Hanya Ingin Bersamamu

Hanya Ingin Bersamamu
Part 59. Bekas Lipstik


__ADS_3

"Awas ! Ntar suka beneran baru tau , benci sama suka itu beda tipis lho ! " kata Azzam sambil berlalu meninggalkan Ririn .


Ririn hanya diam , dia menatap kepergian Pak Bosnya sampai menghilang dari balik pintu lip .


" Mama Lemon !" kata Ozi sambil menepuk meja kerja Ririn . Membuat Ririn terkejut


" Sunlight Resek ! " umpat Ririn sambil memajukan bibirnya .


" Kalo gak ada kepentingan ,,, hus ..hus..jauh -jauh dari meja saya " kata Ririn tanpa menatap Ozi


" Emangnya kucing , pake hus -hus " kata Ozi berlalu pergi menuju ruangan kerjanya juga . Sebelum masuk ruang kerjanya Ozi kembali menatap ke arah Ririn, namun Ririn tetap fokus pada komputernya . Ozi menghela napas lalu masuk keruangannya .


***


Saat menuju tempat mobilnya terparkir , Siska yang tidak fokus karena masih emosi dengan sikap Azzam padanya , tanpa sengaja menabrak Aldi yang saat itu mau masuk ke kantor Azzam . Di situlah dia meluapkan semua emosinya , memaki dan tamparan tangannya mendarat ke wajah Aldi.


Dari kejauhan Azzam mendengar suara ribut , dia lalu mempercepat langkahnya . Dilihatnya Siska sedang beradu mulut dengan sahabatnya Aldi . Bergegas Azzam mendekati mereka .


" Ada apa ini ? " tanya Azzam


Ketika Azzam mendekat Siska langsung memeluk Azzam, membuat Azzam sedikit kalap dan mendorong Siska . Beruntung Siska bisa mengontorl tubuhnya agar tidak terjatuh tersungkur.


Siska sengaja memeluk Azzam untuk meninggalkan bau parfume dan bekas lipstiknya di kemeja Azzam. Dan misi itu berhasil .Azzam pun tidak menyadari bekas lipstik itu karena tertutup oleh jasnya .


" Jangan sentuh saya !" Bentak Azzam .


" Perempuan ini sudah gak waras , Zam . Dia yang nabrak saya , ehh..malah dia yang marah -marah " kata Aldi sambil memegangi pipi nya .


" Awas kalian ! " Umpat Siska langsung pergi meninggalkan Azzam dan Aldi .


" Bekas lipstik itu akan jadi bumerang buat kamu Mas " Gumam Siska . Lalu meninggalkan tempat itu .


" Kamu gak papa ?" tanya Azzam


" Di tampar bro, sakit lah " sahut Aldi sambil mengusap pipi kirinya .


" Tamparan tangan perempuan juga , tenaganya gak seberapa " kata Azzam


"Lumayan juga sakitnya . Kamu mau pulang ? " tanya Aldi


" Iya "


" Hmmm. Penganten baru , bawaannya pengen di rumah terus ya ?"


" Pastilah , "


" Hmmmm, nantilah baru jam 11.30 , kita ngobrol -ngobrol dulu " kata Aldi sambil melirik arlojinya .


" Malam ini mau acara syukuran , jadi saya harus pulang , mending kamu ikut saya kita ngobrol di rumah " Ajak Azzam


" Boleh. "

__ADS_1


Aldi dan Azzam masuk mobil mereka masing -masing meninggalkan tempat itu menuju rumah baru Azzam dan Aisyah .


***


Di rumah Aisyah sudah ramai , Bu Ainun membawa beberapa orang asistennya untuk membantu mempersiapkan acara syukuran . Tampak mereka sibuk menata ruangan yang akan di pakai untuk acara , menata letak meja -meja tempat meletakkan makanan nanti . Semua hidangan makanan mereka memakai jasa catring langganan Ibu Ainun yang sudah tidak di ragukan lagi .


Sementara Aisyah , sedang ngobrol bersama kedua orang tuanya , Bu Ainun dan Oma Khadijah di ruangan belakang , dekat kolam renang .


Azzam dan Aldi pun sudah sampai di rumah, Keduanya langsung menuju tempat Aisyah dan yang lain ngobrol .


" Assalamualaikum " sapa Azzam dan Aldi hampir bersamaan lalu menyalami mereka satu persatu .


" Walalaikumsalam " jawab mereka serempak


Setelah ngobrol sebentar , Azzam permisi ke kamar mau ganti pakaian. Sekalian sholat dzuhur . Aisyah menyusul suami ke kamar untuk menyiapkan keperluan suaminya. Kemudian mereka ke meja makan untuk menikmati makan siang bersama yang lainnya .


Sampai saat itu Azzam masih belum menyadari bekas lipstik yang menempel di kemejanya , karena saat mau mandi dia langsung memasukkan bajunya kedalam keranjang baju kotor di kamar mandi .


***


Pukul 16.30 sore di depan rumah Aisyah tampak 3 orang gadis yang baru keluar dari mobil . Mereka adalah ketiga sahabat Aisyah , Ayu. Putri dan Mala . Ketiganya tampak celingukan


" Beneran Yu , ini rumah Aisyah ? " tanya Putri


" Dari titik share location nya sich iya " kata Ayu .


Melihat ketiganya ,Pak Jai yang sedang membersihkan mobil majikannya menghampiri mereka .


"kami lagi nyari rumah teman kami Aisyah ?" Tanya Ayu ragu -ragu


" Ohh, Non Aisyah , ini rumahnya , pasti kalian temannya Non Aisyah ya , silahkan masuk , Non Aisyah ada didalam " kata Pak Jai ramah .


" Non Aisyah gaes !" bisik Putri


" Teman kita sudah jadi nyonya besar " Mala menimpali


" Suaminya orang tajir gaes, anak satu -satunya lagi , Pewaris tunggal. Jadi wajarlah " Sahut Ayu


" Coba liat deretan mobil itu. mobilnya keren -keren . Pasti mobil yang berwarna merah itu mobil Aisyah , beruntung sekali ya dia " kata Mala menunjuk mobil -mobil yang parkir di halaman rumah itu .


Mereka terus dengan argumen mereka masing -masing , Pak Jai hanya tersenyum mendengar ocehan mereka .


" Assalamualaikum " kata Ayu ketika masuk ke dalam rumah


" Waalaikumsalam Jawab Bi Nur .


" Bi Nur ini teman -temannya Non Aisyah " kata Pak Jai


" Oh..iya. Mari saya antar , Non Aisyah ada di ruang belakang "


Ketiganya pun mengikuti Bi Nur menuju ruangan tempat Aisyah dan yang lainnya sedang ngobrol . Kembali mereka terkagum - kagum melihat desain rumah Aisyah . Pandangan mereka tertuju pada sebuah kolam renang yang luas .

__ADS_1


" Waaw , keren ! " kata Mala .


Saat itu Aisyah sedang ngobrol bersama ibunya , Bu Ainun , Oma Khadijah , Bi Imah dan beberapa ART yang di bawa Bu Ainun di dekat kolam renang sambil menyiapkan kue -kue untuk acara nanti malam . Senyum sumringah menghiasi bibirnya saat melihat ketiga sahabatnya datang . Mereka lalu saling berpelukan .


" Bi Nur , Tolong buatin minum ya ! " Kata Aisyah


" Baik Non " jawab Bi Nur


" Ciieh...yang udah jadi nyonya , tinggal perintah aja , senangnya " kata Ayu menggoda Aisyah .


" Yang penting jangan lupa sama kita aja " Sahut Mala


" Ya , gak lah, sampai kapan pun kalian tetap best friend forever Ais " kata Aisyah kembali mereka saling berpelukan .


Suasana rumah semakin ramai , sejak kehadiran 3 sahabat Aisyah . Sesekali terdengar mereka tertawa cekikikan yang mengganggu perhatian para lelaki yang ngobrol tidak jauh dari mereka . lMereka adalah Azzam , Ahmad dan Aldi .Khususnya Ahmad . Dia curi -curi pandang ke arah Putri .


"Perempuan kalo sudah geng nya ngumpul pasti suruh " Kata Ahmad .


" Iyalah , Bang , saya suka liat dek Aisyah kalo lagi ngumpul , mukanya ceria sekali " sahut Azzam .


" Ada yang masih jomblo gak ?" Tanya Aldi yang juga memperhatikan mereka .


" Setau saya , Putri , trus Mala . Mala itu baru di kecewain pacarnya .


Jantung Ahmad berdegup sedikit kencang ketika Azzam menyebut nama Putri . Dia kuatir Aldi menyukai Putri juga . Walaupun dia sudah taaruf dengan Putri , tapi dia masih tidak rela kalau ada lelaki lain yang juga menyukai Putri . Apalagi Aldi sosok lelaki yang cukup tampan dan mapan .


" Ohh..gitu , yang baju merah itu siapa namanya ?" tanya Aldi


" Itu Mala , kamu suka dia ?" kata Azzam melirik Aldi


Aldi hanya tersenyum . Tanpa Aldi menjawab pun terlihat Aldi menyukai Mala . Hal itu membuat Ahmad sedikit lega .


" Coba aja dekati , dia orang nya baik juga " Kata Ahmad.


" Kalo Abang sendiri gimana ?" tanya Aldi pada Ahmad .


" Abang Ahmad sudah punya calon , tinggal nentuin tanggalnya aja lagi " Kata Azzam sambil tersenyum .


" Waaah, bagus donk ,,diam -diam aja Abang nie " sahut Aldi .


" Tapi masalahnya , kita belum tau siapa gadis yang sudah menaklukan hati abang ini " Kata Azzam lagi


" Oh..ya , wah..Abang pake rahasia -rahasiaan segala " kata Aldi


Walaupun mereka bisa di bilang batu kenal , tapi mereka sudah tampak akrab . Meskipun di pujuk -pujuk Ahmad tetap tidak mau menyebutkan siapa gadis yang menjadi pilihan hatinya .


Bersambung....


Terima.kasih sudah meluangkan waktu membaca karya saya


Jangan lupa Like dan komen ya..

__ADS_1


__ADS_2