
Aisyah masih mematung terus berpikir sendiri tentang sebuah pesan yang masuk di ponsel Azzam .
" Pasti kesalahan besar , Kok Hubby nggak cerita ya kemaren ? " Batin Aisyah
Tidak lama kemudian Azzam keluar dari toilet . Melihat Aisyah yang sedang bengong ,dia lalu menghampiri Aisyah dan duduk di samping Aisyah .
" Mikirin apa sich ? " Tanya Azzam .
Aisyah tidak menjawab dia hanya memberikan ponsel Azzam yang masih di tangannya .
" Kenapa ? " tanya Azzam lagi .
"Baca aja ! " jawab Aisyah.
" Oh ini , " Kata Azzam sambil tersenyum setelah membaca pesan itu . Dia menatap wajah istrinya . Lalu merangkul pundak Aisyah .
"Jadi gara -gara ini , mukanya manyun ? " Goda Azzam .
" Siapa dia ? " tanya Aisyah ketus
" Dia perempuan ." Sahut Azzam .
" Hubby ! "
Cubitan Aisyah mendarat di perut Azzam .
" Sakit sayang ! " Pekik Azzam sambil mengusap bagian perutnya yang di cubit Aisyah.
" Hubby sich ! "
" Lho dia memang perempuan ! " kata Azzam cengegesan .
" Serius Hubby ! "
" Cemburu ya , Makin gemesin deh liatnya ! " Goda Azzam lagi sambil mencolek pipi Aisyah.
Aisyah semakin kesal membuatnya tidak bisa berkata -kata , matanya pun nampak berkaca -kaca menatap Azzam .
" Ups, sorry sayang . Saya cuma bercanda kok ! " Kata Azzam lalu meraih pundak Aisyah ingin memeluk istrinya yang sudah hampir menangis . Tapi Aisyah menolak di peluk .
" Cerita dulu ! " Kata Aisyah .
" Okey, Saya cerita ! " Kata Azzam .
Azzam lalu menceritakan sosok Youri yang di temuinya kemaren , sampai sikap tidak sopannya yang membuat Azzam menunda kontrak kerja sama mereka .
" Beneran cuma itu ?" Selidik Aisyah .
" Ngapain saya bohong, sayang ? Di ruangan itu ada cctv juga , kalo nggak percaya , kamu bisa liat sendiri cctvnya ." Kata Azzam.
" Dia pasti cantik kan ? " Kata Aisyah lagi .
" Sayang , perempuan cantik itu perempuan yang menutup auratnya . Dan buat saya kamu satu -satunya perempuan tercantik di dunia ini " Tutur Azzam .
" Gombal ! " Sahut Aisyah
"Beneran . Masih nggak percaya ? " tanya Azzam sambil menatap Aisyah .
Keduanya saling bertatapan . Aisyah menatap dalam mata suaminya , dia memamg tidak melihat kebohongan disana .
" Okey , kita ke kantor . Kamu liat sendiri cctvnya ! " Kata Azzam lalu berdiri meraih tangan Aisyah .
" Nggak perlu By , Ais percaya kok sama Hubby ." Sahut Aisyah
Azzam menghela napas beratnya kemudian kembali duduk di samping Aisyah .
" Biasanya hubby kan selalu cerita sama Ais , kalo ada sesuatu di kantor . Ini hubby nggak cerita ." Kata Aisyah
" Sayang , kemaren kita sibuk persiapkan acara syukuran , jadi nggak sempat saya ngomong , trus semalam kamu buat saya nggak bisa ngomong juga ." Kata Azzam cengegesan lagi ingat aktifitas mereka semalam .
" Hubby , mukanya gitu , nyebelin banget ." Kata Aisyah kembali mencubit lagi bagian perut Azzam.
" Aduh , nggak papa deh , sekarang di cubitin terus , ntar malam dapat jatah lagi kan ? " Kata Azzam kembali menggoda Aisyah.
Aisyah mengerutkan keningnya membuat Azzam tertawa dan Aisyah pun ikut tertawa.
***
Beberapa hari kemudian rumah Aisyah kembali ramai dengan kehadiran sahabat -sahabatnya dengan membawa suami dan anak -anak mereka . Mereka semua tampak bahagia sekali .
Hari itu full satu hari mereka semua di rumah Aisyah . Mulai dari makan siang sampai makan malam pun mereka nikmati bersama -sama . Bisa di bilang hari itu menjadi quatity time buat mereka .
Azzam pun berasa bahagia ketika melihat Aisyah yang selalu tersenyum bahagia . Bagi Azzam kebahagian Aisyah lah yang paling utama dalam hidupnya.
__ADS_1
Dua minggu berlalu , tibalah saatnya mereka melaksanakan ibadah umroh bersama yang sudah di sepakati sebelumnya , namun sampai pada waktu yang sudah di tentukan tidak semuanya bisa berangkat.
Anisa tidak bisa berangkat karena ada kegiatan workshop yang tidak bisa ditinggalkan , Farhan pun karena sang istri tidak bisa ikut dia pun tidak ikut . Begitu pula dengan Ahmad dan Putri , karena kondisi Putri yang saat itu di ketahui sedang hamil. Dan Ahmad tidak mau mengambil resiko . Sehingga yang berangkat umroh hanya Azzam ,dan Aisyah bersama kedua orang tua mereka masing -masing .
Selama menjalankan ibadah umroh , Aisyah benar -benar ingin khusuk beribadah , selama di tanah suci Aisyah menyempurnakan penampilannya dengan menggunakan gamis syari dan menutup wajahnya dengan cadar.
Dengan penampilan yang tertutup itu membuat Aisyah merasa nyaman dan dia pun meminta persetujuan Azzam untuk terus berpenampilan seperti itu . Azzam pun tidak keberatan dengan keputusan yang di ambil Aisyah . Karena dia pun ingin istrinya menutup aurat secara sempurna tapi dia tidak pernah memintanya , dia ingin keinginan itu atas kemauan Aisyah sendiri .
Sepulangnya Aisyah sekeluarga ke tanah air. Membuat para sahabat dan saudaranya Anisa dan Ahmad terharu melihat penampilan baru Aisyah . Mereka salut akan keputusan Aisyah .
Hari -hari selanjutnya Aisyah dan Azzam melewati hari dengan penuh kebahagian . Rasa cinta dan kasih sayang keduanya semakin mendalam . Merekapun semakin sering melakukan kegiatan sosial,. Memperbanyak sedekah kepada yang lebih membutuhkan. Tentunya dalam kegiatan apapun Aisyah tidak pernah mempublikasikannya . Dan bisnis Azzam pun semakin berkembang pesat .
Suatu malam keduanya sedang duduk di balkon . Aisyah tampak sedang memainkan gitarnya sambil menyanyikan beberapa lagu favoritnya . Azzam senyum -senyum sendiri mendengarkan Aisyah yang sedang bernyanyi .
" Sayang , sebentar lagi annyversari keempat tahun pernikahan kita , kamu mau hadiah apa ? " tanya Azzam saat Aisyah selesai bernyanyi .
" Nggak terasa ya, udah empat tahun kita bersama ." Kata Aisyah sambil tersenyum .
" Iya , waktu begitu cepat berlalu." Kata Azzam lalu meraih tangan Aisyah kemudian mengecup punggung tanyan istrinya .
"Ais nggak mau hadiah apa -apa , Hubby ! Ais cuma mau hubby tetap seperti ni , selalu sayang dan cinta sama Ais . " Kata Aisyah .
" Itu pasti sayang ! " Sahut Azzam .
" I love you , Hubby ! " Aisyah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Azzam
" I Love tou more ." Balas Azzam kemudian mengecup puncak kepala Aisyah .
" Annyversari kita rayakan dengan makan -makan aja nanti ." Kata Aisyah .
" Terserah kamu sayang ! " sahut Azzam.
" By , sebenarnya Ais mau izin sesuatu sama hubby ! " Kata Aisyah menatap Azzam.
" Izin ? izin apa ? "
" Ais mau bangun sesuatu ."
" Bangun apa , rumah , hotel ,villa, atau mall ? "
" Bukan !"
" Trus apa ? "
Azzam mematung menatap Aisyah .
" By , Ais cuma butuh persetujuan hubby. Uangnya udah Ais siapin kok , insya Allah cukup . " Kata Aisyah lagi .
Azzam masih menatap Aisyah tanpa mengucap satu kata pun . Bukan karena dia tidak setuju tapi dia begitu kagum dengan kemulian hati Aisyah .
" Hubby ? "
" Boleh sayang . Tapi kalo saya boleh tau ,uangnya dari mana ?" tanya Azzam .
Aisyah tersenyum membuat Azzam mengerurkan keningnya .
" Hmmm,, saya menunggu jawaban lho ! " Kata Azzam lalu mencubit hidung Aisyah .
" Uangnya itu Ais dapat dari Hubby kok , kan tiap bulan transferan masuk . Itu Ais sisihkan sejak annyversari kita yang pertama . Jadi sekarang kayaknya udah cukup untuk bangun sebuah masjid . " Tutur Aisyah .
" Oh ya , trus uangnya ada berapa ? " tanya Azzam .
Aisyah lalu mengambil ponsel untuk mengecek saldo di rekeningnya . Setelah muncul notidikasi saldo rekening , Aisyah pun memperlihatnya ke Azzam .
" Woow , banyak juga ya ! " kata Azzam ketika melihat saldo di rekening Aisyah .
" Tapi tunggu deh , ini nomer rekeningnya ..."
" Beda ya sama rekening yang biasa Hubby transfer ? "
Azzam mengangguk .
" Ya bedalah, kan rekening khusus ." kata Aisyah .
" Hemmm, jadi selama ini main rahasia -rahasian ya sama saya ? "
" Hubby , bukan begitu . Ais cuma..."
" Udah ,Saya bercanda . Lagian saya ngerti kok ." kata Azzam lalu memeluk Aisyah .
" Saya salut akan niat baik kamu sayang . Saya dukung kamu ." Kata Azzam lagi .
" Terima kasih ya By ." kata Aisyah .
__ADS_1
" Sama -sama sayang , Oh ya , untuk lokasinya udah adakah ? "
Aisyah tersenyum
" Belum . Hubby yang carikan lokasinya ."
" Lho , gimana sich ? Tadi bilangnya minta persetujuan aja." kata Azzam lagi .
" Hubby nggak mau , ya udah nanti Ais cari sendiri ." Sahut Aisyah ketus .
" Emang bisa ?" Kata Azzam sengaja menggoda Aisyah .
" Hubby nyebelin deh , kalo nggak mau bantu nggak papa . Biar Ais yang urus semuanya ." Kata Aisyah .
" Sensi banget sich , tapj makin cemberut makin manis kok . " Kata Azzam lagi
" Hubby !"
" Iya saya akan urus semuanya . " Kata Azzam
" Tapi jangan sampai masuk media ! " kata Aisyah lagi .
" Iya , tenang aja .Besok saya minta bantuan Ozi untuk mencarikan lokasinya .Sekarang mendingan kita istirahat " Kata Azzam..
" Okey , tapi beneran istirahat kan ? " Kata Aisyah
" Liat nantilah ." Kata Azzam lalu menggendong Aisyah ke kamar mereka .
***
Keesokan harinya , sebelum berangkat ke kantor ,Azzam menelpon Ozi untuk membantunya mencarikan lokasi tempat pembangunan masjid seperti permintaan Aisyah .
Sedangkan Aisyah juga sedang menerima telpon dari kakaknya Anisa . Anisa mengatakan kalau dia mengirim paket ke Aisyah hari itu .
" Paketan apa sich Kak ? " Tanya Aisyah
" Itu tablet penyubur kandungan dari teman kakak . Dia Dokter terbaik lho di Cina . Aturan minunnya ada di kemasannya , kamu liat aja ." Kata Anisa .
Anisa tau Aisyah dan Azzam sangat ingin mempunyai momongan , dia terus berusaha konsultasi dengan teman seprofesinya yanh dari dalam dan luar negeri untuk mendapatkan obat yang paling bagus . Akhirnya dia mendapatkannya .
" Terima kasih ya kak.! " Kata Aisyah.
" kamu juga jangan terlalu capek atau banyak pikiran , itu bisa jadi pengaruh juga . Rilek ya , happy aja, jangan mikir yang aneh -aneh banyakin quality time berdua , okey ! " Kata Anisa lagi .
" Iya kak ." sahut Aisyah .
Setelah saling mengucapkan salam sambungan telpon terputus .
" Kak Nisa bilang apa ? " Tanya Azzam lalu memeluk Aisyah dari belakang .
" Kak Nisa ngirim paket . " Jawab Aisyah .
" Paket apa ? "
" Tablet penyubur kandungan . Kak Nisa juga dapat dari temannya . Dia bilang temannya itu dokter terbaik di Cina ." tutur Aisyah lalu membalikkan badan menghadap ke Azzam .
"Wow ,pasti bagus banget tu tabletnya . "
" Semoga ya ,by. Ais pengen banget kita punya baby . Untuk pelengkap kebahagiaan kita ." kata Aisyah menatap Azzam .
" Amin , tapi kamu juga jangan terlalu di pikirin , yang penting kita happy aja , santai , dan kita coba lagi gimana ? " Kata Azzam dengan senyum menggoda .
" Hubby !"
" Bercanda kok sayang. Tapi kalo kamu mau , ya ..."
" Apa ? Riko udah nungguin di depan , ada meeting pagi kan , ntar telat lagi . "
" Iya sayang , tapi transfer energi dulu dong ." Kata Azzam mengisyaratkan agar Aisyah mencium bibirnya .
Tapi Aisyah tidak mencuim bibir suaminya , dia hanya memeluk Azzam .
" Udah transfer energi kan , buruan ke kantor ! " Kata Aisyah lalu melepas pelukannya dengan sesikit mendorong Azzam .
" Okey deh , kamu baik -baik di rumah ya ! ." Kata Azzam menatap Aisyah
" Iya, sampai kantor telpon ya " sahut Aisyah .
Saat Aisyah lengah ,Azzam berhasil mengecup mesra bibir istrinya . Membuat Aisyah hanya tersenyum .
Aisyah memakai cadarnya dan mengantar Azzam ke halaman depan rumah . Lalu melambaikan tangan ketika mobil yang membawa Azzam bergerak meninggalkan halaman.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1