
Pada layar ponsel tampak foto seorang lelaki memakai kemeja putih sedang duduk ;di meja kerjanya
"Waaw ,, ganteng sekali" ucap Putri
"Siapa dia is ? " Tanya Mala
"kalo gak salah, aku pernah ketemu sama ni orang , tapi dimana ya ?" ucap Ayu .
"Ais, ini maksudnya apa ?" tanya Mala lagi
"Okey , aku jelasin . Namanya Azzam , dia adalah orang yang sudah menolong aku waktu kecelakaan kemaren , dia juga yang sudah menanggung semua biaya perawatan selama aku di rumah sakit .dan...."
"Dan apa ?" potong Putri
"Bisa gak sich , gak motong orang bicara " sahut Ayu
"lanjut !" desak Mala
"Dia ngajak aku ta'aruf " lanjut Aisyah
Aisyah lalu menceritakan awal mula dia dan Azzam bertemu , bagaimana perasaannya kepada Azzam , ketiga sahabatnya ikut bahagia dan terharu , serta menceritakan kalau dia dan Azzam akan bertemu siang ini.
"so sweeet ! Mereka lalu saling berpelukan
"Namanya siapa tadi is .." tanya Ayu yang masih mengamati foto Azzam, dia merara pernah bertemu dengan lelaki itu .
"Azzam .., Azzam Khairullah. " jawab Aisyah
"Kamu kenal , Yu ? " Tanya Putri .
"O. Ya...aku ingat .." kata Ayu Bersemangat
"Gak salah lagi , dia pemilik PT . Graha Abadi itu , aku pernah di ikut papa meeting di kantornya " tutur Ayu .
"Yang benar kamu ,Yu , itu kan perusahaan rbesar di kota ini " ucap Mala .
" Iya , benar kan Ais...? " tanya Ayu pada Aisyah ,dia yakin Aisyah pasti tau akan hal itu .
"Iya , " jawab Aisyah
"OMG,,,kamu beruntung sekali " tutur Ayu
"Selamat ya beb , kamu akan menjadi nyonya besar "
"Apaan sich , Aku aja belum terima ajakan ta'aruf dia " sahut Aisyah
__ADS_1
"Tapi , kamu juga suka kan sama dia ? " tanya Putri
"Iya , tapi aku juga mau tau kenapa dia memilih aku , secara kan kalian tau sendiri ,dengan ketampanan dan semua yang dia miliki pasti akan mudah baginya mendapatkan gadis - gadis cantik di luar sana " tutur Aisyah
"iya juga sich , kamu obrolin dulu lah sama dia " ucap Ayu
"kalo menurut aku , dengan dia ngajak kamu ta'aruf itu berarti dia gak main -main lho , Ais , apa lagi dia langsung ngomong sama ayahmu " kata Mala
"Intinya , jalani aja dulu prosesnya , sebagai sahabat kita semua selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu koq , " kata Ayu .
Obrolan mereka pun terhenti ketika mendengar kumandang Azan , menandakan waktu sholat dzuhur telah tiba . Mereka lalu sholat berjamaah bersama .
Selesai sholat , Aisyah bersiap -siap . Balutan pasmina berwarna silver sangat serasi dengan warna baju dan celana yang dia kenakan , nampak anggun , simpel namun tetap terlihat elegan .
Setelah berpamitan dengan orang tuanya Aisyah pergi bersama ke tiga sahabatnya .
Ayu , Putri dan Mala hanya mengantar Aisyah sampai didepan cafe , Kemudian ketiganya pergi ke sebuah rumah makan yang tidak jauh dari tempat mereka meninggalkan Aisyah .
Kini Aisyah sudah berada di depan sebuah cafe . Cafe itu berada tepat di depan kantor Aisyah , sempat terpikir olehnya kenapa Azzam memilih cafe itu . Apa dia sering ke situ ? Klo sering kenapa tidak pernah bertemu ? Makin banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Aisyah .
***
Azzam sudah tiba duluan di cafe itu , suasana hatinya sudah sedikit tenang , apapun keputusan Aisyah nantinya , dia akan berusaha untuk ikhlas menerimanya .
Sepuluh menit berlalu , kemudian tampak seorang gadis memasuki cafe itu , Jantung Azzam berdebar tak menentu ketika gadis itu berjalan ke arahnya .Gadis itu adalah Aisyah .
Dengan sigap Azzam berdiri merenggangkan sebuah kursi dari meja di depannya lalu mempersilakan Aisyah duduk .
"Terima kasih " ucap Aisyah tersenyum dan duduk di kursi itu .
"Sama -sama " balas Azzam
Berhadapan dengan Azzam membuat Aisyah sedikit deg -degan , Azzam benar -benar tampan , tipe lelalki idaman semua wanita . "Ya Allah apa aku pantas menjadi pendamping dia ? " batin Aisyah .
"Maaf ya , udah nunggu lama " kata Aisyah tersadar lari lamunannya.
"Gak papa, saya juga baru nyampe , Mau minum apa ?" tanya Azzam lalu memanggil pelayan cafe
"oren juz "jawab Aisyah
"Oren jusnya 2 ya mba !" kata Azzam sambil melirik Aisyah .
"Baik Mas " Jawab pelayan itu lalu pegi .
Tidak lama kemudian dia kembali dengan membawa 2 gelas oren jus dan meletakkan di meja mereka .
__ADS_1
"Silahkan di minum ! " kata Azzam lalu meneguk minuman diikuti Aisyah .
"Oke, Kenapa kamu gak mau saya datang ke rumahmu ? Tanya Azzam memulai pembicaraan menatap Aisyah .
"Belum saatnya aja , trus kenapa Mas Azzam memilih cafe ini ? apa Mas Azzam sering kesini ? Tapi , Kenapa kita gak pernah ketemu ya ? " Tanya Aisyah
Pertanyaan bertubi -tubi Aisyah membuat Azzam tersenyum ,
"Woow,,, 3 pertanyaan sekaligus " jawab Azzam
Aisyah tersenyum.
"Saya baru 2 kali ke cafe ini , trus kenapa saya memilih cafe ini ? Karena setelah hampir 1 bulan saya mencari seseorang saya menemukannya di cafe ini , kamu tau siapa yang saya cari saat itu ? Tanya Azzam
Aisyah menggelengkan kepala bingung
"Seseorang itu sekarang ada dihadapan saya " jawab Azzam
"Saya ? Kenapa mencari saya ? Tanya Aisyah
Azzam lalu menceritakan awal pertama dia bertemu Aisyah . Bagaimana perasaannya selama ini .Sampai ketika melihat Aisyah kecelakaan dan membawa Aisyah kerumah sakit .
Mendengar cerita Itu , Aisyah ingat pada malam yang sama , dia juga susah sekali untuk tidur , karena terbayang wajah Azzam , rupanya Azzam pun merasakan hal yang sama malam itu . "Ya Allah, inikah takdir yang sudah kau siapkan untuk ku " bisik hati Aisyah
"Terima kasih mas udah menolong saya , memfasilitasi ruang perawatan yang bagus , tapi..."
"Tapi kenapa ?"
"itu terlalu berlebihan mas "
"Maaf kalau itu membuat kamu gak nyaman ,saya gak tega melihat kamu dalam kondisi seperti itu kemaren , itu luka kepalanya udah gak sakit lagi kah ?" tanya Azzam
"Gak " Jawab Aisyah sambil meraba jidat yang tertutup hijabnya
"Syukurlah, Saya hanya ingin yang terbaik untuk kamu, saya takut kamu kenapa - napa , maaf ya saya gak bisa menemani kamu selama kamu di rumah sakit ?"
"Iya mas , gak papa . Tapi kenapa saya mas , kan masih banyak perempuan di luar sana yang lebih cantik , lebih menarik , yang lebih cocok sama mas , kenapa harus saya ? lagian status ekomoni kita berbeda ? "
"Aisyah , di mata Allah semua manusia itu sama , amal perbuatan mereka saja yang membedakan . Segala sesuatu di muka bumi ini berjalan atas izin Allah , rasa suka , sayang saya ke kamu itu pun atas izin Allah " tutur Azzam
"Atas Izin Allah juga hari ini Aisyah Sulaiman binti Sulaiman maukah kamu ta'aruf dengan ku Azzam Khairullah "pinta Azzam lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya ,yang berisi sebuah cincin berlian dan meletakkannya di depan Aisyah .
"Aku ingin keputusan yang kamu ambil murni dari hati kamu, bukan karena hal lain " tambah Azzam .
Aisyah terharu mendengar penuturan Azzam , terlebih apa yang dia rasakan pun tidak jauh berbeda , walaupun semuanya terlalu cepat tapi Aisyah cukup yakin dengan apa yang dia rasakan . Tak terasa air matanya menetea membasahi pipinya , menyadari hal itu buru - buru Aisyah mengusapnya .
__ADS_1
Mata Azzam tak lepas dari wajah Aisyah , Hatinya terenyuh ketika melihat butiran air mata yang mengalir membasahi pipi gadis yang dicintainya , dan masih dak dik duk menunggu jawaban Aisyah .
"Iya , saya mau , Mas " jawab Aisyah sambil mengusap lagi air matanya .