Baik Pak Bos ! " Kata Riko lalu membukakan pintu mobil untuk majikannya .


Mobil mereka perlahan bergerak meninggalkan areal kantor . Azzam masih sibuk menelpon Aisyah yang tidak kunjung di jawab .


" Sayang , pleace angkat dong telponnya ! " Lirih Azzam lagi .


" Kenapa Pak Bos ?" Tanya Riko memberanikan diri melihat ekspresi Azzam yang berbeda dari biasanya .


" Istri saya kayaknya dia ngambek . Dia nggak jawab telpon dari saya ." Jawab Azzam .


" Coba telpon orang rumah , Siapa tau Bu Aisyah lagi di toilet atau lagi di kebun belakang ." Tutur Riko .


" Astagfirullah , kok saya nggak kepikiran ya , makasih ya Rik ! " Kata Azzam lalu mencari nomor ponsel orang di rumah .


"Sama -sama Pak Bos ." Sahut Riko . Riko mengerti perasaan Pak Bosnya saat itu . Pak Bosnya paling tidak mau melihat istrinya marah , ngambek atau pun sedih . Dia ingin istrinya selalu bahagia . Bagi Pak Bosnya kebahagian istrinyalah yang paling utama.


Azzam mencoba menelpon Bi Imah . Namun Bi Imah pun tidak menjawab telpon dari Azzam , Azzam beralih ke nomor ponsel Bi Nur . Tapi sama saja tidak ada jawaban .


" Mereka ngapain sich di rumah . Susah sekali di telpon !" Kata Azzam semakin kesal .


" Nggak diangkat ya Pak Bos , coba telpon Pak Jai atau Mang Slamet ! " Kata Riko lagi .


Azzam lalu menelpon Pak Jai .


" Assalamualaikum , Pak Jai . Istri saya ada di rumah ? " Tanya Azzam saat sambungan telpon terhubung .


" Waalaikumsalam .Pak Bos. Ada. Ibu ada di rumah . " Sahut Pak Jai .

__ADS_1


" Tadi kamu yang antar istri saya ke kantor ?" Tanya Azzam .


" Iya Pak Bos . Tapi sebentar saja Ibu masuk trus ngajak saya pulang lagi." jawab Pak Jai .


" Oh .. Ya sudah . Tapi dia beneran ada di rumah kan ? " Tanya Azzam lagi .


" Iya Pak Bos . Soalnya saya nggak liat Ibu keluar dari rumah ." Jawab Pak Jai .


" Oke . Terima kasih . Assalamualaikum ." Kata Azzam .


Setelah mendengar balasan salam dari Pak Jai . Azzam menutup telpon . Dia sedikit lega mengetahui Aisyah berada di rumah .


" Kamu pasti sengaja tidak jawab telpon saya. Tapi demi Allah tidak ada apa -apa saya sama Fanya ." Batin Azzam


Lima belas menit kemudian , mobil mereka memasuki halaman rumah . Azzam bergegas turun dari mobil tanpa Riko sempat membukakan pintu lagi .Riko hanya mematung melihat Pak Bosnya berjalan setengah berlari masuk ke dalam rumah .


"Ya Allah , jangan ada huru -hara lagi di dalam rumah ini . Mereka orang baik !" Batin Riko .


" Hey Bro ! Kenapa bengong di situ ?" Panggil Pak Jai yang saat itu sedang duduk di pos security bersama Mang Slamet dan Pak Hari security di rumah itu .


Riko menoleh ke arah suara yang memangilnya . Dia tersenyum lalu menghampiri mereka .


***


Azzam dengan rasa cemas berjalan setengah berlari masuk ke dalam rumah . Sampai dia lupa kalau lift menuju kamar mereka sudah berfungsi , dia malah berlari menaiki anak tangga . Sampai napasnya ngos -ngosan .


Azzam berhenti sebentar di depan pintu kamar untuk mengatur napas . Setelah di rasa stabil dia pun meraih ganggang pintu .


Pintu kamar tidak di kunci sehingga Azzam bisa langsung masuk .


" Alhamdulillah , pintunya tidak di kunci ." Batin Azzam .


Saat masuk pandangan Azzam langsung tertuju pada makanan dan minuman yang belum tersentuh di atas meja dekat sofa . Dan ponsel Aisyah pun ada di sana .


" Dimana kamu sayang ? " Gumam Azzam karena tidak menemukan Aisyah di dalam kamar .


Azzam memeriksa toilet namun tidak ada Aisyah di sana .


Dan benar saja , di sana tampak Aisyah sedang duduk di sebuah kursi membelakangi Azzam dengan menggunakan aer phone besar yang terpasang ditelinganya .


Azzam merasa lega , dan melangkah mendekati Aisyah. Azzam mengambil posisi duduk di samping Aisyah . Melihat Aisyah yang saat itu sedang menangis membuat Azzam terenyuh .


Aisyah yang sadar akan kehadiran Azzam , buru - buru ingin mengusap air matanya, namun sudah didahului Azzam . Setelah mengusap air mata Aisyah , Azzam melepas aer phone yang dipakai Aisyah .


" Pleace , jangan salah paham .Dengerin penjelasan saya dulu ." kata Azzam lembut dengan kedua tangannya memegang kedua pipi Aisyah.


Pandangan mata mereka bertemu , saling menyelami isi hati masing -masing . hati Azzam terasa pilu , dia melihat kesedihan yang mendalam di mata indah istrinya . Mata Azzam pun tampak berkaca -kaca .


Aisyah pun menunduk tidak kuasa menatap mata suaminya yang mulai berkaca -kaca .


" Hey , liat saya . " Kata Azzam kembali mengangkat wajah cantik Aisyah .


"Kenapa nggak langsung masuk ke ruangam saya tadi ? Kamu marah karena ada Fanya di sana ? Jujur saya juga kaget , tiba -tiba ada Fanya ." kata Azzam memulai penjelasannya .


Aisyah memalingkan wajah . Azzam tetap berusaha menjelaskan maksud dan tujuan Fanya datang ke kantornya . Fanya datang karena hari itu dia baru bebas dari jeratan hukum akibat ulahnya sendiri . Kedatangannya untuk minta maaf dan tidak akan pernah lagi mengganggu kehidupan Azzam dan Aisyah .


" Kenapa Hubby ngobrol berduaan saja sama dia ? " Tanya Aisyah mulai membuka suara .


" Berduaan ? Nggak ! Saya nggak berduaan sama Fanya . Jangan souzon dulu sayang ! " Kata Azzam lalu merangkul pundak Aisyah .


" Tadi Ais liat Hubby berduan aja ! " sahut Aisyah .


Azzam tersenyum . Lalu mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya .


" Ini rekaman cctv di ruangan saya tadi ." Kata Azzam memberikan ponselnya pada Aisyah .


Saat di perjalanan pulang tadi Azzam sempat meminta Ozi untuk mengirimkan rekaman cctv di ruangannya . Sebagai bahan untuk memperkuat penjelasannya . Azzam beruntung punya asisten seperti Ozi yang bisa dia andalkan dalam situasi apa pun .


Di rekaman cctv itu tampak bukan Azzam saja di ruangan itu tapi ada Ozi juga . Dan obrolan mereka pun terekam jelas .


" Gimana ? Masih marah ? Atau masih nggak percaya sama saya ? " Tanya Azzam saat Aisyah selesai melihat rekaman cctv itu .

__ADS_1


Aisyah hanya diam. Dia merasa lega . Dia jua merasa bersalah atas tindakannya .


" Masih marah ? " Tanya Azzam sambil menatap wajah Aisyah .


" Maafin Ais ,ya By ! Ais nggak marah sama Hubby.. Ais cuma..." Aisyah ragu meneruskan ucapannya .


" Cuma apa sayang ? " tanya Azzam lembut .


" By , kalo Ais marah sama Hubby , Hubby nggak akan melihat Ais disini sekarang . Ais itu sedih aja ingat kejadian dulu .Ais nggak kuat By . Ais nggak sanggup kalo Ais harus ketemu Fanya . Maafin Ais ya , Ais yang belum ikhlas dengan semua yang sudah terjadi ." Kata Aisyah kembali meneteskan air mata .


" Sayang , saya ngerti perasaan kamu . Jangan nangis dong ! Saya paling nggak bisa liat kamu nangis begini ! "Kata Azzam sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Aisyah dan mengecup kening istrinya.


" Maafin Ais ya, By ? " Kata Aisyah .


"Iya , saya juga minta maaf ." Kata Azzam .


Aisyah mengangguk .


" Peluk dong ? " Pinta Azzam..


Aisyah pun memeluk suaminya . Dan Azzam mengecup puncak kepala Aisyah .


" Oh ya , tadi katanya kamu bawa makanan ke kantor , apa itu ? " Tanya Azzam


Aisyah melepas pelukannya . Menatap Azzam .


"Tadi Ais masak sup ayam kesukaan Hubby !" Jawab Aisyah


" Kamu masak ? " tanya Azzam mengerutkan keningnya .


Aisyah mengangguk


" Di.bantuin Bi Imah dan Bi Nur, kok By ! Kata Aisyah lagi .


Azzam terdiam . Dia pun sebenarnya kangen masakan Aisyah . Baginya masakan Aisyah masakan paling enak yang hampir sama dengan enaknya masakan Ummynya yaitu Bu Ainun . Karena kondisi Aisyah yang sedang hamil dia tidak.mau istrinya itu merasa kelelahan .


" Hubby marah ? " Tanya Aisyah .


" Saya nggak marah , saya cuma nggak mau kamu kecapeen sayang ." sahut Azzam .


" Nggak By . Masak untuk Hubby kan kewajiban Ais ." Kata Aisyah .


"Hubby belum makan kan ? Ais siapin dulu ya ! " Kata Aisyah ingin beranjak dari duduknya.


" Nggak usah , nanti saya telpon Bi Imah untuk antar ke sini . Kamu juga belum makan kan ? " kata Azzam .


Aisyah diam . Dia memang belum makan . Nafsu makannya langsung hilang karena masalah tadi .


" Kok diam ? " Tanya Azzam lagi


" Ais masih kenyang , By !" Jawab Aisyah berdalih .


"Kenyang , ya udah saya nggak mau makan kalo kamu nggak makan juga ." Kata Azzam .


" Iya ,Ais mau makan ." Sahut Aisyah .


Azzam lalu menelpon Bi Imah untuk mengantarkan makan siang mereka ke kamar.


"Kalo kamu nggak makan , kasian baby kita sayang ! " kata Azzam .


" Kasian sama baby aja ? " Tanya Aisyah membuat Azzam menatap wajah Aisyah .


Aisyah tersenyum melihat ekspresi suaminya .


"Dua -duanya dong ! " kata Azzam sambil mencubit hidung Aisyah .


" Lagian tu sup ayam di meja sana dianggurin aja ." kata Azzam lagi .


Aisyah tersenyum ingat semangkuk sup ayam yang di antar Bi Imah yang tidak di makannya tadi .


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2